
Kini. kedua putri tersebut tumbuh dengan baik, lincah, cerewet dan agresif. Kedua orang tua mereka jadi kewalahan. Anka Anisa di beri nama Ratu Anwijaya. sedangkan anak Feby di beri nama Cantika Jakson Wijaya.
Andes yang sudah kelas 2 SD. namun sifatnya seperti orang dewasa, karena punya dua adik yang cerewet sudah TK.
Anisa dan Feby bergantian mengantar dan menjemput anak mereka. yang kebetulan TK dan SD yang bersebelahan. Mereka sengaja mengambil sekolah yang berdekatan. agar mengantar dan menjemput.
Namun sering Anisa yang menjemput. Karena sekarang Feby hamil muda masuk tiga bulan. ia sering muntah dan banyak malas. Anisa tidak keberatan untuk mengantar dan menjemput anaknya setiap hari.
**
Hari ini, Anisa menjemput anak-anak nya menggunakan Taxi, karena mobil di bawa mama Felisha ke rumah sakit periksa kandungan Feby.
Anisa sudah menjemput kedua putrinya. Anies yang melihat mobil Jakson yang lewat di depannya memberi kode berhenti. Jakson pun berhenti karena melihat Anrez.
" Belum pulang sayang, mama mu mana? " Tanya Jakson yang kebetulan lewat siap meeting.
" Mama ke kantor TK itu om. aku mau ke sana jemput adik-adik." Jawab Anrez.
" Oh kalau begitu kita tunggu aja mereka keluar.. " ucap Jakson. Anrez pun naik ke mobil.
Jakson menelpon Anisa, agar pulang bersamanya saja. dan Anrez sudah bersamanya. Anisa pun menyetujui.
Akhirnya mereka pulang bersama
kedua putri tersebut sangat heboh, Pa kita ke mall yuk. udah lama nggak ke sana.. " Ajak Cantika pada papanya.
" Iya om.. aku kangen Timezone." Ucap Ratu tak mau kalah.
" Abang gimana..? " Tanya Anisa pada anak laki-laki nya. karena ia tahu anak laki-laki nya sangat bijak tidak sesuai dengan umur.
" Ok mam. kita Let's Go demi adik-adik ku yang manis." Jawab Anrez semangat.
Akhirnya mereka ke mall, ketiga nya asyik main di Timezone. Anisa dan Jakson hanya melihat tersenyum. Tampa mereka sadari ada seseorang mengambil gambar mereka.
Setelah capek, ketiga nya minta makan. layaknya keluarga kecil. mereka bahagia sekali.
setelah sore mereka pun pulang dengan wajahnya yang berseri. ketiganya ketiduran sampai rumah.
Baru saja turun, Andi dan Feby berdiri di depan pintu dengan wajah yang menyeramkan. Anisa dan Jakson saling pandang.dan geleng-geleng kepala.
Anisa turun dari mobil sambil menggendong Ratu. Dan rencana masuk ke dalam, namun di hadang Andi dan Feby.
" Mas, maaf kami telat pulang.. karena.... " Ucapan Anisa terputus saat Andi melemparkan beberapa foto. sejak ia memeluk Jakson ke mall bertiga dulu. sampai kegiatannya mereka di mall tadi.
" Ini apa bang..? " Tanya Jakson yang heran.
" Kalian selingkuh. ada yang mengirimkan pada ku ke kantor. bahkan mengirimkan vidio kalian yang tertawa bersama seperti keluarga kecil bahagia.. " Jawab Andi dengan emosi.
Jakson mengambil foto tersebut. " Abang salah paham.. sebenarnya bukan seperti ini aslinya.." Jawab Jakson. Karena ada sebuah foto seolah Jakson mencium pipi Anisa.
Anisa menangis tersedu. air mata nya bercucuran. Feby pun memukul dada suaminya. " Kamu jahat... teganya pada ku. " ucap Feby dan pingsan.
Jakson hendak mengangkat tubuh istrinya. namun di larang Andi." Tidak usah kau menyentuh adik ku dengan tanpamu yang kotor. aku ragu apa Ratu benar anak ku..? " Ucap Andi yang membuat keduanya terkejut.
