
Setelah pembicaraan serius tersebut. Anrez pun pamit pada ayahnya untuk jemput Azizah. Karena ia sudah dapat pesan dari istrinya kalau ia hampir selesai jam kuliahnya.
"Yah. aku pamit dulu ya. jemput Zah ke kampus." Ucap Anrez mencium tangan ayahnya.
"Hati-hati ya nak." Ucap Jackson menasehati anaknya.
Anrez mengangguk dan pergi meninggalkan kantor Ayahnya. Ia cepat naik ke mobilnya takut nanti istrinya lama menunggunya.
Azizah sudah keluar dari ruangannya. ia pun menunggu di parkiran di temani temannya yang juga sedang menunggu kekasihnya yang berjanji akan menjemputnya. karena ia akan makan siang karena waktu istirahat kantor.
"Hai Zah. nunggu Anrez ya ?" Tanya Zulfa sahabatnya yang juga sejurusan dengannya namun dia orang Malaysia sama dengan Tante Zainab.
"Hai Zulfa. ia aku menunggu Suamiku. Kamu nunggu siapa Fa.?" Tanya balik Azizah tersenyum.
"Aku menunggu pacar. yah baru beberapa hari ini." Ucap Zulfa malu.
"Oh. selamat. Oh ya itu sepertinya suami sudah datang. nggak apa kan aku tinggal.?" Tanya Azizah tidak enak.
"Oh. nggak apa. Kata pacar aku sudah hampir sampai. dan itu dia." Tunjuk Zulfa pada seseorang yang memakai motor yang masih pakai helmnya.
Azizah melihat ke arah orang yang di tunjuk Zulfa. Anrez yang baru datang merasa heran pada pandangan istrinya, ia pun melihat ke arah pandangan Azizah. Alangkah terkejutnya Azizah dan Anrez yang melihat wajah orang yang di tunjuk Zulfa.
__ADS_1
"Bambang." Lirih Azizah bengong. begitu juga dengan Anrez dan Bambang saling pandang.
"Apakah pacar mu Bambang.?" Tanya Azizah meyakinkan dirinya.
Zulfa mengangguk malu. wajahnya merah menahan malu. Sedangkan Bambang malah kikuk ketahuan dengan Anrez dan Azizah.
Anrez langsung mendekati sahabatnya dan memukul lengan pemuda tersebut." Sialan lu. sejak kapan kamu punya pacar.Kamu hutang cerita pada ku?" Kesal Anrez pada Bambang. padahal tadi mereka berangkat bareng tapi Bambang tidak bercerita.
Bambang menunduk malu. ia tertangkap basah ketahuan keduanya. Ia pun mendekati sang kekasih yang berdiri dekat Azizah.
"Kenal kan ini Zulfa pacarku. kami baru jadian beberapa hari ini " Ucap Bambang memperkenalkan pacarnya lada kedua orang tersebut.
Zulfa pun tersenyum dan menyalami Anrez. kalau sama Azizah ia sudah tahu. Anrez terpaksa menerima uluran tangan Zulfa, karena Azizah sudah melorotkan matanya saat ia lama mengambil salam kenal Zulfa.
Azizah hanya mengangguk. Bambang pun akhirnya setuju, mereka mencari tempat makan yang tidak terlalu jauh dari kampus. agar Bambang bisa kembali lagi saat setelah mengantar pacarnya pulang ke asrama.
Anrez dan Azizah dengan mobil sedangkan Bambang bersama Zulfa dengan motor. mereka duluan sebagai pemandu.
"Aku tak nyangka kalau akhirnya Bambang sudah punya pacar. padahal awalnya dia bilang belum mikir ke sana." Ucap Anrez yang masih agak kesal.
"Mungkin waktu ngomong belum ketemu yang di hatinya. maka ia ngomong gitu, buktinya sekarang ia sudah punya pacar."Jawab Azizah yang tidak membela siapapun.
__ADS_1
Anrez pun mengangguk. ucapan istrinya memang benar. " Apa pertemuan mereka ada sangkut pautnya dengan Tante Zainab.?" Ucap Anrez agak meninggi membuat Azizah kaget. Ia menatap suaminya yang berbicara agak keras.
"Mas. aku jadi kaget." Lirih Azizah memegang dadanya yang agak deg-degan, saking kagetnya.
"Oh. maaf, bukan maksudku mengangetkan mu dek. mas hanya agak syok gitu." Jawab Anrez memegang tangan istrinya dengan tangan yang kosong satu.
"Nggak apa mas. sepertinya mereka berhenti di kafe depan." Ucap Azizah dan turun setelah mobil di berhentikan suaminya.
Azizah mendekati Zulfa yang sudah turun dari mobil suaminya.
Anrez pun memarkirkan mobilnya dan menyusul istri dan sahabatnya yang sudah masuk dalam kafe.
Anrez pun duduk di samping istrinya dan bersebelahan dengan Bambang. Zulfa masih malu. la masih malu, pandangannya pun sering menunduk.
"Beb. mau makan apa?" Tanya Bambang pada pacarnya.Anrez melongo mendengar ucapan sahabat nya.
"Aduh. ini bucin banget nih. parah deh." Ucap Anrez geleng-geleng kepala.
"HM! mau bagaimana, aku nggak mau kalah deh dengan kalian yang selalu malu-malu.
Anrez memukul lengan sobat nya lagi. " Apa ayah tahu dengan hubungan kalian?" Tanya Anrez yang cukup khawatir
__ADS_1
Bambang menggelengkan kepalanya. ia belum mengenalkan calon istri. "Belum. kami masih baru, lagian kami belum bicara tentang pernikahan." terang melambaikan tangan Bambang.