Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Kuasa Sang Pencipta


__ADS_3

Setelah perbincangan itu. akhirnya mereka turun ke ladang memanen sayuran yang sudah masak. yang biasa di bantu tetangga Bambang.


Hari ini. mereka menunjukan cara memanen sayuran. Xena sampai jingkrak kegirangan karena keranjangnya penuh dengan tomat.


" Hore. tomat aku banyak....." Seru Xena berputar-putar di tepi pematang.


Anisa dan Feby yang melihat ulah Xena tersenyum. Anisa memetik kacang. Faby memetik mentimun. Sedangkan Dua ABG asyik menjepret kegiatan mereka memanen Cabe yang terlihat merah di batangnya.


" Sini. biar Abang bantu ambil gambarnya." Ucap Bambang mendekati keduanya.


" Yang bagus ya bang.." Seru Cantika setelah menyerahkan Handphone nya


" Di bawah pohon sana. ada bangku. bagus untuk berfoto." ajak Bambang setelah mengambil beberapa gambar di batang cabe.


Cantika dan Ratu pun melihat ke arah yang ditunjukan Bambang. Anrez pun mengikuti mereka.


" Abang ikut ya dek." Ucap Anrez senang. Yang di anggukan keduanya .


Mereka pun asyik mengambil gambar dengan berbagai gaya dan tempat. Hingga ucap seorang ibu membuat suasana jadi canggung.


" Waduh Eneng gelis. siapa yang jadi pacarnya nak Bambang.?" Tanya ibu tersebut.


Bambang yang sedang mengambil gambar, terhenti.Ia diam sejenak. mengatur nafasnya yang kesal.


" Ah ibu bisa aja. mereka itu keluarga saya. kok jadikan pacar. nggak baiklah Bu." Jawab Bambang.


Andi dan Johan yang tak jauh dari mereka. tersenyum." Bagus juga jawaban Bambang ya bang." Ucap Jackson melihat ke arah mereka.


" Iya ya. baguslah. berarti ada tambahan orang menjaga anak gadis kita kelak." Jawab Andi senang.


Ibu tersebut diam dan tak berkata-kata. ia pun berlalu meninggalkan mereka.


Sorenya rombongan Anrez bersiap kembali ke Jakarta. tinggal Bayu yang masih menikmati hari liburnya di kampung bersama keluarga nyam


"Oh ya. ini oleh-oleh hasil panen yang kita petik tadi. bawa ya." Pinta Bapak Bambang yang bernama Wahyu tersebut.


" Hm. ini banyak sekali pak.!" Ucap Anisa sungkan.


Pak Wahyu tersenyum." Hanya ini yang bisa berikan buk. terimalah. lagian ini hasil yang kalian petik tadi. mungkin rasanya sangat beda dari yang di beli di pasar." Seloroh Pak Wahyu


" Iya Tante. cabe nya pasti manis. karena di petik dua gadis cantik. ini tomat. juga rasanya segar dan enak karena di petik gadis imut ini." Goda Bambang mencubit hidung Xena. Xena malu-malu kucing saat Bambang menggodanya.


" Ah. Abang tahu aja. aku imut," ucap Xena yang membuat semua tertawa.


" Kalau begitu, terimakasih banyak ya pak buk. Kami permisi membawa banyak oleh-oleh." Ucap Andi tenang.


" Sama-sama Pak Andi. ini belum seberapa jika di bandingkan dengan jasa bapak yang telah membiayai anak saya di negeri orang." Ucap Buk Fatimah ibunya Bambang.


" Sama-sama buk.Kapan-kapan kalau Bapak ibu ke Jakarta. mampir lah ke rumah. atau kabari dulu. biar nanti di jemput di terminal." ucap mama Viona yang dari tadi hanya diam.

__ADS_1


" Ya buk. makasih. nanti kita ke sana." Jawab Bu Fatimah tersenyum senang.


****


Sementara Edo sangat sibuk. belum lagi tesis nya yang harus ia selesaikan. Karena ia berencana wisuda tahun ini.