" Mas.. kau.. " Anisa menangis bersujud di kaki suaminya.
"Pergilah kalian. aku tidak mau melihat kalian bertiga.. Dan membawa Arnez yang masih tidur. serta Cantika" ucap Andi dan meninggalkan Anisa yang menahan tangis.
Jakson membawa Anisa keluar." Mbak kita pergi dulu. sepertinya ada yang salah paham. kita tenang diri dulu.." Ajak Jakson.
Anisa pun membenarkan, mungkin ini tidak waktu yang tepat. ia Harus sabar.. Saat mobil Jakson pergi. Felisha lari mengejar. Ia tak kuasa melihat kondisi rumah tangga anaknya. dan segera menelpon suaminya.
Handoko sangat marah mendengar kejadian tersebut dan langsung pulang ke Indonesia.
**
Setelah meletakan anaknya ke kasur. Andi masuk ke kamarnya. ia masuk kamar mandi. dan berteriak sejadinya.
" Nisa,......... kenapa kamu tega... kenapa... aku mencintai mu... tapi apa yang kau lakukan..." jerit Andi pilu.. Tubuhnya merosot ke lantai. ia tidak punya semangat. hatinya kecewa sekali. hingga tidak bisa berpikir jernih. Cemburu membuatnya lupa segalanya. Ia mengurung diri sampai malam.
Sedangkan Anisa di bawa Jakson ke hotel di mana tempat Anisa dan Andi malam pertama. Anisa yang minta. mungkin ini bisa mengobati hatinya yang terluka karena ketidak percaya an. Untung Ratu bisa di beri pengertian. hingga tenang saja.
Hari-hari di lalui mereka dengan sedih. Handoko berusaha mencari bukti dan membantu perusahaan. Karena Andi masih mengurung diri. Tubuhnya sudah kurus.
Anrez merasa iba dengan papa nya." Oma.. apa yang terjadi. kenapa papa mengurung diri. dan mama kemana sama adik Ratu dan Om Jakson.? " Tanya Anrez penasaran.
" Oh kamu masih kecil nak. suatu saat kamu pasti tahu. sekarang pergi sana sama Cantika. dia selalu sedih kehilangan Ratu dan Ayahnya." Jawab Felisha berusaha tersenyum.
Semuanya terluka dengan ke adaan ini. rumah yang biasanya penuh canda. bak kuburan. sunyi dan hanya air mata yang menghiasi.
__ADS_1
Jakson selalu membantu perusahaan lewat jauh. untung masih ada asistennya yang bisa di percaya.
Jakson setiap hari melihat anaknya. hingga suatu ketika. Anrez melihat Jakson sekilas. ia mengejar mobil Jakson hingga terjatuh. Jakson yang melihat dari kaca mobil berhenti saat mengetahui Anrez yang mengejar.
"Sayang.. oh sakit nak.. sini naik mobil om dulu. biar om obati." Ucap Jakson yang di anggukan Anrez.
Sampai di mobil, Anrez menangis sejadi-jadinya. Jakson membiarkannya. Karena Anrez sama seperti papa. ia tidak mau melihat kan air matanya pada orang lain selain keluarga nya.
Jakson membawa Anrez untuk makan. awalnya ia tidak mau. namun Jakson terus membujuknya untuk mengajak nya bertemu mama dan adiknya. makanya ia makan.
"Om. apakah benar papa dan mama cerai. begitu juga om dan Aunty? " Tanya Anrez sedih.
" Tidak nak. itu tidak mungkin. ada hal yang harus kami selesaikan. ini salah paham.. " Jawab Jakson memberi pengertian.
" Om. apa penyebabnya.. waktu itu kita bahagia bersama. tapi paginya. aku terbangun tidak ada adik Ratu dan Mama. Kenapa om? " Tanya Anrez penasaran.
Akhirnya Jakson menceritakan semuanya. Anrez pun tersenyum. Jakson melihatnya heran.
" Kamu kenapa tersenyum..? " Tanya Jakson heran.
