
Anrez dan Azizah pun berdiri berhadapan untuk memasangkan cincin pertunangan. Namun pak RT membuat gaduh.
" Pak Andi. kalau boleh saya usul, kenapa nggak di nikahkan saja langsung. biar Andi dan Bu Anisa lebih aman dan tenang." Usul pak RT yang membuat kedua pasangan yang akan bertunangan tersebut melotot.
" Nggak mau.!" Ucap Anrez keras.
Semua mata melihat ke arahnya. Karena ia belum sanggup menjadi suami. ia masih ingin fokus kuliah, mencapai cita-citanya.
" Kami akan menjaga jarak. bahkan kami usahakan tidak bertemu, jika itu membuat Om dan Tante khawatir. Banyak mimpi yang akan kamu raih." Ucap Azizah tenang.
Andi tersenyum. ia ingat saat meminang istrinya. selalu menghindar, dan banyak alasannya. Namun saat terdesak ia akan pasrah.
Andi dan Anisa pun berbisik." Bagaimana sayang. apa perlu.?" Tanya Andi pada Anisa.
" Menurut mas gimana.?" Tanya Anisa balik. Ia santai saja, dan tidak khawatir malah. membuat Andi yakin. Tiba-tiba ia makin melebarkan senyumnya.
" Baiklah. kalian berdua tidak ada halangan untuk mencapai cita-cita. bahkan bisa sekalian mencapai cinta.Idenya pak RT saya rasa bagus. cukup nikah siri saja. belum resmi. Jika kalian kilaf tidak dosa jatuhnya." Ucap Andi. Anrez melorotkan matanya pada papanya.
" Pa. apa-apaan nih. aku belum siap jika di beri tanggungjawab sebagai suami. tolong pa. cukup tunangan saja dulu. tolong di mengerti." Ucap Anrez memohon.
" Ya Om. aku takut membuat kalian kecewa. jika putus tunangan tidak seberat bercerai." Jawab Azizah. Anrez merasa tertohok mendengar jawaban Azizah. Seolah ia lelaki bejat.
" Begini. Kalian di nikahkan bukan berarti kalian di kekang. jika kalian belum siap, nggak masalah.Kalian bebas kok mau ngapain, tidak perlu terbebani oleh tanggung jawab." Ucap Anisa menasehati.
__ADS_1
Ia memperhatikan keduanya, anak dan calon menantunya."ikatan ini hanya sebagai wanti- wanti. Andai kan kalian berdua khilaf. Tidak dosa, jika kalian berdua bisa jaga diri, nggak masalah. kalau tanggung jawab, kamu cukup hanya menjaga Azizah saja. masalah nafkah Zahir itu biar kami yang tanggung dulu sampai kamu siap ya nak." Ucap Anisa tersenyum.
Suasana jadi heboh. bisik-bisik. Anrez menjauh ke taman belakang. hatinya kesal pikiran sangat kacau.
Anisa mengikuti anaknya.ia duduk di sebelah anaknya di bangku taman belakang." Nak. kami bukan bermaksud jahat. jika orang sudah meragukan kita buktikan, kalau kalian bisa menjaga diri. ini hanya sebagai status sayang. dan jangan membebani pikiran mu." Nasehat Anisa.
" Tapi ma. aku belum siap!" Ucap Anrez sendu.
Anisa memeluk anaknya."memang cukup sulit menerima keadaan kalau mendadak.Mama dan papa juga begitu dulunya. Tapi kami selalu belajar, untuk saling mengerti. Bahkan kamu tahu kan kisah kita dulu, yang sempat tidak di percaya papamu.?" Tanya Anisa. Anrez ingat saat mamanya lari bersama Ratu dan Ayah Jackson.
" Ya ma. tapi ini kan beda ma. kami Sama-sama masih muda. kami belum pengalaman sama sekali. aku takut takut mengecewakan kalian berdua." Lirih Anrez.
" Anisa menggenggam kedua tangan anaknya. "Intinya kalian berdua terbuka. tidak ada yang di tutupi, walau berat. kalau kamu masih keberatan untuk tinggal bersama. nggak apa, nanti kami atur. ada Opa Frans di sana nak, tidak mungkin membiarkan kalian berdua." Ucap Anisa panjang lebar.
