
Akhirnya Cantika tinggal dengan ayah ibunya. Karena tidak mungkin pisah dengan orang tuanya, dan juga opa yang sering sakit. Jadi ia ingin menghabiskan waktunya dengan sang opa.
"Aku pamit ya Tu. jangan lupa kamu angkat telpon ku ya. aku pasti sangat kangen banget denganmu." Cantika memeluk kembarannya yang lain ibu itu.
Semenjak lahir bersama, besar bersama, di sekolah yang sama. sekarang tiba-tiba berpisah. Keduanya merasa sangat berat. Namun takdir berkata lain, mereka harus berpisah.
"Ya. tentu saja, aku juga pasti merindukan mu." Keduanya kembali berpelukan.
"Ah sudahlah melo nya. kayak nggak akan pernah bertemu aja." Goda Anisa.
Walau ia sendiri sebenarnya sangat berat, tapi ia berusaha menyembunyikannya. Ia tidak bisa berkata.
"Ma! Kok mama tega sih. aku sendiri di sini ma." Ratu tiba-tiba menangis memeluk mamanya.
Anisa membelai punggung anaknya. " Itulah hidup nak. kadang adakalanya kita bersatu namun suatu saat berpisah. Kita tak bisa selamanya bersatu. Kamu tidak sendiri, ada mama papa dan nenek di sini menemani ku." Nasehat Anisa pada anaknya.
"Mama papa sibuk, aku sering di tinggal.." Rengek Ratu. wajahnya sudah penuh dengan air mata.
"Papa. akan usahakan pulang lebih awal dari biasanya." Andi pun tak bisa menahan rasa harunya.
"Benar. mama tidak bekerja lagi di Rumah Sakit. mama hanya di sekolah. Dan mama langsung jemput kamu. Ok!" Ucap Anisa, Ratu pun tersenyum.
"Nah gitu dong. ya sudah, kita antar mereka ke bandara ya. nanti ketinggalan pesawat." Ucap Anisa yang tidak mengetahui. kalau keluarga nya tersebut akan pindah menggunakan jet pribadi milik sahabat Andi.
Semuanya berangkat ke bandara. barang-barang mereka sudah duluan berangkat tadi. karena drama yang di buat Cantika dan Ratu membuat semuanya agak telat.
*****
Paginya mereka sampai di Jerman, Anrez dan Edo datang menjemput dengan dua mobil. Karena ada barang yang akan mereka bawa, makanya dua mobil menjemputnya.
Anisa menelpon anaknya. saat ia akan mau tidur. Anrez mengangkat telepon dari mamanya di awali dengan salam.
" Ya ma. gimana kabarnya." Tanya Anrez pada mamanya.
"Baik nak. Kamu sudah bertemu mereka.?" Tanya Anisa pada anaknya. Anrez belum menjawab Anisa merubah panggilannya dengan VC.
"Hai. kamu sudah bertemu mereka.?" Tanya Anisa lagi.
__ADS_1
Anrez mengarahkan kamera handphonenya ke arah dalam bandara. Dari jauh terlihat keluarganya yang baru keluar dari bandara
"Bun. ini mama." Ucap Anrez tanpa menjawab pertanyaan mamanya.ia menyerahkan Handphonenya pada Feby
"Assalamualaikum mbak. kami baru sampai." Ucap Feby tersenyum.
"Waalaikumsalam. syukurlah lah kalian selamat. Oh ya.. gimana keadaan anak-anak.?" Tanya Anisa. Karena belum melihat Cantika dan Xena.
Feby pun mengarahkan kameranya. terlihat Cantika dan Xena." Da.da.. ma.. kita udah sampai." Ucap Xena bahagia. Cantika hanya tersenyum dikit saja. terlihat wajahnya masih sedih.
"Hm!. Mama pasti kangen dengan Xena.." Lirih Anisa.
"Aku juga kangen mama. ma... di sini musim panas, jadi pagi saja sudah gerah. " Oceh Xena yang mulai menaiki mobil.Mereka naik ke mobil Anrez. dan Edo membawa barang.
"Ada teh Azizah nggak di sana.?" Tanya Anisa yang sudah kangen dengan menantunya.
"Hm! nggak ada." Jawab Xena.