" Orang dewasa kadang kala tidak bisa berpikiran bijak ya.! " Jawab Anrez dengan tenang.
Jakson mengerutkan keningnya. ia melihat wajah Anrez yang tenang seperti kakek Wijaya. Ia menggosok matanya. namun kembali melihat. senyum kakek Wijaya yang tenang tapi mematikan. Baru Jakson tersadar.
" Oh tahu.. kita pura-pura. om sebagai penculik dan minta tebusan harus papa yang menjemputmu.. " Jawab Jakson yang di acungkan jempol oleh Anrez.
Jakson memeluk Anrez kuat. ia tidak mengangkat. bocah ini menjelma sebagai kakek Wijaya. (Terimakasih Tuan) Lirih Jakson dalam hati.
Jakson pun akhirnya membawa Anrez menemui adik dan mamanya. Anisa dan Ratu yang melihat ke datangan Anrez mengejarnya.
" Abang Aan. kenapa lama menjemput kami.?" Tanya Ratu kesal.
Jakson mengedipkan matanya pada Anrez saat ia melihat Jakson. Anrez pun tersenyum.
" Habis sini kan jauh dik. harus pesan dulu tiket. dulu adik beruntung dapat tiga tiket sekali gus. nah kita tidak bisa dik. harus antri." Jawab Anrez.
Anisa dan Jakson tersenyum mendengar jawaban anaknya. Jakson menceritakan pada Anisa apa langkah mereka.
" Aku juga merasakan, Kalau Anrez jelmaan kakek. ia sangat bijak dengan adik-adiknya. ajalah sering mengalahkan kita orang tuanya." Ucap Anisa melihat kehebohan kedua anaknya.
" Iya mbak.. aku pun tersadar saat ia bilang. Orang dewasa kadang kala tidak bisa berpikiran bijak ya.. . Saat itu. saya melihat kakek yang bicara. persis seperti kakek Wijaya." Cerita Jakson.
Anisa tersenyum mendengar nya. sudah tiga bulan mereka berpisah, rasa rindu dengan keluarganya sangat tidak bisa ia bendung. kadang ia menangis saat sendiri.
Jakson ia pun menelpon Andi. mereka sudah sepakat sandiwara.awalnya Andi tidak mau mengangkat. karena ia sedang panik. sebab ia dapat kabar kalau anaknya di culik. Tapi akhirnya di angkat setelah panggilan ke tiga.
Jackson ( Hallo. apakah ini dengan pak Andi Wijaya)
Andi ( Ia saya sendiri. anda siapa..? " )
Jackson ( Apakah tuan kenal dengan suara anak ini.) Jakson meminta Andez teriak memanggil papanya.
Semua yang ada di rumah menjerit. karena Andi sengaja mengeraskan suara telpon nya biar bisa di dengar semua orang.
Anrez (Pa.. opa.. oma.. tolong aku... ) Teriak Anewz pura-pura.
Jakson ( Sudah. sana saya mau bicara dengan papa mu) Dan menendang kursi. seolah Anrwz yang di tendang. Andez pun teriak kesakitan
Anewz( Sakit om.. pa jemput aku pa..aku lapar..)
Andi ( Hai. kamu jangan kamu siksa anak saya. awas kamu. apa mau mu..)
Jakson ( Ah tidak banyak.. aku mau kamu menyerahkan tubuh mu untuk menggantikannya. karena saya kecewa sekali dengan mu. saya kecewa. karena tidak sesuai dengan perjanjian)
Andi ( baik. kirim lokasi kalian) Andi tampa memperdulikan dirinya. ia lebih mengutamakan anaknya. karena hanya ia harapannya.
Andi baru pagi tadi dapat informasi dari bawahannya. kalau foto tersebut hanya editan. Dan Jakson pun sudah mengetahuinya melalui asistennya.
Jakson dan Anrez tersenyum senang. kalau misi mereka berhasil. Jakson pun mengirimkan lokasinya.
Andi melihat lokasi yang di kirim sang penelpon mengerutkan keningnya. " Ada apa nak. apa yang akan kamu lakukan.. ? " Tanya Handoko penasaran.
