Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Gemes


__ADS_3

Anisa minta anaknya memberikan telpon pada menantunya. Karena ia penasaran bagaimana sikap mer ka berdua saat Anisa bicara dengannya.


"Sayang. Azizah mana.?" Tanya Anisa penasaran.


"Oh sebentar ya ma." Ucap Anrez yang terus berjalan ke luar kamarnya. Ia melihat Azizah sedang di depan kulkas menyusun belanjaan mereka tadi.


"Zah. mama mau bicara." Ucap Anrez saat dekat istrinya.


"Assalamualaikum ma. apa kabar.?" Tanya Azizah sungkan.


Anisa tersenyum melihat Azizah yang sedang menyusun bahan makanan.


"Waalaikumsalam. baik nak. gimana? Apa Anrez menyiksa mu.?" Tanya Anisa yang tahu anaknya mendengar.


"Ma.. Kok mama ngomong gitu sih.!' Kesal Anrez yang di belakang Azizah. Ia sedang mengambil minuman


"Gitu gimana. mama cuman nanya, apa anak mama ini menyiksa mantu mama yang cantik ini." Ucap Anisa membela diri. Ia tahu Anrez sangat kesal padanya.


"Nggak kok ma. malah An.. bantu aku jemput barang ku di asrama." Jawab Azizah gugup. bingung mau panggil Anrez siapa.


Anisa tersenyum." Hai cantik kok panggil An saja.panggilan mesra dong.!" Goda Anisa pada mantunya.


Tentu saja Anrez meradang, merebut handphonenya yang ada di tangan Azizah.


"Ma. jangan aneh-aneh Deh. aku mau tanya sama mama. ini penting.?" tanya Anrez yang ingat sesuatu di kopernya. Ia menjauh ke balkon dekat penjemuran kain. di sana ada ayunan yang muat dua orang saja.


"Tanya apa nak.?" Ucap Anisa heran, kenapa ia menghindari Azizah.


" Siapa yang menyusun pakaian ku dalam koper.?" Tanya Anrez langsung.


Anisa mengerutkan keningnya. " Bibi. kenapa.?" Tanya Anisa makin heran.


" Beneran mama nggak tahu. atau mama yang nyuruh.?" Tanya Anrez menekankan.


Anisa kaget melihat sikap Anrez yang aneh menurutnya." Ada apa sih. mama mau lihat. isi koper mu. kamu bikin penasaran.!" Heran Anisa.


Anrez pun balik ke kamar. Azizah cuman menatap suaminya yang terlihat kesal. Ia tak berani bertanya. Dia melanjutkan pekerjaannya.


Anrez sampai kamarnya. ia pun membuka kopernya. dan Anisa sangat terkejut dan malah tertawa setelah mengetahui apa yang membuat Anrez meradang.

__ADS_1


"Bahagia sekali mama. beneran mama nggak tahu ini.?" Tanya Anrez menekankan.


" Nggak tahu mama sayang. mungkin tertinggal saat kita ke Bandung. barang kalian kan satu koper saja waktu itu. untuk menghemat tempat. mungkin tertinggal, dan bibi yang melihat nggak berani mengeluarkannya." Jawab Anisa memberikan penjelasan.


"Oh. " Jawab Anrez singkat.


"Kenapa bengong. kasih kan aja pada Azizah , selesai masalahnya." Jawab Anisa santai.


" Tapi ma. aku.." jawab Anrez terbata. mukanya merah menahan malu.


Tentu saja Anisa geli sekali melihat wajah anaknya yang bersemu merah." Kalau kamu malu. biar mama yang bilang sama Azizah." Usul Anisa yang di anggukan Anrez.


Anrez pun kembali keluar mencari istrinya. Dan memberikan handphonenya tanpa bicara. Azizah tentu bingung dengan sikap suaminya.


"Mama mau bicara. aku mau ke belakang sebentar." Ucap Anrez menghindari sesuatu.


"Zah. kamu masuk kamar Anrez lihat koper di atas kasur. buka kopernya." Ucap Anisa. Azizah pun mengikuti langkah ke kamar suaminya. dan di atas kasur ada koper. Azizah pun melihatnya. Alangkah terkejutnya Azizah. mukanya pun bersemu merah karena malu.


"Itu milik mu.?" Tanay Anisa ingin tahu.


Azizah mengangguk malu.ia menundukkan wajahnya saat ia mengambil miliknya. Segitiga pengamannya.


