Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Di Culik.


__ADS_3

Andi mengajak istrinya pulang, namun sebelumnya mengambil barangnya yang di kosan. Anisa juga pamit pada buk kos serta yang lain.


Mereka sampai di Apartemen. setelah agak siang. " Bukalah.' Ucap Andi pada istrinya. karena kebetulan tangannya penuh dengan barangnya Anisa dari kosan.


" Aku mana tahu pin nya." Jawab Anisa.


" Tanggal awal kamu hadir di hadapanku." jawab Andi tenang.


Anisa mengernyit kan kening nya. ia berpikir sejenak. lalu menekan tanggal awal ia masuk pertama kali mengajar dua tahun yang lalu. Dan terbuka. Anisa memandang suaminya.


" Ini masih di luar. nggak enak. kita lanjutkan di dalam. Oh ya sebentar. aku ke bawah dulu, ada yang ketinggalan di pos satpam!


kamu masuklah dulu.' Andi membawa barang istrinya masuk dan kembali keluar.


Anisa masuk ke Apartemen tersebut. hanya ada satu kamar. dan ada pantry lengkap dengan alat masaknya. Anisa heran. Bersih semuanya tertata. Anisa memeriksa Kulkas. penuh. dia pun terus ke belakang. ada tempat jemuran kain. serta ada taman kecil. di sana juga rapi. ada bunga penghias taman kecil itu serta Ayunan kecil yang cukup untuk dua orang.


Anisa kembali ke dalam, namun ia di kejutkan dengan kehadiran Andi yang di tangannya ada buket bunga.


" Selamat datang di rumah kita. istri ku cantik." Andi berjongkok di depan istrinya. Anisa tertegun.


" Terima kasih. kejutannya." Ucap Anisa mengambil buket bunga di tangan suaminya.


Andi memeluk istrinya erat. Ia menggendong istrinya ke kamar. dan meletakkan di kasur.


" Sayang.. aku bahagia sekali menikah denganmu. jangan pernah kamu berpikiran untuk meninggalkan ku. kalau kamu tidak ingin lihat aku mati." Ucap Andi mencium kedua pipi istrinya.


Anisa tersenyum." Mudah-mudahan itu tidak terjadi. Oh ya. seperti nya aku harus menyusun barang ku dulu." Anisa berusaha menghindar, dia takut.. Karena ia tidak mau terjadi apa-apa.


Andi tidak peduli, ia kembali mencium istrinya bahkan mencium bibir istrinya dengan rakus. anisa meronta. Namun kekuatan Anisa tidak sebanding. Akhirnya ia pasrah. mengikuti keinginan suaminya. Lama mereka hingga nafas mereka sesak.


" Good. aku suka. ternyata kamu cukup liar sayang. aku suka. Namun jangan harap kamu lakukan dengan yang lain." Ancam Andi dan mengelap bibir istrinya yang bengkak karena ulahnya. Andi pun merebahkan tubuhnya di samping istrinya.


" Hm. sayang... apa kamu memanggil nama ku terus. tidak adakah panggilan sayang gitu." Pinta Andi memelas.


" Akan ku pikirkan. Oh ya. kita mau makan apa biar aku masakan." ucapnya mau beranjak.


Andi memeluk istrinya " Aku sudah delivery. Jangan paksakan dirimu sebagai istri yang baik melalui makanan. hari ini kamu cukup melayani ku saja." Goda Andi menatap istrinya.


" Maksudnya." Tanya Anisa kaget.


" Yang, kata orang malam pertama itu indah. Dan aku belum pernah melakukannya dengan yang lain. namun hari ini tertunda karena tamu tak di undang. aku sudah membayangkan. apakah benar seindah itu.Membayangkan nya saja membuat junior ku meronta. Kamu ingin tahu." Goda Andi. ia mengambil tangan istrinya dan membawa ke junior nya yang sudah on.


Anisa menjerit merasakan benda yang begitu keras dan panjang. ia bergidik ngeri membayangkannya. ia pun menarik tangannya.


"Kenapa di lepas sayang... kau menyiksaku. kau harus bertanggung jawab. hanya kamu yang mampu menjinakkannya." Racau Andi memelas.


" Maaf. aku tidak bisa." Jawabnya mencoba menetralkan perasaannya.


" Kenapa.. kamu sudah memulai sayang. lanjutkan lah. ku mohon... " Pinta Andi.


Karena penolakan istrinya. ia pun menarik pakaian istrinya. dan terlihat gunung kembar yang membuat kaum adam mabuk. Di Sanalah Andi bermain-main. hingga suara bel melerai kegiatan mereka yang sudah mulai memanas.


