
Hari ini adalah Resepsi pernikahan Andi dan Anisa. Yang diadakan di hotel milik mereka. sebelah kantor.
Anisa berpenampilan anggun sekali. walau kandungannya sudah masuk bulan ke empat. namun tubuhnya yang kecil. tidak menampakan perutnya. karena gaunnya yang cantik dan mewah.
Pesta berlangsung sangat meriah. Semua rekan bisnis datang dan undangan lainnya. baik teman serta guru SMA Andi juga hadir.
Makanan yang di pesan dari kafenya,jadi kafenya tutup selama pesta,khusus melayani makanan yang di sediakan untuk tamu undangan. bahkan sate milik Andi juga tidak ketinggalan.Menunya lengkap. Jadi semuanya bisa menikmatinya.
Handoko dan Felisha sangat sibuk melayani tamu mereka. Begitu juga dengan Feby. ia juga mengundang teman kampusnya. Mantannya pun datang. ia mendekati Feby berusaha merayu. namun Jakson siap mengawal.
" Hai bung.. sopan sedikit. ini bukan acara anda. " Bentak Jakson saat tangan mantan pacar Feby ingin memeluknya dari belakang.
Feby terkejut saat ia di tarik Jakson. dan di dapatinnya mantan pacarnya yang berdiri tak jauh dengan sobatnya yang tak lain Vani dan Hans.
" Oh kalian. silahkan menikmati pestanya. maaf saya sapa yang lain ya. silahkan nikmati jamuan nya.." Ucap Feby cuek. Ia memang mengundang semua teman seangkatan nya. Setelah ber basa-basi dengan temannya. ia pun pergi menemui mamanya.
Feby pun pindah ke tempat lain. yang juga diikuti Jakson." Ngapain ngikutin aku.. " Jawab Feby ketus.
" Hm.. jadi maunya di peluk mantan pacar..? " Tanya Jakson menyelidik.
" Ih emang aku nggak waras, peluk-peluk segala sama dia yang nggak jelas." Jawab Feby. Jakson tersenyum mendengat jawaban Feby.
Feby mendekati mamanya. yang kebetulan berdiri dengan istri para pengusaha." Wah Felisha cantik sekali putri anda. apakah sudah punya pasangan..? " Tanya seorang wanita yang seusia Felisha.
Felisha menoleh ke arah Feby dan juga ada Jakson di dekatnya." Oh sudah... ada pemiliknya. tuh yang di sampingnya, mungkin tak lama lagi menyusul kakaknya.." Jawab Felisha membuat Jakson dan Feby terbatuk-batuk bersamaan.
Muka Feby merah padam menahan malu. ia tak menyangka mamanya dengan enteng menjawabnya.
" Oh.. pasangan serasi.. kamu pandai memilih menantu Felisha." Jawab Wanita tersebut.
Feby memegang tangan mamanya. agar menjauh dari mereka. Namun Felisha tak menggubrisnya, ia tahu Feby memprotes.
Saat acara inti. Handoko dan keluarga naik ke panggung berdiri dekat kedua mempelai.
Handoko memperkenalkan anggota keluarga nya. satu persatu.
" Hadirin undangan yang saya hormati, Terima kasih sudah menghadiri pesta anak kami ini. Andi Wijayanto. dengan Anisa Harun saat ini Resepsinya. pernikahannya sudah berlangsung beberapa bulan yang lalu. Yang akan melanjutkan bisnis papa saya Pak Wijaya. yang dibantu Jakson. Dan kami juga mengucapkan terimakasih atas ucapan belasungkawa pada saat papa saya wafat." Ucap Handoko yang agak sendu mengingat kepergian papa yang mendadak.
Handoko juga mengenalkan putrinya yang bernama Feby. ia memanggil Jakson untuk naik ke panggung. Semua mata melihatnya. karena selama ini pengusaha tersebut tahu sepak terjang Jakson mendampingi Tuan Wijaya yang terkenal dingin jika menghadapi musuh. Hingga orang tidak mampu berkutik.
" Perkenalkan. kalian tahu siapa Jakson. nah hari ini saya umumkan. kalau hari ini. kami juga akan mengadakan pertunangan anak kami Feby dan juga Jakson." Ucap Handoko.
Anisa dan Andi tersenyum melihat ke kagetan keduanya. Feby berdiri mematung. sementara Jakson tidak mampu berkata. ia tidak menyangka Pak Handoko secepat ini memberikan ia kesempatan untuk jadi mantu nya.
"Silahkan nak Jakson. ini pasangkan pada putri kami Feby.." Ucap Felisha menyerahkan sebuah cincin yang telah di persiapan kan nya. Feby bingung. jika ia mundur. itu memalukan keluarga nya. jika ia maju. dia tidak mencintai pria tersebut. karena mereka selalu bertengkar saat bersama. intinya. ia yang selalu marah nggak jelas pada Jakson.