"Anrez malu bilang sama kamu. mungkin tertinggal saat kita ke Bandung, dan bibi nggak bilang sama kalian berdua." Ucap Anisa agar tidak salah paham antara anak dan mantunya.


"Oh. sudahlah. Zah mama harap banyak sabar ya jika sikap Anrez kurang baik pada mu nak. ia memang cuek, tapi hatinya lembut kalau sudah terlalu sayang pada orang tersebut." Ucap Anisa meyakinkan mantunya.


"Ya ma. makasih telah baik pada ku." Ucap Azizah tersenyum.


Mereka pun memutuskan hubungan telponnya. Azizah pun keluar dan di lihat Bambang pas ia keluar dari kamarnya. ia kaget melihat Azizah yang keluar dari kamar suaminya.


Tapi dari belakang Bambang melihat Anrez muncul. ia memperhatikan keduanya saling bergantian.


"Kenapa kau menatap ku begitu.?" Tanya Anrez pada Bambang.


"Ah nggak. cuma kepo aja. ada dengan suis muda ini." Jawab Bambang asal.


"Suis kenapa nggak saus aja." jutek Anrez pada sobatnya.


Bambang tertawa mendengar jawaban Anrez buang lucu baginya." Suis itu singkatan yang aku buat untuk kalian. Su itu suami is ya istri. kalau di gabung jadi Suis." Jawab asal Bambang.

__ADS_1


" Terserah lu lah. aku capek mau tidur." Anrez langsung saja masuk kamar dan menutup pintunya.


Azizah yang masih berdiri dekat kamar suaminya hanya bengong. ia lupa dengan handphone suaminya yang masih ada di tangannya.


Ia pun masuk kamar, karena sudah selesai menyusun sayuran dan bahan masak lainnya ke kulkas. Tinggal satu kantong belanjaan yang Anrez sendiri yang pilih.


Azizah sengaja meninggalkannya. karena ia nggak tahu apa saja dalam kantong tersebut. Takut nanti salah, dan buat suaminya kesal.


Bambang ke dapur mengambil minum. dan kembali ke kamar untuk istirahat.


****


Pagi yang cerah. udara masih dingin. Azizah yang sudah biasa bangun subuh. ia pun berwudhu dan mengambil mukenahnya yang tertinggal di tempat sholat. Karena ia ingin sholat di kamar saja kalau sendiri.


Namun baru saja ia mau keluar. Anrez sudah siap-siap mau sholat. ia pun menoleh.dan memberi isyarat pada istrinya untuk mendekat


"Aku tunggu Lina menit untuk siap-siap." Katanya. Dan Azizah tidak berani menolak. Akhirnya mereka berdua sholat berjamaah.


Selesai sholat seperti biasa. Anrez menjulurkan tangannya. Azizah mengambil tangan suaminya dan menciumnya.


Keduanya sangat menikmati suasana tersebut. Setelah selesai Anrez langsung ke kamar. sedangkan Azizah ke pantry.


Ia berencana membuat sarapan nasi goreng untuk pertama kalinya semenjak ia tinggal di apartemen ini.


Azizah ingin membuat nasi goreng siput. ia sudah membeli bumbu nasi goreng saji. jadi tinggal masak siputnya saja.


Bau masakan Azizah tercium oleh laki-laki yang tinggal di apartemen tersebut. mereka berdua pun keluar dari kamar masing-masing.


Anrez dan Bambang melihat Azizah yang sibuk mengaduk sendok dan wajan.


Seolah ada magnet yang menyihir mereka. langsung saja duduk manis di meja makan yang ada dekat pantry.


Azizah yang telah selesai ia pun menyiapkan tiga piring sekaligus. saat ia membalikan badan. alangkah kagetnya ia, mendapati suami dan sahabatnya duduk manis di meja makan.


Dengan malu-malu akhirnya Azizah meletakkan nasi goreng tersebut di meja makan. di depan mereka masing-masing.


"Makanlah. moga saja kalian. sedia suka." Ucap Azizah lembut. Kaduanya pun langsung makan tanpa berkata apa pun.


"HM.Lezat. pantas saja baunya harum. Kamu pintar masak ya Zah." Ucap Bambang memuji.

__ADS_1


" Benar..! ini enak, aku suka." Jawab Anrez pendek.


" Makasih." Jawab Azizah malu mendengar pujian suaminya.


__ADS_2