Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Teka -Teki


__ADS_3

Ratu tidak lagi merasa sedih, karena ada kedua orangtuanya yang saling bergantian memberikan perhatian padanya. malah mereka sering membuat piknik. walau itu hanya di belakang rumah.


Semua itu mampu membuat Ratu tak ingat kalau tidak saudaranya lagi. walau sedikit masih ada terlihat.


Sementara Cantika begitu, ia tinggal bersama opanya. opa yang sangat menyayanginya, sering membawanya jalan-jalan di saat hari libur.


Tak terasa sudah enam berlalu. Anrez dan Azizah masih tetap tidur terpisah. Karena sikap Anrez yang selalu dingin. walau kadangkala ada perhatian. Dan itu di sadari Azizah, jadi ia tidak menuntut apa pun. Karena ia tidak memberikan kewajibannya sebagai istri.


Bambang sudah sibuk di kuliah dan kerja bersama Jackson.Kadang ia malah sering tidur di kantor karena banyaknya kerjaan. Jackson menyediakan satu ruang khusus bagi pegawai yang ingin istirahat. jika malas pulang. di sana lengkap. walau ruangannya kecil. Makanya Bambang jarang pulang ke Apartemen Anrez.


Dengan seringnya berdua. maka keduanya tidak lagi canggung, Karena memang itulah harus sebagai suami istri.


Para orang tua juga tidak pernah menuntut bagaimana hubungan mereka secara mendalam. yang penting mereka baik-baik saja. karena itu adalah hak mereka menentukan bagaimana mana cara menghadapi masalahnya.


Hari ini. mereka libur cukup panjang. Anrez berkeinginan untuk pulang ke Indonesia. Karena sudah kangen dengan orang tua dan adiknya yang satu lagi


"Zah. Kemungkinan rencana ku mau pulang ke Indonesia. kamu gimana?" Tanya Anrez yang tidak memaksa.


"Aku ngikut aja. jika aku diminta tinggal di sini saja. aku mau aja." Jawab Azizah menunduk.


Ia pun nggak mau memaksa ikut suaminya.


"Kalau begitu kita pulang saja ke Indonesia. kan kamu bisa juga lihat bunda di panti. tentu ia sudah kangen." Jawab Anrez yang seolah tidak memaksa istrinya ikut.Azizah hanya mengangguk, tanpa protes.


"Kalau begitu, bersiaplah. nanti malam kita sudah berangkat." Ucap Anrez. ia pun berlalu ke kamarnya.


Azizah pun mengangguk. Ia pun packing dan membereskan apartemen. karena mungkin ia akan lama kembali lagi, sebab liburan mereka kurang lebih dua bulan.


Jackson menelpon, karena ia tahu Anrez akan pulang bersama istrinya. dan ia ada titipan buat Andi.


"Nak. jam berapa kalian pulang. ayah mau nitip sesuatu pada papa." Jackson langsung saja pada intinya. Karena orangnya selalu saja serius. sangat jarang untuk banyak bercerita, apalagi bercanda.


"Nanti siap magrib kami sudah ke bandara Yah. karena pesawatnya berangkat jam 9." Jawab Anrez sungkan.


"Oh. biar Ayah yang antar kalian ke bandara, sekalian ada titipan buah papa." Ucapnya.


"Baik ayah. Makasih sudah merepotkan Ayah." Jawab Anrez bercanda. Spontan saja Jackson tertawa. karena merasa garing, sebab. mungkin sifatnya boleh se frekuensi Ndak pandai bercanda.


Sebelum magrib. Jackson sudah sampai. ia juga bawa makan. jadi sebelum azan mereka makan dulu. pas selesai waktu sholat mereka berangkat ke bandara. Hanya Jackson. Karena Jackson sengaja tidak memberitahu anak-anaknya sangat repot kalau Xena ikut mengantar. Bisa nggak jadi Anrez berangkat.


Hanya pada istrinya Jackson berpesan.

__ADS_1


Map yang telah di siapkan Jackson sudah di simpan Anrez dalam tas ranselnya yang kebetulan muat. sebab bisa di bawa-bawa. mau itu surat penting jadi ia tidak mau masuk koper.


"Nak. jangan lupa ya. Ingat jangan sampai tas di tinggal." Pesan Jackson mengingatkan sebelum mereka berpisah.


"Ya Yah. titip salam buat semuanya Yah." ucap Anrez.


"Assalamualaikum yah. kami berangkat." Ucap Azizah bersalaman pada ayah mertuanya.


"Ya. Hati-hati ya nak. kabari setelah kalian sampai." Dan di anggukan keduanya.


Keduanya pun masuk dan tak lama menunggu mereka pun naik pesawat.


Menjelang subuh. mereka sudah sampai di bandara Soekarno Hatta. Andi telah siap menjemput. Karena Jackson memberitahukan setelah anak mereka naik pesawat.


Anrez heran. kenapa papanya yang langsung menjemput. Biasanya sopir yang menjemput. bahkan ada pengawal juga.


Namun. Anrez tidak mau bertanya, baginya ia sudah sampai dan mau istirahat. Karena selama di pesawat. ia tak sedikitpun tidur, menjaga amanat ayahnya dan juga istrinya. Karena seperti ada hal yang penting yang harus di jaga.


" Kalian sudah sampai nak. oh ya kalian baik-baik saja kan. tidak ada terjadi apa-apa?" Tanya Papanya yang membuat Anrez yakin kalau ada sesuatu.


"Alhamdulillah baik pa." Andi mengambil ransel Anrez dan menyerahkan kada pengawalnya.


