
Setelah agak sore. banyak tamu sudah pulang. begitu sahabatnya Anrez dan Dua ABG.
Anisa dan sudah bicara dengan Bu Aisyah dan Azizah. dengan terpaksa Azizah menyetujui. kalau ia sedang di pinang.
" Maaf Tan dan Om. saya merasa malu. saya ini hanya anak yang tak di harapkan, tapi Om dan Tante memperlakukan saya seperti anak konglomerat. saya tidak pantas jadi menantu Om dan Tante." Ucap Azizah sungkan.
" Hm. bukan itu masalahnya. Saya mau tanya, apakah kamu mau menjadi menantu kami.?" Tanya Anisa yang tidak menghiraukan keberatan Azizah.
Toh dulu dirinya bukan siapa-siapa. tapi malah Pak Wijaya kakek dari suaminya yang langsung memintanya jadi ibu menantu. pikir Anisa.
" Tapi Tan. saya tidak ingin kalian menyelesal, terutama Anrez. dia laki-laki sempurna. orang yang lengkap. kaya dan tampan. Banyak gadis yang menginginkannya." Jawab Azizah menunduk.
" Pujian mu sudah cukup bagi kami. tandanya kamu perhatian pada anak kami. dan kami harap kamu tidak ada alasan lagi untuk menolak." Ucap Andi tegas.
Azizah terjebak dengan ucapannya sendiri. yah tapi memang tidak bisa ia pungkiri. memang kenyataannya begitu.
" Baiklah lah. Om, Tan. saya setuju. tapi saya harus bicara dulu dengan Anrez. saya takut ia akan terpaksa dengan semuanya." Ucap Azizah bijak
" Ok. kalau begitu kami tunggu di sini. biar saya panggil Anrez dulu." Ucap Anisa. semuanya pun keluar. Hanya tinggal Azizah di ruangan keluarga tersebut.
Tak lama Anrez masuk. ia sudah di beritahu mamanya. Anrez tidak langsung bicara. ia mengajak Azizah ke lantai atas.
Saat sampai di atas. ia mempersilahkan Azizah duduk di kursi santai yang di sediakan untuk mereka yang kamarnya di atas.
" Duduklah. apa yang akan kamu tanyakan.?" Tanya Anrez langsung. Karena ia merasa tak nyaman kalau lama-lama berdua. Karena hal pertama ia lakukan.
" Terimakasih kamu memilih aku, untuk jadi pendamping hidupmu. Namun aku tidak ingin kamu terpaksa karena Om dan Tante yang menginginkan." Ucap Azizah lirih. Ia gugup sekali.
" Mungkin saat ini aku belum yakin. Mungkin orang tua ku tidak salah melihat sikap kita selama bersama, terbukti foto yang mereka ambil tanpa sepengetahuan kita berdua." Ucap Anrez yang tidak merendahkan siapa pun. Ia pun memperlihatkan semua foto yang dikirim papanya.
Azizah terkejut. Mungkin karena dari foto tersebut, mereka mengambil kesimpulan. apalagi terlihat langsung oleh mamanya.
__ADS_1
" Tapi ini kan. hanya kebetulan." Ucap Azizah yang tidak mengerti.
" Jadi sikap kita berdua hanya kebetulan. Oh.. kalau begitu tidak usah di lanjutkan, saya rasa saya dan keluarga saya yang salah menilai. Kalau begitu maaf untuk semuanya. anggap saja tidak pernah terjadi apa pun." Ucap Anrez dia pun berlalu dan meninggalkan Azizah yang duduk bengong. Ia kecewa dengan sikap Azizah seolah menolaknya.
" Tapi. mereka telah sepakat..Apa.." Andi kembali dan menatap Azizah.
" Apa. kalau memang kamu tidak menyukai ku. untuk apa di lanjutkan. lebih baik kita jalan sendiri-sendiri sesuai keinginan kita. kalau masalah itu. serahkan padaku." Ucap Anrez tegas dengan tatapan sinisnya.
Sangat beda dengan sikapnya yang sebelumnya sangat hangat, walau terasa kaku. Azizah bingung. ia merasa malu pada Anisa dan Andi. seolah ia yang menolak perjodohan ini.
" Ah. aku bingung. bukan itu maksud ku. aku tidak mau ia terpaksa. aku kan hanya orang biasa. Ibarat bulan dan bumi. sangat jauh." Lirih Azizah.
Anisa yang baru datang. karena ia melihat hanya Andi yang turun. sedangkan Azizah belum juga turun. ia khawatir, makanya ia menjemputnya. nyatanya benar. ada kesalah pahaman.
