Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Ada Rasa


__ADS_3

Azizah pun memperkenalkan sahabatnya selama di asrama. Bambang tentu saja antusias.


"Kenalkan Bambang." Ucapnya grogi. Karena ia terkesima dengan penampilan Veri yang anggun. tinggi semampai. Beda dengan Azizah yang kecil mungil.


"HM.!" Ledek Anrez saat Bambang lama memegang tangan Vero. Bambang pun melepaskan tautan tangannya.


"Eh. sorry. Oh ya kapan-kapan datanglah ke tempat kami." basa-basi Bambang semangat


Vero hanya mengangguk. Ia pun kembali memeluk Azizah yang agak kecil darinya.


"Jangan lupakan aku ya." Ucap Vero sedikit sedih. Padahal ia masih bisa bertemu di kampus. Dulu ia bisa bareng ke kampus. kadang tidak karena mereka beda jurusan. Jadi jadwalnya kadang beda masuknya.


"He..he. kayak nggak bisa ketemu aja. besok udah ketemu tuh di kampus." Ucap Azizah tertawa.


Anrez yang melihat tawa Azizah pun tersenyum. " HM. manis juga tawanya." Lirihnya dalam hati.


Bambang menyenggol lengan Anrez yang terpana melihat istrinya."Nanti ngeces." Ledeknya. Anrez memukul temannya kesal.


Tentu saja Bambang tertawa. Karena kesalnya terbalas.


Akhirnya mereka pun pulang ke apartemen. Anrez dan Bambang membantu membawa barangnya Azizah ke kamar. Namun hanya sampai pintu. Anrez melarang Bambang masuk ke kamarnya Azizah.


" Ih. dasar bucin." Kesal Bambang pada Anrez.


"Apa kamu bisa sendiri.?" Tanya Anrez pada istrinya.


" Oh. bisa. Tapi..!" Ucap Azizah yang ye gantung membuat kening Anrez mengerut.


"Apa baiknya ke minimarket dulu. kalau barang aku bisa di susun nanti." Ucap Azizah mengusulkan.


"Oh. baiklah. ayok." Ajak Anrez dan di ikuti Azizah.


Sekali lagi Bambang bengong melihat pasangan pengantin tersebut. Keluar kamar berdua dan menuju pintu ke luar.


"Oh Bam. kami ke minimarket dulu. beli bahan dapur dan lainnya. Apa kamu ikut ?" tanya Anrez yang sudah di ambang pintu.


Bambang langsung saja berdiri tanpa menjawab. Sepertinya ia akan terkejut -kejit dengan. pasangan tersebut setelah ini. karena tidak aba-aba di sebelumnya.

__ADS_1


" Mereka pun sampai minimarket. Di sana Edo dan Zainab sudah berada duluan. Zainab menghampiri mereka bertiga.


"Tadi kalian ke mana. tadi kami cari tidak ada orang sepertinya.?" Tanya Zainab.


"Oh. Maaf Tan. tadi aku jemput barang ke asrama." jawab Azizah merasa sungkan. Zainab pun mengangguk.


Akhirnya mereka melanjutkan belanjaan. Anrez asik memilih keperluannya dan juga buku-buku buat istrinya. Karena besok sudah kuliah. Tentu banyak hal yang di perlukan.


Begitu juga Bambang. Hanya Azizah yang sibuk memilih bahan dapur. Ia tidak ingat untuk membeli keperluan kampusnya. yang teringat baginya, kebutuhan dapur, nyuci dan hak lainnya.


Setelah selesai. Anrez membayar semuanya, saat ia melihat istrinya sudah antri depan kasir. " Sudah lengkap." Tanya Anrez pada istrinya, dan di anggukan Azizah.Bambang belum selesai. entah apa yang di carinya


Zainab dan Edo pun selesai. " Eh kalian sudah duluan selesai nya.?" Tanya Edo yang melihat beberapa kantong kresek di dekat Azizah.


"Udah Om. Tinggal nunggu Bambang. Aku tunggu di luar ya Om, Tan." ucak Anrez membawa kantong tersebut. Namun ia nggak bisa membawa semuanya, akhirnya di bantu Azizah.


Bambang muncul saat Edo selesai membayar." Eh udah selesai Om." Ucapnya nyengir menggosok kepalanya yang tak gatal.


"Sudah. Hitunglah biar Om bayar." Ucap Edo yang melihat Bambang membawa bermacam-macam peralatan sekolah. Dan cemilan.