" Untuk sementara cukup seperti ini saja dulu. jika tamunya sudah pergi. pasti kita lebih menikmatinya." Ucap Andi membelai wajah istrinya.


"Mandilah. kita gantian baru makan, atau mau mandi bersama. tunggu aku ambil dulu makanannya." ucap Andi.


Anisa malah langsung tancap gas masuk kamar mandi. Andi terkekeh melihat ketakutan istrinya.


Setelah mereka selesai mandi. Mereka pun makan yang di saling menyuapi.


" Kamu ingat nggak. warung sate tempat kita makan pertama kali.? " Tanya Andi.


Anisa berpikir sejenak." Kamu ingat warungnya atau gadis yang sama namanya dengan ku.? " Tanya Anisa kesal.


Andi tertawa. Bukan jawaban yang di berikan malahan ia kembali mencium bibir istrinya.


" Hai. bisa bibirku melebar kalau kamu main nyosor aja." kesal Anisa.


" Aku senang kamu cemburu. berarti kamu sudah mencintaiku. atau karena sudah melihat junior ku? Hm apalagi jika kamu sudah merasakan sepak terjangnya. mungkin kamu mengerang kenikmatan." Ucap Andi fulgar.


" Yang di tanya lain. jawab entah kemana." Kesal Anisa.


" ha.... ha... sayang... aku bukan mengingat gadis tersebut. gadis itu sudah aku pecat, aku tidak mau istri ku nanti cemburu terus. aku nggak sanggup menghadapi istriku kalau cemburu." jawab Andi tersenyum.

__ADS_1


" Oh jadi memberitahu kan itu. tapi kenapa kamu yang pecat dia. apa hubungannya.? " Tanya Anisa penasaran.


" Warung itu milik ku. sudah ada Dua cabang aku buka. Rencananya aku mau buka kafe tapi nuansanya alami kayak perkampungan gitu. Tapi belum ada tempat. Biar semua kalangan bisa menikmatinya." jawab Andi. yang membuat Anisa kagum.


Ia tidak menyangka, ternyata ada banyak rahasia yang di simpan suaminya. ia pun mulai mengagumi sosok suaminya yang cuek dan cool di saat di sekolah.


Esoknya. sesuai janji, Andi mengajak istrinya ke rumah kakek, karena orang tuanya akan kembali ke London.


" Akhirnya kalian datang. gimana kabarmu nak. apa Andi menyakiti mu.? " Tanya Handoko pada Anisa.


" Hm. tersingkir kan lagi deh aku. nasib.. nasib.." Ucap Andi memelas.


Handoko memukul kepala anaknya. hingga Andi mengeluh.


" Kek. Apakah benar aku ini anak kandung papa.? Kenapa ia sekejam itu padaku." Rengek Andi pada kakeknya.


" Entahlah. mungkin kamu tuh anak pungut yang di ambil di jalanan." Jawab kakeknya membuat semua tertawa. Anisa senang melihat keakraban keluarga suaminya.


" Kakak ipar hebat, telah lama kami tidak bercengkrama seperti ini. tapi kehadiran kakak ipar bisa merubah semuanya." Ucap Feby memeluk Anisa.


" Ah kamu bisa aja." Ucap Anisa sungkan.


" Kak. nanti selesai antar papa mama ke bandara, kita langsung ke mall. Aku pengen jalan-jalan. sudah lama aku bermimpi punya kakak cantik yang bisa di ajak jalan bareng." Ucap Feby antusias.


" Bo.... " Belum selesai Anisa menjawab, Andi memotong nya.


" Ngak boleh... dosa loh nggak dengar suami." bantah Andi tak rela.


" Idih... suami kayak gini berlagu.. lebay.." cibir Feby. Andi hanya mendekati adiknya dan menjitak kepala adiknya yang membuat mereka saling kejar kejaran lagi.


" Andi. papa ingin bicara. apakah bisa." Tanya Handoko. melerai mereka berdua. Anisa hanya tersenyum melihatnya.


" Bisa pa. Sebentar sayang.. aku sama papa dulu." ucap Andi izin.


" Pergi sana. sok dibutuhin aja." ledek Feby lagi. Dia cepat sembunyi di belakang Nisa. Andi pura-pura mengejar adiknya yang di belakang istrinya, tapi pas depan istrinya ia malah mencium bibir istrinya. Anisa terperangah dengan sikap suaminya yang mesum.


" Idih dasar kakak tak berakhlak. mengotori otak ku yang bersih." kesal Feby.


