
Anrez dan Bambang tinggal berdua di apartemen karena Edo sudah pergi ke Malaysia untuk melamar Zainab.
Andi pun turut bahagia karena sahabatnya akhirnya menemukan jodohnya, Walau di usia yang sudah lebih kepala tiga puluhan.
" Kita masak apa An.?" Tanya Bambang yang sudah di depan kulkas.
Anrez menoleh ke arah Bambang yang meng otak Atik isi kulkas. " Sebenarnya kamu bisa masak kan. lihat aja bahan yang ada
jika tidak ada. kita harus ke minimarket depan. beli bahan masak. atau kita delivery aja, dari pada repot." Usul Anrez.
Bambang pun mengangguk. Karena di kulkas tidak ada ikan yang mau di masak. yang ada hanya telor.
" Gimana. kalau telur ini kita olah. Setelah makan baru kita ke minimarket. keburu lapar nih." Jawab Bambang yang dari tadi memang kelihatan laparnya.
" Ok.Omlet aja.Langsung isi nasi dan keju. saos sayur ke dalam omletnya.Jadi tinggal di potong dan makan." Usul Anrez.
Yang akhirnya mereka berdua asyik membuat omelet ala mereka berdua. hingga akhirnya jadilah.Dengan semangat empat lima mereka makan dengan lahapnya.
Sorenya mereka akhirnya ke minimarket depan apartemen mereka. keduanya memilih persediaan kulkas dan juga kebutuhan lainnya. tak lupa cemilan.
Saat Anrez mengambil cemilan. tiba-tiba tangan Anrez beradu dengan seorang. mereka berdua saling menatap. Keduanya terkejut.
" Eh maaf. silakan." Ucap Gadis yang tak lain adalah Azizah.
" Oh. Terimakasih. di sini masih banyak. Oh ya apa kabar mu?" Tanya Anrez merasa sungkan.
" Alhamdulillah baik. Kamu sendiri saja.?" Tanya Azizah malu-malu.
Keduanya salah tingkah. Namun dasar namanya Bambang pas melihat kondisi demikian ia langsung menggoda keduanya.
" Aduh. kalau mau pacaran jangan di sini.?" Ledeknya.
Anrez yang di ledek langsung memukul lengan Bambang. tentu saja Bambang tertawa. Sedangkan Azizah menunduk malu.
" Eh. siapa yang pacaran. Kita berdua hanya saling sapa. karena sudah lama kan kita tidak bertemu setelah kejadian di kafe.!" Jawab Anrez jutek. ia pun berlalu meninggalkan keduanya.
__ADS_1
Azizah pun pamit pada Bambang. Bambang menyusul Anrez ke kasir, Ia melihat wajah Anrez yang masih jutek.
****
Hari sudah hampir malam. Anisa masih sibuk di Rumah sakit untuk kegiatan sosialnya. Kebetulan hari ini ada sunat massal bagi orang yang tidak mampu. Hingga kegiatan tersebut selesai setelah magrib.
" dokter Hendra. Saya harus pulang. ini sudah lewat waktunya." ucap Anisa pamit.
" HM. Saya rasa Bu Anisa kelelahan. gimana saya antar pulang. kebetulan saya ada perlu dengan pak Andi" Ucap Dokter Hendra sungkan
Anisa menolak. karena takut malah merasa nggak enak." Makasih dok. saya merepotkan anda." ucap Anisa.
" Nggak Bu. ayok." Ajak dokter Hendra. Akhirnya mereka pun pulang.
Baru saja mereka akan jalan. Andi menelpon Anisa." Halo Assalamualaikum sayang. kamu di mana. aku baru sampai parkiran." Tanya Andi.
" Waalaikumsalam. parkiran. oh kalau begitu kami balik." Jawab Anisa yang membuat Andi bingung. istrinya belum menjawab dimana posisinya. Tapi telpon sudah di matikan.
Tak lama. mobil dokter Hendra kembali ke parkiran. Anisa turun mendekati suaminya. " Maaf. tadinya aku langsung pulang karena capek. kebetulan dokter Hendra ingin mencari mu. maka sekalian saja kamu bersama." Jelas Anisa. Agar suaminya tidak salah paham
Andi hanya mengangguk. Ia menandatangani surat yang telah di siapkan dokter Hendra.