Jakson mengambil cincin dan memakaikan nya pada Feby. Begitu sebaliknya. Feby sangat canggung saat ia memegang tangan Jakson.
" Tangan mu dingin baby " lirih Jakson yang tidak di dengar yang lain. Feby melotot mendengar ucapan Jakson yang memanggilnya baby. mukanya merah padam. ada rasa kesal. benci marah rasanya ia ingin mencakar muka Jakson jika tidak di depan umum.
Suara tepuk tangan membuyarkan lamunan Feby. Ia berdiri di samping Anisa yang di ikuti Jakson.
Anisa menggoda mereka berdua.' Hm happy calon pengantin.." Goda Anisa. namun dapat cubitan dari Feby.
" Terimakasih kak. bantuannya. " Ucap Jakson dan Feby menoleh melihat Anisa yang cengengesan.
" Waduh... oh jadi kakak ipar ku yang cantik merencanakan ini.." Ucap Feby lirih yang masih di dengan Jakson dan Andi.
" Hai. jangan mengancam istri ku.." Jawab Andi menoleh adiknya.
Feby menjulurkan lidahnya kesal. pesta berlangsung meriah. hingga acara pemberian selamat pada pengantin.
Saat tamu memberikan selamat pada pengantin. yang juga di dampingi kedua orang tua. serta calon pengantin baru.
" Selamat ya Buk Anisa dan pak Andi. moga bahagia selalu menjalani Bahtera Rumah Tangga." Ucap Pak Burhan sang kepsek.
" Terima Kasih pak.. " Jawab Anisa dan Andi bersamaan.
Sampai semua undangan hampir habis. memberikan selamat. Tiba giliran temannya yang datang memberi selamat. " Pak Bos.. dan Buk Bos selamat ya. moga langgeng sampai kakek nenek.. " Ucap rombongan KafeAAN yang di wakilkan ucapannya lewat Roby dan Boby.
Andi memukul ke duanya. Apa pekerjaan kalian sudah beres. udah keluyuran saja." Tanya Andi sok marah.
" Tenang aja pak Bos. semuanya sudah beres." Jawab Roby semangat.
__ADS_1
" Awas saja kalau nanti ada yang ngadu. makanan kalian ..,.. ::Ancam Andi.
Semuanya tertawa kecuali Roby dan Boby
sebab jika ada kesalahan, tentu mereka berdua yang jadi sasaran.
Pesta pernikahan berjalan dengan baik tampa ada gangguan yang berarti, sebab Jakson selalu siap dalam hal ini, walau tadinya ada seorang wanita yang entah apa maksud dan tujuannya, tiba-tiba dia marah-marah sama bagian resepsinya. di awal pesta. Ia tidak bisa masuk karena undangannya tidak sesuai.
Flasback.
Seorang wanita yang berpakaian menor, Tiba-tiba marah dengan resepsionis. sebab undangannya yang tidak bisa terbaca oleh komputer. jadi wanita itu protes.
"Eh.. apa maksud kalian. ini kan hotel yang ada tertera di undangan. gimana nggak betul..! " Hardik wanita **** tersebut pada resepsionis.
" Benar mbak. tapi acaranya bukan ini mbak. coba mbak lihat undangannya...? " Tanya Resepsionis berusaha sabar.
" Apa maksudmu... nggak becus nggak usah kerja..! " Teriaknya lagi. hingga tamu yang antri di belakangnya agak terkendala ulah wanita tersebut.
Untung waktu itu. Jakson masih di luar, melihat tamu penting yang akan masuk. ia pun mendekati Resepsionis.
' Ada apa mbak? Kenapa macet begini. kasihan di sana masih banyak antrian.? " Tanya Jakson penuh selidik melihat wanita yang pakaian menor di dekatnya.
" Maaf Tuan. mbak ini salah undangan, tapi dia ngotot mau masuk juga.. " Jawab Resepsionis agak gugup. Karena ia tahu siapa Jakson.
" Apa kamu bilang, saya salah masuk. kamu tuh yang bodoh. ini kan undangan di hotel ini tertera. apa masih ada hotel merek yang sama? "Tanya Wanita itu meninggi.
Jakson memperhatikan wanita tersebut. . " Apakah saya boleh melihatnya mbak? " Tanya Jakson lunak.
wanita tersebut memberikan undangannya kasar. Jakson pun mengambilnya. keningnya berkerut saat melihat undangannya.
" Mbak nggak salah hotel.. " Ucap Jakson yang belum sampai.
" Nah benar kan.. saya nggak salah! " Jawabnya ketus melihat resepsionis dengan bangga.
