Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Zainab


__ADS_3

Tak terasa. hari berganti hari, bulan berganti bulan. sudah tiga bulan Anrez di Jerman setelah ia kembali lagi.


Ia dan Bambang makin sibuk saja. Untung mereka jurusan sama. tempat tinggal sama, jadi mereka bisa saling bantu kalau mengerjakan tugas rumah.


Hari ini. Dosen tidak masuk karena halangan, pada jam ke dua kosong lagi. tapi pada jam ketiga ada dosennya. Anrez dan Bambang akhirnya masuk perpustakaan.


Semua orang tahu kan. kalau di pustaka tidak boleh ribut, Nah benar.! tidak keributan maksudnya tidak terdengar suara orang berbicara. Tapi anehnya.. Ada suara yang membuat Bambang penasaran.


Ia menyenggol Anrez yang sibuk mencari buku." bro. lu dengar nggak?" Tanyanya berbisik.


Anrez yang awalnya fokus mencari buku. ia pun menajamkan telinganya. Ia pun mengangguk santai. Ya terdengar suasa ******* seorang. Tapi entah apa.


Bambang kembali berbisik." Kita lihat yuk.?" Ajaknya penasaran.


Namun Anrez menolak. ia malas kalau tidak menyangkut urusannya itu. ia tidak mau. bahkan saat Bambang menariknya, ia tetap tidak mau. hingga Bambang saja yang akhirnya mengintip ke arah suara


Tidak beberapa menit Bambang meninggalkan Anrez.. Ia buru-buru balik lagi ke tempat Anrez dengan wajah memerah. bahkan ia seakan hampir muntah


" uwek..uwek.." Bambang menutup mulutnya. dengan segera Anrez memberikan tisu." Ada apa sih. kamu sakit perut?" Tanya Anrez yang bingung.


Bambang segera menarik tangan Anrez untuk keluar pustaka. tanpa membawa buku satu pun. Kali ini Anrez mengikutinya dengan wajah yang masih bingung.


" Untung kamu nggak lihat. sepertinya mata aku sudah ternoda." Ucap Bambang yang prustasi.


" Ternoda.?" Tanya Anrez mengerutkan keningnya.


Dengan gemesnya. Bambang pun akhirnya menceritakan dengan suara pelan. " Gue nggak nyangka aja deh. itu kan pustaka. yang pasti ada orang, tapi kenapa mereka melakukan di sini. kalau kebelet sih. ya hotel atau apalah gitu." Kesal Bambang setelah menceritakan pada sahabatnya itu


Anrez hanya senyum saja melihat kekesalan Bambang." Makanya. Jadi orang jangan terlalu kepo. Sial kan.?" Tanya Anrez santai.


" Dasar sahabat nggak ada akhlak. jelas-jelas gue lagi kesal. malah di ledek." Sungut Bambang yang masih uring-uringan.


" Ha..ha..." Akhirnya tawa Anrez pecah juga. " Di ah yuk kantin. beli es, biar adem." Ajak Anrez yang di anggukan Bambang.


*****

__ADS_1


Di sebuah SMP. dua gadis ABG sedang asyik berbicara. padahal di depannya pak guru sedang memberikan materi.


Pak Johan yang sedang mengajar tersebut memperhatikan siswanya sekeliling. Namun matanya tertuju pada dua siswa yang sedang ngobrol.


Ia pun mendekati." HM.! Serius sekali ceritanya. apa boleh bapak tau masalahnya.?" Tanya Pak Johan. Ia kenal dengan kedua orangtua anak tersebut. makanya di tegur.


" He..he .. Bapak. maaf, nggak ada pak." Cengengesan Cantika. sedangkan Ratu sudah menunundukan wajahnya ke mejanya.


" Oh. kirain ada gosip.!" Ledek Pak Johan. Ia pun berlalu ke depan. Ratu mencubit paha Cantika hingga gadis tersebut menjerit karena terkejut.


" Ada apa Cantika.?" Tanya Pak Johan yang belum jauh dari mereka.


" He..he. kecoak pak.." Jawabnya lambat. Namun jawaban Cantika malah membuat gadih kelas. para siswi berlompatan ke meja. ada yang berdiri di atas kursi.


Cantika dan Ratu Malah bengong dengan redaksi tenan-temannya. Pak Johan malah marah akhirnya. Sebab suara gaduh tersebut malah menyebar ke kelas sebelah.


Dengan penuh emosi pak Johan malah berteriak." Di.....a....a....a....am...!" Ucap Pak Johan. hingga suasana diam tak bersuara sedikit pun. mereka terpaku ditempatnya masing-masing.


