
Paginya setelah berkemas-kemas, Siswa pun berkumpul untuk pengarahan sebelum pulang. setelah semuanya siap, mereka pun Anik ke bus masing-masing.
Kali ini. Roger tidak naik motor. Karena Andi sudah mengirim mobil kembali. agar anaknya langsung pulang dengan Roger.
Andi sudah mengabari anaknya. kalau harus pulang dengan Roger. Ratu pun terpaksa mengikuti kemauan papanya yang tidak mau di bantah.
"Gimana tidurnya semalam.?"Tanya Roger menghilangkan suasana sepi semenjak kepulangan mereka.
"Baik." Jawab Ratu singkat. Roger terdiam. dia hanya fokus pada jalanan.
"Kenapa papa minta saya pulang dengan Abang.?" Tanya Ratu kesal. ia kan mau pulang dengan temannya.
"Mana saya tahu. tiba-tiba disaat saya bangun sudah ada mobil yang di antar sopir kamu." Jawab Roger apa adanya
"Kebiasaan. papa selalu saja ngasasin aku. aku kan sudah gede, ngapain juga nasi di kawal kayak anak TK saja." Ucap Ratu ngedumel.
Roger tertawa melihat Ratu yang misuh- misuh- nggak jelas
"Kenapa Om tertawa."Ledek Ratu jengkel.
Roger yang tertawa langsung terdiam, dia menatap Gadis yang duduk di sebelahnya sekilas.
"Fokus Om" Kesal Ratu lagi.
"Kesalnya sama papanya.? kok di balas sama aku. kenapa sih kok panggil aku Om. emang aku setua itu." Tanya Roger serius
"Iya Bang Om." Ledek Ratu. ia memang melampiaskan ke kesalannya pada Roger. Entah kenapa rasanya ia puas jika ia lampiaskan pada Roger.
"Eh. di cubit. panggil aku Om lagi. atau mau aku cium gitu." Ucap Roger tanpa sadar
Ratu dengan cepat menutup mulutnya. membuat Roger tertawa puas. " Ha..ha.. baru di omongin saja kamu sudah pucat. gimana mau melakukannya" Goda Roger membuat Ratu mengawas diri.
"Kenapa wajah mu pucat gitu. emang aku senekat itu ya, bisa di gorok tuh leher aku oleh papa mu." Jawab Roger membuat Ratu tenang
"Kenapa Om. ngomong aku kamu gitu." Tanya Ratu tak mengerti.
"Kan nggak ada salahnya. untuk PDKT." Jawab Roger santai. membuat Ratu mengernyit kan keningnya.
"Jangan bilang Om. jatuh cinta sama saya.?" Tebak Ratu asal. sebab sikap Roger dari malam sangat aneh.
"Emang nggak boleh aku jatuh cinta sama kamu. toh papa mu merestui." Jawab Roger tersenyum.
Ratu terpaku. apa maksud pengawalnya ini. apakah papanya menjodohkannya dengan cowok kaku ini. eh sudah mulai cai sih. Pikir Ratu menatap sekilas Roger.
"Jangan terlalu lama menatap ku. takutnya kamu jatuh cinta." Ucap Roger membuat Ratu menutup mulutnya.
__ADS_1
"Narsis amat nih cowok." Lirih Ratu yang masi di dengar Roger.
"Nggak apalah Narsis sama calon." Jawab Roger tak mau kalah. ia sangat bahagia saat ini. menggoda Ratu sepanjang jalan.Sedangkan Ratu diam tak berkutik. rasanya saat ini ia akan melabrak papanya yang konyol.
masak papa menjodohkan aku dengan lelaki macam ini. udah lah kaku. tua lagi. ia kan masih anak sekolahan.pijur Ratu berbicara sendiri dalam hatinya. ia menatap keluar jendela.
"Kita istirahat sebentar dan makan siang dulu. setelah sholat baru kita berangkat lagi" Ucap Roger. karena dari tadi Ratu hanya diam saja.
Tiba di sebuah restoran. Roger mengajak Ratu masuk dan makan siang. Andi menelpon Roger.
"Halo pak." ucap Roger setelah mengucapkan salam.
"Ger. kalian sampai dimana?" Tanya Andi yang penasaran. saat ia istirahat.
"Oh. ini pak. kita istirahat dulu makan dan Sholat, setelah itu lanjutkan perjalanan."jawab Roger apa adanya
"Gimana Ratu!" Tanya Andi yang tak melihat anaknya dekat Roger
"Oh. tadi katanya ke toilet sebentar pak." Jawab Roger yang menyadari Ratu cukup lama di toilet.
Roger pun jalan. menuju toilet,di depan toilet Ratu di hadang dua cowok. Roger langsung mendekat.
"Siapa dia dek. apa dia temanmu.?" Tanya Roger yang tak mau salah paham.
"Ng.. nggak." Jawab Ratu gagu.
"Eh. kamu siapa? main peluk saja. dia itu milik kami.!" Ancam Lelaki tersebut menyeringai.
"Maaf! jangan salah paham. dia calon istri saya. kami sedang mencari tempat makan yang romantis.permisi." Ucap Roger memandu Ratu yang sudah pucat.