" Pak Frans. Untuk saat ini saya minta bantuan bapak yang sangat banyak. Karena tesis saya terbengkalai. Saya mau wisuda secepatnya." Mohon Edo pada Pak Frans.


" Kenapa harus cepat -cepat. apa kamu mau menikah." Goda Pak Frans santai.


Edo jadi salah tingkah mendengar ucapan pak Frans.


" HM. doa in ya pak. saya nggak mau jadi bujang lapuk. kalau bapak ada jodoh buat saya. dengan tangan terbuka saya terima." Ucapnya semangat.


Pak Frans terkekeh." ha..ha..Wah.. kalau kamu jadi bujang lapuk. sama dong dengan saya." Jawab pak Frans membuat Edo merenggut.


"Masa saya di samakan dengan bapak. bapak sudah pernah beristri dan punya anak Jackson. nah saya belum pernah pak." Kesalnya.


Pak Frans kembali tertawa. kali ini makin kencang. sampai ia menitik kan air mata.


" Apa kamu mau saya jodohin dengan sekretaris saya.?" Tanya Pak Frans setelah tawanya reda.


Sekretaris pak Frans namanya Zainab. ia berasal dari Malaysia. Gadis berjilbab yang anggun dan lembut. Pak Frans dulu bahkan sempat berpikir menjodohkan Zainab dengan anak sahabat nya. Namun melihat karakter anak temannya jadi nggak tega dengan gadis tersebut.


Edo terpaku. Karena ia sudah beberapa kali bertemu dengan Zainab. gadis cantik berjilbab.


" Apa dia mau sama saya pak.saya kan nggak alim banget. apa saya masuk kategorinya.?" Tanya Edo yang merasa kurang percaya diri


Pak Frans semenjak bertemu anaknya. setiap berhubungan dengan anaknya. akan selalu membuat ia senang dan dekat. Lama tidak bertemu anak satu-satunya. Sekali bertemu langsung dapat bonus tiga. bahkan keluarga anaknya, semuanya ramah dan baik.


" HM. terima kasih ya pak." Ucap Edo sungkan. Keduanya berpelukan bagaikan anak dan bapak.


*****


Rombongan Andi sampai di Jakarta saat hari sudah malam. bahkan ketiga anak gadis kecil mereka tertidur di mobil. Mungkin karena kelelahan berlari di ladang.


Setelah sampai. Semuanya pun ke kamar masing-masing untuk istirahat. Andi pun masuk kamar. Anisa ke dapur mengambil air untuk minum.


Setelah sholat isya Anisa pun termenung. Membuat Andi heran melihat sikap istrinya.


" Ada apa sayang. kenapa wajahmu sedih.?" Tanya Andi memegang kedua pipi istrinya.


" Mas.. Aku kangen bapak ibu. Rasanya sudah beberapa bulan tidak bertemu." Jawabnya Sendu.


Andi pun memeluk istrinya lembut. di usapnya punggung istrinya." Yang sabar ya sayang. sebelum Anrez kembali ke Jerman kita ajak mereka bertemu dulu sama bapak ibu." Ucap Andi.


Anisa melepaskan pelukan suamiku. wajahnya berubah ceria. berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya.


" HM makasih ya mas." Anisa kembali ke pelukan suaminya. Andi pun senang melihat istrinya tidak sedih lagi.

__ADS_1


Karena. sudah lama ia tidak membahagiakan istrinya. istrinya yang selalu sibuk mengurus anak. keluarga dan usaha mereka. Hingga Anisa tidak memikirkan kebahagiaannya sendiri.


Makanya Andi berinisiatif seperti itu. Karena terlihat jelas. saat di kampung Bambang, ada binar kerinduan di mata istrinya.


Beberapa hari menjelang Anrez akan berangkat ke Jerman. Andi pun mengajak keluarganya ke Kampung Anisa.


