Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Perkenalan


__ADS_3

Pagi yang sibuk. Hari ini Anrez sudah masuk kuliah untuk melihat Matkul ( Mata Kuliahnya. dan sekalian daftar ulang. karena besok Ia sudah mulai masuk.


Edo yang siap. menyiapkan sarapan pagi mereka di pantry. Sedangkan . Anrez yang melihat Om Edo yang sibuk merasa tidak enak.


" Om. saya merasa nggak enak. kalau Om seperti ini. udahlah tempat tinggal gratis tambah lagi makan gratis. Biar saya yang siapin mulai besok ya om sarapannya." Ucap Anrez sungkan.


Bukannya menjawab. Edo malah tertawa, membuat Anrez mengerutkan keningnya.


" Kenapa om. ada yang salah dengan ucapan saya..? " Tanya Anrez penasaran.


Edo meletakan nasi goreng yang sudah siap kedalam dua piring dan meletakkan di meja makan.


" Duduklah. kita sarapan dulu, baru lanjutkan ke kampus." Ucap Edo yang tidak menjawab bahkan tidak mempermasalahkan pertanyaannya.


Anrez diam dan memakan sarapan yang telah ada di depannya.


" Jika kamu nggak suka dengan masakan Om. besok Om pesan online saja." Ucap Edo santai dan melanjutkan sarapan nya.


Anrez menatap Edo sejenak. " Boleh nggak saya nanya om? " Lirih Anrez.


"Hm." Jawab Edo singkat.


Anrez menarik nafas dalam. dan kembali membuangnya. " Saya.. " Ucap Anrez yang langsung di potong Edo.


" Begini saja. lebih baik nanti kamu tanya langsung sama papa mu ya. Karena semuanya ini adalah fasilitas papa mu. Om di sini malah sebentar lagi yang numpang. Karena Apartemen ini akan di beli papa mu. " Jawab Edo panjang lebar.


Anrez bukannya paham, malah makin bingung. mungkin jawabannya ada pada papanya. " Biar nanti tanya papa saja." pikirnya.


*****

__ADS_1


Sampai di kampus RWTH Aachen University. Anres yang ditemani Edo mendaftar ulang. ia pun terpesona dengan kampus yang jadi impiannya itu.


Semenjak ia menggeluti ilmu teknik semenjak SMK dulu. Ia selalu ingin menimba Ilmu di kampus ini.


Setelah mendaftar ulang. Edo menunjukkan jalan arah dimana tempat melihat mata kuliah. Ia pun masuk kuliah. Edo meminta Anrez untuk menunggunya di kantin. agar nanti pulangnya bersama. Sebab Edo belum menunjukan jalan arah kampus ke apartemen mereka.


Anrez pun berencana ke kantin setelah selesai mengambil mata kuliahnya. Ia belum tahu jalan ke arah kantin.


Kebetulan ada seseorang yang lewat di dekatnya. ia pun bertanya "Excuse me, can you show me the way to the campus cafeteria?" ( Permisi. apa boleh tunjukan saya dimana kantis kampus ini) Tanya Anrez sopan.


Orang itu pun menoleh dan tersenyum. oh come. introduce me, Indonesian people, Bambang ( Oh mari. kenalkan saya Bambang orang Indonesia. )." Ucapnya ramah.


Tentu saja Anrez terkejut. dan tak percaya, di hari pertama nya sudah bertemu dengan orang Indonesia.


Ia pun tersenyum. " Wah. kebetulan saya juga dari Indonesia. hari ini baru mendaftar ulang.. Nama saya Anrez.' Ucap Anrez memperkenalkan diri.


Bambang pun senang. karena dapat teman baru. ia juga baru mendaftar kemaren. kemaren ada kakak kelasnya orang Indonesia yang membantunya. Namun karena beliau tidak bisa. maka Bambang pun pergi sendiri. Setelah mendapatkan arahan.


Kampus RWTH adalah universitas teknologi terbesar di Jerman. Setiap tahun, mahasiswa internasional dan ilmuwan datang untuk melakukan riset di RWTH berkat fasilitas risetnya yang lengkap. Di kampus inilah Presiden ke-3 RI ** Habibie menyelesaikan gelar Master of Science di bidang teknik.


