Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Bimbang


__ADS_3

Azizah di kamar suaminya merasa bingung. ia bingung mau ngapain. setelah mandi ia duduk di sofa. dan kemudian ia keluar balkon. di bawah sana, ia melihat Anrez yang duduk sendiri di tepi kolam.


Anrez tidak menyadari kalau istrinya memperhatikannya dari arah balkon kamarnya.


" Apakah kita sanggup menjalani pernikahan ini." Lirih Azizah yang tidak mungkin di dengar Anrez jauh di bawah sana.


Sementara Anrez juga berpikir sama." Aku berharap pernikahan yang hanya terjadi satu kali seumur hidup ku. tapi apakah kamu sanggup menjalankan biduk rumah tangga kita. sedangkan kita belum saling mengenal.' Pikir Anrez yang termenung.


Tiba-tiba Andi datang menghampiri anaknya.' Papa yakin kamu bisa nak. Yang penting kalian saling mengerti dan komunikasi yang baik. Kami tidak memaksa mu untuk menuntut mu sebagai suami yang sebenarnya." Nasehat Andi pada anaknya.


" Pa.Aku hanya ingin fokus pada kuliah ku. tapi sekarang aku sudah jadi suami. apakah semuanya bisa sejalan. aku masih muda, pasti emosi ku belum stabil. aku takut jadi suami durhaka." Ucap Anrez yang menyadari dirinya sendiri.


" Jalani saja seperti alurnya. Kamu boleh kok cerita sama papa,mama kalau terjadi apa-apa jangan di simpan sendiri.Toh di sana kan juga ada Bambang. Jadi kalian tidak canggung. Papa percaya pada mu." Ucap Andi kemudian berlalu meninggalkan anaknya.


Dari jauh. Azizah terpaku ia melihat anak dan orangtuanya Tersebut bercerita begitu akrab. Rasanya ia sangat iri dengan suaminya. yang punya keluarga lengkap dengan hidup yang berkecukupan.


****


Dua hari kemudian. keluarga Andi berbondong ke tempat pernikahan Edo dan Zainab. Andi pun memilih tinggal di hotel dengan keluarga. karena tidak ingin merepotkan, keluarga Edo walau Edo memaksanya untuk tinggal di rumah keluarganya.


" Selamat ya bro. akhirnya kamu menikah juga." Ucap Andi saat prosesi pernikahan selesai.


" Aku kembali kalah telak oleh mu.Aku baru menikah, sedangkan kamu sudah punya menantu." Jawab Edo, Andi terkekeh mendengar ucapan Edo yang lebay.


" Ya udah. makanya jangan di tunda terlalu lama produksinya. nanti kamu ketinggalan lagi, malah keduluan aku dapat cucu." Goda Andi pada sahabatnya itu.


" Dasar sahabat laknat. senang sekali lihat temannya menderita." Sarkan Edo yang diiringi tawa Andi.


" Ha. ha.. tapi nanti kamu juga menikmatinya." Bisik Andi yang tidak mau di dengar oleh orang lain.


Edo memukul lengan temannya yang selalu usil padanya dari baru datang tadi.


Keduanya tertawa.


Anisa duduk bersama menantunya. dan Xena mendekatinya." Kak. kapan kakak balik ke Jerman sama Abang.?" Tanya Xena yang sebenarnya sangat ingin tahu dari kemarin.


" Oh. Minggu depan dek. karena kakak sama Abang harus kuliah dulu." Jawabnya lembut.

__ADS_1


" Oh. kirain kalau sudah nikah nggak boleh sekolah lagi.?" Tanya Xena yang membuat Azizah malu.


" Bukan begitu sayang." Anisa memangku Xena duduk di pangkuannya


" Kalau kuliah itu. boleh saja menikah. atau pun kerja. Karena bukan sekolah formal. Tapi kalau SD.SMP.dan SMA itu tidak boleh. karena sekolah formal nak." Jawab Anisa menjelaskan.


Penelitian dilatarbelakangi adanya surat pernyataan di larang menikah bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama di kota Surakarta-Solo, kemudian di cabut kembali oleh pihak sekolah. Aturan sudah berlaku selama lima tahun, pencabutan dilatarbelakangi oleh keinginan dari orang tua murid. Faktanya tidak sedikit usia anak Sekolah Menengah Pertama saat sekarang sudah banyak yang menikah. Melalui metode penelitian hukum yang normatif mengkaji permasalahan berkenaan surat larangan menikah dan kemudian melihat alur kebijakan politik hukum yang melahirkan kebijakan terhadap batas usia perkawinan. Pembahasan memfokuskan pada politik hukum melahirkan kebijakan terhadap batas usia perkawinan. Pembahasan memfokuskan pada politik hukum nasional tentang batas usia perkawinan untuk laki-laki dan perempuan dengan melihat fenomena di dunia Pendidikan. Dilihat dari usia minimal, kemudian seperti kegelisahan pemerintah melihat dunia pendidikan, lahirnya putusan Mahkamah Konstitusi disambut oleh lahirnya undang-undang untuk membatasi usia pernikahan menjadi sembilan belas tahun. Peraturan dalam bentuk undang-undang berkenaan dengan pembatasan usia minimal pernikahan pada dasarnya bukan merupakan undang-undang Apabila ada yang kelihatanya tidak setuju dengan aturan dilarang menikah di tingkatan Sekolah Menengah Pertama juga pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yakni untuk mengantisipasi pernikahan dini.