Andi tertawa menang. ia pun pergi menemui papanya yang ada di taman belakang. Ia berpikir, apa yang akan di bicara kan papanya. apakah penting.


" Ada apa pa.? " Tanya Andi langsung.


Handoko menarik nafas panjang, lama ia terdiam. kemudian ia memegang tangan anaknya.


' Maaf. selama ini papa mengabaikan mu. kamu mungkin tidak tahu kisah sebenarnya. Papa dan mama Felisha sudah lama pacaran saat kami kuliah. Keluarga Felisha tiba-tiba pindah ke London. ia ikut dengan orang tuanya. jarak yang jauh membuat komunikasi kami terputus. Akhirnya papa di jodohkan dengan mamamu. Awalnya papa menolak mama mu, tapi karena kebaikan dan ke sabaran mama mu akhirnya papa bisa menerima kehadiran nya. walau papa belum sepenuhnya cinta. karena cinta papa masih di bawa terbang Felisha." Cerita Handoko.


Andi menarik tangan nya. dan menghapus air matanya yang tiba-tiba jatuh." Lalu...? " Tanya Andi penasaran.


"Saat mama mu hamil kamu. Papa ada pertemuan dengan klien di Bali yang tak lain adalah papa Felisha. ia menemani papanya. Pertemuan yang sebentar itu menguak kerinduan kami berdua. hingga kami berjanji bertemu di klab. Kami minum sampai mabuk. Paginya kami baru sadar kalau kami telah melakukan hal yang terlarang." cerita Handoko parau.


Andi mendesah berat. hatinya sakit mendengar cerita papanya, kalau mamanya di sakiti secara tidak langsung.


" Karena peristiwa tersebut kami harus menikah. Dan papa tidak bohong pada mamamu, setelah kamu lahir dan sudah SD. papa menceritakan pada mama mu. kalau papa juga punya Feby beda dua tahun dengan mu. mama mu sangat syok saat itu. ia berubah jadi pendiam. hingga kamu SMP mama jatuh sakit dan meninggal. maaf papa bukan papa yang baik buat kamu dan mamamu." Ucap Handoko lirih. Ia tertunduk ada penyesalan yang panjang menghantuinya. sekarang sudah lepas.


" Itu sebabnya papa mengutus Feby untuk mendekati ku? " Tanya Andi ketus.


" Bukan papa mengutus tapi ia sendiri yang ingin mendekatimu sebagai adik. papa sudah lama cerita sama Feby. ia merasa bersalah karena ia merebut papa. makanya ia selalu menghiburmu." Jawab Handoko yang membuat Andi tertegun.


' Dasar adik nakal... " Gerutu Andi.


" Feby memang anak yang ceria. Tapi seperti nya ia menyukai istri mu. kamu harus hati-hati." Goda Handoko.


" Maksud papa.. ? " Tanya Andi heran.


" Ia kan mau tinggal dengan kakek. papa takut istrimu sering di culik nya, hingga kamu kehilangan kesempatan untuk berdua." Ucap Handoko menakutkan.


" Ih papa. kirain apa.. hm pa. maaf jika aku salah paham selama ini." ucap Andi menatap papanya.


" Papa paham. ini pelajaran buat kamu. kamu harus hati-hati membina rumah tangga. apalagi lima tahun awal pernikahan. jika ada masalah, jangan langsung ambil tindakan, saling terbukalah. walau itu pahit.cari solusi dulu. Kamu sebagai kepala Rumah Tangga, harus bisa mengendalikan emosi.' Nasehat Handoko.


" Ya. pa. terimakasih nasehat nya." Andi memeluk papanya dengan erat. lama mereka tak melakukannya. semenjak mamanya meninggal.


" Sama-sama nak, maaf selama ini tidak bisa jadi papa yang baik buat kamu." ucap Handoko.

__ADS_1


" Waduh.. ada apa ini kayak Teletabis aku mau juga dong di peluk." sorak Feby yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


" Dasar adik nakal. Eh Nisa mana.? " Tanya Andi yang tidak melihat istrinya bersama Feby.


" Sudah di bawa pergi." Jawab Feby jutek.


" Apa. siapa yang bawa..? " Tanya Andi terkejut.


" Mama... " jawab Feby kembali jutek.


Andi mengambil nafas lega. hampir saja Andi pingsan mendengar jawaban adiknya tadi.


" Kamu kenapa nggak ikut nak? " Tanya Handoko di tengah tawanya.