" Mbak bisa diam nggak. kalau nggak mau diam saya panggil Satpam...! Ancam Jakson menatap tajam.
Wanita tersebut terkejut melihat ekspresi Jakson yang seolah memakannya. semua yang ada di sana agak tersentak ngeri.
Wanita tersebut mengambil undangan dan memperhatikan nya. benar.. ia salah hari. dengan malu dan takut ia pergi meninggalkan tempat tersebut.
" Maaf bapak ibu semua.. atas ketidak nyamanan ini.. " ucap Jakson hormat pada undangan yang dari tadi antri menunggu giliran masuk. Karena tertahan oleh wanita tersebut.
Jakson pergi ke dalam. dengan hati yang kesal." Wanita gila... " gumamnya. hingga ia akhirnya masuk mendekati Feby yang kebetulan di dekati mantannya.
# Flashback.
Acara selesai menjelang magrib, awalnya sampai ashar. namun karena banyaknya tamu. hingga terlewat beberapa jam.
Anisa merasa lelah. karena tubuhnya sudah berbadan dua. Andi yang memperhatikan istrinya yang kelelahan dengan spontan menggendong istrinya ke kamar hotel yang telah di sediakan.
Anisa yang tidak bisa berbuat apa-apa karena memang lelah. ia pasrah saat suaminya menggendongnya.
" Makasih suamiku." Goda Anisa saat ia sampai di kamar.
" Hm.. tidurlah. atau aku gantikan dulu bajunya ini. biar nyaman tidurnya..? " Tanya Andi pada istrinya.
Anisa mengangguk. ia benar tidak kuat lagi untuk melakukan aktivitas. Dengan cekatan Andi menggantikan baju istrinya yang sebelumnya di lap dengan air hangat.
" Istirahat lah.. masih ada waktu setengah jam untuk magrib.. " Ucap Andi lembut. Tampa jawaban Anisa pun tertidur.
Andi melihat istrinya yang sudah tertidur ia pun pergi ke kamar mandi. untuk merilekskan tubuhnya.
Setelah rapi ia menelpon Jakson agar menemuinya. Tak lama ada bunyi ketukan pintu di kamarnya. Karena kamar mereka berdekatan.
Andi membuka pintu kamarnya pelan. ia keluar dengan hari-hati agar istrinya tidak terbangun.
" Ada apa bang.?" Tanya Jakson menunduk.
Andi memukul bahu Jakson dengan keras, hingga ia terkejut. dan spontan melihat ke arah Andi yang malah cengengesan.
" Eh lu tuh bentar lagi . mau jadi ipar gue. tapi masih sungkan kayak gitu. santai bro.." Ucap Andi tersenyum.
" Eh maaf. belum terbiasa.. " Jawab Jakson gugup.
__ADS_1
" Oh ya Jak.. Aku mau ngambil kuliah online aja. dan tolong bantu saya daftarkan di Unisba saja. saya mau ambil kuliah hukum aja dulu. karena saya masih kurang paham dengan hukum.. Lagi pula saya sudah memindahkan beasiswa saya pada yang berhak karena saya nggak mungkin kan meninggalkan istri saya dengan kondisi sekarang." Ucap Andi serius.
Jakson menganggukkan kepalanya." Baik bang. Abang begitu mencintai mbak Nisa dari dulu.. baiklah. kalau begitu tahu beres saja." Ucap Jakson memberi semangat.
" Ok. Terima Jak. kamu juga jaga adik saya, jika kamu macam-macam, awas saya potong tuh senjata.." Ucap Andi tegas. Dengan spontan Jakson memegang senjata nya saat mau pergi.
" Ih. ngeri. habis dong masa depan gue.. " Keluhnya bergidik ngeri.
Andi melihat dari jauh, tersenyum. karena ia tahu siapa Jakson. makanya ia percayakan adiknya yang cukup manja. mungkin karena ia cuman adik satu-satunya. begitu juga kakek selalu memanjakannya. kadang Feby sering bersikap ceroboh.
Anisa terbangun saat Andi kembali masuk ke kamar."Eh udah bangun sayang.. " Andi mendekat dan mencium pipi istrinya lembut.
" Hm.. darimana.. kok dari luar..? " Tanya Anisa menyelidik.
Andi tersenyum membelai rambut istrinya lembut. " Bertemu Jakson. " Jawabnya singkat. Pandangan nya tak lepas dari wajah istrinya yang agak berisi.
Anisa merasa terganggu dengan pandangan suaminya. " Ada apa sih. kok lihatnya gitu amat? " Protes Nisa.
" Istri sendiri yang di lihat kan dapat pahala. kecuali kalau istri orang baru dosa.." Goda Andi mencubit pipi istrinya lembut. ia gemes sekali.
