
Andi langsung. memesan tiket yang di bantu Jackson. Rencana yang akan ke Panti di batalkan. karena ada hal yang lebih penting. Anisa lupa kalau ia punya janji dengan Aishah kalau mereka akan datang.
" Sudah jam 9 malam. kayaknya mereka nggak bisa datang." Ucap Buk Aishah pada Hani
Hani merasa bersalah. karena telah memberikan harapan palsu pada ibu Aishah dan adik-adik nya.
" Maaf ya bu.." Ucap Hani sedih.
Buk Panti pun hanya tersenyum." Mungkin ada yang lebih penting nak. Sekarang kamu istirahat lah.
Namun terdengar suara ketukan dari luar. Hani dan bu Aishah saling pandang. Akhirnya mereka berdua keluar karena pintu kembali di ketuk diiringi salam.
Setelah pintu terbuka. betapa terkejutnya mereka berdua.Ada Jackson di depan mereka. Buk Aishah serentak dengan Hani melihat kebelakang Jackson.
" Yang lain tidak bisa datang bu. ada kejadian yang berbahaya menimpa anak kami Anrez,. dan Bang Andi harus menyelesaikannya.
"Anrez.. ' Lirih Hani. Ada rasa kecewa namun ia juga cemas. Kenapa kebetulan sekali.
" Apakah kejadiannya di Jerman nak Jackson..? " Tanya bu panti penasaran.
Jackson mengangguk bingung. ' Kenapa ibu tahu..? " Tanya Jackson heran.
Bu Aishah pun terduduk di lantai. yang akhirnya di bantu Jackson pindah ke kursi. bu Panti merasa sangat sedih.
" Ada apa bu. darimana ibu tahu berita ini.? " Tanyanya setelah Hani memberikan air minum pada buk panti.
" Tentu saja. kakaknya Hani kuliah di sana. dia dapat beasiswa. dan baru berangkat beberapa minggu yang lalu. tadi kami di WA. kalau ia dan teman-temannya di sekap." Cerita nya.
" Jadi. ah....! Anrez juga, di sekap bu. makanya, Bang Andi langsung ke sana malam ini. Ada apa sebenarnya.
*****
Sementara Anisa sangat kesal dengan ulah Bayu sahabat kecilnya tersebut. " Mas.. Apakah mereka aman saja..? " Tanya Anisa pada suaminya. yang duduk di sebelahnya.
Awalnya Andi akan naik pesawat umum. namun Anisa kekeh ingin ikut, makanya Andi terpaksa makai pesawat Jet. Karena sudah lama, semenjak kepergian Ayahnya tidak pernah ia pakai lagi. Selain hanya di sewakan.
Waktu yang di tempuh begitu terasa lama. membuat Anisa makin gusar. " Sabar ya sayang. aku sellau pantau mereka." Ucap Andi menenangkan.
*****
Di Jerman. di kantin tempat Anrez dan teman-temannya kuliah. masih dalam ketakutan. Muka Anrez sudah lebam
Karena di siksa rombongan Bayu. Sebab mereka berusaha melawan.
Bambang merasa kasihan melihatnya. apalagi Edo. ia sangat merasa bersalah. ia tidak tahu kejadiannya seperti ini. saat ia sedang sibuk kuliah. dan mendapat kabar kalau ada mahasiswa sedang di Sandra.
Semua mahasiswa yang di kantin dekat kampus tersebut. tentu jadi sasaran mereka. sudah dari pagi mereka di sekap. tak ada satu pun pergerakan yang boleh di lakukan. hingga Anrez di bawanya ke depan.
__ADS_1
" Maaf kan aku An. Aku lengah tidak terduga. hal ini terjadi." Lirih Edo. Saat ia memberitahu kan sahabatnya tersebut.
Karena tidak banyak yang berjilbab mahasiswa di sana. hingga perhatian penyandera tidak terlalu fokus pada mereka termasuk Azizah. Yang kebetulan duduk bersama temannya.
