Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Perpisahan


__ADS_3

Setahun tidak terasa jika hari diisi dengan kesibukan, sekarang Xena pun mau masuk SD sedangkan Anrez pun tamat SMU. dia berkeinginan untuk melanjutkan kuliah di negera sebrang.


Sangat berat melepaskan. anak satu-satunya tumpuan bagi saudaranya kelak. sekarang ingin menuntut ilmu nun negara orang.


Anisa sangat merasakan sesak di dadanya, karena hari ini anaknya berangkat ke Jerman. Karena Anrez menyukai ilmu teknik.


RWTH Aachen University adalah universitas teknologi terbesar di Jerman. Setiap tahun, mahasiswa internasional dan ilmuwan datang untuk melakukan riset di RWTH berkat fasilitas risetnya yang lengkap. Di kampus inilah Presiden ke-3 RI ** Habibie menyelesaikan gelar Master of Science di bidang teknik.


RWTH kini berfokus mengembangkan integrasi antara bidang teknik dengan sains dan medis. Dengan 9 fakultas, RWTH termasuk dalam universitas top di bidang riset dan sains.


Karena itulah Anrez ingin sekali mendalami ilmu teknik di negara yang berkembang tersebut. Karena di Jerman suatu negara yang handal dalam ilmu Teknik.


Seperti Bapak Habibi kita. Yang merupakan salah satu inspirasi bagi seorang Anrez yang pendiam.


Ia sering melihat kisahnya Pak Habibi. Dari kecil ia suka sekali dengan tokoh Indonesia yang berbadan mungil tersebut.

__ADS_1


" Ma.. doakan Anrez ya. moga cita-cita Anrez tercapai." ucapnya lirih. saat ini mereka berkumpul di ruang keluarga. sarapan pagi. kemudian mengantarkan nya ke bandara.


Anisa memegang tangan anaknya. dan tak tahan dia memeluknya erat. hingga tanpa bisa ia tahan air mata nya pun menetes.


" Hanya doa yang mampu mengiringi kepergian mu nak. mama harap, kamu baik di sana ya. jaga dirimu, ingat sholat, jangan abaikan kesehatan. Jika ada kesempatan pulang. Ingat kami di sini ya nak. Kami merindukan kehadiran mu." Nasehat Anisa sendu.


" Ah mama mu lebay deh An. kapan-kapan kita bisa mengunjunginya sayang. Jangan seperti itu. akan memberatkan langkahnya."Sarkas Andi.


Karena dulu. saat ia merantau tidak seperti itu. tapi kenapa saat ini, ia merasakan ada yang hilang di dadanya. hanya saja ia menyembunyikannya.


" Abang.. aku nggak ada yang jagain lagi dong.. terus kalau ada yang ganggu. gimana? " Ucap Xena manja.


Anrez memeluk adiknya yang nakal tersebut. " Hai. kamu kan jagoan, udah SD lagi. kenapa harus di jaga. kamu pasti bisa kok jaga diri..abang percaya deh. kamu pasti bisa.! " Ucap Anrez memberi semangat.


Xena memukul dada abangnya manja. Ratu dan Cantika hanya bengong. ia tak seperti kehilangan kata, apakah ia senang karena tak ada yang mengusiknya. atau malah sedih. mereka berdua bengong saja melihat interaksi orang di depannya.

__ADS_1


******


Jam 10. pagi keberangkatan Anrez. Ia kembali memeluk keluarga nya satu persatu. dan terakhir papanya.


" Nak. papa akan selalu memantau mu dari jauh. jadi berusahalah jadi anak baik." ucapnya lirih ke telinga anaknya.


" Ya pa. aku janji..! " jawab Anrez saat mereka sudah melepaskan diri.


Andi tersenyum getir melepaskan anaknya. padahal di sana, ada sahabatnya yang juga mengambil gelar masternya. dan itu baru tahu dari grup almamater nya.


Edo. salah satu sahabatnya yang dahulu emang hobi otak atik motornya. nggak tahunya ia pun berhasil hingga ia mendapatkan bea siswa gelar masternya.


Jackson tidak ikut. karena ia langsung ke kantor, karena Andi akan langsung ke kafe dan Rumah Sakit, setelah mengantar anaknya. Sedangkan Anisa ke Sekolah duluan baru langsung ke Rumah Sakit.


Sedangkan Feby dan mamanya mengantarkan Xena dan di tunggu neneknya khusus hari ini. karena ada rapat wali murid.

__ADS_1


Cantika dan Ratu langsung ke sekolah mereka yang di antar sopir. benar-benar hari yang sibuk. Semuanya sibuk dengan aktifitas masing-masing.


__ADS_2