Kemudian ia pulang bersama istrinya.
"Aku jemput kamu. kepengen ajak kamu makan malam di luar, telah lama kita sibuk masing-masing. hingga kita lupa. sudah lama kita tidak kencan." Ucap Andi yang agak dingin.
Anisa memeluk lengan suaminya." Oh gemesnya suamiku.Tentu saja aku mau" Jawab Anisa mencium pipi suaminya.
Tidak terasa sudah 20 tahun mereka menikah. dan hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke dua puluh.
Andi telah menyiapkan semuanya. sampai di kafe mereka. Boy dan Boby sibuk. Di sana. sudah ada keluarga yang telah menunggu mereka. Karena kesibukan beberapa hari ini, ia lupa hari ini jatuh temponya.
Bunyi letusan balon membuat Boy latah. karena kaget." Eh copot. eh copot.." Ucap Boy menutup mulutnya.
Semuanya tertawa. Suasa jadi heboh ulah Boy. Boby malah ngerjain nya, hingga suasana kafe jadi riuh...
__ADS_1
" Sekarang saatnya kita potong kue. " Selamat ya buat pasangan yang romantis ini Pak Andi dan Bu Anisa." Ucap Boby sebagai MC.
Kalau di kafe. Boby tetap sopan. tapi kalau sudah di luar. atau saat mereka berdua saja. baru panggil nama. itu kemauan Boby sendiri. Jadi Andi pun tidak mempermasalahkannya.
" Terimakasih." Jawab Andi dan Anisa serentak. Mereka terharu, tidak terasa kehidupan rumah tangganya sudah berjalan dua puluh tahun.
Semua ucapan selamat dan doa. selalu di panjatkan oleh keluarga dan tamu undangan. yaitu keluarga dan tetangga. termasuk pengunjung kafe hari itu.
Anrez yang jauh di sana. ikut menyaksikan acara anniversary orang tuanya yang di dampingi Bambang.
Semuanya bahagia. Menikmati acara tersebut. dan dokter Hendra sebenarnya juga hadir bersama beberapa dokter dan perawat.
Malam itu. siapa saja berkunjung di kafe mereka. gratis menikmati menu yang telah tersedia. boleh ambil sendiri. mau menu apa. karena sudah tersedia di meja prasmanan.
Andi pun naik ke podium." Halo semuanya. Saya ucapkan terimakasih atas kehadiran kalian semuanya untuk melaksanakan acara Anniversary saya dan Anisa. Doa kan semoga kami selalu bersama. hanya mau memisahkan mereka." Dia Pun tersenyum.
Ia jongkok di depan istrinya dan membuka kotak kecil. Yang ternyata kalung berlian yang Indah.
Andi pun memasangkan pada istrnya kalung tersebut. Anisa terharu sampai menitikkan air matanya.
" Wah cantiknya.." Seru Cantika yang melihat kalung yang berkilau di leher Anisa.
" Iya cantik. aku mau juga pa..?" Seloroh Xenai
" Terimakasih.sudah menjadi imam ku selama duapuluh tahun ini. suka suka kita jalani bersama. semoga kita selalu bersama sampai kakek nenek." Doa Anisa yang di Amin kan semuanya.
Suara tepuk tangan yang meriah bergema di kafe tersebut. Sampai jam 10 malam
acara di tutup Andi. Karena ia tahu anak-anak sudah lelah. Tamu dan Pengunjung pun sudah bubar.. Andi membawa keluarga nya pulang dengan dua mobil yang di sopir kan Jackson satunya lagi.
Menjelang sampai rumah Xena sudah tertidur
Feby membawa kepala anaknya ke pangkuannya.
Sampai rumah mereka, setelah menempuh perjalanan yang melelahkan. Mereka langsung istirahat di kamar masing-masing. Xena di Gendong ayahnya. Karena masih tetap tidur. Mungkin terlalu lelah, sebab di kafe. Xena sibuk lari-lari dengan anak pengunjung tmyanv datang.
__ADS_1