Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Ada Cemburu di Matamu


__ADS_3

Azizah dan temannya pulang ke apartemen. mereka mampir dulu ke minimarket. membeli cemilan selama mereka mengerjakan tugas.


Sampai di apartemen mata Hans yang baru masuk terkejut melihat foto Azizah dan Anrez berpakaian pengantin terpajang di dinding. Ia benar-benar patah hati. ia tipe laki-laki setia dan tidak mau jadi pelakor.


"it turns out you are already married ( Ternyata kalian benar sudah menikah.)" Ucap Hans menatap foto tersebut dengan sendu.


"it's still there ( Masih ada tuh) ,. ANy other ( Ada yang lain) tunjuk Glen pada Velly dengan mulutnya


Velly diam saja. karena ia tidak tahu bisikan kedua teman kelompok laki-lakinya. Velly duduk di kursi panjang. tiba-tiba Azizah membawa empat minuman kaleng dan cemilan yang di beli tadi.


Azizah membentang karpet di depan kursi panjang tersebut. dan meletakkan meja kecil untuk meletakkan laptop.


" Hi please drink (Hai. silahkan minum.") Ucap Azizah lembut.


"Thanks." Jawab mereka serempak.


Mereka bekerja sambil tertawa, tak terasa sudah satu jam lebih mereka bekerja. Anrez langsung memesan makanan buat mereka makan. tentu istrinya nggak sempat masak. karena tugas kelompoknya.


Anrez dan Bambang masuk ke dalam apartemennya saat Azizah dan temannya serius dan bahkan Hans dan Glen menelungkup memegang bukunya. Azizah dan Velly duduk di depan laptop.


Anrez melihat suasana demikian agak sesak dadanya. namun ia coba menenangkan. ia langsung menuju istrinya dan mencium pipinya seolah memberi tahu. kalau Azizah istrinya.


Azizah melotot dengan perlakuan suaminya yang tiba-tiba menciumnya. ia tertunduk malu. karena ada temannya juga yang menatap tajam terutama Hans. ada rasa ngilu di hatinya.


"Apa kalian sudah siap. kalau sudah kita makan dulu. aku tahu kalian pasti sibuk hingga lupa dengan perut." Sindir Anrez. Karena kebiasaan istrinya begitu.


Azizah dengan cepat berdiri mengambil piring dan lainnya. ia mengambil kantong yang di bawa Bambang.


Di dalamnya sudah beberapa menu. Azizah hanya membukanya saja tanpa mengeluarkan dari bungkusan dan meletakan nya di piring.


Velly membantu meletakkan di depan para lelaki.


"Maaf! aku tidak tahu ke sukaan kalian. jadi aku pesan saja ini." Tunjuk Anrez pada makanan yang ada.


"Oh. Thanks. I am Ok.!" Jawabnya tersenyum.


Ia salah menilai. ia kira Anrez lelaki sombong. karena tidak pernah tersenyum saat mereka bertemu. seperti saat sekarang. Anrez selalu tersenyum saat bicara.

__ADS_1


" Silahkan." Ucap Azizah lembut.


Azizah kembali duduk di tempatnya semula. namun di sana sudah ada Anrez. Velly pindah duduk dekat Hans. karena hanya di sana tempat yang kosong. dan di sebelahnya ada Bambang.


Mereka menikmati makanan tersebut tanpa bicara. Bambang yang biasa selengek an malah jadi pendiam. saat ada Velly di dekatnya.


"Bam. nanti kamu antar Velly ya ke asramanya. kasihan berjalan sendiri." Usul Anrez saat mereka sudah selesai makan.


"Oh. Ok." Jawab nya singkat.


"Let me take it ( Biar aku yang antar)" Ucap Hans.


Anrez hanya mengangkat bahunya. baginya tidak masalah. kalau benar Bambang suka tentu ia akan berjuang. toh selama ini kan ia hanya bicara pas bertemu cewek cantik jadi feminim.


Benar saja. Velly pulang bersama Hans dan Glen." Makasih ya Zah jamuannya. sampai ketemu besok." Ucap Velly pamit.


" HM. sama-sama. hati-hati ya. kabari saat sampai" Azizah tersenyum memeluk sahabatnya. dan menutup pintu saat semua telah pergi.


"Kenapa kamu biarkan sobatmu pulang dengan mereka.?" Tanya Bambang merasa tidak terima.


"Lantas..?" Tanya Azizah bingung.


" Kau tidak tahu sayang. ada yang cemburu.." Goda Anrez.