Kantin tersebut bersebelahan dengan kampus. tempatnya luas, adem dan sering di gunakan untuk nongkrong dan bahkan kerja kelompok. karena ada gazebo nya. sedangkan kantin dalam kampus sangat berisik. hanya untuk ngobrol dan belanja saja bisa.
Makanya Azizah sempat memberikan pesan pada bu Aishah. bahkan ia sempat mengirim pesan pada orang yang telah memberinya beasiswa. Pak Frans. Orang tuanya Jackson. Karena beliau menetap di Jerman semenjak kepergian istrinya.
Pak Frans. yang mendapatkan kabar dari Azizah. langsung ke lokasi bersama dengan anak buahnya.
Suasana kantin di luar kampus sangat heboh. karena ada keluarga beliau yang sedang di Sandra di dalam.
Banyak polisi yang sudah mengepung lokasi. namun belum ada pergerakkan. Karena di lihat dari jauh ada beberapa mahasiswa yang dekat dengan penyanderaan termasuk Anrez.
" Anrez. saya tahu orang tuamu tajir. jika sampai pagi. ibumu tidak hadir. maka tamat riwayatmu dan juga semuanya." Hardik penyandera yang berdiri di depan. Semua orang tidak bisa mengenalnya. karena penyandera memakai topeng.
Anrez hanya diam. Karena tidak semua yang tahu apa maksud penyandera. sebab penyandera memakai bahasa Indonesia.
Menjelang malam. Para penyandera pun istirahat. mereka memberitahu kalau besok pagi akan di bakarnya tempat tersebut.
Edo mendapat pesan dari Andi. kalau beliau sudah datang bersama istrinya. Tentu ia sangat senang. Edo menunggunya. Sebab ia masih fokus kondisi di dalam. Hingga ia pun tak beranjak dari tempatnya. takut terjadi apa-apa dengan anak sahabatnya tersebut.
Pak Frans meminta Azizah untuk mundur perlahan. izin ke toilet begitu. namun Azizah bilang. kalau yang di Sandra di depan juga orang Indonesia. Jadi Pak Frans terkejut.
" Berapa orang di sana Azizah.." Pesan Pak Frans lagi.
" 12 mahasiswa. 6 karyawan kantin yang ada di sini. dan ada 13 orang pengunjung umum." Pesan Azizah.
" Oh. berapa orang penyandera." Tanya pesan Pak Frans lagi.
Azizah kembali menghitung. " Yang ada di sini 7 orang pakai senjata. di dalam tidak tahu. " Jawab pesannya lagi.
Pak Frans tersenyum. ia sudah memperhitungkan strateginya. Sudah saatnya ia akan menyelamatkan.
Ia pun mendekati anak buahnya. entah apa yang di bicarakan. orang ada di dekatnya tidak mengerti. Tapi Edo paham. Ia pun mendekat.
" Halo Pak. apakah anak bapak juga ada di dalam sana..? " Tanya Edo penasaran.
Pak Frans yang mendengar pertanyaan seseorang yang menggunakan bahasa Indonesia tentu agak kaget. ia memperhatikan orang di depannya.
" Ada anak sahabatku yang di Sandra. tuh yang di di depan." Tunjuk Edo. Pak Frans pun paham.
" Oh.. kalau begitu. kita akan bekerja sama. Kenalkan nama saya Frans." Ucap Pak Frans memperkenalkan diri.
" tunggu..! " Ucap Seorang yang baru datang. Edo sangat senang. sahabatnya datang pada saat yang tepat.
Pak Frans menatap kedatangan Andi dan Anisa. " Dia sahabat ku. krang tua anak yang di Sandra.." Ucap Edo memberi tahu.
__ADS_1
Pak Frans pun tersenyum. " Baiklah. saya cukup tahu lokasi di sini." Pak Frans oun menceritakan rencana nya.
Anisa tidak fokus. ia berusaha mengintip ke arah dalam kantin. Ia meminta Edo untuk membantu melihat ke arah lokasi Sandra.
