Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Mengenang


__ADS_3

Di sebuah pesantren tempat tinggalnya Hani. Buk Aisyah duduk termenung. sudah 1 tahun lebih semenjak kepergian Azizah ke luar negeri untuk menuntut ilmu. Tidak pernah pulang. rasanya ia sangat rindu. Karena Azizah anak pertama yang dia asuh selama jadi ibu panti.


flashback


Dulu pertama sekali ia membuka panti ini. suatu malam ia mendengar tangisan bayi dari luar. Bu Aisyah awalnya sangat takut. ia dan suami akhirnya menguatkan diri untuk melihatnya dari asal suara tangis bayi tersebut.


" Owa..owa..owa.." Terdengar suara tangisan bayi.


" Pak. kita lihat ya pak. aku jadi penasaran." Ucap Bu Aisyah pada suaminya.


Pak Sofyan pun menyetujui usul istrinya. walaupun ia merasa takut. kalau itu setan gimana.pikir Pak Sofyan.


" Tapi tunggu sebentar. aku ambil parang dulu untuk berjaga-jaga." Ucap Pak Sofyan suami Bu Aisyah.


Dengan rasa was-was. pak Sofyan membuka pintu. alangkah terkejutnya kedua orang tua yang tidak punya anak tersebut. mendapat seorang bayi mungil di depan pintu rumahnya.


Bu Aisyah dan pak Sofyan memperhatikan sekeliling rumah. jika ada orang yang mereka lihat. tapi tak ada.


Semuanya gelap. bahkan air hujan menambah kesunyian di malam hari tersebut. Bu Aisyah dengan cepat mengambil bayi tersebut dan membawanya ke dalam. sebab tangis bayi makin kencang karena dingin.


" Pak. kita bawa ke dalam ya pak. kasihan." Ucap Bu Aisyah yang di setujui suaminya.


Bu Aisyah dengan telaten mengurus bayi tersebut hingga tertidur lelap di dalam dekapannya.


Paginya. pak Sofyan melapor pada pak RT


kalau semalam ada seseorang meletakkan seorang bayi di depan rumahnya.


Pak RT yang mengenal pasangan suami istri yang sudah lama tidak punya anak. bahkan di umur yang lumayan, sudah hampir 40 tahun umur pak Sofyan. belum di karuniai anak.


Maka. pak RT memutuskan . agar keluarga tersebut yang mengurus, sampai ada orang yang mengakui jika anak tersebut anak mereka.


Sampai anak tersebut berumur tiga tahun. belum juga ada yang menjemput. Hingga akhirnya pak RT memutuskan pak Sofyan dan istri merawat anak tersebut yang akhirnya di beri nama Azizah.

__ADS_1


Dan di hari yang cerah. saat itu Bu Aisyah menyapu halaman belakang rumahnya. ia mendengar suara bayi di balik pohon.


Ia terkejut. karena ada bayi dalam kardus yang masih terbalut kain. tapi masih berdarah. berarti. ini di sengaja dilahirkan sendiri.pikir Bu Aisyah. Dan akhirnya di beri nama Hani.


Pak Sofyan kembali melapor pada Pak RT. pak RT jadi penasaran. kenapa selalu ke rumah pak Sofyan di tinggalkan anak. berarti orang yang meninggalkan bayi tersebut sudah mengenal pak Sofyan dan Bu Aisyah.


" Oh ya pak. ini usul. gimana kalau bapak buka panti asuhan saja. mungkin orang percaya pada keluarga bapak mengurus bayi yang terlantar. kalau masalah dana. nanti saya akan laporkan ke atasan. agar di beri dana bulanan pada panti yang akan bapak buat.


Akhirnya. berkat bantuan pak RT. panti asuhan di buka dengan nama suaminya. panti asuhan Sofyan.


Hingga suatu hari datang pak Frans datang ke panti. mencari anaknya. ia menyebutkan ciri-ciri. bahkan meninggalkan foto. yang tak lain adalah Jackson. suami dari Feby saudara tiri Andi.


Karena tidak bertemu anaknya. Pak Frans akhirnya jadi donatur tetap panti tersebut. hingga istrinya meninggal. dan kembali ke Jerman. kampungnya.


Flashback on.


