
Anisa memanggil Lola agar ke ruangannya sebentar. Dengan agak takut Lola menunduk saat sudah di hadapan Anisa.
" Duduklah. saya beri waktu 10 menit. karena saya punya urusan dengan keluarga saya juga. Dan jelaskan apa masalah mu dengan kedua anak saya." Tanya Anisa langsung.
" Maaf buk. saya tidak tahu kalau mereka anak ibuk.." Jawab Lola terbata.
Anisa mendekati Lola. ia duduk si samping gadis tersebut. Lola makin takut dan menunduk.
Anisa memegang bahu gadis tersebut." Lola. kamu sudah 11. setahun lagi kamu tamat. berarti kamu bukan anak ABG labil. Begini. saya tidak tahu apa permasalahan kalian. yang saya pesanan kan. kamu bersikaplah sesuai umur. dan jangan bertingkah seperti ABG. saya percaya anak saya sedang labil. karena itu usia mereka. tapi apakah kamu harus bertengkar...? " Tanya Anisa lembut tapi penuh penekanan.
Lola menatap Anisa dia menggeleng." Tidak buk. maaf saya terbawa emosi." Lola kembali menunduk.
" Baiklah. sekarang kamu boleh pergi. Maaf mengganggu waktu mu." Ucap Anisa membuka kan pintu dia pun keluar kepikiran. Karena ia yakin mama dan adik iparnya pasti kewalahan mengahadapi ketiga putri mereka.
Kedua anak Feby dan kedua anaknya. hanya takut dengan Anisa. bahkan Andi dan Jackson yang galak tidak bisa mengalahkan pesona dan kelembutan Anisa. Padahal Anisa tidak memarahi mereka. hanya diam dan tatapan saja, menandakan ia tidak suka. semuanya pasti diam. Jika Anisa masih bicara, mereka santai saja.
__ADS_1
Anisa sudah muncul, dengan tatapan tajam pada kedua putrinya yang sudah mulai memasuki usia ABG. Padahal sebelum Anisa datang mereka berdua protes dan kesal.
Mertua dan iparnya pun terpaksa diam. " Kita langsung ke mall pak." Perintah Anisa dengan cuek.
" Baik buk.." Ucap sopir.
Mereka oun langsung ke mall dengan suasana damai. diam kayak kuburan. Anisa melihat ke luar. ketiga putri tersebut tidak lagi heboh. mereka hanya saling sikut di belakang. hingga Xena tertawa.
Anisa diam saja. Feby menengok kebelakang. " Ada apa. apa ada yang lucu Xena..? " Tanya Feby menyelidik.
Sampai di mall. Saat Anisa turun, ia berpesan pada Ratu dan Cantika. " Mama perlu bicara pada kalian berdua nanti. Ingat jangan buat yang aneh lagi. jika kalian berdua tidak mau mama menambah hukuman kalian" Ancamnya kepada keduanya. Keduanya hanya mengangguk.
Sorenya baru selesai dan pulang. Karena Andi menelpon kalau ia sudah jalan pulang. " Ma. Feb. kita pulang ya. Mas Andi sudah jalan pulang.." Ucapnya.
Untung mereka duluan yang sampai duluan, bersamaan dengan Jackson. yang akhirnya ke kantor saat siang tadi. setelah cukup istirahat.
__ADS_1
Anisa mengajak Ratu dan Cantika ke taman belakang. " Sekarang ceritakan, apa yang kalian lakukan di kantin. Kenapa kalian tidak patuh ucapan mama. apa kalian sudah besar, dan tidak butuh mama..? " Tanya Anisa bertubi-tubi.
" Maaf. kami nggak salah..! " Protes Ratu takut.
" Iya ma. aku tadi cuma bilang kok kalau kakak cowok tadi ganteng. terus aku goda, ngajak ia mau jadi pacar aku. kan cuma bercanda ma. tapi kakak cewek bawel tadi ngatain kami anak bau kencur dan masih bau baby. kan kesal ma." Protes Cantika.
Anisa memicingkan matanya, rasanya ia tidak centil ini saat seusia mereka. Feby ia nggak tau. tapi kok ini mereka terlalu dini. bahkan mereka baru mau masuk SMP. Anisa mengambil nafas dalam. ia menetralkan emosinya.
Andi yang baru pulang dan mengetahui istri dan anaknya ada di taman belakang pun menyusul dan mendengar cerita anaknya. Ia menggelengkan kepala. begitu juga Jackson yang penasaran.
" Bang. kenapa mereka berdua begitu ya bang..? " Tanya Jackson yang bingung dengan anaknya.
" Iya. pantas saja, Anisa sering mendesah berat jika mendatangi sekolah mereka. Tapi selama ini Anisa tidak pernah cerita kenakalan mereka." Jawab Andi yang baru tahu sifat anaknya.
Anisa memeluk kedua anaknya. rasanya ia sangat pusing hari ini, banyak masalah yang ia hadapi hari ini. membuat kepalanya mumet.
__ADS_1
" Maaf ya ma.. " Jawab keduanya. Anisa melepaskan kedua nya.