Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Mengobati Rindu


__ADS_3

Edo bahagia, ternyata Zainab sudah di terima keluarganya sebelum ia memperkenalkannya pada orang tuanya. ini semua berkat Anisa istri dari sahabatnya Andi.


Padahal ia kesal bahkan sempat marah pada Anisa, karena Zainab berubah setelah berbicara dengannya. ternyata itu semua drama untuk menguji keseriusannya.


Edo pun menelpon Andi. karena ia tidak punya nomor Anisa." Ada apa kamu menelpon ku. apakah hubungan mu tidak di restui." Ledek Andi yang baru mengangkat telepon Edo


" Justru itu. aku mau menelpon Anisa, tapi aku tidak punya nomornya." Jawab Edo tidak kalah ketusnya.


" Eh ngapain kamu mencari istri ku..?" Tanya Andi dengan nada tinggi.


Edo terkekeh. " Aku mau ucapkan terimakasih. Karena telah membantu aku minta restu sama kedua orangtuaku. tanpa sepengetahuan ku." Sarkas Edo yang tidak tahan dengan keposesifan Andi.


" Oh. sebentar aku panggilkan. istri ku lagi sama anak-anak." Andi pun berjalan keluar. ternyata ia lagi di ruang kerja.


Edo menyadari. walau Andi ketus ternyata ia masih mau membantu padahal lagi kerja. " Makasih bro. bangun kalian berdua. sebenarnya aku mau ucapkan terimakasih pas saat di sana. namun aku nggak tahan. karena aku sangat kagum dan terharu pada kalian." Ucap Edo, walau Andi tidak menjawab, namun ia yakin kalau Andi masih mendengarkan. sebab telpon tidak di tutup.


" Sayang. ada telpon dari calon Zainab." ucap Andi. ia tidak menyebutkan nama Edo hanya dengan samaran. Edo kembali terkekeh.


" Halo. Assalamualaikum. ada apa Edo. apa Zainab di tolak.?" Tanya Anisa seolah tidak mengetahuinya.


" Waalaikumsalam. terimakasih Nis. kamu dah bantu aku. meyakinkan orang tuaku. Kalian datang ya. Seperti kita akan nikah siap lebaran. karena papa mama tidak yakin dengan kami berdua.takut khilaf. kata mereka " Ucap Edo yang polos


Andi malah terkekeh. ia meledek dengan suara yang masih jauh. " Tentu saja papa mama mau ragu. karena mereka tau anaknya sudah kebelet kawin." Ucap Andi yang malah dapat cubitan dari Anisa.


" Sakit sayang. kenapa aku di cubit.?" R ngek Andi.


" Makanya ngomong tuh di dokter dikit Napa. nanti kedengaran anak-anak.


" Anak yang di seberang sana sudah besar sayang. bahkan udah nggak tahan mau kawin." Ucap Andi lagi dengan suara manjanya.


Edo sempat kaget. Andi yang biasa kalem. bisa se gitu manjanya sama istrinya. Ah benar pusing.


" Eh. kalian kalau bermesraan. sana, terdengar sama aku yang masih suci dari godaan." Ucap Edo. Andi makin terkekeh.


" Suci dari debu. Ah. papa dan mama mau saja yang baru pertama lihat sudah bisa membaca pikiran mu. yang banyak setan nya. gaya lu suci " Ledek Andi yang mendengar keluhan Edo.


" Dasar sobat somplak. Udah jangan lupa datang. nanti aku kiriman undangannya. lewat email lu. sekali lagi makasih untuk kalian berdua.terutama Anisa yang cantik. assalamualaikum Anisa cantik." Goda Edo di akhir ucapannya. Ia sengaja menggida Anisa, agar Andi kesal di seberang sana sebagai tanda pembalasannya.


" Oi. sobat gila. godain istri ku. awas lu." Umpat Andi. Edo segera mematikan telponnya.Yang membuat Andi uring-uringan sendiri jadinya.

__ADS_1


Anisa santai saja. ia tahu Edo sengaja memanasi suaminya. ia pun berlalu dari hadapan suaminya yang ngedumel sendiri karena kesal. Ulah Edo yang usil


*****


Tak terasa. satu bulan penuh umat Islam melaksanakan Puasa. Hari kemenangan yang di tunggu umat Islam sangat di tunggu-tunggu


Semua sibuk di pagi ini. memakai baju lebaran. apalagi anak-anak. mereka heboh sekali di pagi ini.


" Bund. pasangkan jilbab aku. " Rengek Xena yang masuk ke kamar bundanya.


