
Besoknya Jackson masih sedih, Andi yang sudah mengetahui dari istrinya keadaannya pun meminta untuk istirahat saja di rumah dulu.
"Sayang.. aku pamit duluan ya. tolong anak-anak. aku nggak sempat ngantar." Ucap Andi sudah sarapan.
" Ya mas. hati-hati. " Anisa pun meraih tangan suaminya.
" Ayok. mama juga harus cepat datang ke sekolah." Ajak Nisa pada bocah.
" Let's go mam.. " celoteh Xena semangat. Ketiganya naik ke mobil Anisa. Sedang kan Anrez seperti biasa pergi sendiri naik motor.
Sebenarnya Xena ingin sekali boncengan dengan abangnya. tapi tak satu pun yang izinkan. hingga Xena tidak jadi ikut.
" Ma... Ayah kenapa sedih. dari kemaren ayah nangis.. ? " Tanya Xena yang penasaran.
" Oh.. ayah kalian ingat orang tuanya yang sudah lama nggak ketemu." Jawab Anisa apa adanya.
" Kenapa nggak di temui ayah. " Tanyanya kesal.
Anisa terdiam, ia melihat wajah Xena yang merenggut kesal. ia tersenyum, walau cerewet. Ternyata Xena masih perhatian pada orang tuanya.
" Tempat tinggal mereka nggak ingat. waktu itu ayah masih kecil berpisah dengan orang tuanya, karena di culik orang jahat.." Anisa sengaja menceritakan agar nadi pelajaran buat mereka.
" Apa? di culik..! " Ucap mereka serentak. Anisa yang kaget menepikan mobilnya. Dan menengok mereka satu persatu. Ketiganya menunduk.
__ADS_1
" Maaf ma, kami kaget.. jadi nggak sengaja teriak.." Ucap Ratu yang tahu mamanya marah.
Anisa kembali menatap ketiganya bergantian. " Sayang..... Untuk itulah kami menjaga kalian, agar tidak terjadi pada kalian. di dunia ini. Tidak semua orang yang baik. bahkan mereka pura-pura baik untuk melancarkan aksi penculikannya. " Nasehat Anisa pada mereka.
Anisa kembali mengantarkan mereka, yang duluan turun Xena. kemudian si kembar. Anisa langsung ke tempatnya ngajar. karena beberapa menit lagi. Jam masuk sekolah.
Anisa sampai saat siswa selesai berbaris. Anisa langsung ke kantor menemui kepala sekolah.
" Assalamualaikum pak." Ucap Anisa yang masuk ke ruangan Pak Kepsek.
" Waalaikumsalam salam buk Nisa. silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu bu.. keliatan sangat penting." Tanya Kepsek yang mengerti kondisi Anisa.
Anisa mengambil nafas dalam-dalam. " Begini pak. sepertinya saya harus mengurangi jam ngajar, karena saya punya kegiatan di rumah sakit yang bersangkutan masalah sosial. dan nanti akan saya ajak juga siswa di sini. jika bapak mengizinkan." ucap Anisa sungkan.
Pak Kepsek tertawa, ia memegang perutnya m mendengar cerita buk Nisa. Anisa tentu bingung ulah pak Kepsek.
Pak Kepsek menghentikan tawanya. dan tersenyum. " Maaf kalau saya tidak sopan. habis buk Nisa bikin saya tertawa. Begini buk.. Sekolah ini milik ibu. mau ngajar atau tidak. saya tidak bisa melarang ibu. Namun saya merasa tersanjung saat ibu minta izin." Sarkas kepsek.
Ia kagum dengan Anisa, sebagai pemilik. ia tidak sewenang-wenang saja. bahkan ia lebih mengutamakan orang lain yang dianggapnya pemimpin.
" Bapak bisa aja. walau bagaimana. kita kan nyangkut anak orang pak. untuk itu saya minta bapak carikan guru tambahan menggantikan jam saya." Ucap Anisa.
" Hm. baik bu. jika itu keinginan ibu.. karena sebenarnya keputusan menambah dan mengurangi guru di sini itu wewenangnya ibu. namun ibu terlalu menyanjung saya. jadi saya takut salah kaprah nantinya.." Canda oak Kepsek. Keduanya pun tertawa.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai. Anisa langsung mengajar. hari ini ia akan mengajar satu jam saja. karena ada kegiatan di rumah sakit.
Sebenarnya ia akan pergi bersama suaminya ke rumah sakit seperti biasanya, namun.. Karena suaminya yang sangat sibuk. sebab Jackson masih dalam berduka. maka keduanya mengalah.
Setelah selesai. Anisa langsung menjemput Xena. dan terus ke rumah sakit. Xena sangat senang di ajak kemana-mana.
" Ma. .. kita ke mana ma..? " Tanya Xena yang melihat jalan tidak menuju jalan pulang.
" Kita ke rumah sakit dulu ya nak. mama ada perlu.. jangan nakal nanti ya. " Sarkas Anisa pada gadis kecil di sampingnya.
Sementara Rau dan Cantika akan di bantu oleh Anrez. Aneez datang ke sekolah adiknya. untuk membantunya naik taxi.
Sampai di SMP. siswi di sana heboh, melihat penampilan Anrez yang keren. Ratu dan Cantika heran, melihat kehebohan cewek-cewek di sekolahnya.
Keduanya pun mendekati kerumunan. "Abang." Ucap keduanya heran.
Anrez melihat ke arah suara. " Dek.. sini. abang nggak bisa masuk. karena abang masih ada perlu di sekolah.." Ucap Anrez yang cuek. yang tidak peduli dengan cewek-cewek yang seusia adiknya tersebut menggodanya.
" Jadi. cowok ganteng ini abang lu. ya kembar. " ucap siswi cantik di sekolahnya yang bernama Sisi.
Ratu dan Cantika cuek saja dengan pertanyaan Sisi. ia langsung saja memasuki taxi yang sudah di siapkan Anrez.
" Hati-hati ya dek. ingat langsung pulang kata mama.." Ucap Anrez mengingatkan.
__ADS_1
Keduanya mengangguk. Jika sudah Anisa yang berpesan. tak bisa di elak. alamat dapat hukuman jika di langgar. bahkan Anisa tega memotong uang jajan mereka. jika melanggar aturan. tentu membuat mereka takut. Karena orang tua mereka semuanya setuju keputusan Anisa.
Anrez kembali ke sekolahnya. karena ia ikut kegiatan di sekolah nya.