Andi yang fokus dengan rencana Pak Frans tentu tidak memperhatikan istrinya yang menarik Edo. untuk membantunya menunjukan lokasi.
" Dimana anak ku..? " Tanya Anisa antusias.
Edo mengerti maksud Anisa tidak bisa berbuat banyak. ia tidak ingin membuat kesalahan dia kali. ia membujuk Anisa agar tidak gegabah.
" Maaf kan saya sebelumnya. yang tidak menjaga amanat kalian. namun saya harap kita tunggu rencana mereka." Tunjuk Edo pada orang sedang berkumpul tersebut. Anisa pun setuju. Akhirnya Anisa pasrah.
Semuanya telah siap. Azizah yang ada di dalam diminta untuk ke toilet.Karena Azizah bukan sasarannya. Azizah pun di izinkan.
Awalnya Azizah sangat takut. karena salah seorang Sandra mengantar nya ke toilet. Anrez yang melihat pergerakan gadis tersebut ia tersenyum. mungkin ada rencana gadis tersebut.
Ia terus memperhatikan gadis tersebut. hingga saat akan menghilang. Azizah memberi kode untuk tiarap. dengan cepat Anrez tiarap dan tak lupa menarik temannya yang ada di sana untuk tiarap. Hingga bunyi tembakan berbunyi.
Suasana jadi panik. orang-orang pada berlarian. Para Sandra jadi panik. Anrez mengambil kesempatan untuk sembunyi di balik meja yang agak tertutup.
Azizah dengan cepat masuk ke toilet. sedangkan Bambang yang bengong dengan suasana hanya duduk termangu di dekat dinding.
Anak buah Andi dan Pak Frans. yang di bantu polisi meringkus semuanya. tinggal yang ada di pantry. karena para karyawan pantry masih ada du sana.
Namun para karyawan yang di pantry tidak habis akal. dengan bantuan alat masak. mereka bisa melawan penyandera. Hingga terkapar.
" Mampus lu.." Ucap pegawai kantin. Mereka lari keluar.
Suasana berbalik. sekarang penyandera yang di kepung polisi serta anak buah Andi dan pak Frans.
Anisa dan Andi pun muncul. membuat Bayu terkejut. perkiraan nya besok menjelang pagi mereka sampai. Tapi nyatanya sekarang sudah datang.
" Halo pak Bayu. apa kabar..? " Tanya Andi menatap wajah Bayu yang sudah terkapar. karena tembakan.
" Kau.. sialan.." Ucapan menggertak kan giginya.
"Ha.. ha.. kau punya nyali juga pak. obsesi mu terlalu berlebihan. saya tidak menyangka. selama ini bapak menghilang jauh kesini. hanya untuk ini.? " Ledek Andi. Membuat Bayu makin kesal.
" Tunggu pembalasan saya selanjutnya. Dan Kau juga Anisa.. Ancamnya. Andi makin tertawa.
Ia pun memegang kerah bajunya Bayu. namun di lerai Pak Frans. " Jangan kotori tangan Anda dengan manusia pengecut seperti ini." Ucap tegas Pak Frans.
Andi pun melepaskan tangannya. membuat Bayu tersenyum mengejek." Kenapa. kau takut penjara bersama ku..? " Ledek Bayu memberi komentar.
Anisa menggosok punggung suaminya." Biarlah kita serahkan pada Pak Frans sesuai kesepakatan kira. ayok kita cari Anrez." sarkas Anisa yang tidak memperhatikan Bayu sedikit pun
" Kenapa kau tak mau melihatku Anisa.. ini semua karena mu.. " Suara lantang Bayu mampu menarik perhatian semua orang.
__ADS_1
Namun Anisa diam saja. ia bahkan tak memperdulikannya. Ia terus berjalan memanggil anaknya. hingga ia melihat Anrez yang duduk di balik meja. Tak jauh tempatnya berdiri.