Bambang pun sudah datang tadi malam. karena ia juga ingin melihat kampung mamanya Anrez sahabatnya.


Menempuh jarak beberapa jam. mereka sampai di kampung Anisa. Anisa sengaja tidak memberitahu orang tuanya ingin memberikan suprise.


Namun sampai di Kampung malah Anisa yang dapat suprise. Sebab ada tenda dan kain hitam di depan rumahnya.


Anisa terpaku melihat kondisi tersebut.Andi yang duduk di sampingnya pun heran dan bertanya. ada apa gerangan.


Masyarakat kampung Anisa yang melihat ada dua mobil berhenti di depan rumah orang tua Anisa menoleh serentak.


Ibu Anisa yang terpaku di depan jasad suaminya. terkejut. Ia belum sempat memberi tahukan anaknya kalau bapaknya meninggal.


Karena kejadiannya sangat dadakan tanpa aba-aba sebelumnya.


Anisa masuk di temani suaminya. tertegun saat masuk ke dalam rumah, melihat ibunya duduk di depan jasad yang tertutup kain.


Bun Aisyah ibunya Anisa langsung berdiri dan memeluk anaknya. dan meraung hingga Anisa tak sadarkan diri. sampai buk Aisyah kewalahan, untung Andi sigap membopong tubuh istrinya yang berada dekatnya.


Dengan sigap Andi membawa tubuh istrinya ke kamar istrinya saat beliau tinggal di kampung.


Buk Viona memberikan minyak kayu putih pada hidung tangan menantunya. ia pun sangat syok dengan kenyataan ini.


Semuanya terpaku duduk di depan jasad pak Harun bapaknya Anisa.


" Maaf kan ibu nak Andi. ibu belum sempat memberitahukan. karena baru setengah jam berlalu." Ucap Bu Aisyah tergugu.Feby menggosok punggung Bu Aisyah.


" Sabar ya buk. sebenarnya apa yang terjadi.?" Tanya Andi yang masih penasaran.


Bu Aisyah malah menangis saat di tanya demikian.Membuat Andi jadi serba salah.


" Kami berencana akan ke tempat kalian. kangen pada anak dan cucu. Dan bapak berencana mengambil jambu yang ada di belakang. biasanya adik Anisa yang manjat. Namun karena saking bahagianya. malah bapak sendiri yang manjat. hingga terpeleset. walau tidak terlalu tinggi... bapak pingsan sampai di bawah..hi..hi.." Cerita Bu Aisyah di selingi tangis.


Feby memeluk Bu Aisyah yang menangis kembali. rasanya sangat tak adil bagi mereka. orang -orang terdekat mereka selalu meninggalkan mereka dengan cepat tanpa aba-aba.


Anisa pun sadar ia melihat sekeliling. ada anak-anaknya yang cemas. " Ma.. mama nggak apa kan.?" Tanya Ratu yang duduk di samping mamanya.


Anisa berusaha tersenyum walau sangat sulit baginya. pantas saja. ia merasa aneh akhir - akhir ini. perasaan nya nggak nyaman. Tapi ia tidak tahu.


Mama Viona bersama anak-anak membawa Anisa keluar melihat bapaknya. Anisa duduk terpaku di depan jasad bapaknya.


" Pak. kami tidak kasih kabar akan datang ke sini. memberikan suprise pada kalian. Tapi malah kami yang dapat kejutan yang sangat dahsyat. Kenapa pak..? kenapa bapak tidak tunggu aku datang. kenapa pak..?" Tanya Anisa lirih.


Andi yang mendengarkan ucapan istrinya pun ikut terhanyut. ia bisa merasakan apa yang di rasakan istrinya, ingat saat kakek dan papanya pergi meninggalkannya Tanpa pernisi dan kabar sebelumnya.

__ADS_1


Emang maut tidak tahu kapan akan datang. kita tidak bisa menolak dan memintanya semau kita. karena itu kuasanya Sang Pencipta langit dan bumi serta isinya.


__ADS_2