
Sudah dua hari Anisa di kampungnya. ia masih merasa terpukul dengan kepergian bapaknya. Ada rasa sesal di hatinya. jika ia langsung waktu itu ke kampungnya. mungkin ia masih bisa bertemu bapaknya. dan Ndak mungkin kecelakaan ini terjadi. Sesal Anisa dalam hatinya.
Ibunya sudah menasehati nya. " kamu jangan terlalu larut nak...! mungkin ini sudah suratan dari yang Kuasa. Kita tidak bisa menolaknya." Ucap Buk Aisyah sendu. Ia sedih melihat anaknya yang melamun. Tanpa semangat
Hanya Andi yang bisa menemaninya di kampung. Semuanya sudah di minta pulang lagi ke Jakarta tadi siang, karena mereka harus melakukan aktivitas atau kegiatan masing-masing.
" Sayang.. Banyak yang membutuhkan mu. jika kondisi kamu seperti ini, siapa yang akan memberi kami semangat dan bimbingan." Ucap Andi mengingatkan istrinya.
Karena memang istrinya lah yang sangat di handal kan, terutama ketiga anak gadis kecil mereka.
Anisa pun menoleh pada suaminya." Maaf jika aku lemah." Lirih Anisa pada suaminya.
Andi mengambil kedua tangannya. dan memegangnya erat. " Tidak ada orang yang kuat kalau kehilangan seseorang yang di cintai pergi tanpa pesan. Kamu tahukan sayang... sekarang kita hadapi masa depan kita lagi yang masih panjang." Ucap Andi yang sangat bijak bagi Anisa. Biasanya ia yang selalu memberikan motivasi pada suaminya. saat suaminya lemah, apalagi saat Kakek dan Papanya meninggal.
" Ya mas. makasih dukunganmu." Anisa pun memeluk suaminya erat. Ada kekuatan yang ia rasakan, ia harus bangkit. kasihan anak-anak yang masih membutuhkannya
dan banyak orang yang menanti uluran tangannya, untuk di bantu.
****
Anrez duduk termenung di taman belakang. Saat ini di dampingi Bambang. Besok malam mereka akan kembali ke Jerman. sedangkan mama dan papanya belum kembali.
Bambang yang tahu masalahnya. Ia pun menghibur." Sudahlah.. jangan sedih begitu. Besok sebelum kita berangkat pasti Om dan Tante sudah kembali." Ucapnya Lembut.
Anrez menatap sahabatnya tersebut intens. " Moga saja. Karena rasanya nggak nyaman kalau berangkat tanpa kehadiran mereka berdua." lirihnya
Bambang menepuk bahu sahabatnya. dan hampir terjatuh ke kolam ikan, karena mereka duduk di bangku dekat kolam memberi makan ikan.
" Sialan. Kalau aku jatuh gimana.?" Tanyanya kesal
Bambang terkikik mengejek." Nggak akan muat sama mulutnya ikan. kamu tuh jauh lebih gedek dari pada ikan tersebut." Tunjuk ya, membuat Anrez makin kesal.
"Dasar sahabat nggak ada akhlak. orang sedih masih di ledek." Kesalnya. ia pun berdiri meninggalkan Bambang yang masih tertawa.
__ADS_1
Xena yang baru pulang sekolah. melihat abangnya yang kesal, ia pun mengerutkan keningnya." Abang kenapa marah.?" Tanyanya
Anrez pun menoleh pada Xena dan hanya mengangkat bahunya cuek. ia pergi ke kamar.
Xena mencari bundanya. mungkin bundanya tahu kenapa abangnya marah. Namun saat ia mau masuk kamar bundanya. Xena melihat Bambang yang duduk sendiri di pinggir kolam ikan. Ia pun mendekati dan duduk di sampingnya.
" Abang tahu. kenapa Abangku.?" Tanya Xena langsung. Bambang yang tidak tahu kedatangan Xena sangat terkejut. ia memegang dadanya.
" Astaghfirullah dek. kok bilang dulu kalau datang. kayak jelangkung deh adek Xena." Kesal Bambang yang tidak menyadari kalau Xena tidak mengerti apa itu jelangkung.
" Jelangkung. itu apa bang. aku kan tadi nanya. apa Abang tahu kenapa Abangku marah. atau Abang yang ganggu.?" Selidik Xena memperhatikan Bambang.