" Bulan itu tugasnya menyinari bumi. ia akan muncul saat di butuhkan. Tante kira Anrez salah paham maksud penolakan mu. Tante mengerti." Ucap Anisa menenangkan Azizah.
" Tapi Tan. Anrez.." ucap Azizah sangat gugup. Karena ucapanbya terdengar oleh Anisa mamanya Anrez.
" Sudah lah. kita kan sudah sepakat. masalah Anrez biar Tante yang urus. yang penting kalian tunangan dulu. memang nggak muda untuk saling mengerti, kita wanita yang harus banyak mengalah." Nasehat Anisa pada calon mantunya.
" Baiklah Tan. tapi aku taku Anrez marah." Jawab Azizah ragu. Anisa terkekeh mendengan jawaban Azizah.
****
Malamnya. sesuai kesepakatan, akhirnya Azizah dan Anrez di tunangan kan secara sembunyi. Hanya keluarga inti saja. Anrez menolaknya, karena Azizah tidak menginginkannya.
" Ma. kan aku sudah bilang. jangan di lanjutkan, kenapa mama kekeh sih.Aku bukan anak yang tak laku ma. kenapa harus di paksa." Rengek Anrez saat ia di dandani mamanya di kamarnya.
" Ih. siapa yang kekeh. kamu tuh harus terima kasih sama mama. Kalian hanya perlu beradaptasi saja. tapi ingat jangan berlebihan." Goda Anisa.
" Ma.!" Kesal Anrez. karena mamanya tak hentinya menggoda dirinya.
__ADS_1
" Iya sayang. ada apa.? Mama merasa sudah tua. padahal baru kemarin kalian mama lahiran. eh sekarang kamu sudah mau jadi milik orang." Ucap Anisa sendu
Anrez memeluk mamanya." Ma. aku tetap milik mama. jika aku harus memilih, mungkin aku pilih di lahiran lagi. biar kembali kecil.Ebaj jadi anak kecil, tidak banyak pikiran." Ucap Anrez.
Anisa mencubit anaknya gemes. Siapa yang mau lahiran kamu. malah kamu nanti yang akan berikan mama cucu. dasar anak bodoh." Ucap Anisa. ia mencubit kedua pipi anaknya.
" Sakit ma." Rengek Anrez. membuat Anisa tertawa.
Mereka pun akhirnya keluar dari kamar. dan di luar sudah menunggu beberapa orang. termasuk Bu Aisyah dan anak panti. Bambang dan keluarganya. serta ada Pak RT yang sengaja jadi saksi pertunangan Anrez dan Azizah.
Azizah sudah di dandani Feby. Untung ada baju stok butiknya yang baru keluar. hingga dengan mudah mereka mengambilnya untuk acara ini.
" HM. cantik, pantas anak bunda suka sama kamu." Ucap Feby setelah mendandani Azizah.
Azizah malu-malu mendengar pujian Feby." Aku yang beruntung mendapatkan anak bunda." Jawabnya malu-malu.
" Kamu bisa aja.Oh ya yuk kita keluar, sepertinya sudah siap." Ajak Feby membawa calon mantunya keluar.
Saat Azizah sudah masuk ke ruang acara. Anrez terpaku dengan kecantikan Azizah. " Hai bro. jangan nolak, jika kamu nggak mau. biar untuk aku saja." Goda Bambang yang duduk di dekatnya
" Sialan lu. Kamu tahu. tadinya ia menolak, tapi sekarang kenapa ia mau di dandani lagi. apa ini.?" Tanya Anrez pada Bambang.
" Eh itu yang namanya cinta. ah kalian rumit, sekarang ikutin aja ceritanya. pusing aku." Ucap Bambang yang kesal.
" Sudah. semuanya sudah ada. saya sebagai tuan rumah. mengucapkan terimakasih, moga acara pertunangan anak kami berjalan lancar sampai hari pernikahannya." Ucap Andi yang di amin kan semuanya.
" Ini mungkin dadakan. tapi mengingat mereka yang jauh dari pantauan. kami tidak ingin terjadi hal yang buruk. maklum lah hidup di rantau orang itu sulit, banyak godaan." Ucap Andi yang membuat tertawa semuanya. Azizah menunduk malu.
Semenjak keluar kamar Feby, ia tidak berani menengadahkan wajahnya
" Bagaimana kita langsungkan. oh ya Anrez dan Azizah silahkan berdiri di sini " Perintah Andi
__ADS_1
Anrez akhirnya berdiri yang juga di ikutin Azizah. Mereka berdiri berhadapan. namun dengan wajah menunduk.
Di samping Azizah ada Bu Aisyah yang sangat bahagia. sedangkan di samping Anrez ada Anisa yang juga terharu.