" Sakit tau... sana.. ganggu aja.. " Kesal Anisa.
Andi meraih tubuh istrinya yang akan beranjak." Jangan pergi. biar begini sebentar. jadi merusaknya.." Bisik Andi lembut memeluk istrinya yang berada di pangkuannya.
Anisa diam terpaku. sebenarnya ia pun bahagia jika selalu di pelukan suaminya. jika Andi jauh malah ia merasa khawatir dan rindu. entah kenapa. semenjak hamil ia selalu manja dan ingin terus di peluk suaminya. Makanya ia selalu jutek agar suaminya membujuknya. Ia tersenyum mendengar jawaban suaminya.
" Kenapa senyum-senyum gitu.. aku tahu suami mu ini ganteng maksimal tidak ada bandingannya..? " Goda Andi. ia melihat istrinya tersenyum di pantulan kaca.
" Siapa yang senyum , percaya diri banget suamiku ini.. " Jawab Anisa memutar tubuhnya.
Andi mencium bibir istrinya lembut." Kita sholat jamaah dan makan. apa istri ku kuat untuk makan ke bawah. atau kita pesan saja ke sini.? " Tanya Andi yang memainkan rambut istrinya.
Anisa nampak berpikir." Kita ke bawah aja ya sayang.. aku pengen lihat reaksi Feby.." Jawab Anisa antusias.
" Ok.. istri ku ini senang banget usahanya berhasil.. " Ucap Andi menggendong istrinya ke kamar mandi.
Setelah sholat. mereka berdua pun turun. Anisa melihat keluarga nya dan juga keluarga suaminya sedang bercanda.
" Eh pengantin baru sudah bangun. " Ucap Feby menggoda.
" Ah kami bukan pengantin baru lagi. tuh kalian berdua yang bakal pengantin baru.." Goda Anisa.
Feby merenggut manja. " Ma.. lihat tuh kakak ipar senang banget memojokkan aku." Ucap Feby mencari dukungan.
" Benar tuh kata mantu mama. kalian berdua harus siap-siap.. " Jawab Felisha bahagia.
" Maksud mama..? " Tanya Feby terkejut.
" Bulan depan kita ke London. Kami sudah menyiapkan untuk kalian. jadi pesta kali ini kita adakan di London masalahnya eyang mu nggak bisa jalan jauh lagi. makanya mama ingin adakan di sana. Jakson setuju dan semuanya." Jawaban Felisha membuat kepala Feby pusing.
" Secepat itu kah ma. a...ku kan be lum... " Jawab Feby terbata-bata.
" Kamu nggak usah pikirkan adik ipar. yang penting Jakson mencintai mu. besok pelan-pelan akan cinta juga.. " Goda Anisa yang dapatkan cubitan dari Feby yang duduk di sebelah nya.
" Sakit sayang.... " Adu Anisa pada suaminya.
" Eh kamu ngapain sakitin istri kakak.." Ucap Andi sok membela.
" Habis istri kakak tuh nyebelin. aku belum mau nikah cepat..! "Jawab Feby. jawaban Feby membuat Jakson menunduk sedih.
(mungkin Feby membencinya. Karena kalau di bandingkan. mereka berdua sangat jauh berbeda. Kalau tidak berkat jasa Tuan Wijaya. mungkin ia sudah jadi gembel di jalanan) Pikir Jakson sedih.
Andi yang melihat kesedihan Jakson pun memberi semangat. " Apa kamu mau Jakson di ambil orang.? Jakson tuh banyak yang mau, di kantor para cewek-cewek pada antri berebut mau mendapatkan Jakson. nah kamu nggak cantik amat malah manja. berani menolaknya. apa nggak menyesal..? " Goda Andi.
Jakson terpaku dengar jawaban Andi. " Abang mengetahuinya..? " Tanya Jakson bengong.
" Ha... ha.. santai bro. jangan bengong kayak gitu. tahu lah..oh ya gimana adik ku yang manis. mau menolak atau lanjutkan..? " Tanya Andi serius.
Handoko menengahi pertikaian tersebut. "Begini saja. Gimana kalian berdua bicara dulu dari hati ke hati. ini menyangkut masa depan kalian. masalah pernikahan bisa kita tunda dulu. lagian masih separoh jalan. Dan papa sudah tahu kalau Jakson mencintai putri papa. tapi yang papa mau putri papa ini nggak merasa terpaksa. besok kita sambung lagi.. " Ucap Handoko tenang.
Semuanya terdiam dan melanjutkan makan. karena hari sudah makin malam perdebatan tersebut bisa di amankan Handoko.
#Jangan lupa like dan komentar nya ya#
__ADS_1