Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Gadis berjilbab


__ADS_3

Anisa yang kesal melihat gadis di belakang anaknya senyum menghadap layar seperti kebakaran jenggot.


Anrez melihat sikap mamanya yang melotot kan matanya. " Ada apa ma. maaf kalau aku salah.." Lirih Anrez lagi.


Anisa masih melotot kan matanya. Andi spontan menunjuk ke layar. Anrez pun melihat ke belakangnya.


" Astaghfirullah." Anrez mengusap dadanya yang kaget.


" Hi. What are you doing behind me. ( Hai kamu ngapain di belakang ku.? ) Tanya Anrez melotot kan matanya kesal pada gadis yang bernama monik.


Monik hanya cengengesan dan berpindah. " I " I Just want to see and know your parents" ( aku pengen lihat dan kenal dengan orang tua mu.".


Anrez makin kesal." Dasar orang aneh.." Gerutunya. ia pun berdiri. dan pindah keluar kantin. Bambang yang melihat kondisi tersebut hanya bengong. Sebab ia tidak tahu. karena memesan makanan untuk mereka tadinya.


" Ma.. jangan salah paham. aku nggak ada hubungan apa-apa. lagian di sini orang banyak ma." Rajuk Anrez.


" Ingat. mama bukan nggak senang kamu suka dengan seorang gadis. tapi kan kamu hari pertama masuk kampus.." Komentar Anisa.


Andi yang mendengarkan ucapan istrinya terkekeh. Ia merasakan kecemasan istrinya. hanya saja, Anisa seolah cemburu pada anaknya sendiri.


" Mama tuh takut. kamu di gaet bule nak..! " Ledek Andi. yang dapat cubitan dari istrinya.


Anrez tanpa sadar tertawa. tak sedikit orang menatapnya heran. karena lihat Anrez yang tertawa sendiri.


" Udah ya ma. besok pagi mama telpon aku ya. aku kangen sama mereka.." Ucap Anrez sendu.


padahal baru dia hari mereka nggak ketemu


terasa sudah lama.. mungkin karena mereka selalu bersama.


" Ya baiklah. jaga diri baik-baik ya nak.Assalamualaikum." Ucap kedua orang tua nya.


" Waalaikumsalam. tapi.. " Saat sambungan terputus, ia ingat dengan pembicaraan nya dengan Om Edo.


" Nanti malam ajalah aku telpon lagi." Bisik nya dalam hati. Ia pun kembali ke kantin.


Bambang sudah memakan pesanannya. sedangkan Monik mengaduk aduk makanannya. Anrez tidak peduli.


" Tuh. pesanan kamu. makanlah." Ucap Bambang. karena Anrez hanya memesan minuman botol. sebab ia masih kenyang. Sarapan nasi goreng tadi.


*****

__ADS_1


Satu j menunggu datanglah Edo. ia celingak celinguk melihat suasana kantin. karena ia belum mencatat nomor telpon anak sahabat nya tersebut. Jika terjadi apa-apa. tentu membuat sahabatnya tu marah.


Anrez yang melihat Om nya berdiri di pintu kantin, ia pun melambaikan tangan. Edo pun mendekatinya.


" Hm. kayaknya sudah ada teman nih.. " Goda Edo yang melihat seorang gadis duduk bersama.


" Oh sudah Om Edo kebetulan kita sekampung. kenalkan ini Bambang." Ucap Anrez mengenalkannya.


Bambang oun berdiri. berkenalan dengan Edo. saya Bambang Om. baru masuk hari ini juga." Jawabnya singkat.


Bambang pun kembali makan. Edo masih memperhatikan gadis di sampingnya.


" Kamu siapa..? " Tanya Edo menyelidik.


Monik pun melihat ke arah Edo dan tersenyum. " Saya Monik. dari Singapore." Jawabnya ramah.


Edo tertawa pelan." Kamu bisa bahasa Indonesia.? " Tanya Edo penasaran.


Monika tersenyum. ia pun menjawab dengan terbata." sedi..kit Om. ke.. betul..an tante saya orang Indonezia." Jawabnya terbata.


Edo mengangguk. ia memperhatikan Anrez yang duduk di depannya. tanpa menoleh padanya apalagi gadis yang bernama Monika.


Edo pun berdiri. mengambil minuman yang ada di kulkas kantin tersebut. Tak lama mereka pun selesai.


