Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Rasa


__ADS_3

Kedua pasutri muda bertemu pandang, mereka diam terpaku. Azizah masih menggunakan kimono yang membalut tubuhnya.


Anrez tersadar saat kunci mob yang ia pegang jatuh."Oh. maaf, sebaiknya pintunya jangan terbuka saat kamu di dalam. aku tunggu sepuluh menit" Ucapnya berlalu. wajahnya memerah menahan sesuatu yang bergejolak.


Ia dengan cepat keluar dari kamar istrinya. takut kalau lama-lama bersama dalam kondisi seperti itu.


Azizah mengangguk lemah, ia malu sekali. kenapa ia sampai lupa menutup pintu. untung itu suaminya, jika yang datang. Tentu akan terjadi fitnah.


"Oh. sial, kenapa dia terlihat cantik sekali kalau pakai kimono.a...ah." Erang Anrez kesal


melempar kunci ke kasur. ia merebahkan diri namun otaknya kembali. Baru pertama kalinya ia melihat istrinya tanpa jilbab.


Anrez memukul kepalanya yang di penuhi dengan wajah istrinya yang tertunduk malu. sangat menggemaskan. "Benar kata orang tuanya, mereka takut aku khilaf. Kalau sering seperti ini bisa khilaf aku." Lirih Anrez resah.


Anrez terus mengomel memarahi dirinya sendiri.


Azizah dengan cepat ia memakai baju. karena Anrez bilang di beri waktu sepuluh menit. Ia memasukan buku yang masih berantakan. karena saat ia menyelesaikan tugasnya. suaminya menelpon. makanya ia langsung masuk kamar mandi dan lupa menutup pintu kamarnya.


Setelah selesai. Azizah mengetuk pintu kamar istrinya yang terbuka.ia menunduk malu.


"Bang. aku sudah siap." Ucap Azizah menyadari Anrez yang menutup matanya terlentang di kasur.


Anrez menoleh. melihat istrinya sudah berpakaian lengkap dengan jilbabnya.


Ia langsung berdiri dan keluar tanpa bersuara.


Anrez langsung masuk lift. keduanya canggung saat bersama dalam lift tersebut.


Anrez menarik tangan istrinya setelah pintu liftnya terbuka.


Azizah mengikuti. sampai di depan mobil.


"Masuklah." Anrez membuka pintu untuk istrinya.


"Terimakasih."Jawab lirih Azizah.


Keduanya membisu. karena dekat dengan kampus. lima menit mereka udah sampai. Anrez keluar membuka kan pintu saat sampai parkiran.


Azizah hanya tersenyum kecil. karena masih di kuasai rasa gugup. Dengan cepat Azizah mengambil tangan suaminya dan menciumnya. Anrez terpaku mematung. saat istrinya sudah masuk ke kelasnya baru ia sadar.


"Cie..cie.. mesranya dengan istri." Goda Bambang yang entah kapan datangnya.

__ADS_1


"Oh. kamu mau kemana.?" Tanya Anrez tanpa memperdulikan godaan Bambang.


"Nggak ada. kayaknya aku cepat dapat ponakan yah. aku kabari om deh." Goda Bambang jahil.


Anrez meninggalkan. dan berlalu ke kelasnya. jantungnya dari tadi seperti senam. jadi ia takut meledak, makanya ia pergi.


"Hai. kenapa aku di tinggal.?" Bambang mengejar sobatnya yang sedang mabuk cinta.


"Ternyata cinta itu bisa merubah seseorang yang kaku kayak es. sekarang sudah mencair dan sering senyum-senyum nggak jelas." oceh Bambang saat ia sudah beriringan.


"Kenapa terus menggoda ku." kesalnya. karena Bambang tak hentinya menggoda.


Bambang terkekeh. ia bertabrakan dengan seseorang saat ia masuk. tak melihat ke depan. hingga suara kesal seseorang menyadarkan nya.


"Ouch. if you walk use your eyes( Aduh kalau jalan tuh pakai mata)" Kesal seorang gadis bule yang jatuh di depannya.


Anrez tersenyum ia menghindari sahabatnya. biar ia yang menyelesaikan sendiri.


"sorry I didn't do it on purpose ( Maaf. aku tak sengaja.)" Jawab Bambang membela diri.


"What's.! Kamu ya.." Ucap gadis yang bernama Selly. gadis campuran Indo. Ia sebenarnya menemui temannya se asramanya. karena bukunya terbawa oleh temannya. makanya ia jemput.


