Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Resah


__ADS_3

Di sebuah Sekolah SMP. dua gadis cantik sedang duduk di kantin. mereka makan di kantin saat istirahat pertama.


" Halo Cantika dan Ratu ku." Ucap Gilang duduk di depan mereka berdua.


Ratu hanya diam, ia sedang memikirkan abangnya. sudah hampir satu dua minggu. abangnya tidak ada menghubungi mereka, ada rasa kangen di hatinya.


Cantika yang melihat saudara nya melamun. menyenggol sikunya. Ratu hanya mendelik dan kembali mengaduk makanan miliknya.


Gilang dan Razak terpana melihat reaksi Ratu yang tidak seperti biasanya. Cantika pun tidak bisa berbuat apa-apa.


" Apa Ratu punya masalah.? " Tanya Razak yang khawatir pada gadis yang ia sukai.


" Nggak. tapi entahlah.." Jawab Cantika cuek. karena Ratu tidak memberitahu nya. padahal selam ini ia selalu cerita apa saja.


Ratu hanya diam. pikiran entah kemana-mana. " Kangen.. " lirihnya.


Razak dan yang lain yang mendengar ucapan Ratu walau pelan. membuat ketiganya bengong. apalagi Razak. ia sedikit sedih mendengar ucapan gadis di depan nya.


" Sama siapa..? " Tanya Cantika penasaran.


" Abang..! " Jawabnya sendu.


Cantika yang mendengarkan langsung memeluk Ratu. sebenarnya ia pun begitu. Padahal dulu mereka selalu saja bertengkar, namun abangnya selalu mengalah.


Sikap kedua gadis tersebut. membuat Razak dan Gilang malah jadi mengerutkan keningnya. tadi Ratu sekarang malah ke duanya.


" Siapa itu abang..? " Tanya Razak yang penasaran.


Cantika dan Ratu menoleh." Yang Abang ku lah..! " Jawab ke duanya serentak.


Mengakibatkan tatapan mata orang yang di kantin melihat mereka. karena suara keduanya cukup mengusik.


" Sorry.! aku nggak tahu.." Jawab Razak sedikit kecewa. Ia pun berdiri dan memesan makanan. karena dari awal masuk kantin langsung duduk. Gilang pun ikut Razak memesan makanan. Sedangkan kedua gadis tersebut. hanya cuek saja.


*****


Di SD. xena juga melamun di kelas. itu membuat perhatian gurunya. sebab gurunya tersebut sudah di beri pesan oleh Anisa. agar bisa memberitahu nya jika ada masalah pada anak mereka.


" Halo Xena. ada apa? apa bisa bu guru tahu!" tanya Buk Mela pada bocah tersebut.

__ADS_1


Xena menatap gurunya dan entah kenapa. ia langsung memeluk bu Mela. " Buk aku kangen sekali dengan abang.." isak nya tidak tertahan.


Bu Mela pun melepaskan pelukannya pelan." Kenapa tidak di telpon.. kalau abangnya jauh.? " Tanya bu Mela yang tidak tahu siapa yang di maksud abang.


Xena menggeleng." Susah menghubunginya. sekarang pasti sudah tidur malam abangnya." jawab Xena. tapi mampu membuat bu Mela bingung.


" Tidur malam. emangnya abangnya Xena dimana? " Tanyanya yang menyelidik.


" Jauh buk. Jerman..! " Jawab singkat nya. dan bu Mela pun tersenyum.


Ia membelai bocah tersebut dengan lembut.


Nanti biar bu Mela yang bilang sama mama atau bunda ya." ucp bu Mela. yang di anggukan Xena.


Karena ia pikir lebih baik ia memberi tahu kan ke orang tua bocah tersebut. " Hm. Oh ya Xena hari ini bawa bekal apa. bu Mela mau cicipin dong. " bujuk Bu Mela agar tidak sedih lagi.


Xena pun mengeluarkan bekalnya. karena bu Mela tahu. ia tidak pernah jajan di luar. selalu di berikan bekal dari rumah. jika mau jajan pas saat ada yang jemput. karena mereka takut Xena sendiri di luar jajan. itu pun di pesankan pada bu Mela sebagai dalamnya.


Akhirnya mereka makan bekal Xena. karena Xena selalu bawa bekal lebih. kadang ia berikan pada temannya. kadang sama bu Mela. itu sengaja. agar Xena punya teman untuk makan.