" Oh. sini nak." Ajak Faby pada anaknya. Xena melihat ayahnya yang santai di sofa, merasa heran.


Jackson yang masih santai duduk di sofa. ia sedang duduk di temani cemilan dan segelas minuman teh hangat.


Xena menghampiri ayahnya. " Ayah nggak pergi lebaran?" Tanya Xena menyelidik.


" Ayah ikut. kenapa?" Tanya balik Jackson pada anaknya.


" Kok belum pakai baju Koko. papa Andi sudah siap di ruang keluarga." Jawab Xena.


" Oh. ayah cepat makainya. kalau gitu Ayah keluar dulu ya. pakai jilbab yang cantik ya " Ucap Jackson mencium pipi membuka anaknya.


Xena memang dekat dengan Andi dan Anisa. namun ia tahu mana orang tua kandungnya. hanya saja kalau urusan lainnya. Xena dan saudara yang lain. selalu mengutamakan keduanya.


" Makasih. Anak Ayah yang manis." Jackson pun keluar menenteng sendiri minuman dan cemilannya.


" Bund. aku mau jilbab yang kayak gini bund." Ucap Xena melihatkan model jilbab di handphone.


" Oh. sini bunda coba ya." Jawab Feby pada gadis kecilnya itu.


Cantika dan Ratu sudah selesai. keduanya anggun dengan penampilan syar'i hari lebaran ini.


" HM. Cantik sekali anak-anak papa." Puji Andi pada kedua ABG tersebut.


" Iya ya bang. tidak terasa. mereka berdua Uda seperti ratu beneran." Puji Jackson tak kalah main.


Keduanya sangat romantis pada keluarganya. namun jika cerita hal bisnis. sangat cool dan kaku. Makanya karena terlalu kaku. sering candaannya jadi garing.


" Ayah sama papa bisa aja deh." Ucap Cantik malu-malu.

__ADS_1


" Iya. kalau bokap kita nih kalau becanda garing juga ya Can." Ucap Ratu memuji balik.


"Ha..ha ..." tawa keduanya.


" Ada apa sih. bahagia sekali.?" Tanya Anisa yang baru selesai dandan.


" Biasa lah ma. tuh gadis mama kayak princess aja." Jawab Andi menunjuk dengan mulutnya


" Aku juga princess papa." Sela Xena yang sudah selesai.


" Waw.. princess yang satu makin waw." Puji Jackson. Ia sangat suka lihat Xena pakai jilbab. seperti maminya. Ia masih bisa mengingat wajah maminya.


" Kamu mirip sekali dengan Oma. maminya Ayah. Sini ayah mau peluk. ayah kangen sama oma." Puji Jackson melihat wajah anaknya. terobati rasa rindunya pada maminya.


Feby terharu melihat interaksi Xena dengan ayahnya. Xena memang mirip sekali dengan Mami suaminya.


Tak lama. ada panggilan dari Pak Frans. dan cepat Jackson mengangkatnya.


" Halo Assalamualaikum Pi. apa kabar di sana.?" Tanya Jackson yang melihat wajah ngantuk papinya. Di Indonesia sudah jam 6 pagi. sementara di Jerman masih jam 1 malam.


" Waalaikumsalam. wah. semuanya sudah siap ya pergi lebaran Mo.." Ucapan Pak Frans di potong Jackson.


" Maaf lahir bathin Pi.."


" Opa kapan kembali ke sini." Tanya Xena melihat wajah opanya


Pak Frans tercenung. ia terpaku melihat wajah Xena. yang sangat mirip dengan m ndiang istrinya.


" Opa.." Seru Xena yang kesal di diamin.


" Eh. oh.. Opa usahakan secepatnya ya. Terobati rindu opa nak sama oma mu." Lirih Pak Frans.


Semua yang mendengarkan pun terharu. kecuali Xena ia belum paham. Tiba Viona datang membuyarkan kesedihan mereka.


" Eh. udah siap. ayok nanti kita telat." Seru Viona yang tidak tahu keadaan.


" Pi. nanti kita sambung lagi. nanti kita telat.". Ucap Jackson pada papinya yang terlihat muram di sana.


" Iya.. Jackson kamu fotoin Xena ya. banyak-banyak." Ucapnya sendu

__ADS_1


" Ya pi. jaga kesehatan papi. kami tunggu papi di pernikahan Edo dan Zainab." Ucap Jackson dan memberi salam untuk menutupi percakapan mereka.


__ADS_2