Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Selalu Siap


__ADS_3

Anisa yang menyadari sikap anak dan menantunya saling salah tingkah, ia pun menghindar. Ia tidak mau mengganggu pasangan pengantin baru itu. Tanpa di sadari keduanya Anisa masuk ke kamarnya.


Andi heran melihat Anisa yang terkekeh masuk kamar." Kenapa yang.?" Tanya Andi penasaran.


" He..he..Anak mu mas. ia mau minta baju sama istrinya aja. malu-malu." Jawab Anisa pada suaminya.


" Ah. kamu kok usil sih sama anak sendiri." Ucap Andi memeluk istrinya. Sudah lama ia tidak lagi berduaan seperti ini sama istrinya, karena kesibukan.


Azizah menyusul Anrez masuk. " Masuklah.' Jawab lirih Azizah. Ia pun berlalu ke kamar mandi dengan membawa pakaian lengkap.


Anrez mengambil bajunya dalam koper. Saat mengambil bajunya. ia terpana dengan benda yang sangat sensitif. yaitu pakaian dalam istrinya.


Sebagai seorang laki-laki normal. ia merasa tertegun. Untung ia cepat sadar. Setelah mengambil pakaiannya. ia berdiri di depan kamar mandi.


" Zah. aku di kamar Bambang ya." Ucapnya pamit. takut nanti Azizah salah paham kalau ia tidak pamit.


" Ya." Jawab Azizah di dalam kamar mandi. Awalnya hatinya nggak tenang. kalau ia harus sekamar dengan suaminya malam ini


Andi pun mengunci pintu kamar istrinya. takut nanti masuk orang lain.


Ia mengetuk pintu kamar Bambang, karena ia tidak punya kartu akses masuk. Tak lama Bambang membuka pintu.


" Loh! Yang punya istri kok tidur di sini.?' Goda Bambang meledek


Anrez menerobos masuk. ia langsung ke kamar mandi. tak memperdulikan ucapan Bambang.


" Oi. di cuekin. dasar pengantin aneh." Sungut Bambang. padahal ia tahu, kalau Anrez akan tidur bersamanya.


*****


Paginya. Suasana heboh. Xena ingin main dulu di taman dekat restoran. sedangkan Feby memintanya makan dulu.


" Bund. aku main dulu. baru makan ya bund." Rengek Xena pada bundanya.


Anisa mendekati keduanya." Ada apa By.?" Tanya Anisa.


" Aku di larang bunda main ma." Rengek Xena mengadu.


" Emang apa kata bunda.?" Tanya Anisa balik.


" Kata bunda makan dulu baru main." Jawabnya lirih.

__ADS_1


Anisa membelai rambut gadis kecil di depannya." Nah kan bagus sayang. tandanya bunda sayang sama Xena. nggak ingin princess bunda sakit." Ucap Anisa menasehati


" Ya ma." Jawab Xena ngambek.


' Hai nggak usah ngamek princess. nanti selesai makan kita main bersama." Bujuk Bambang yang memang tidak punya teman ngobrol.


Karena ia merasa sebagai nyamuk pengganggu saja. diantara Anrez dan Azizah.


Walaupun mereka duduk semeja dengan Cantika dan Ratu juga. Namun kedua ABG itu sibuk berdua. dan Azizah pun sibuk dengan Handphone. Sedangkan Anrez hanya duduk santai melihat keluar.


" Ok ! Abang Bam." Jawab Xena yang duduk bersama bunda. mama dan neneknya.


Andi duduk dengan Jackson. dalam kesempatan libur begitu. mereka masih saja menyempatkan bisnisnya. Ternyata ada seseorang yang datang bertemu Andi dan juga Jackson.


" Selamat datang di tempat kami pak Andi dan Pak Jackson. kamu dapat kabar dari kemarin kalau bapak datang ke sini." Ucap seorang laki-laki yang cukup tua dari mereka berdua.


" Oh. kebetulan pak. kami menghadiri undangan pesta saudara kamu di dekat sini.' Jawab Andi basa basi.


Mereka pun duduk. ketiga asyik bercerita. entah apa yang mereka bicarakan, Anisa dan yang lainnya. tidak memperdulikannya. Namun setelah agak lama. Anisa di panggil suaminya untuk bergabung. Setelah kedatangan seorang anak muda.


' Buk Anisa lupa pada saya. saya Bagas salah seorang siswa ibu." Ucap Pemuda tersebut mengalami Anisa.