"Ah. Om tau aja. anak sekolahan." Jawab Bambang senang.


Setelah semuanya ngumpul. Mereka pun akhirnya makan dulu sebelum sampai apartemen.


Menjelang magrib mereka baru sampai apartemen. Azizah langsung ke kamarnya. untuk melaksanakan sholat magrib.


"Mau Kemana.?" Tanya Anrez yang melihat Azizah terburu-buru.


"Cie. kayaknya nggak bisa jauh deh." Ledek Bambang. Yang dapat lemparan bantal siapa yang ada di dekat Anrez.


" Mau sholat." Jawab Azizah salah tingkah ulah Bambang.


"Oh. wudhu lah cepat. kita sholat jamaah di sana " Tunjuk Anrez.


Karena memang begitu kebiasaan mereka, Saat masih ada Om Edo. tapi saat berdua. kadang sholat sendiri. tergantung mut.


Azizah pun mengambil wudhu dan memakai mukenahnya. Ia pun bergabung dengan keduanya di ruang yang tak kuas. di sudut balik kursi tamu. ternyata sudah ada sajah dua shaf.

__ADS_1


Bambang sedang iqmat saat Azizah datang. setelah selesai. Anrez maju sebagai imam.


Azizah merasa bahagia saat ia sholat di imam kan suaminya dengan suara merdu. walau ada Bambang di antara mereka. namun rasanya sangat beda. padahal ia sering sholat jamaah di mesjid atau musholla. Tapi tidak seperti saat ini.


Setelah tiga rakaat. di akhiri salam. mereka pun berdoa. Anrez pun membacakan doa.


Bambang menyalami Anrez setelah dia selesai. Bambang pun menoleh ke belakang ingin menyalami Azizah. tapi di tepuk Anrez.


"Bukan muhrim." Ucap Anrez saat tanagn Bambang menjulur. padahal Azizah menggunakan mukenahnya untuk alas.


"Iya. bucin." kesel Bambang dan meninggalkan keduanya dan berlalu ke kamarnya.


Azizah pun mengambil tangan suaminya dan menciumnya." Maaf jika aku ada salah." Ucao Azizah sambil mencium tangan suaminya.


Anrez merasakan jantungnya tidak karuan saat tangan mereka menyatu. ada desiran berkelebat di dadanya.


"Sama-sama. moga kedepannya kita bisa menjalani ini semua." Ucak Anrez lembut dan mengusap kepala Azizah yang tertutup mukenah.


Mereka pun masuk kamar dengan membawa hati yang tak hentinya berdebar. Anrez merasakan sangat rindu saat Azizah sudah masuk kamarnya.


Ia menghempaskan badanya ke kasur, padahal belum membuka baju Koko yang ia pakai untuk sholat tadi.


" Ah. benarkan aku sudah mencintainya.?" Tanya Anrez pada diri sendiri.


Matanya menerawang saat Azizah mencium tangannya. ada rasa bahagia yang tidak bisa ia ungkapkan.


Ia pun bangkit. dan mengganti pakaiannya dengan pakai kaos oblong dan celana bahan. Anrez sangat jarang dengan pakai celana jinsnya. Kalau pergi jauh, baru ia pakai celana jins, seperti ke kampus. Namun setiap Jumat sudah pasti pakai celana bahan.


Saat ia mau keluar, ia ingat dengan kopernya yang belum selesai di susun. Ia membuka dan memindahkannya ke lemari.


Anrez tidak memperhatikan bentul pakaiannya. saat ia meletakkan pakaian nya. jatuh sesuatu dari sela pakaiannya.


Anrez pun terkejut. saat di dapatinya pakaian dalam istrinya. Jantung Anrez berdebar saat ia memegang benda tersebut.


Dengan cepat ia memasukan lagi ke dalam koper. Nanti ia akan minta Azizah mengambil sendiri.


Wajahnya merah padam saat ia memegangnya. " Ah sial. mungkin tertinggal saat ke hotel dulu. Tapi yang masukan pakaian ku mama. Apa mama sengaja atau memang Azizah lupa mengambilnya ?" Tanya Anrez penasaran.

__ADS_1


Akhirnya Anrez pun ke luar. namun baru saja mau keluar. handphone berbunyi. terlihat nama mamanya di layar handphonenya.


Vidio call tersebut Anrez aktifkan. " Ya ma." Jawab Anrez setelah mereka saling memberi salam.


__ADS_2