
Feby sekarang sudah di rumah paska melahirkan, dan Andi sudah pesan pada ketiga bocah tersebut. jangan sampai bercerita tentang opa mereka.
Felisha, tidak kuat lama-lama dengan Feby, karena ia takut keceplosan. Dia beralasan, badan kurang enak setelah menjaganya di rumah sakit.
Felisha mengurung diri di kamar, Anisa yang selalu mendampingi mertuanya, ia sebenarnya nggak kuat melihat wanita yang di depannya. Sudah tiga hari tidak berselera makan atau pun tidur. menangis tampa suara membuat dada terasa sesak. Hingga ia meminta suaminya untuk membawa anak mereka ke pantai.
" Sayang.. dalam kondisi begini, kenapa masih ingat liburan..? " Tanya Andi bingung.
Anisa mendekati suaminya yang selalu protes sedangkan belum di jelaskan alasannya. " Dengar dulu alasan ku mas. Mama sebenarnya tertekan, untuk menghilangkan beban di dada nya, ia butuh tempat untuk menyalurkannya yaitu berteriak sekencang nya. tempatnya di pantai.." Anisa menjelaskan.
Andi paham apa yang di maksud istrinya. Ia pun meminta anaknya membujuk oma ikut.
awalnya Felisha tidak mau, namun Anisa menjelaskan. ia pun mengikuti saran menantunya.
****
Sampai di pantai, anak -anak langsung main air. kedua cucu perempuan nya Ratu dan Cantika membujuk oma agar ikutan.
"Ma. ikutlah mereka, mama coba berteriak sekencang nya, agar hati mama lepas." Ucap Anisa membimbing mertuanya ke pantai.
Felisha pun mengikuti saran menantunya.. ada sedikit lega di hatinya. tidak seberat awalnya.
__ADS_1
*****
Hari berganti hari dan sekarang sudah tiga bulan tidak ada kabar tentang suaminya. Felisha sangat terpukul.
Feby pun mengetahui setelah satu bulan sesudahnya. ia sampai histeris. namun Anisa menasehati adik iparnya, agar sabar. karena jika ia terlalu larut dengan kesedihan. ASI nya tidak lancar nantinya.
Andi merasakan tanggung jawabnya makin berat. Dia termenung balkon kamarnya. saat ini hari sudah menunjukan menjelang subuh.
Anisa yang sudah kebiasaan bangun sebelum subuh, ia pun bangkit. Namun ia tak melihat suaminya di sampingnya.
Ia melihat di kamar mandi tidak ada, dia bergegas turun ke lantai bawah tidak ada. Ia pun kembali ke atas. mungkin di kamar anak mereka. Tapi nihil.
Andi kaget dengan sikap istrinya. Ia pun membalas pelukan nya dan mencium kepala nya dengan hangat.
" Aku takut sekali mas.. " Lirih Anisa.
Andi melepaskan pelukan dan memegang kedua pipi istrinya. Takut..? " Tanya Andi bingung.
" Aku takut kamu kenapa-kenapa, di saat kondisi seperti ini. aku tidak bisa sendiri menghadapi ini semuanya.. " Anisa tersedu-sedu di pelukan suaminya.
" Kita hadapi semua bersama. mereka semua membutuhkan kita, Jackson yang biasanya di andalkan. karena merasa bersalah, sering tidak fokus di kantor. aku merasakan beban ku tambah berat setelah kepergian kakek. Hingga membuatku susah tidur beberapa hari ini.." Jawab Andi sendu.
__ADS_1
" Kita sholat yuk mas. kita serahkan semua pada Allah, biar kita di beri kekuatan." Anisa menguatkan suaminya.
****
Setelah mengetahui keadaan Handoko papa mereka, banyak wartawan yang datang silih berganti mencari informasi kebenarannya.
" Jackson.. kita harus bicara.. " Ajak Andi tegas.
Jackson pun mengikuti kakak iparnya tersebut ke ruang kerja. Baru ia masuk, Andi menariknya paksa dan meninjunya tepat di perutnya.
" Aku tak mengenal Jackson yang tangguh. tapi lembek. kau tidak tahu, anak mu sudah dua. mereka butuh dukungan dan Ayah yang kuat dan bisa di andalkan nya. Tapi apa..? kau mengecewakan kami semua..! " Hardik Andi.
Karena Andi juga butuh pelampiasan. makanya satunya begini lah.
Jackson yang mendapat pukulan dan cercaan Andi menjadi terkejut. ia pun tertunduk dan menangis. lama ia tak menangis. Andi yang memperhatikan ia keluar dan meninggal kan Jackson sendiri.
" Kau menangis lah di sini sepuas mu di sini. tapi setelah itu.. kau selesai kan semua tanggung jawab mu. ingat itu. jika tidak, aku akan mengusir mu lagi.." Ucap Andi dan berlalu.
Jackson terduduk di lantai. ia menangis sejati. " Maaf.! aku telah mengecewakan kalian. rasa bersalah ku membuat aku lemah. walau aku sadari semuanya takdir. tapi aku lemah.. maaf.. kan aku pa. kakek.. beri aku kekuatan. agar aku kembali berdiri tegak.. " raung Jackson.
Kebetulan ruangnya kedap suara. jadi Jackson bisa melampiaskan kesedihan nya di situ.
__ADS_1