" Jadi Xena belajar dulu yang pintar ya. nanti kalau sudah besar seperti kak Azizah juga boleh.' Goda Anisa pada Xena.


Xena pun mengangguk. sedangkan Azizah malu mendengar ucapan mertuanya. Seolah ia kebelet nikah.


Anrez duduk bersama Bambang yang juga datang bersama keluarga Andi. orang tuanya tidak bisa ikut. Karena kebetulan ia harus panen sayuran yang harus dikirim. Alhasil hanya Bambang yang bisa hadir


" Hm. kalian udah Unboxing?" Tanya Bambang ambigu dengan suara pelan.


Anrez memukul kepala temannya kesal.


"Kamu gila ya. Pikiran lu kotor selalu. kenapa nggak kamu aja yang nikah.?" Tanya Anrez yang kesal dengan suara pelan.


" Jadi kamu menolak Azizah nih. benar rela di berikan pada ku. apa nggak nyesel.?" Goda Bambang berbisik lagi.


" Kalian ngapain.?" Tanya Anisa.


Bambang akan menjawab.Namun mulutnya ditutup Anrez." Awas ya kamu." Bisik Anrez mengancam. Dan melepas tangannya dari mulut Bambang.


Bambang menarik nafas dalam." Nggak kami lagi becanda Tante." Jawab Bambang gugup, karena Anisa masih menatapnya untuk butuh jawaban.


Anisa mengangguk. ia bukan tak paham kegugupan Bambang, hanya saja. ia kurang suka perlakuan Anrez yang seolah mengancam Bambang. nanti ia akan bicara pada anaknya.


Anrez menarik nafas dalam. tatapan mamanya sangat lembut, namun penuh arti. pasti akan terjadi sesuatu nantinya.


Setelah pernikahan Edo. Andi dan keluarganya pamit ke hotel, karena sudah malam. Bambang juga ikut bersama keluarga tersebut. Ia ikut bersama Jackson. Jadi ia tidak bisa mengganggu Anrez, tapi m ngganggu Xena yang bersamanya.


Kebiasaan Bambang yang selalu usil. tidak bisa diam kalau hanya di suruh duduk saja. ada yang baginya kalau jadi pendiam.


" Hai princess nanti tidur sama Abang ya." Goda Bambang pada Xena.

__ADS_1


" Ah. kata mama, kalau sudah sekolah tidak boleh tidur dengan lawan jenis." Jawab polos Xena. Cantika tertawa mendengar jawaban adiknya.


" Bang. kalau pengen juga tidur sama pasangan, cari juga dong kayak Abang An." Ucap Cantika meledek.


" Hus. nggak baik ngomong gitu nak." Ucap Jackson menimpali.


Faby dan mamanya hanya diam. Ia tidak mau memarahi anaknya secara bersamaan.


" Cuma bercanda ayah." Lirih Cantika. Bambang tersenyum ia dapat dukungan dari ayahnya Xena dan Cantika.


" ya sudah. Nanti Xena sama nenek ya, biar Cantika dan Ratu sekamar ." Ucap Feby yang tadinya hanya diam mengatur kamar anaknya.


" Aku nanti sama siapa Tan.?" Tanya Bambang polos.


" Maunya sama siapa.?" Tanya Feby yang balik menggoda.


Bambang terdiam. ia mati kutu, jika ia jawab salah. tapi nggak di jawab salah juga.


" Terserah deh Tan." ucap Bambang akhirnya.


" Berarti kamu tidur bersama Anrez. Sepertinya Mbak Anisa belum mengizinkan mereka sekamar." Ucap Feby bijak.


Bambang baru menyadari. lantas saja Anrez kesal tadinya, saat ia tanya di tempat pesta om Edo.pikir Bambang dalam hati.


Sampai di hotel. mereka sudah masuk kamar masing-masing. Anrez masih terpaku. ia bingung mau masuk kamar Bambang atau Azizah.


Anisa keluar dari kamar. ia melihat Anrez yang masih berdiri di depan pintu. " Ada apa nak.?" Tanya Anisa penasaran.


" Ma. aku mau ngambil pakai tidur ku pada Azizah. tapi aku malu ma." Alasan Anrez pada mamanya.


" Oh ketuk aja." Jawab Anisa santai. Ia ingin lihat apakah Anrez berani.


" Ma. bantuin aku ma." Rengek Anrez


" Kamu nih. sama istri sendiri kok malu." Anisa pun mengetuk pintu kamar Azizah. Dan Azizah muncul di depan pintu dengan tidak jilbab. Karena yang ia lihat di lobang pintu itu hanya mertuanya.


Ia kaget saat pintu terbuka ada suaminya. dengan spontan ia menutup kepalanya dengan handuk yang ia pegang, karena ia berencana mau mandi.

__ADS_1


Anrez terpaku melihat Azizah yang tidak berjilbab tadi. baru pertama sekali ia melihat wajah istrinya yang tanpa jilbab.


__ADS_2