" Pa. aku akan ke sana. seperti nya ada yang aneh.. " Jawab Andi
" Ini pa. lokasi Jakson juga di sini pa. ini tempat yang pernah aku datangi bersama Anisa." Jawab Andi. Handoko tersenyum.
" Kalau begitu papa juga ikut. sepertinya Jakson sudah tahu semuanya. papa yakin dengan anak itu. dia tidak pernah mengecewakan. namun kamu bertindak emosional. hingga kamu sendiri yang tersiksa. padahal papa sudah mengingatkan" Nasehat Handoko.
Andi pun mengangguk. ia baru sadar. karena cemburu ia telah tega meragukan istri dan anaknya. " Aku menyesal pa... aku baru menyadari. beberapa hati ini. aku selalu memimpikan Anisa dan Ratu. tapi keduanya mengacuhkan ku. malah mengejar Anrez." Jawab Andi sendu.
__ADS_1
" Ya sudah. ini udah sore. kita Haris ke sana." U all Handoko yang tegas. mereka pun menaiki mobil. Feby dan Felisha dan juga Cantika.
" Opa.. aku mau jemput Ratu dan ayah.. aku rindu mereka..hi..hi.... " Tangis Cantika pecah. Feby mengusap air mata anaknya
ia juga salah tidak mempercayai suami dan kakak iparnya. malah mengompori kakaknya Andi. Hingga mereka di usir.
Tak lama mereka sampai di tujuan. sedangkan Anisa, Jakson, Rayu dan terutama Andez. duduk santai ketika orang tua mereka menjemput.
Andi mendekati istrinya. Namun ia diam saja. tak bergeming. bahkan ia pura-pura tidak mengenalnya.
" Kamu siapa..? " Tanya Anisa dengan wajah bingung..
Andi menangis dan bersujud di kaki istrinya. Sementara Feby pun memeluk suaminya. Jakson tidak bisa pura-pura. karena ia yang menelpon. jadi dia hanya sebagai peran pembantu Nisa.
" Mbak Nisa semenjak keluar dari rumah. seperti itu bang. banyak diam. bahkan kadangkala ia tidak mengenal kami." u al Jakson meyakinkan.
Anisa berdiri. Andis berusaha menahannya." Menjauh lah. kamu siapa. suami ku itu pecemburu. jika ia melihatnya pasti kamu akan dibunuhnya.. " Ucap Anisa dengan mata menerawang.
Andi meraung melihat kondisi istrinya. Felisha dan Feby tak kalah heboh dan berpelukan. sedangkan anak-anak mereka di ajak Jakson makan di restoran dekat sana bersama Handoko.
" Aku senang biar Andi bisa mengontrol diri setelah ini. aku sangat setuju sekali. bahkan biar kan peran ini sampai besok. biar mereka tahu rasa.." Ucap Handoko yang mengetahui nya dari Jakson.
" Maaf pa. bukan maksud ku. ini semua ide bocah ini...! " Tunjuk Jakson yang tak mau di salahkan.
Sementara Anrez cuek saja makan bersama adik-adiknya sambil bercanda.
Handoko tersenyum melihat siapa Anrez.
" Sepertinya aku melihat papa di sikapnya Andez." Lirih Handoko.
" Benar pa. aku dan mbak Anisa juga kepikiran begitu. mungkin karena ke hamil anak mbak Nisa di ketahui setelah kepergian beliau. jadi ia seolah menjelma." Ucap Jakson yang di anggukan Handoko.
Akhirnya mereka pulang. Anisa tidak mau berdekatan dengan Andi. ia mau di peluk mama Felisha. Andi diam seperti patung. Di jalan Ratu banyak bercerita tentang hari-hari selama jauh. namun Jakson selalu memintakan tugas buat Ratu.
Jakson menemui guru Anak mereka. dan membuat cerita seolah Ratu menemani mamanya yang ada tugas di luar kota beberapa bulan. untuk itu ia minta tugas harian yang di jemput nya sekali seminggu
juga sekalian menjenguk anaknya.