" Oh ya pak. mobil sudah siap. silahkan..!" Jawab pengawal pada Andi dan keluarganya.


" Yok nak." ucap Andi pada anak dan mantunya.


Entah kenapa.. Anrez merasa aneh... ia tak sengaja menggenggam tangan istrinya. Dan Azizah hanya diam mengikuti langkah suaminya yang terlalu panjang buatnya mengimbangi.


Untung mereka belum naik mobil. sebuah mobil tiba-tiba saja menabrak mobil yang akan di naiki Andi dan anaknya. dengan cepat pengawal menarik mereka untuk naik ke mobil lain yang telah di siapkan.


Andi dan anaknya langsung naik. Azizah jadi pucat melihat ke adaan demikian. Mereka pun dengan cepat pengawal melajukan mobil ke luar bandara.


" Pa... " Ucap Anrez melihat wajah papanya sedikit menahan kesal.


"Nanti papa ceritakan. yang penting sekarang kita sampai dulu di rumah." Jawab Andi yang tak mau menjelaskan sekarang. takut ada pelacak di mobil.


Azizah menggenggam tangan suaminya. tubuhnya gemetar. Andi yang merasakan ketakutan dari istrinya. ia memeluk istrinya. karena ia duduk berdua di belakang.


Mobik yang di bawa pengawal sangat kencang. kebetulan hari masih pagi. Jadi pengawal bisa membawa mobil seperti pembalap.


"Maaf pak. mobil bapak sudah di urus oleh Asisten bapak. dan mungkin ia akan diminta untuk menjadi saksi. kalau itu mobil beliau." Jawab sang pengawal yang dapat kabar dari temannya yang tinggal di bandara mengurus mob yang di tabrak tadi.

__ADS_1


"Hm. .nggak apa. Oh ya. minta Pak Jo ke rumah setelah kembali dari kantor polisi." Ucap Andi tegas.


Di persimpangan jalan. ada insiden lagi. ada pohon yang tumbang. padahal tidak ada badai. tapi kenapa ada pohon tumbang ke jalan.


"Maaf pak. Ada mobil yang menunggu di seberang. dan saya akan bantu bapak menyeberang. bapak tenang saja sudah ada yang menunggu." Ucap pengawal. karena ada pesan masuk ke handphone pengawal.


"Baiklah. kalian berdua hati-hati. Dan jangan sampai terpisah." Ucap Andi mengingatkan.


"Bang." Lirih Azizah yang masih di dengar Anrez.


"Tenanglah. ada aku yang melindungi mu." Anrez menggenggam tangan istrinya. ia menarik tangan dan tubuh istrinya, agar turun searah dengannya.


Dengan bantuan pengawal yang sudah siap. ketiganya pindah dengan tubuh agak membungkuk. agar tidak langsung kena tembakan jika ada.


Benar saja.. Suara tembakan terdengar dari balik semak. Andi meminta kedua anaknya berlari menuju mobil yang ada di balik pohon yang tumbang.


Andi ingat dengan Ransel yang ia bawa tadi. sebab Jackson berkesan agar jangan di lepas. apapun yang terjadi. Untung pas saat turun ia dengan sigap mengambil ranselnya dan sudah ada di punggungnya.


Mereka naik ke mobil dalam ke adaan aman. ternyata sopir turun dan ikut menembak ke arah. seperti ada Adu tembak. Apa yang terjadi sebenarnya.


Anrez langsung masuk ke depan dan menarik istrinya. Andi melihat anaknya yang sudah duduk di belakang stir langsung duduk di belakang. ia menyiapkan pistol. sebab ia yang baru ahli. Ada motor yang menyelip mereka. Anrez berusaha menghindar.


Tinggal mereka bertiga. sementara Rumahnya tinggal masuk kompleknya. saat mobil mau masuk Gang komplek. ada lagi moti yang seolah menghalangi. Namun Anrez dengan cekatan menghindar, hingga ada benturan sedikit mengenai pagar rumah di simpang komplek.


Benturan membuat penghuni rumah keluar yang tak lain adalah rumah pak RT. satpam komplek pun terkejut. karena masih pagi.


" Eh siapa.. itu.!" Ucap Pak Satpam dan berlari keluar komplek. Akhirnya mereka selamat.


Azizah sudah menggigil tubuhnya. bergetar menahan takut.Andi membuka kaca spion. dan di anggukan pak satpam.


"Oh Pak Andi. silahkan pak. saya kira tadi siapa.." Ucap Pak Satpam hormat. Karena Meraka sangat tahu keluarga Andi yang dermawan.


Andi memanggil satpam." Yayat. tolong bilang sama pak RT. untuk menambah anggota Satpam. sepertinya komplek sedang tidak aman. barusan ada yang sedang mengejar saya sampai depan komplek. dan larang tamu masuk sebelum yang punya tamu konfirmasi." Ucap Andi membuat satpam tadi takut.


"Baik pak. eh itu pak RT keluar pak Andi. apa perlu bapak bicara." Ucap Satpam, karena merasa ucap Andi penting.


"Oh. nanti saya temui pak RT. titip pesan ya. Dan bawa sekalian cctv untuk kejadian tadi." Ucap Andi yang cukup di segani komplek sana.


Komplek tersebut cukup aman bagi penghuninya. Karena tidak semua orang yang bisa masuk. di tambah lagi kejadian tadi. Andi selalu menyiapkan dana untuk satpam komplek. dan selalu keluarganya yang menggajinya. Makanya satpam dan RT di komplek tersebut segan.


Anrez kemudian memelankan mobilnya. menuju rumahnya. ia tidak mau membuat ke gaduhan.

__ADS_1


__ADS_2