Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Godaan dari senyuman


__ADS_3

Bu Aisyah pun akhirnya datang dengan rombongan panti. Andi sudah minta Jackson mengirim Bus ke panti, untuk bawa anak-anak ke rumah mereka.


Anisa mendekati Bu Aisyah yang diam terpaku di depan pagar. ia melihat suasana seolah ada pesta. padahal hari ini hari besar umat Islam yaitu Lebaran Idul Fitri.


"Silahkan masuk Bu Aisyah. Oh ya Azizah ajak adik-adiknya menikmati hidangan yang di sana. jangan malu-malu ya." Ucap Anisa pada Azizah.


" Ya Bu. Terimakasih sudah undang kami." Ucap Azizah sungkan.Anisa tersenyum manis menatap Azizah. Gadis yang sopan dan cantik tersebut.


Saat Azizah masuk, Anrez melihatnya. ia sedikit terpaku melihat penampilan Azizah yang elegan dengan busana muslimah nya, walaupun sederhana.


Temannya pun menatap ke arah yang Anrez lihat. " Waw. cantik...!" Ucap salah satu teman Anrez yang usil yang tak tak lain adalah Gilang.


Teman yang lain pun akhirnya heboh. Anrez menunduk, rasanya ia tidak berani menatap langsung. begitu juga Azizah, ia terus berlalu melewati Anrez dan teman-temannya.


Gilang menyenggol siku Anrez yang menunduk. Karena selama mereka SMA. Anrez tidak pernah merasa kikuk dengan cewek. padahal banyak teman-teman nya selama Sekolah yang menggodanya langsung. namun selalu di cuekin.


" Hai. bro. suka ya sama tu anak." Bisik Gilang pada Anrez.


Anrez memukul lengan Gilang yang terkekeh. "Awas lu ya.!" Kesal Anrez pada sobatnya itu.


"Kenapa lu ketawa.?" Tanya temannya yang lain pada Gilang.


Gilang hanya menggeleng kan kepala. ia tidak mungkin cerita, sebab wajah Anrez sudah memerah karena kesal.


" He..he.. nggak ada, cuman lucu aja lihat anak-anak itu." Tunjuk Gilang ke arah anak-anak yang baru lewat.


Azizah terus memandu adik-adiknya , untuk mengambil makanan." Kak. semuanya kelihatan enak dan lezat. Hm! enak ya jadi orang kaya." Ucap Salah satu adik panti Azizah.


Azizah tersenyum mendengar tanggapan adiknya.Begitu juga dengan Hani yang juga ikut menemani Azizah memandu adik-adiknya.


" Sepertinya kak Anrez suka sama kak Azizah." Lirih Hani yang melihat gelagat keduanya yang malu-malu.


Azizah mencubit lengan adiknya. " Eh jangan asal ngomong. nanti nggak enak di dengar orang." Bisik balik Azizah.


Karena ia tidak ingin orang lain salah paham padanya. sedangkan ia hanya anak panti yang tidak tahu siapa orang tuanya.


Hani pun diam, karena ia sendiri sebenarnya kurang suka jika benar keduanya saling suka. entah kenapa, ia tidak tahu.

__ADS_1


Selagi asyik menikmati makanan mereka. datang Bambang dengan orang tuanya. Ia langsung masuk karena dari jauh Xena sudah teriak memanggilnya. Semenjak perjalanan mengantar Bambang ke kampungnya. Xena makin dekat. apalagi tahu kalau abangnya berteman dengannya.


" Bang Bam. sini. kok lama sih datangnya." Sungut Xena, karena dari tadi orang sibuk dengan teman masing-masing. jadi ia hanya mengekor dengan mamanya saja.


" Halo princess nya Abang, Salim dulu nih


mohon maaf lahir batin Om Tante." Ucap Bambang pada Anisa dan Andi yang duduk dekat dengan gerbang.


" Sama-sama. Kamu sendiri Bam.?" Tanya Andi yang tidak melihat keluarganya.


' Alhamdulillah baik Om. Saya sama bapak ibuk. tuh mereka." Tunjuk Bambang yang melihat keduanya mendekati mereka.


" Maaf lahir bathin pak Andi." Ucap kedua orangtuanya Bambang.


" Sama pak, buk. silahkan dinikmati ya pak buk. jangan sungkan, anggap aja rumah sendiri. Oh Bam tolong bantu ya.' Ucap Andi meminta Bambang menemani orang tuanya.