Ia tidak tahu kalau Azizah sudah laku di perlakukan begitu. tangannya dingin sekali. Sementara keduanya tidak menyadari. karena Bambang yang julit sedang emosi.


Azizah melepaskan tangan suaminya pelan-pelan. Anrez pun terpaku. ia salah tingkah dan pergi meninggalkan Azizah dan Bambang yang masih kesal


Azizah merapikan tempat yang di pakainya untuk belajar kelompok tadi. Ia pun membuka laptopnya. berencana mem print tugas yang sudah kelompoknya namun belum selesai di print. karena kedatangan Anrez dan Bambang.


Bambang seperti di hipnotis. ia jadi laki-laki pendiam.mungkin ia terkena Cinta pada pandangan pertama. namun kesan pertama mereka yang berantakan membuatnya jadi serba salah.


Cinta pada pandangan pertama akan secara otomatis menguatkan keingintahuan mu terhadap kehidupannya dan kepribadiannya. Kamu ingin tahu lebih banyak tentang apa pun menyangkut dia. Hal-hal yang ia suka kemungkinan besar akan kamu suka, hal yang dia benci terlihat lucu dan setiap hal yang dilakukannya terlihat manis.


Selalu Ingin Bertemu Dia. Orang yang sedang jatuh cinta pertama kali dan pada pandangan pertama.


* akan selalu ingin bertemu dia. Selalu Memandang Matanya. Bersikap Malu-Malu Kucing. Banyak Mengingat. Mendahulukan Kepentingan Dia. Sabar Menghadapi Gangguan.

__ADS_1


Begitulah Bambang hari ini. pertemuan pertama mereka membuat jadi berkesan.


Saat duduk di balkon kamarnya Anrez dapat telpon dari mamanya. yang di awali dengan salam.


"Nak. gimana kabarnya kalian.?" Tanya Anisa pada anaknya. namun kening Anrez berkerut mendengar pertanyaan mamanya.


"Aku sendiri di sini ma. jangan aneh deh."Anrez melihat kanan kiri dan belakangnya, tidak ada apa-apa dan siapa.


Anisa terkekeh melihat anaknya yang jadi bodoh karena ketakutan.


"Tentu saja bukan kamu saja mama tanya. mantu mama tentu mama harus tau juga keadaannya." Jawab Anisa membuat Anrez kembali tenang.


"Habis mama nanya nggak lengkap." Rengek Anrez manja.


Anisa kembali tertawa." ha .ha... malu tuh sama istrinya. manja juga lagi, kamu bukan anak-anak lagi tapi sebentar lagi akan punya anak." Nasehat Anisa pada anaknya.


"Ma...! Kita aja nggak ngapain, kok udah punya anak." Sarkas Anrez kesal.


Anisa melototkan matanya. apakah anaknya sudah jatuh cinta pada mantunya. kelihatan sekali anaknya kesal.


"Hai. apa yang terjadi sebenarnya.?" Tanya Anisa penasaran.


Anrez diam saja, ia menunduk, cemas lihat wajah mamanya yang curiga."nggak ada ma. hanya saja, tadi Azizah bawa teman untuk belajar kelompok. dan salah satunya. laki-laki yang menyukainya." Cerita Anrez yang nggak bisa menyembunyikannya dari mamanya.


"Dari mana kamu tahu.?" Tanya Andi yang menatap layar. tadinya ia hanya mendengarkan saja sambil tiduran santai di samping istrinya.


"Karena laki-laki tersebut pernah bilang sama aku pa. kalau ia suka sama Azizah telah lama. Dan itu pun di depan Azizah." Jelas Anrez pada orang tuanya.


"HM. ini tidak bisa di biarkan. kalau begitu. kalian tenang saja dulu. mungkin Minggu depan kita akan ke sana, kebetulan opa Frans mengundang ayah Jackson ke sana." Andi menjelaskan pada anaknya.


"Baiklah pa."Jawab Anrez mulai tenang.


Anrez hampir saja menutup teleponnya jika Anisa tidak berteriak." Mama mau lihat mantu mama dulu." Teriaknya menyakitinya telinga.


Tanpa menjawab. Anrez keluar mencari istrinya. ternyata Azizah ada di ayunan belakang dekat taman kecil.


Anrez memberikan handphone saat telah duduk di samping istrinya. dan di ambilnya

__ADS_1


Setelah memberi salam. keduanya pun bercerita panjang lebar. tanpa memperdulikan Anrez di sampingnya.


__ADS_2