Bambang menggaruk kepalanya yang nggak gatal." he..he.. Abang tadi cuma becanda sama Abang Anrez, tapi ia kesal.mungkin itu sebabnya ia marah." Terang Bambang apa adanya.
" Oh. jadi Abang yang usilin Abang aku. awas ya" Xena pun menggelitik Bambang hingga Bambang tertawa dan tidak bisa menahan tawanya karena kegelian.
" Ampun Xena. Abang nggak mau lagi deh usilkan Abang gantengnya Xena." Ucap Bambang mengangkat dua jarinya
Xena pun menghentikan kegiatannya. ia berlalu ke dalam dengan wajah cemberut. Cantika dan Ratu yang baru pulang menghampiri adiknya.
Xena menunjuk ke arah taman belakang. di sana duduk seseorang. yang tak lain adalah Bambang.
" Oh.." jawab Cantika. Keduanya pun berlalu masuk kamar mereka karena gerah.
****.
Malamnya. Ada suara mobil yang di kenal Anrez. Ia menengok dari balkon rumahnya. Nampak mobil papanya yang masuk ke dalam pekarangan rumahnya.
" Mama papa sudah pulang." Lirihnya. Bambang memperhatika dari jauh dan tersenyum. ia tak mau bercanda untuk saat ini sepertinya suasana hati keluarga ini mungkin sedang sedih.pijur Bambang diam.
Anrez berlari kelantai bawah. ia segera menyambut kedatangan orang yang ia tunggu-tunggu dari tadi siang. karena kabarnya saja tidak ada, kapan mereka akan pulang. sedangkan ia besok malam sudah kembali ke negeri orang
" Assalamualaikum. ma.pa." Sambut salam Anrez pada kedua orangtuanya.
__ADS_1
" Waalaikum salam nak. tumben kamu menyambut kami..?' Tanya Andi heran.
" Anrez pikir. Om dan Tante belum kembali. sedang kami besok sudah mau pergi." Ucap Bambang santai.
" Maafkan kami ya nak. bunda menyusahkan kalian.." Lirih Anisa Andi memegang pundak istrinya. dan menggelengkan kepalanya.
****
Malam ini. Anrez dan Bambang sudah siap-siap. Karena mereka akan berangkat. Anisa tak bisa menahan air matanya.
" Sabar ya sayang.." Andi menggosok punggung istrinya. Anisa benar rapuh saat ini. mudah saja air matanya jatuh.
" Ya ma. kalau mama seperti ini. aku jadi nggak nyaman berangkat." ucap Anrez mengusap air mata mamanya
Anisa pun berusaha tersenyum." Maaf kan mama sayang. Selamat jalan ya nak. jaga diri baik-baik. Ingat kabari jika sudah sampai." Ucap Anisa yang merasa berat di tinggal anaknya.
" Ya ma. doa kan kami ya ma. moga selamat dan di lindungi Allah selalu." Ucap Anrez yang di aminkan semuanya.
Mereka saling berpelukan. Hanya Andi dan Jackson yang mengantar. Karena hari sudah malam.
Sampai di bandara. Andi memeluk anaknya dan kemudian Bambang." Bam. jaga anak om ya. Om yakin kalian bisa saling jaga. ingat jangan sampai tergoda rayuan cewek nggak jelas." Nasehat Andi panjang lebar.
" Ya pa." Jawab Anrez.
" Tenang aja Om. Aku pasti akan jaga amanat dari om. lagian di sana juga ada Om Edo dan Kakek Frans." Jawab Bambang cengengesan ala jahilnya. dan menyalami kedua orangtua tersebut.
" Ha ha.. mereka semua sibuk. Eh Om dapat kabar kalau Om Edo lagi di jodohin sama sekretaris nya kakek Frans. Kalau Om Edo bawa Tante Zainab. foto ya. biar Om bisa lihat orangnya." Ucap Andi semangat.
" He..he iya om. tapi om nggak berniat berpaling sama Tante Anisa kan?" Goda Bambang. Yang dapat pukulan dari Andi.
" Kamu tuh ngomong asal saja. Lihat tuh mata Anrez. Ledek Jackson mengingatkan.
" He..he.. Maaf, cuman bercanda om." Bambang menggaruk kepalanya nggak gatal karena grogi.
__ADS_1
Keduanya pun masuk karena sudah ada pengumuman kalau pesawat yang akan mereka tumpangi akan berangkat.
Andi dan Jackson kembali pulang. setelah pesawat yang. di naikin Anrez dan Bambang sudah berangkat