Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Kekacauan


__ADS_3

Akhirnya Anisa pun menyarankan Pak Gilang. agar memberikan kesempatan pada anaknya masuk klab balap. dari pada Aldo jadi pembalap liar. itu yang malah berbahaya. dan tidak yang menjamin keselamatan anaknya.


Pak Gilang pun akhirnya pasrah, karena anaknya sangat ingin sekali. Anisa dan kepsek akhirnya lega. kedua tamu itu pun pamit.


" Wah saya makin salut pada bu Nisa." Ucap Pak Kepsek sungkan.


" Bapak terlalu berlebihan. saya masih jauh kurangnya pak. apalagi.. " ucapan Anisa terputus saat ketukan pintu dari luar yang tergesa-gesa.


" Assalamu'alaikum. pak Bu. maaf mengganggu. any bu.. kedua anak ibu ribut di kantin.. " Lapor pak Satpam pucat.


Anisa dan Kepsek pun keluar mengikuti Satpam.


Sementara Ratu dan Cantika bersitegang dengan siswa perempuan di kantin.


" Hai.. cabe rawit. masih kecil. sudah ganjen


mau rebut cowok gue lagi.. " Hardik siswa tersebut yang bernama lola.

__ADS_1


" Ih. dasar cabe kriting.. suka suka kita lah. cowoknya naksir ya nggak bang.. " Goda Cantika dengan centilnya.


Anisa dan Kepsek serta Satpam yang baru sampai. geleng-geleng kepala melihat adu mulut tersebut.


Anisa memukul meja. hingga suasana hening seketika. Semuanya serentak melihat ke arah suara.


Semua Siswa menunduk setelah melihat siapa yang datang. Anisa mendekati kedua anaknya. Dan menjewer telinga kedua anaknya. Dan membawanya keluar.


" Sakit ma... aduh.. lepasin dong ma.. sakit... " Rengek keduanya. Lola dan teman-temannya terkejut melihat pemandangan tersebut. mereka tidak tahu kalau anak gadis kecil yang di katakan cabe rawit tersebut anak bu Anisa. guru sekaligus Yayasan sekolah ini.


" Ah nggak usah buk. biar saya saja.. " Jawab Kepsek dan membayarnya. semuanya siswa dan lainnya terdiam.


Mereka belum pernah melihat anaknya bum Anisa. di kira bu Anisa baru menikah. melihat wajahnya yang masih muda.


Anisa membawa anaknya ke dalam kantornya. di sana Anisa memarahi keduanya. " Tadi mama pesan apa. siap pesan langsung ke kesini. kenapa masih nongkrong di sana. apa kalian berdua sudah pengen cepat besar.. dan mau sekolah di sini langsung..? " Tanya Anisa menatap keduanya bergantian.


" Emang bisa ma.. kami langsung masuk SMA. " Tanya keduanya serentak.

__ADS_1


Anisa memejamkan matanya, hari ini cukup lelah dengan situasi yang di hadapinya. sejenak Anisa terdiam. dia menutup mata sambil menyandar di kursinya.


" Apakah kalian pengen mama mati muda..? " Ancam Anisa lambat. namun masih di dengar keduanya.


Keduanya langsung berdiri dan memeluk Anisa. bertepatan pintu terbuka. muncul lah Xena yang heboh. ia marah-marah pada Anisa dan kedua kakaknya.


" Mama jahat. nggak sayang Xena. kenapa kakak aja yang di bawa.." Protes nya.


Anisa membuka matanya. di depan pintu ada Feby dan juga mama mertuanya.


" Maaf mbak. Xena ingin sekali pergi sama kalian.. " Ucap Feby agak sungkan. ia sadar sepertinya Anisa punya masalah. terlihat dari keningnya yang agak berkerut menatap kedatangan mereka.


" Oh. nggak apa. ayok kita ke Mall. mereka mau beli persiapan sekolah. yok ma.. kita langsung saja. agar nggak kemalaman.." Ajak Anisa pada keluarga nya.


Saat mereka keluar. ada lola yang lewat dengan temannya. ia menunduk dan memutar arah. agar tidak terlihat dari Anisa.


" Ma. feb.. tolong ajak anak-anak ke mobil dulu. nanti saya nyusul." Ucap Anisa . Ia berlalu memanggil siswanya yang bermasalah dengan kedua anaknya.

__ADS_1


__ADS_2