Edo mengajaknya pulang. namun sebelumnya mereka mau belanja kebutuhan. Karena persediaan sudah habis.


Anrez mengajak Bambang untuk ikut


tapi di tolaknya. takut nanti kakak tingkatnya kehilangan. masih ada waktu. pikirnya.


Sedangkan Monik. Edo sedikit ragu mengajak. sebab Anrez tidak sedikit pun melirik nya. takutnya nanti mut anak ini hilang. sebab Andi dulu juga begitu waktu mereka SMU.


" Sorry ya cantik. Om pergi dulu ya. Lain kali kita ketemu lagi.." Ucap Edo melambaikan tangan pada Monik. padahal kalau Edo lihat gadis tersebut sepertinya suka dengan pemuda yang kaku tersebut.


" Ok.! " Jawab Monik senang. walau ada rasa kecewa di wajannya.


Akhirnya mereka berpisah di parkiran. Edo mengajaknya naik bus. ke arah minimarket yang dekat dengan apartemen mereka. biar nanti jika ia tidak ada lagi. Anrez bisa sendiri ke sana.


" Ternyata. minimarket dekat ya om dengan Apartemen tempat kita." Ucap Anrez yang menyadari. Karena ia harus hapal dimana ia tinggal.


" Sengaja om ajak kamu yang dekat sini. biar bisa jalan kaki. tuh. hanya satu persimpangan sudah sampai." Tunjuk nya oada Apartemen yang bisa di lihat dari luar minimarket.

__ADS_1


Anrez mengangguk. mereka pun masuk ke dalam. dan memilih kebutuhan mereka.


" Kamu silahkan ambil pesanan mu ya. om mau ambil keburu dapur." Ucap Edo. dan berlalu mengambil troli untuk belanjaannya.


Anrez melihat tanda di atas minimarket. di sana. tertulis* school equipment* Anrez menuju rak tersebut.


Ia asyik memilih kebutuhannya. tanpa memperhatikan orang sekitarnya. Sampai ia menabrak seseorang. " Maaf.. " Lirihnya.


Anrez menatap gadis yang berjilbab di depannya." Cantik.." Katanya spontan.


Gadis yang berjilbab di depannya tersebut menundukkan. wajahnya di sembunyikan. ia memutar arah. Anrez menatap punggung gadis tersebut.


Satu yang diingatnya adalah. kata maaf


berarti ia orang Indonesia. atau tahu dan pandai bahasa Indonesia.


Bukannya apa-apa. Anrez lebih menyukai bahasanya. sebab ia merasa asing dan jauh kalau menggunakan bahasa lain.


Setelah merasa cukup. ia pun ke kasir. di sana . Om Edo sudah menunggunya. " Hai. hanya ini yang kamu beli.? " Tanya Edo heran. karena tidak banyak yang ia lihat di tangan Anrez. ia pikir Anrez anak yang Boris. karena Andi mengirimkan uang sangat banyak.


" Ya Om." Jawabnya singkat.


Ia pun kembali terpana. karena melihat gadis berjilbab tadi.


" Azizah kamu sudah selesai...? " Tanya seorang gadis lain yang ada di depannya.


Gadis yang di panggil Azizah itu pun mengangguk. Anrez tersenyum. hm.." Lirih nya dalam hati.


Karena kedua gadis tersebut sudah duluan keluar dari minimarket. Tidak mungkin ia mengejarnya. Apa yang di katakan Om Edo nanti pikirnya. jadi ia menahan diri.


****


Satu minggu tak terasa waktu berjalan. karena Anrez sudah mulai sibuk dengan aktifitas belajar nya. kebetulan ia satu kelas dengan Bambang. tapi tidak dengan Monik


mereka beda jurusan.


Entah karena Anrez yang selalu ingat dengan gadis yang di tabrak nya. seolah gadis yang terlihat lewat tak jauh di depannya. mirip dengan Azizah.


Ia termangu. Bambang mengejutkannya. ' Hai bro. ada apa. kok bengong gitu..? ' Tanyanya heran melihat ke arah pandangan Anrez.


Tapi ia tidak melihat siapapun yang menarik. yang ia lihat, hanya dua orang gadis. satu berjilbab, dan satu lagi dengan rambut di kuncir ke atas.

__ADS_1


__ADS_2