Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Dibalik Sikap Anrez yang jutek


__ADS_3

Sampai di sekolah, Teman-teman sudah menunggunya. karena ia merupakan ketua dari OSIS, jadi dia yang akan memimpin rapat.


Dengan sedikit berlari ia memasuki ruangan yang OSIS. karena menurut Gilang, mereka sudah menunggunya.


" Assalamu'alaikum. maaf ya teman-teman. ada urusan sedikit di luar." Ucap Anrez dan menuju podium tempat dimana ia di sediakan .


Yang namanya manusia tentu tidak semuanya mengerti dengan keadaan kita, ada yang penasaran ada yang kesal ada yang Julit.


" Enak ya jadi ketua. bisa seenak ya saja pergi. sedangkan kita di suruh nunggu.." Ucap seorang siswi di bagian belakang.


Anrez menoleh ke arah suara. dan menatapnya tajam. ia tak menjawab ucapan yang tak beralamat tersebut. walau ia tahu ucapan itu untuknya.


" Sekali saya minta maaf. kita lanjutkan kan diskusi kita yang kemaren. jika ada yang keberatan, silahkan keluar." Atau jika ada yang tidak menyetujui kehadiran saya sebagai ketua, boleh kok gantikan saya. karena dari awal saya sudah menolaknya." ucap tegas Anrez. Akhirnya ia pun tersulut emosi, karena ia masih dengar dalam desus walau nggak jelas.


Semuanya hening. dan menunduk. " Maaf ya teman-teman. saya tidak bangga jadi ketua

__ADS_1


bahkan saya merasa berat dengan tanggung jawab ini, karena. saya punya saudara yang harus saya jaga. dari pada saya menjaga imeg saya sebagai ketua. Hari ini pun saya siap mengundurkan diri jadi ketua." Ucapan Anrez sedikit emosi.


Karena selama ia menjabat jadi ketua, ia selalu disiplin. namun hanya hari ini ia terlambat.


" Tentu kami kesal. karena saya pernah terlambat, anda menghukum saya. kenapa ketua jika terlambat tidak mendapat hukuman juga." Bantah gadis tersebut yang bernama Rania.


Anrez kembali menatap Rania. benar ia pernah menghukumnya sekali membersihkan ruangan OSIS setelah rapat. Begitu hukuman bagi setiap anggota yang telat.


" Ok.! Setelah rapat, saya akan bereskan semua." Jawabnya tenang. karena ia menyadari kekeliruan nya. Hilang yang ada di sampingnya mengusap lengan sahabatnya.


" Baiklah. Sekarang kita lanjutkan." Akhirnya rapat berjalan lancar tanpa ada kehebohan lagi.


Setelah usai rapat. Anrez merapikan semua bukunya dan menyusun kursi serta membersihkannya. Gilang berencana menawarkan diri untuk membantu. Namun Anrez tidak mau. hingga ia hanya duduk menemani sambil main handphone nya.


Setelah semuanya rapi. mereka pun keluar dan menutup pintunya. Namun sampai di luar ternyata Rania berdiri di depannya.

__ADS_1


" Maaf. atas sikap ku tadi. dan terimakasih. " Setelah mengucapkannya ia pergi.


" Tunggu..! " Anrez menghampiri nya.


Rania menunduk. ia tidak seberani saat di dalam ruangan tadi.


" Terimakasih untuk apa..? " Tanya Anrez heran.


Rania menatap Anrez sekilas dan kembali menunduk. " Karena tidak memarahi ku di depan teman-teman. bukan maksudku untuk menghina atau apapun itu. hanya saja, saya butuh keadilan.." Jawab Rania lirih.


Anrez tersenyum. walaupun ia kesal tadinya. namun setelah mendengar keterangan Rania. ia tidak bisa pungkiri, kalau hal ini harus ia akui. kalau ia salah.


" Oh. kalau begitu terimakasih juga sudah mengingatkan. dan maaf telah mengganggu waktu mu. selamat siang. " Anrez berlalu meninggalkan Rania yang bengong.


Gilang yang melihat sikap Anrez yang sedikit ramah pada Rania tersenyum. Karena selama yang ia kenal Anrez dari SMP tidak pernah ramah dan mengalahkan dengan cewek. selain saudara nya.

__ADS_1


__ADS_2