" Aku tadinya ke kamar kecil. baru saja di tinggal sebentar. eh malah mereka yang hilang. ninggalin aku sendiri.. " Curhat Feby sedih.


" Cup-cup adikku cantik. mereka pergi ke mana? " Tanya Andi membelai rambut adiknya.


" Ke mall... " Jawab Feby membuat Andi menjerit kaget.


" Kenapa nggak bilang dari tadi.. " Andi segera berlari ke depan yang juga di kejar Feby. Kakek nya merasa heran lihat kedua cucunya yang masih kejar-kejaran.


" Kenapa nggak berubah si anak. udah punya istri." Gerutu kakek kesal.


" Mereka bukan kejar-kejaran pa. tapi ngejar Anisa yang di bawa Felisha ke mall." Jawab Handoko diiringi tawa. Wijaya pun ikut tertawa." ada-ada saja kelakuan mereka.. Kamu jam berapa berangkat.? " Tanya Wijaya pada anaknya.


" Di tunda pa. siap magrib. mungkin itu sebabnya. Felisha bawa Anisa ke mall." Jawab Handoko menduga.


Sementara Andi terus menghubungi istrinya. Dan Feby menghubungi mamanya. tak satupun yang menjawab. hingga ke duanya menggerutu kesal.


Anisa dan Felisha telah sampai di mall terdekat. Felisha memarkirkan mobilnya dan mengajak Anisa masuk ke toko dimana mata Anisa di buat terkejut.


" Sayang.. sini.. mama pilihkan. Andi pasti suka deh. saat kamu sudah bersih. kamu pakai baju dinas ini. untuk menyenangkan hati suami mu. pasti ia akan klepek-klepek deh." ucap Felisha fulgar. Anisa tersenyum malu mendengar ucapan mertuanya.


" Tapi ma. malu.." jawab Anisa tersenyum.


" Jika kamu tidak ingin suami mu tergoda dengan yang lain. maka kamu harus buat suami kamu betah di rumah." nasehat Felisha pada mantunya.


"Hm. baik ma." Jawab Anisa malu-malu kucing.


Felisha memilihkan beberapa pakaian dinas tersebut. dan membayarnya. setelah selesai, mereka pun pindah ke butik tempat langganannya. jika Felisha ke Bandung.


Baru mau masuk, Feby menarik tangan Anisa yang bersamaan dengan Andi.


" Eh kalian ngapain ke sini..? " Tanya Felisha melihat ke dua anaknya.


" Mama ngapain culik kakak ipar" ucap Feby yang bersamaan dengan Andi.


" Kenapa mama bawa Anisa nggak bilang-bilang.." Tanya Andi jengkel.


Felisha tertawa renyah." Dasar bodoh. eh mama tuh ada perlu. kalian pulang lah dulu.. ini rahasia seorang istri." ucap Felisha cuek.


Andi mengambil totebag yang di pegang istrinya. dan melihatnya. ia tersenyum saat melihat apa isi dalam totebag tersebut.


" Makasih ma. mama hebat deh. tau aja keinginan anaknya." Ucap Andi merangkul istrinya.


Feby penasaran dengan isi totebag yang sekarang di pegang Andi. dan berencana merebutnya.


" Nggak boleh adikku. tunggu ada pasangan nya ya." ucap Andi menjauhkan tangannya.


Anisa menjadi malu dengan sikap suami nya. " Hm nggak sadar ini dimana. jangan buat aneh-aneh deh." bisik Anisa pada suami nya.


Akhirnya mereka mencari tempat makan, Andi tidak mau melepaskan tangan istrinya. yang membuat Feby kesal.


" Kakak ipar temani aku ya. ada yang mau aku beli. Tapi bingung milihnya." bisik Feby yang duduk dekat Anisa.


" Penting.? " Tanya Anisa juga berbisik. Feby mengangguk.


" Sayang, aku ke toilet dulu ya sama Feby. nggak mungkin kan aku ajak Kamu ke toilet wanita." Ucap Anisa sengaja menggoda suaminya.


Andi yang mendengar panggilan sayang istrinya jadi meleleh. ia hanya mampu mengangguk dan tersenyum malu.


" Bentar ya ma. mau ke toilet dulu." Ucap Feby menarik tangan Anisa.

__ADS_1


Sampai di luar mereka menahan tawa." Gila juga ya. kakak ipar ku ini. oh ya kak. aku punya cowok kita Pedekate sih. ia ulang tahun, nah aku bingung mau beli kan kado apa. makanya aku ajak kakak." cerita Feby.


Jangan lupa Like dan komenya


__ADS_2