Cantika dan Ratu jadi cemas. karena gara-gara mereka, suasana jadi kacau


" Hari ini. saya tidak akan melanjutkan pelajaran. tapi ulangan dadakan" Ucap Pak Johan membuat siswa dan siswi mendesah berat


" waduh.. kok jadi gini.." Rutik Cantika dalam hatinya


Ulangan dadakan akhirnya terlaksana juga. semua siswa jadi takut. Karena mereka tidak ada membaca sedikit pun.


Beda dengan Ratu dan Cantika. Mereka hanya santai. karena sudah kebiasaan. malam sebelum pelajaran besok akan di mulai. mereka sudah mengulang kembali pelajaran yang sudah. karena itu didikan dari Anisa. Dan sekarang terbukti. keduanya dengan santai mengisi ulangan dadakan tersebut.


*****


Sudah hampir malam Anrez dan Bambang pulang ke apartemen. Karena jam akhir habisnya jam 5 sore. Mereka pulang bertepatan dengan kedatangan Om Edo.


Eh ralat. juga ada Tante Zainab Sanga calon Om Edo."Ha..ha.. Kakek Frans emang hebat ya bro. tuh akhirnya mereka jadi dekat.' Lirih Bambang. takut terdengar Om Edo.


" Ada apa sih kalian bisik-bisik. nggak baik." Ucap Edo memarahi ke dua pemuda tersebut.

__ADS_1


" Mana yang lebih baik Om bawa cewek yang belum muhrim" Ledek Bambang sambil tertawa.


Mata Edo melotot. ia mendekati Bambang dan menjeqelnya." Dasar anak nggak tau di umur. Ini nama penjajakan.! goblok.!" Ucap Edo menjitak kening Bambang. Walau tidak terlalu keras.


" Tante. dua kali apes aku jadinya." Ucap Bambang seolah orang yang teraniaya." Adiknya pada Zainab.


Zainab tertawa kecil. Melihat ulah mereka. Ini yang kedua kalinya Zainab ke apartemen ini.


Zainab pun menggosok kening Bambang yang bekas jentikan.


" Silahkan duduk Tante." Ucap Anrez yang mencairkan suasananya. Takut tersinggung. Keduanya ke kamar. mandi dan istirahat sebentar.


Belum lagi keduanya tertidur. Edo memanggil mereka untuk makan malam. Keduanya pun ikut makan bersama


Edo di ambil kan Zainab untuk makannya. Bambang dengan usilpun menyerahkan piringnya. Zainab pun ingin mengambilkan namun di larang Edo.


" Om Edo pelit..." Cibir Bambang. Akhirnya Bambang ambil sendiri. sedangkan Zainab hanya tersenyum menanggapi.


Setelah selesai makan malam bersama. Edo meminta kedua nya duduk dulu. sebab ada hal yang akan di bicarakan.


" Om dan Tante Zainab sudah sepakat. akan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Jadi Om mungkin ke kampung Tante Zainab untuk melamar. Om harap kalian berdua jaga diri selama Om pergi.Dan jangan macam-macam. Karena Om. tak ingin kalian kenapa-kenapa. Ok.!" Nasehat Om Edo.


" Ya Om. keduanya menjawab serentak.


" selamat ya Om. Akhirnya Om nggak jadi bujang lapuk " ledek Bambang selengek an. Zainab hanya tersenyum, Karena nggak paham maksud ucapan Bambang.


Tapi Edo malah melotot. matanya menatap tajam Bambang. " Sorry Om. keceplosan." Ucapnya menepuk mulutnya sendiri.


Anrez hanya mampu tersenyum. Karena takut jadi sasaran kemarahan Om Edo. Lebih baik menghindar.


" Ya sudah. kalau gitu. Om antar Tante Zainab ke apartemennya. Kalian nggak ada lagi yang keluar.Ok.!" Ucap Edo yang masih kesal.


Bambang menaikkan dua jarinya ke depan mukanya. dan menatap Om Edo tersenyum.


" Maaf deh om." lirih Bambang.

__ADS_1


Edo dan Zainab pun keluar apartemen. Untuk ngantarnya pulang. Sedangkan Anrez masuk kamar. menyelesaikan tugasnya. Bambang hendak ke dapur membersihkan piring bekas makan mereka. Karena Edo memberi tugas masing-masing. Bambang cuci piring dan baju. Anrez membersihkan lantai. dan beres+beres. Sedangkan Edo bagian memasak Jadi tanpa di perintahkan. mereka melakukan pekerjaan masing-masing.


__ADS_2