
Andi pun memeluk istrinya yang selalu bisa di andalkan jika menyangkut anak-anak. " Makasih sayang.. kamu membuat aku selalu jatuh cinta. sayang".
Anisa hanya tersenyum senang. memeluk suaminya ' Aku juga mas." Mencium pipi suami sejenak. Mereka selalu membagi
*****
Anisa mencari anak laki-laki nya dan ingin melihat kondisinya. Anrez duduk melamun di kamar, Televisinya hidup namun matanya entah kemana. Anisa duduk di samping anaknya. Tanpa disadarinya.
Anisa berdehem agar anaknya melihatnya "Sayang. bolehkah mama duduk di sini..? " Tanya Anisa hati-hati.
Anrez mengangguk dan berusaha tersenyum. Namun Anisa bisa melihat kalau ada raut kekecewaan di wajahnya." Ada apa nak.? Kok mama lihat sedih sekali, apa abang punya pacar..? " Selidik Anisa.
Anrez menggeleng kan kepala. tak sedikit pun keluar kata dari bibirnya. Anisa memperhatikan dengan seksama.
Anisa memegang tangan anaknya " Abang kecewa karena papa..? " Tanyanya menyelidiki. Spontan Anrez menunduk. ia tidak menjawab namun dari sikapnya. kalau itu benar.
"Apakah aku berlebihan ya ma. atau aku anak cemen..? " Tanyanya sendu.
__ADS_1
Anisa tersenyum. " Tidak nak. itu wajar. mungkin maksud papa baik melihat keadaan Xena tadi, papa merasa bersalah dan panik ." Jawab Anisa memberi pengertian.
" Tapi ma..? " Protes Anrez. ada rasa kurang puas di balik ucapannya.
Anisa mendesah berat " Sayang.. mama mengerti. hanya untuk sementara, abang merupakan anak laki-laki satu-satunya. dan banyak adik perempuan yang akan di bimbing kelak. jadi abang harus lebih mengalah dan kuat." Nasehat Anisa.
Anrez menatap mamanya sendu." Ma.. mama tahu kan, kalau aku susah berteman. dan aku tidak punya tempat untuk menyenangkan diri selain kolam renang itu. jika di keringkan.. aku bagaimana ma. aku kecewa. kenapa harus aku yang selalu mengalah, apakah tidak ada sedikit saja buat aku ego ma..! " Kesalnya fan hendak berlalu keluar.
Anisa terpaku, memang benar. Semenjak kelahiran adiknya. ia selalu mengalah, mungkin ia sudah jenuh.
Anisa kembali ke kamar, karena mungkin suaminya masih di kamar. Namun tidak ada.
" mama Nisa cari siapa.?" Xena yang berdiri di hadapannya. Karena melihat Anisa yang celingak-celinguk mencari sesuatu.
" Oh. cari papa, Xena lihat papa nggak..? " Tanya Anisa bersemangat
Xena menarik tangan Nisa agar menunduk, Nisa pun mengikuti dan berjongkok di depan Xena.
__ADS_1
" Papa tadi pergi sama Ayah ke luar.." Jawabnya lantang.
Anisa melongo, dan di benarkan Feby. " Benar mbak. belum lama ini berangkat. Abang titip pesan untuk mbak. jika pulang larut nggak usah di tunggu..!" Ucap Feby menjelaskan.
"Oh. Terimakasih.. Ratu dan Cantika mana Feb, kok nggak kelihatan..? " Tanya Anisa yang tidak melihat keduanya.
Feby tersenyum namun ia mendekati Anisa dan berbisik agar tidak kedengaran Xena.
" Begitu mbak.." ucap Feby setelah menjelaskannya.
*****
Ratu dan Cantika heboh di dalam mobil, ia membujuk Andi dan Jackson agar mengantarkan ke toko buku. dengan kondisi yang masih baru pulang. Jackson kembali putar arah, sedangkan Andi yang duduk santai di tariknya untuk mengikuti mereka.
Mau tidak mau, akhirnya Andi mengikuti ke tiganya ke Toko buku. " Kalian berdua beli buku apa sih, kan sudah di persiapkan mama semuanya." Tanya nya heran.
" Ini buku baru pa. papa mana ngerti.papa kan sudah tua.? " Jawab Cantika cuek.
__ADS_1
Andi melototkan matanya. " Hai gadis kecil. papa mu ini masih ganteng. dan muda. enak aja di bilang tua. " Sungut Andi mereka berdua, bahkan mereka berdua tertawa senang.
Jackson yang sedang mengemudi pun tersenyum senang melihat tingkah putri mereka. W