*****


entah kenapa dari malam. perasaannya tidak enak. seperti ada yang mengganjal hatinya.


Hingga ia tak mendengar ketukan pintu dari luar. di ketukan ketiga baru ia menyahut. "Masuk..!


Seseorang pun masuk perlahan. munculah seorang siswinya yaitu Aishah. Anisa tersenyum.


" Maaf buk. ada yang mau saya sampaikan pesan dari bunda." Ucap Hani sungkan.


" Oh. kemarilah.." Ucap Anisa lembut.


Hani pun berdiri di depan guru yang sangat ia segani. karena berkat beliau ia dan adik-adik panti mendapat kehidupan yang layak.


" Bunda pesan. katanya meminta ibu sekeluarga datang ke panti. karena ada yang akan di bicarakan bunda tentang Om Jackson.' Ucap Hani sungkan.


" Oh. baiklah. nanti malam kami ke sana. titip salam sama bunda dan adik-adik nya ya." Pesan Anisa pada Hani


Hani mengangguk dan pamit keluar. karena ia masih ada kelas. dan kebetulan bu Anisa yang masuk. Karena Anisa hanya mengambil jam khusus anak kelas 12 saja. itu pun hanya sedikit. karena banyak pekerjaaan yang menunggunya.

__ADS_1


****


malamnya. Saat Anisa dan rombongan akan berangkat ke Panti. Anisa mendapat telpon dari nomor yang tak di kenal. Ia mengerutkan keningnya heran. nomor tersebut terus menelpon sampai panggilan kedua. Akhirnya Anisa meningkatnya.


" Halo. ini dengan ibu Anisa." Ucap suara dari seberang telpon.


" Ya. saya Anisa. ini siapa ya..? " Tanya Anisa penasaran.


" Maaf. ini saya Bambang temannya Anrez. kami butuh bantuan ibu." Ucap suara yang bernama Bambang. Anisa melospikerkan handphone. karena dari tadi Andi mengusiknya terus.


" Ada apa. apa yang terjadi pada mu. kenapa butuh bantuan saya..? " Tanya Anisa penasaran.


" Kamu masih ingat nggak dengan aku Nisa..?" Tanya suara yang tak asing bagi Anisa. tapi ia tak ingat suara siapa.


Anisa hanya diam. ia tak ingat siapa di sana. " apakah begitu mudahnya kamu melupakan saya Nis. saat kita masih SMP. aku belain kamu saat kamu di buli. siapa pelindung mu. aku Nis." cerita seseorang.


Anisa mengerutkan keningnya." Hm. kak Bayu. ada apa..? " Tanya Anisa santai. Karena ia belum tahu masalah yang sedang di hadapi anak dan teman-temannya di sana.


Suara tawa menggelegar. membuat Anisa merinding. ia sangat kaget. saat terdengar suara anaknya.


" Ma. tolong aku.... " Ucap suara yang sangat ia kenal. Anrez anaknya.


" Sayang.. ada apa. apa yang terjadi.? " Tanya Anisa kalut.


Terdengar lagi suara tawa. " Kamu tau Anisa. dulu aku pernah bilang kangen. kalau aku akan membalas sakit hatiku suatu saat. Dan kebetulan saat ini aku punya kesempatan. bagaimana menurut mu..? " Tanya Bayu.


" Kamu jangan macam-macam dengan anakku. akan ku pastikan apa yang akan terjadi pada mu.." Jawab Andi yang sudah tahu masalahnya.


Ia pun menghubungi Edo. namun di luar jangkauan. Andi masih bingung. ia pun menghubungi seseorang yang ditugaskan menjaga anaknya. Karena ia yakin.. suatu saat akan membutuhkannya.


Sebelum Andi menelpon. tapi yang akan di hubungi pun menelpon nya lebih dulu.


" Halo Pak bapak tidak usah khawatir. kami di sini sudah mengepung kampus ini. dan untuk polisi disini mau membantu kita. karena kebetulan pimpinan nya kenal dengan Pak Wijaya Kakek Bapak.


" Oh. kalian pastikan. jika tidak terjadi apa-apa dengan anak ku. Aku akan ke sana sekarang juga.


" Ya pak.." Jawab orang suruhan Andi.


Sedangkan Anisa terus bicara dengan Bayu. menawar agar anaknya tidak celakai.

__ADS_1


__ADS_2