Sampai di rumah. Anisa tidak mau tidur dengan suaminya. takut nanti suaminya salah paham dan cemburu. Andi tidak berbuat banyak. Anisa tidur berpelukan dengan putrinya. Walau sebenarnya ia rindu dengan suaminya. namun ia harus memberikan pelajaran pada suaminya. Agar tidak asal cemburu tampa mendengarkan dulu sebelum bertindak. ia harus memberikan pelajaran. Di balik kesabaran nya. tentu ia juga punya rasa kecewa dan kesal.
Saat tengah malam, Andi masuk ke kamar anaknya. ia melihat Anisa tidur berpelukan bersama ke dua anaknya. Biasanya Anrez, Ratu dan Cantika tidur sekamar, tapi beda kasur.
Andi ingin sekali memeluk mereka bertiga. namun tempatnya sempit. terpaksa ia duduk di di lantai bersimpuh du depan mereka. Sampai ia ketiduran.
Anisa yang terbangun duluan saat paginya. tersenyum. sudah selesai ia memberikan pelajaran pada suami bocah nya.
Anisa membelai rambut suaminya. Andi yang merasakan kepalanya di sentuh ia terbangun. Anisa tersenyum melihat suaminya.
Andi yang menyadari spontan memeluk istrinya. Antez hampir saja terhimpit oleh papanya.
" Papa jangan narsis deh. mana kuat aku menahan tubuh papa yang besar." Ucap Anesz.
Andi pun bangun dia mengangkat tubuh Anrwz dan memindahkan ke kasur satunya lagi. dan ia segera memeluk istrinya.
" Jangan tinggalkan aku lagi sayang.. aku nggak kuat. cukup.. Hari- hariku sangat sangat suram tanpa kehadiran mu." Ucap Andi ambigu.
Ratu pindah ke tempat abangnya dan melihat papa mamanya yang sedang berpelukan. Andi sih dominan. Anisa pasrah saja. ( author)
"Seperti kita berdua tidak ada gunanya dek. kita pergi saja yuk.. " ucap
Andi yang mendengarkan anaknya bicara melepaskan pelukannya. " Nggak begitu juga kali. kalian datang ke sini." Jawab Andi merentangkan kedua tangannya.
Mereka akhirnya makan bersama setelah drama pagi. Anrez membuat kehebohan di mana makan.
" Om. Aku pindah KK saja deh sama om. aku nggak mau deh punya papa yang nggak cool." Ucap Anrez tiba-tiba.
Andi yang mendengarkan sangat kesal." Nggak boleh.. enak aja pindah KK.." Jawab Andi melotot kan matanya pada Jakson.
" Kenapa papa marah pada om. Kan papa bilang kalau Ratu anak om. nah aku tentu anak om juga dong.. " Jawab Anrez.
Handoko, Nisa dan Felisha tertawa. sedangkan Jakson hanya tersenyum. karena Feby sudah mencubitnya.
Andi tersenyum malu mendengar jawaban anaknya yang lebih bijak darinya.
" Sepertinya kamu belajar sabar pada anak mu. Akhirnya papa bahagia setelah melalui ini semua. kedepannya kalian harus berfikir dalam bertindak. selidiki dulu. karena ujian rumah tangga itu sangat berat. tapi jika di pikul bersama jadi mudah." Nasehat Handoko.
" Kalau begitu aku nggak mau ah jadi orang dewasa. repot.." Yang juga di anggukan dua putri.
Semuanya tertawa. peristiwa ini merupakan pelajaran berharga buat semuanya. terutama masalah cinta. jangan biar kan api cemburu menghancurkan semuanya. Karena ke sabaran juga ada batasnya.
__ADS_1
*****
Author. ( Novel ini mungkin tidak sebagus novel lainnya.Namun saya selalu berusaha menyampaikan cerita yang memberikan inspirasi pada pembaca. Dan ceritanya akan di sambung. jika ada tanggapan yang bagus. Maaf jika ada salah kata dan cerita atau pun tempat. maklum.. sekali maaf. }