
Di hari Minggu biasanya rumah sudah heboh dan ramai di rumah yang besar tersebut. Namun dari malam, rumah ini sepi. Karena sebagian penghuni rumah di rumah sakit.
Anisa mengalami typus. mungkin karena kelelahan di akhir-akhir ini, membuat tubuhnya ambruk di rumah sakit saat acara amal yang baru selesai di gelar.
Andi tentu saja marah. Karena istrinya tidak mau berhenti jika masalah sosial." Mas nggak mau tau.mulai hari ini kegiatan sosialnya tidak boleh lagi kamu ikuti..." Ancam Andi pad istrinya.
"Tapi.....!" Protes Anisa. Namun ia tidak berani bicara lagi, saat tatapan nyalang Andi yang seolah ingin memakannya.
"Aku tidak ingin terjadi seperti ini lagi. Dari awal aku sudah bilang. Tidak usah terlalu aktif betul di sini. Karena kamu juga sibuk di sekolah dan rumah." Nasehat Andi yang melihat wajah sedih istrinya.
"Iya. akan aku kurangi." Lirih Anisa. Takut nanti suaminya mengemuk.
Anisa di rawat selama tiga hari. dan di bolehkan pulang namun hanya boleh tiduran saja. belum boleh ada aktivitas sedikitpun.
Bahkan Andi minta tolong Jakson menghandel semua pekerjaannya selama Anisa belum sehat.
"Mas. kasihan Jakson. ia kan butuh istirahat juga. masak ia kerjakan semuanya." Anisa mencoba mempengaruhi suaminya.
"Biarlah, kita gantian dulu. ntar Jackson juga butuh istirahat. karena ia akan mengunjungi Papinya Minggu depan bersama Feby dan Cantika." Jawab Andi yang membuat Anisa terkejut.
"Memangnya ada apa mas. dengan pak Frans.?" Anisa khawatir sekali.
__ADS_1
Andi hanya mengangkat bahunya seolah nggak tahu dan juga nggak mau tahu. Anisa hanya terduduk lemah di sofa kamar mereka.
"Mas." Rengek Anisa merajuk.
"HM." Jawab Andi tanpa menoleh. ia terus sibuk dengan letopnya.
"Aku pengen keluar ya. bosan rasanya di kamar terus." Anisa berdiri hendak keluar kamarnya.
Baru saja Anisa akan membuka pintu, dengan cepat Andi menggendong istrinya dan membawanya ke kasur.
"HM.sepertinya kamu sudah sembuh." Ucap Andi menghimpit istrinya dan mengusap pipi istrinya yang sudah berina merah.
Karena hal seperti ini sudah lama tidak mereka lakukan, karena kesibukan masing-masing.
Dengan cepat Andi duduk. dan membawa istrinya ke kamar mandi." Nah silahkan. Nanti bilang kalau sudah selesai." Andi berlalu keluar kamar mandi. ia pun melanjutkan pekerjaannya.
Anisa tersenyum. mengingat kejadian barusan." Ternyata jiwa muda ku seolah kembali lagi. padahal sudah punya anak dua. punya mantu lagi." ucap Anisa lirih senyum-senyum sendiri di kamar mandi.
Begitulah. Andi benar-benar menjaga Anisa. ia tidak membiarkan istrinya beraktivitas sedikit pun.
*****
__ADS_1
Azizah setiap hari menyiapkan sarapan dan makan malam mereka, saat makan siang. mereka nikmati di luar
Hari ini. Azizah masuk jam 10, sedangkan Anrez dan Bambang masuk pagi hingga siang.
Dan Azizah tinggal sendiri di apartemen. ia sibuk menyelesaikan tugasnya. dan jam 9 Anrez memberi kesan pada istrinya agar siap-siap. Karena ia akan menjemputnya.
"Zah. 9.30. Aku jemput, jadi segera lah bersiap." Pesannya.
Azizah bingung mau jawabnya. gimana cara suaminya jemput. apa jalan kaki. sama saja membuat suaminya lelah.
"Nggak usah. biar aku sendiri saja ke kampus." balas Azizah.
Tak lama pesan kembali masuk ke handphone Azizah.
"Kalau aku bilang jemput. tunggu saja. Dan tidak ada penolakan." Walau tidak secara langsung Anrez mengucapkannya. namun terasa sekali tatapan dingin Anrez.
"Baiklah." Balas Azizah.
Azizah pun tinggalkan handphonenya di meja belajarnya. ia segera mandi. Tak butuh lama ia segera memakai bajunya.
Azizah lupa. menutup pintu kamarnya. Karena ia merasa tinggal sendiri saja di rumah.
__ADS_1
Anrez sudah datang. ia melihat pintu kamar istrinya terbuka, ia pun masuk. Karena ia tidak menyangka kalau Azizah baru selesai mandi.