Selly terus berjalan ke kelasnya yang lumayan jauh. sampai di kelas, dosen sudah masuk. ia dengan cepat masuk karena dosen membelakangi pintu menuju mejanya.


Selvy dengan cepat duduk di dekat Azizah.


Ia temannya Azizah. Makanya ia sering menggunakan bahasa Indonesia. sebab hanya neneknya yang keturunan Bali Indonesia.


Jadi sedikit-sedikit ia bisa bahasa Indonesia. karena mami dan papinya tidak pernah menggunakannya di rumah. kalau bertemu nenek nya baru mereka menggunakan untuk menghargai nenek.


"Kenapa wajahnya di tekuk gitu?" Bisik Azizah kecil.


"Nantilah aku ceritain." Bisik Selly.


Mereka pun mendengarkan dosen yang berdiri di depan mereka. hingga dua jam pertemuan.


Azizah merasakan perutnya keroncongan. "Kantin yuk. aku lapar." Ucap Azizah mengajak sobatnya.


"Oh. baiklah." Mereka pun jalan ke kantin. Selly menjelaskan kenapa ia kesal setelah menjemput bukunya.


"Begitulah." Ucap Velly di akhir. karena sudah sampai di kantin.

__ADS_1


keduanya mencari tempat duduk. Namun dari jauh Anrez melambaikan tangannya. Azizah terpaksa menemui suaminya. di sana sudah ada Bambang.


Bambang dan Selly saling menunjuk. Kaget dengan apa yang ia lihat. Benar sih Azizah pernah cerita kalau ia sudah menikah dengan Anrez. dan Velly sudah tahu wajah suami sahabatnya dari layar handphonenya.


Dan baru kali ini bertemu langsung. mungkin selama ini pernah lihat, hanya saja mereka tidak saling kenal.


"Duduklah. Oh aren't you that girl ( oh bukan kah kamu )" Tanya Anrez yang mewakili Bambang yang masih diam seperti patung.


"Ya. kita berteman." Jawab Velly dan duduk berhadapan dengan Bambang.


wajahnya masih kesal, karena Bambang tidak membantunya. malah membiarkannya kesakitan karena ulah Bambang.


"Kita sekelas. Kenalkan dia Velly." Jawab Azizah memperkenalkan sobatnya dan duduk di depan suaminya.


Bambang dan Velly saling diam. rasa kesal Velly tadinya ingin menggebu jadi kaku.


"Aku Anrez.. su.." Ucap Anrez yang di potong Velly.


"Aku sudah tahu. karena Azizah sudah cerita." Jawab Velly santai.


Bambang masih melongo tidak satu pun kata yang terucap. Anrez memukul lengan sobat somplak itu diam bagai patung.


"Oh ya. dia Bambang." Ucap Anrez memperkenalkan sahabatnya berubah jadi feminim.


Azizah tersenyum saat suaminya menggoda Bambang yang super cerewet jadi laki-laki pendiam.


"Kamu pesan apa Zah.biar Abang tulis sekalian dengan Velly." Ucap Anrez. ia menulis menu yang akan mereka makan.


" Kamu kok bisa bahasa Indonesia.?" Tanya Anrez santai.


"Nenek Indonesia." Jawab Velly menghindari tatapan Bambang yang entah kenapa.


"Oh. pantas. walau kurang lancar, tapi bahasa Indonesia lumayan OK. Kapan-kapan datanglah ke apartemen kami." Ajak Anrez menawari.


"Oh. ok kebetulan kami ada tugas kelompok. kalau boleh. kami akan mengerjakannya di apartemen kalian." Ucap Velly.


Anrez menatap istrinya yang mengangguk. "Baiklah. silahkan. apa ada laki-laki juga.?" Tanya Anrez menyelidiki.


Velly mengangguk. Anrez menarik nafasnya dalam. ia tidak mungkin terlalu membatasi istrinya. itu tuntutan tugas kelompoknya. Lagian mereka kerja di apartemennya jadi bisa ia pantau.


Pesanan mereka sampai. dan menikmatinya. Anrez dan Bambang masuk kelas. karena masih ada matkul lagi. sedangkan Azizah dan Velly kembali ke kelasnya mencari teman kelompoknya. Dan mengajaknya ke apartemen tempat ia tinggal dengan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2