
Azizah sudah selesai di perpustakaan. Ia pun rencana mau pulang, karena sudah sore. Ia pun beranjak keluar dari pustaka.
Ia tidak menghubungi suaminya. Karena Anrez sudah pesan kalau ia akan telat pulang. Makanya ia langsung pulang.
Saat sampai parkiran Azizah tidak melihat sekelilingnya. ia kebiasaan jalan menunduk.
Tiba-tiba ada motor yang akan menyerempetnya Azizah. Untung saja Anrez menariknya ke dalam pelukannya.
"Kalau jalan tuh lihat jalan Zah." Ucap Anrez yang sudah melepaskan pelukannya.
"HM makasih." Jawabnya lirih.
Anrez pun berjalan mendahului istrinya. yang juga di ikuti Azizah. Karena hari cukup siang itu.
Sampai di sebuah kafe. dekat Apartemennya. Ia pun langsung menarik tangan istrinya ke kafe untuk makan siang.
"Kita makan dulu di sini." Ucap Anrez cuek.
Azizah hanya mengikuti tanpa memberi komentar, karena ia merasa suaminya agak kesal padanya.
Namun saat mereka makan datang teman Azizah yang satu kelas dengannya. dua orang laki-laki dan menghampiri Azizah.
"Hai Azizah. kamu di sini.?" Tanya salah seorang laki-laki yang dengan bahasa Indonesia yang kurang pasif.
"Oh.ya. Aku sama.." Jawaban Azizah tergantung, ia melirik suaminya ragu. apa yang harus ia jawab.akan hubungan mereka.
"Dia istri ku. kenalkan Anrez." Jawab Anrez berdiri memberikan salam perkenalan.
Keduanya terkejut mendengar kabar tersebut. Begitu juga Azizah, ia tak menyangka suaminya mengakuinya.
"What?" sarkas keduanya histeris.
Azizah hanya mengangguk dan tersenyum, membenarkan ucapan suaminya.
"Kapan.?" Tanya laki-laki yang agak tinggi putih bernama glans.
"Apakah itu penting buat anda. yang jelas kita sudah pasangan suami istri. dan anda harus tau itu." Jawab tegas Anrez yang tak suka melihat laki-laki di depannya.
Nampak sekali wajah kesalnya, Azizah makin tak berkutik. ia bingung harus apa.Takut salah omong malah menambah kesal suaminya.
Saat itu. pesanan mereka sampai."Sorry, can you just wrap my order? (Maaf bisa di bungkus saja pesanan saya). Ucap Anrez yang membuat Azizah makin tak berkutik.
__ADS_1
"Okay. we will pack. Wait a moment( Baiklah. akan kami bungkus. tunggu sebentar )." Jawab sanga pelayan kafe.
"Azizah I need an explanation from you ( Azizah saya butuh penjelasan dari mu)." Ucap Glans yang masih tidak terima apa yang ia lihat.
"That's right. we are married( itu benar, kami sudah menikah)" Jawab singkat Azizah.
Membuat glans melenguh kasar
ia pun keluar dari kafe tersebut tanpa memperdulikan temannya.
Anrez berdiri pula. karena pesanan mereka sudah di bungkus. ia langsung ke kasir untuk membayarnya.
Azizah pun mengikuti suaminya. suasana yang tadinya kacau malah makin tegang. Azizah makin tak berdaya melihat aura suaminya. Ia berjalan menunduk di samping suaminya.
"Jangan menunduk terus jalannya
nanti tertabrak lagi. apa kau tidak suka berjalan dengan ku." Ketus Anrez. dan mereka akan menyebrang jalan menuju apartemen.
Azizah tidak menjawab ucapan suaminya. ia malah memegang baju suaminya agar ia bisa berjalan dekat dengan suaminya. Anrez yang mengetahui itu. ia pun menarik tangan istrinya dan berjalan santai dengan membawa bungkusan makanan di tangan satunya lagi.
sampai di apartemen Anrez tidak melepas pegangannya. Azizah seperti kerbau yang cocok hidungnya. dia menurut saja.
Sampai di depan apartemen baru ia lepaskan. dan membuka pintunya. Tanpa suara sedikit pun. Anrez menuju kamarnya. setelah meletakkan pesanan mereka di meja.
"Siapakan ke piring. aku ke kamar kecil dulu." Ucapnya.