" Bang. aku ikut.." Rengek Xena, Karena ia tidak punya teman untuk bermain. semuanya sibuk masing-masing.


" Ok princess abang.' Goda Bambang.


Xena bergelantungan di tangan Bambang, walau terasa sedikit kesusahan. namun Bambang terus menarik tangannya yang keberatan beban.


" Biar aja. Ban Bam aja nggak keberatan. ya kan Bang.?" Tanya Xena pada Bambang.


' He..he.. iya dikit. Princess sudah makan. sini Abang suapin." Ajak Bambang. Bambang tidak punya adik perempuan. makanya ia sangat memanjakan Xena yang begitu lucu dan cantik.


" Aku suka Abang Bam, nggak mau ah sama Abang An. sukanya marah." Ledek Xena membuat Anrez terdiam.


" Eh. nggak baik. walau Bang An suka marah, tuh karena sayang. sama adiknya yang manis ini." Bambang mencubit pipi gembul Xena.


" Iya. aku tahu..becanda ya Bang An.' Senyum Xena menggoda abangnya. Tentu saja membuat ketawa temannya.


" Halo manis... duduk sini Abang Gilang yang nggak kalah gantengnya dari Abang An." Ucap Gilang menggoda Xena. Karena ia sudah kenal Xena dari TK. karena ia yang sering Nemani Anrez kalau Anrez di panggil ke sekolah gadis kecil yang cukup usil tersebut.


" Nggak. bang Gilang sukanya ganggu cewek." Jawab Xena. Gilang jadi uring-uringan mendengar ucapan Xena yang apa adanya.


" Wah. gawat juga sih anak. suka buka kartu." Ucap teman Anrez yang lain. Gilang pun mengangguk.

__ADS_1


Saat Bambang mengambil makanan. ia tak sengaja melihat Azizah yang sedang makan bersama adiknya.


." Hai Assalamualaikum Zah." Sapa Bambang. karena mereka sudah saling kenal.


" Waalaikumsalam. maaf lahir batin Bam." Ucap Azizah menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.


' Sama-sama. Kamu datang sendiri.?" Tanya Bambang yang tak mengenal keluarga panti.


Karena Bambang belum pernah ke panti.


" Nggak. sama bunda dan adik-adik." Jawab Azizah apa adanya.


Hani memperhatikan percakapan mereka.


"Kakak kenal dia. dimana kalian bertemu.?" Tanya Hani penasaran.


" Azizah mengangguk, dan tersenyum. Azizah memang selalu begitu kalau menilai laki-laki. ia tidak pernah mennggapinya dengan serius. Karena itulah banyak teman-temannya yang penasaran.


Baginya yang utama adalah mendapatkan cita-citanya dan bisa membalas jasa bunda Aisyah. Yang telah Sudi menerimanya di saat orang tuanya menelantarkannya.


" Halo kakak cantik..." Ucap Xena yang baru mengetahui kedatangan Azizah. sebab saat Azizah datang, Xena ke kamar kecil.


" Halo juga adik manis. Maaf lahir batin ya." Ucap Azizah membelai rambut Xena yang bergelombang.


" He .he.. maaf juga ya kak. kakak baru datang. kok aku nggak lihat tadi.?" Tanya Xena penasaran.


" HM. ya lumayan lama. nih kakak aja udah selesai makan. tadi Xena di mana?" Tanya balik Azizah.


" He..he.. panggilan alam kak." Jawab Xena lucu.


Bambang pun tertawa mendengar jawaban Xena. Anrez yang melihat ke akraban tersebut menatapnya kurang suka. ia pun berdiri menghampiri mereka.


" Xena.. Abang mau jelly nya. tolong dong ambilkan buat Abang satu." Pinta Anrez lembut pada adiknya.


" Kan Abang bisa sendiri.tu banyak.." Jawab Xena cuek. Karena ia kesal dari tadi Xena di cuekin saja. saat Bambang ada, ia pun balas dendam.


" Oh. jadi beneran nggak sayang sama Abang lagi nih. ya udah, Abang cari adik lain aja.." Ucap Anrez pura-pura pergi.

__ADS_1


" Eh. jangan.. aku ambilkan Abang. tunggu sini." Xena berlari ke tempat cemilan di atas meja. Dan mengambilkan pesanan Anrez. Anrez pun tersenyum senang. tanpa di sadari kalau Azizah memperhatikannya.


Jangan lupa like dan komentar nya ya


__ADS_2