Makanya tak heran banyak generasi Indonesia yang hoby Teknik akan menginginkan untuk menimba ilmunya di kampus ini. Termasuk Anrez, Bambang dan lainnya.


" Kalau boleh tahu. kamu tinggal dengan siapa. dan dimana.? " Tanya Bambang sambil berjalan beriringan.


Anrez menoleh dan tersenyum. " Aku tinggal di Apartemen bersama dengan sahabat papa ku, yang kebetulan mengambil S2 nya di sini. Nanti aku kenalin ya. kebetulan beliau sekarang ada mata kuliah." Terang Anrez senang.


" Hm. baguslah. aku pun tinggal dengan kakak angkat. yang tahun ini akhir semester." Jawab Bambang sedikit sedih.


Anrez yang melihat hal demikian pun heran. "Kenapa ? " Tanya Anrez heran.

__ADS_1


Bambang pun menoleh." Awalnya. aku sedikit bimbang sih. Yah. kak Dewa tamat tahun ini. berarti aku akan tinggal sendiri di negeri orang. Eh tahunya, aku bertemu kamu. makanya aku bahagia." Jawab Bambang dengan wajah bersinar.


Padahal tadinya, wajahnya sangat memprihatinkan. Namun berubah. " Aneh..! " Lirih Anrez. Yang tidak di dengar Bambang.


Ia menggeleng-geleng kan kepala tanpa sadar jadi perhatian gadis di depannya. Yang kebetulan berpapasan dengan mereka.


"Hello handsome meet dong." Ucapnya yang berdiri di depannya.


Anrez hanya cuek saja. tapi Bambang dengan senyum sumringah membalas jawaban gadis tersebut.


"It's okay. I'm Bambang and my friend Anrez is Indonesian" Jawab Bambang semangat. dan berniat menjabat tangan gadis tersebut.


" oh. i like Indonesian people, Et me know monik. little by little I speak Indonesian because my aunt is Indonesian( Oh saya suka orang Indonesia, kenalkan saya monik, sedikit-sedikit saya bisa bahasa Indonesia. kebetulan tante saya orang Indonesia)' Jawab gadis yang bernama monik.


" Wah. benar beruntung hari ini, aku bertemu dua teman sekaligus. Aduh mbok. bahagia aku hari" Sarkas Bambang yang tidak di pahami keduanya.


Ketiganya menuju kantin. monik selalu curi pandang pada Anrez yang cuek. tapi ia tak peduli. bahkan ia pun berpindah berjalan ke segala Anrez. Anrez diam tanpa ekspresi. Baginya ia jauh-juah ke sini untuk menuntut ilmu. apalagi dari dulu. ia memang selalu bersikap demikian pada cewek. kecuali adik-adiknya.


Entah kenapa. Anrez merindukan suasana rumah. apalagi semenjak keberangkatan nya ke Jerman. belum di dengarnya celotehan adik nakalnya xena.


Setelah sampai di kantin. ia berencana menelpon. namun saat i melihat jam, ia nggak jadi menelpon. karena sudah malam di Indonesia. Biar nanti siang ia menelpon. Lantas ia hanya kirim pesan pada mamanya.


Dia merasa mamanya sudah tidur. tapi baru saja pesannya terkirim. langsung saja telpon masuk di layar handphone nya.


Mamanya meminta untuk PC. Dengan ragu ia menekan layar handphone. Terpampang kedua wajah orang tuanya. yang sudah ada di ruang kamar.


" Assalamu'alaikum. ma. pa.. maaf mengganggu tidur kalian.." Lirih Anrez merasa bersalah.


" Waalaikumsalam. Hai bodoh. dari tadi kami ingin melihat keadaanmu. tapi kayaknya kamu udah lupa nih sama kami.." Jutek Anisa pada anaknya.

__ADS_1


Anrez sudah tahu. kalau mamanya saat ini sedang kesal. ia tersenyum.. " He.. he.. jangan begitu dong ma. Aku kan baru di sini, banyak hal harus aku urus. maaf ya ma. pa. " Anrez menanggkup kan kedua tangannya di depan kamera.


Monika yang penasaran, ia Pura-pura berdiri di belakang Anrez dan menengok ke layar. Tentu membuat Anisa dan Andi curiga. Karena gadis tersebut tersenyum menghadap layar. Sedangkan Anrez tidak mengetahuinya.


__ADS_2