Lelaki tersebut menyerang Roger tiba-tiba dengan sebuah pisau. dengan cepat Roger yang menyadari gelagat lelaki tersebut pun menghindar. ia tak ingin terjadi keributan di restoran orang
"Maaf. ini bukan urusan anda. sekarang baiknya anda pergi. kalau tidak saya akan lapor polisi. jika menganggu kenyamanan orang." Ancam Roger. kedua lelaki tersebut pun pergi. namun ia masih mengepalkan tinjunya yang di pahami Roger
Yang penting saat ini. ia harus membuat Ragu tenang dulu. ia pun mengajak Ratu masuk untuk makan.
Ratu yang masih takut, seleranya pun hilang. Roger yang menyadari hal tersebut membungkus makanan tersebut. lebih baik nanti mereka makan saat di mobil.
Roger memberi kabar pada temannya. kalau ia butuh pengawalan, karena Ratu sedang di ancam. dan jangan dulu bilang sama Andi. takut nanti Andi dan Anisa makin cemas.
Namun. apapun tidak bisa di sembunyikan. Bahkan Jackson yang lebih tahu dulu. ia mengamuk tahu anaknya sedang tidak aman. Jackson pun menghubungi temannya yang ada di daerah Bogor. Kar na saat ini Ratu di kawasan Bogor.
Tak lama. Roger dapat telpon langsung dari Jackson. " Halo pak" Ucap Roger sedikit gugup
Kirim posisi kalian. ada anak buah teman saya yang mengawal kalian pulang" Ucap Jackson tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Ya pak" Roger pun mengirimkan lokasinya pada Jackson. Roger tidak takut jika dia di hadang. namun ia takut d Ngan ke adaan Ratu yang masih trauma.
Hingga dua orang yang berpakaian Rapi mendatangi mereka berdua. " apa kita langsung berangkat pak?" Tanya salah satu orang yang mendekati Roger setelah memberi kode. kalau orang tersebut adalah suruhan Jackson.
Karena kalau Jackson mengirim suruhan selalu menggunakan kode yang sama pada orang suruhannya.
"Baiklah. Oh ya kamu nanti mau sholat dulu. apakah ada mesjid yang dekat dari sini.?" Tanya Roger pada dua orang tersebut.
" Ada. beberapa meter dari sini. yok!" Ajak salah satu.
Roger pun merangkul Ratu yang mulai agak tenang. wajahnya tidak sepucat tadi. Roger menggandeng tangan Ratu. Ratu yang masih takut membiarkan Roger memegang tangannya.
Benar saja. beberapa meter dari sana. Mereka ounsampai di mesjid. Ratu diam membisu saat ia sampai di depan mesjid
"Yok. turun! kita sholat dulu di sini." Ucap Roger yang membukakan pintu.
Ratu menatap Roger dengan ragu. "Nanti aku temani ke depan WC. tapi aku tak berani masuk ya." Goda Roger untuk mencairkan suasana hati Ratu yang kacau
Ia hanya mengangguk. dan melangkah ke arah kamar mandi. Roger minta izin sama para ibuk yang ada dua orang di sana. untuk mengantar Istri ke kamar kecil.
"Maaf ya buk. saya ngantar istri ke kamar kecil. istri saya trauma saat kami akan di culik tadi." Ucap Roger ambigu Dan di percaya ibuk- ibuk tersebut.
"Aduh Eneng. sayang sekali suaminya. udah ganteng sayang lagi. ibuk jadi cemburu."Goda ibuk- ibuk dan disenyumi Ratu sekilas.
Ratu pun masuk ke dalam WC. yang sebelumnya di periksa Roger. barulah Ratu masuk. Roger menunggu di depan pintu masuk. takut di tuduh ngintip.
Setelah selesai. ia pun berwudhu karena Ratu sudah masuk ke dalam mesjid. dan di minta dua bodyguard tadi mengawasi Ratu sholat.
Setelah Sholat. mereka pun berangkat dan masih di kawal oleh dua bodyguard tersebut. baru beberapa meter, ada sebuah mobil menghadang mereka.
Ternyata. Bus yang mereka tumpangi pun ada di depan depan mereka. apa yang sebenarnya terjadi. padahal busnya berangkat lebih dulu dari mereka.
Ratu pun menelpon Voni." Vin. ada apa? apa yang terjadi.?" Tanya Ratu heran dan cemas.
"Mobil kita kempes. banyak paku yang berserakan dan sekarang kamu lagi di ganggu oleh preman sini." Ucap Voni. merubah panggilan ke PC.
Roger yang melihat keadaan demikian. melalui telpon Ratu, langsung menelpon Jackson.
"Kenapa. kalian aman.?" Tanya Jackson tanpa basa basi. kalau suasana genting.
Roger pun menceritakan kejadian sebenarnya. Jackson sangat kesal. masih saja anak muda yang kurang kerjaan.
Ia pun menelpon polisi yang kebetulan temannya. tak lama, mobil polisi pun merubah suasana jadi panik geng motor pengganggu tersebut
Ada yang terbirit-birit lari dengan motornya. tapi beberapa orang yang tertangkap. karena masih dalam bus. menjarah siswa di bus. kar na panik.akhir tertangkap
__ADS_1
Andi sudah di beritahu. Dia pun langsung ke lokasi. ia tidak mau terjadi apa-apa pada anaknya.
Sopir dan kenek segera mengganti ban mobil mereka. dan dua guru di panggil sebagai saksi. atas kejadian ini.