Benar kata orang. dunia kadang terasa sempit. bahkan tidak di sangka. Anrez yang berniat ingin kuliah di Jerman malah menemukan papinya Jackson yang juga merupakan pengusaha sukses di Jerman.


Namun Jackson masih memilih menetap dulu di Indonesia memegang salah perusahaan Pak Wijaya yang menolongnya dulu. yang tak lain adalah kakeknya Andi.


yah.! Kalau orang baik, meninggalnya nggak susah. Mungkin karena hatinya ikhlas mengasuh dan mendidik anak-anak yang terlantar.


" Pak.! aku kangen sama kamu dan Azizah." Azizah sudah Satu tahun lebih nggak pulang. mungkin ia sibuk." Lirih Bu Aisyah.


Hani membuka pintu kamar Bu Aisyah. Dan melihatnya sedang termenung menatap sebuah figura. Hani sudah beberapa kali mengetuk pintu yang masih terbuka


namun Bu Aisyah diam menatap foto tersebut.


" Bu. ibu sakit.." Tanya Hani yang sudah di dekat Bu Aisyah. Bu Aisyah menatap sendu pada Hani yang berdiri di depannya.


" Nggak nak. ibu kangen bapak. dan juga kakak mau Azizah." Ucap Bu Aisyah sedih.


" Gimana kalau kita VC saja Bu. Biar aku WA dulu ya." Bujuk Hani yang menyadari kesedihan ibu sambungnya itu.

__ADS_1


Karena hanya. kasih sayang Bu Aisyah dan Pak Sofyan yang ia rasakan. karena dari bayi. ia sudah di buang orang tuanya. yang tidak tahu motifnya.


Hani pun mengirim pesan pada Kakaknya Azizah. yang kebetulan langsung di balasnya.


" Halo. assalamualaikum kakak. apakah kakak sibuk. bunda dan kami semua kangen kakak." Pesan Hani.


" Waalaikumsalam. dek. Oh apa ada bunda di dekat mu. kakak juga kangen." Jawab Azizah.


Mereka pun akhirnya mengubah pada panggilan Video Calling.


Hani langsung menyerahkan Handphone nya setelah terlihat wajah Azizah di layar. Bu Aisyah menangis terharu.


" Assalamualaikum bund. apa kabar bund. maaf aku belum bisa pulang.Aku kangen bunda dan adik-adik." Ucap Azizah.


Tangis Bu Aisyah pun pecah. Sampai iabtidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Hani yang berbicara. karena ia duduk di sebelah Bu Aisyah.


" Kak. Jadi kapan kakak bisa pulang.?" Tanya Hani yang mewakili.


" Belum tahu dek. lihat situasi dulu. Paling lambat lebaran besok kakak usahakan pulang. kakak tanya dulu sama Om Frans ya." Jawab Azizah yang masih ragu.


" Oh.. " Jawab Hani yang bingung.


" Nanti biar bunda bicara sama Bu Anisa. mungkin kamu bisa pulang bareng anaknya. Oh ya kamu kenal dengan anaknya Bu Anisa dan Pak Andi kan.?" Tanya Bu Aisyah.


Azizah mengerutkan keningnya." Anrez ya Bun?" Tanyanya ragu.


" Ya. benar Bang Anrez." Jawab Hani spontan.


Azizah mengerutkan keningnya." Kamu kenal dengan Anrez..?" Tanya Azizah menyelidik.


" Kita pernah bertemu. Bang Anrez dan keluarga sering ke sini. tapi kalau Bang Anrez hanya satu kali. Bu Anisa kan guru ku di SMA kak." Jawab Hani semangat.


" Oh.. gitu. Aku kenal dia Bun. kan kami pernah terjebak di kasus kafe dulu. kan mantan temannya Bu Anisa orang nya bund." Cerita Azizah. Yang akhirnya di pahami keduanya.

__ADS_1


Jadi peristiwa Azizah yang di sekap di kafe dulu tuh . kisah.nya Bu Anisa mamanya Anrez. Pantas saja Pak Andi marah.


Yang anehnya Pak Frans papinya Jackson akhirnya ikut membantu Azizah, yang menyebabkan pertemuan Jackson yang tak terduga dengan papinya.


__ADS_2