" Oh. maaf kalau saya lupa. masalahnya sangat banyak siswa, hingga saya tidak halal semuanya." Jawab Anisa apa adanya.


Anisa hanya tersenyum mendengar tanggapan orang tua mantan siswanya tersebut.


" Sayang. Sepertinya kami nanti akan berkunjung dulu ke proyek yang kami buat bersama. Nanti nggak apakan kalau kalian main dulu di sini.?" Tanya Andi lembut.


' Hm!. Nggak apa mas. Pergilah. paling kami main ke Mall dekat sini. dan balik lagi ke hotel ini." Ucap Anisa.


" Kalau begitu. Kalau. satu mobil aja gabung ya. aku akan bawa mobil bersama Jackson." Ucap Andi berbisik pada istrinya.


Andi selalu waspada. ia tidak mau terjadi apa-apa selama ia tinggalkan keluarganya. Andi pun menelpon Edo agar bisa menemani mereka.


" Halo Do. kamu bawa mobil satu lagi ya. aku ada bisnis sama Jackson." Ucap Andi yang menelpon Edo m njauh dari semuanya.


Ia tidak mau kemungkinan akan terjadi. makanya ia selalu siaga. Pengalaman anaknya di Sandra dulu. membuat ia jera.


" Baiklah. aku akan ajak Zainab. lagian ia agak kesepian di sini." Jawab Edo.


Andi pun kembali duduk di tempat semula. " Oh ya pak. boleh tunggu dulu keluarga saya. paling lima belas menit sudah sampai." Ucapnya.

__ADS_1


" Oh. nggak apa pak. kita nggak perlu terburu-buru. Lagian ini masih pagi." Ucap papanya Bagas.


Andi telah memberi kesan. kalau ia harus berjaga-jaga. baik untuk mereka berdua, maupun untuk keluarganya.


Jackson pun memberi kesan pada anak buahnya. ia telah mendapatkan orang yang akan mengawalnya dan juga keluarganya tanpa sepengetahuan siapa pun.


Jackson sudah dapat pesan siapa nama dan wajah orang yang akan mengawal keluarga dan juga dirinya.


Karena saat mereka ke sini. sebenarnya sudah ada pengawalan. tanpa sepengetahuan siapa pun.


Hidup jadi orang sukse juga tidak mudah. banyak orang yang mempunyai kesempatan untuk merusak atau mengganggunya.


Jadi ia sudah biasa melakukan hal tersebut. Makanya Andi selalu percaya pada Jackson.


Karena ia selalu siap.


Tak lama. Edo datang bersama Zainab. para wanita berpelukan. " Hai kita jalan-jalan yuk Tan." Ajak Azizah pada Zainab. Dan di anggukan Zainab.


" Sayang aku pergi dulu ya. jaga anak-anak." Bisik Andi pada istrinya saat mereka berpelukan untuk pamit


Ucapan Andi sangat aneh menurut Anisa. nggak biasanya ia khawatir kayak gitu. " Mas. jika rasanya ragu. nggak usah pergi." Ucap lirih Anisa yang tidak di dengar yang lainnya


" Nggak apa. kita lihat dulu. nggak usah terlalu suuzhon begitu.Kontek aku ya jika sudah di mall." Ucap Andi tersenyum.


Anisa mengangguk. paham akan situasinya, sepertinya ia harus waspada kemungkinan. Apakah terjadi masalah pada bisnis suaminya." Pikir Anisa bingung.


Mereka pun berpisah. Edo mengawal mereka sedangkan Andi dan Jackson sudah jalan ke tempat proyek yang akan di kerjakan bersama kolega bisnis yang di sini.


" Hai. kalian jangan mencar ya. saat telah sampai di mall. ingat tidak ada yang pergi sendiri." Ancam Anisa pada anak-anaknya.


" Ya ma." Jawab semuanya.


Mobil pun terbagi dua. penumpang Di bagi dua. Anrez dan Bambang membawa Anisa. Azizah. Ratu dan Cantika.


Sedangkan mobil Edo. ada Feby. Viona Zainab dan juga Xena.


Mereka jalan beriringan ke mall. Xena sempat merenggut. karena tidak semobil dongan Bambang.


****


Sampai di mall. mereka pun terbagi dua. karena Xena ingin main di tamezone. Sedangkan Ratu dan Cantika ingin melihat perlengkapan sekolahnya. Jadi terpaksa kru kembali di rombak.

__ADS_1


para gadis di temani Anrez dan juga Bambang. sedang Xena di temani orang dewasa.


__ADS_2