"Azizah ada kuliah pagi ma. dan aku tadi yang larang ikut, biar dia kuliah dulu. nanti siang aku jemput." Anrez yang menjawab. karena Xena duduk pas di belakang Anrez. Jadi terdengar percakapan mereka berdua.
"Ya ma..." Ucap Anrez singkat.
"Ma. mama kapan ke sini.?" Tanah Xena yang tiba-tiba membuat Anisa tertawa.
"Baru saja sampai sana. kok udah kangen mama sayang." Anisa menggoda Xena yang terlihat manyun.
Andi pun duduk di sebelah istrinya. karena saat ia masuk kamar, istrinya tak mendengar dan mengetahui ke datangannya.
"Papa mama sama mbak Ratu. akan ke sana saat libur." Andi yang menjawab.
"Benar ya pa." Xena bahagia.
Namun Anrez yang tidak bahagia. Jika orang tuanya yang datang, otomatis. ia akan se kamar lagi. Iya menarik nafas dalam
Ia bukan tidak mau tidur se kamar. hanya saja , ia sangat tersiksa dengan keadaan demikian.
Tidak menempuh waktu lama. mereka pun sampai di rumah Pak Frans. Edo sudah menurunkan barang mereka di bantu oleh satpam apartemen.
__ADS_1
Semuanya pun langsung masuk ke apartemen pak Frans. Ia telah tak sabar menyambut kedatangan keluarganya yang sudah ia rindukan.
"Selamat datang cucu opa. Opa bahagia sekali." Pak Frans memeluk Xena bahagia.
"Xena juga opa. opa sudah sembuh.?" Tanya Xena yang melihat Pak Frans tidak lagi pakai tingkat.
Berbeda dengan kondisi opanya saat ia tinggalkan. jalan masih di bantu pakai tongkat.
Pak Frans mengalami strok ringan. saat itu, dan saat kedatangan anak dan cucunya dulu. ia pun bisa bicara lancar dan bisa berdiri walau di papah waktu itu.
Cantika pun memeluk opanya."Aku juga kangen opa." Ucap Cantika. dan pak Frans pun tersenyum.
"He..he. opa juga kangen dengan cucu opa yang cantik ini. kamu nggak nyesalkan pindah ke sini.?" Tanya Opanya yang melihat wajah cucunya yang kurang semangat
"He..he.. nggak opa. hanya saja aku sedih berpisah dengan Ratu..." Curhatnya. Pak Frans membelai rambut gadis kecil di depannya.
Jackson pun menghampiri papanya." Moga papi bahagia ya. akan ke hadiran kami." Jackson bergantian memeluk papinya.
"Tentu saja. saat seperti ini sudah lama papi rindukan. mungkin karena rindu, makanya papi sakit. lihatlah. baru saja kalian datang. papai sudah bisa jalan." Ucap Pak Frans yang di benarkan Jackson.
Benar kata orang. kebahagiaan bisa juga menyembuhkan penyakit. jika kita slalu bahagia, maka penyakit akan jauh.
Manfaat yang bisa kita rasakan ketika merasa bahagia.
Meredakan Respon Stres; Rasa gembira dapat menekan energi negatif dan meningkatkan energi positif sehingga mengurangi gejala stres.
Mengurangi Rasa Sakit; Tertawa mampu menekan rasa sakit dan meningkatkan kemampuan organ tubuh untuk melawan rasa sakit.
Menstimulasi Organ Tubuh; Tertawa mampu meningkatkan fungsi organ tubuh kita.
Memperbaiki Suasana Hati;Kunci keberhasilan hidup diawali dengan senyum yang tulus dari dalam hati.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh;Selalu berfikir positif menekan pikiran yang bersifat negatif sehingga pertahanan tubuh tidak menjadi lemah.
Jadi. berbahagialah selalu. syukurlah apa yang ada. jangan sering mengeluh. apa yang akan di hadapi pasti ada jalannya. kita hanya mampu berusaha dan berikhtiar.
Rasa syukur itu tidak mudah. kalau tidak terbiasa. kalau kita sering melihat keadaan orang yang jauh lebih baik dari kita. tapi lihatlah kondisi orang yang jauh di bawah kita. makanya rasa syukur itu akan datang..
__ADS_1