" Ma. Beri kami waktu, jika memang kamu berbuat yang di luar batas. aku siap menikahkannya. Tapi tolong sekarang cukup tunangan saja dulu ma. bantu aku menjelekkan pada papa ma." Mohon Anrez pada mamanya.
" Tidak usah bermohon pada mama mau. apa susahnya. hanya mengucapkan ijab Qabul. kamu tetap tinggal bersama Azizah dan juga Bambang yang mengawasi. Kan ada tiga kamar. Karena Om Edo akan keluar dari apartemen tersebut." Jawab Andi yang tidak bisa di bantah.
Andi hanya pasrah. karena di depan juga telah di siapkan acara pernikahan. kedua calon pengantin tidak bisa berkutik lagi. Karena orang tua Azizah tidak ada. jadi wali nikahnya pak KUA itu sendiri.
Menurut ajaran Islam. Jika orang tua laki-laki perempuan tidak ada. maka wali nikahnya di serahkan pada wali hakim. Dan apabila perempuan yang hendak menikah dan tidak bisa didampingi oleh ayah kandungnya bisa memakai wali nasab. Wali ini didasarkan pada ikatan darah menurut ukuran terdekat dari calon mempelai. Wali nasab dapat menggantikan posisi wali nikah jika ayah kandung mempelai perempuan berhalangan hadir.
Namun karena Azizah anak panti, sudah jelas kalau ia belum tahu siapa orang tuanya. apakah masih hidup atau belum. dan sudah pasti tidak ada wali Nasab.
__ADS_1
Azizah menggenggam tangan Bu Aisyah, tangannya sangat dingin." Bun. aku takut." Lirih Azizah.
" Jangan takut nak. mungkin ini sudah jalannya Allah. kita hanya mampu menjalaninya. Bunda pun tidak perlu cemas lagi. karena sudah ada suami mu yang menjaga." Ucap Bu Aisyah menguatkan.
" Tapi Bun. aku belum siap, aku takut dosa." keluh Azizah.
Bu Aisyah menatap wajah anak angkatnya itu dengan intens.,
" Tiada yang bisa percaya. awal kehadiran kita ke sini hanya silaturahmi. tapi malah menghadiri pernikahan mu. berarti Allah sudah mengatur semuanya nak. ingat. jadilah istri yang baik. tunaikan kewajiban mu, jika suami menuntut haknya. Namun jika tidak, kamu tidak dosa.lakukan saja kewajiban yang lain." Nasehat Bu Aisyah.
" Ingat syurga nya istri ada pada suami mu." Nasehatnya lagi.
Di antara keutamaan istri yang taat pada suami adalah akan dijamin masuk surga. Ini menunjukkan kewajiban besar istri pada suami adalah mentaati perintahnya. “Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854.)
Azizah mengangguk mengerti. Ia baru sedikit lega.Walau rasa cemas itu masih ada. Karena mengingat mereka belum saling kenal, belum mengetahui sifat masing-masing, takut salah.
Orang -orang pada sibuk. Setelah persiapan selesai. Pak KUA yang di tunggu pun datang.Andi dan Jackson langsung mendekati pak KUA yang di Carikan Jackson melalui anak buahnya.
" Selamat datang pak. maaf dadakan, ini karena anak-anak kami mau kuliah ke Jerman. rencana awal sih tunangan saja. namun ada tetua sini mengingatkan kami kalau di nikahkan agar tidak timbul dosa." Ucap Andi langsung. agar pak KUA tidak salah paham.
" Oh saya kira tadi karena apa." Senyum pak KUA yang di mengerti Andi dan Jackson.
" Oh. Alhamdulillah. kami sekeluarga masih bisa menjaga diri. dan karena itulah kami mengambil tindakan cepat, agar mereka tidak khilaf seperti anak zaman sekarang." Ucap tegas Jackson yang tersinggung dengan senyuman pak KUA.
__ADS_1
Pak KUA terkejut. ia mengangguk-angguk. dia belum kenal keluarga Andi. jadi dia hanya di bawa oleh seseorang yang ia kenal.