Azizah pun dengan cepat menyiapkan. takut nanti suaminya makin marah. Tak lama datang Anrez dengan wajah yang sedikit cerah.
Dengan cekatan Azizah meletakkan makanan mereka di meja kembali setelah tadinya ia susun di piring. Azizah mengambilkan minuman dingin di kulkas dan menuangkannya di gelas suaminya.
mereka makan tanpa suara. hanya suara dentingan sendok yang terdengar. Keduanya hanya fokus makan.
Setelah makan. Anrez pindah ke kursi panjang dekan televisi. sedangkan Azizah mencuci piring bekas makan mereka.
Setelah selesai Azizah menuju kamarnya ia baru saja melangkah. namun lagi-lagi Anrez mengejutkannya.
"Duduklah di sini dulu. aku mau bicara.!" Ucap Anrez santai. tidak ada lagi aura kesal yang dilihat Azizah tadi.
Ia pun melangkah dan duduk di samping suaminya. ia masih menunduk.
" Kalau mau bicara dengan suami tuh lihat." Ucap Anrez yang menekan kata suami.
__ADS_1
Azizah pun menatap suaminya. ada debaran di dadanya. ia pun kembali menunduk karena malu. tapi Anrez memegang dagunya.
"Kenapa kau malu menatapku. apa kau menggoda ku.?" Tanya Anrez. ia makin mendekatkan dirinya.
Azizah meremas kedua tangannya. Anrez memegang tangan istrinya yang gemetar dan dingin.
" Aku tak akan menuntut hak ku. kalau kau belum siap. aku tak melarang mu untuk berteman asal sewajarnya. tapi..." Ucap Anrez menggantung.
Baru saja Azizah merasa lega mendengarkan ucapan suaminya. kembali lemes.
"Tapi apa..?" Tanya Azizah yang akhirnya mengeluarkan suara.
"Yang lainnya. kau tidak bisa menolak." Ucap tegas Anrez.
" Maksudnya.?" Tanya Azizah lemah.
" Tadi sudah aku bilang. aku tidak akan menuntut hak ku berhubungan badan. tapi selain itu kau juga tidak bisa menolaknya." Ucap Anrez mengecup bibir istrinya sekilas. ia pun bangkit dan masuk kamar tanpa menoleh.
Azizah mematung. wajahnya memerah, badanya panas dingin. ia bengong tidak ada pergerakan sama sekali.
Bambang datang heran melihat wajah Azizah yang tegang." Assalamualaikum Zah. Are you Ok.?" Tanya Bambang yang melihat wajah istri sahabatnya itu.
Azizah tersentak." Oh ok. maaf aku mau mandi dulu tadinya aku ingat sesuatu." jawab Azizah terbata.
Ia langsung saja masuk kamar. Bambang hanya menaikkan bahunya acuh. Ia pun masuk kamar.
Tak seorangpun yang berani keluar. Azizah masih senyum-senyum sendiri memegang bibirnya. rasa ia tak percaya suaminya berani mencium bibirnya untuk yang pertama kali.
Anrez pun. memegang dadanya. tak karuan, perlakukan tadi hanya spontan. tidak ada dalam pikirannya. ia hanya mengingatkan istrinya agar ia tahu batasan. kalau ia sudah menikah.
"HM. rasanya lembut... Ah..!" Kesal Anrez pada dirinya sendiri. memikirkan yang tidak-tidak.
Ia pun beranjak mandi, menetralkan dirinya. agar tidak. berpikiran kemana-mana. Mungkin dengan mandi ia bisa kembali fresh.
Azan magrib yang sengaja di aktifkan Anrez di handphonebya. menyadarkannya ia pun wudhu dan memakai baju Koko. seperti biasa ia keluar untuk sholat magrib berjamaah.
Bambang pun sudah ada di sana. ia Iqamah tanda mereka akan sholat berjamaah. Azizah tergopoh-gopoh menuju belakang mereka tanpa melihat kursi yang ada. Hampir saja Azizah tersungkur. kalau tidak dengan cepat Anrez memegang istrinya. Suara dehwman Bambang membuyarkan mereka berdua.
"Baiknya kalian wudhu lagi. agar l bih Afdhal. ucap Bambang menggodanya.
Anrez menjitak kening temannya." Nggak ada bersentuhan. kan Azizah pakai mukenah. lagian muhrim.!" jawab Anrez jutek.
__ADS_1
Bambang terkikik sedangkan Azizah makin malu apalagi ada Bambang.