Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Godaan


__ADS_3

Sampai di panti. Azizah memeluk Bunda Aisyah yang sudah menunggunya di pintu gerbang bersama adik-adiknya beserta Hani.


"Assalamualaikum bunda,apakah bunda sehat?." Ucap Azizah memberi salam pada orang tua yang telah membesarkan dan merawatnya sejak bayi.


"Waalaikumsalam nak. baik nak. ayok silahkan masuk juga nak Anrez ajak juga temannya." Ajak bunda Aisyah masuk.


"Ya bund. yuk bang. atau Abang mau jaga pintu mungkin." Ledek Anrez.


"HM. jika di ijinkan bunda. Abang maulah." ucapnya melihat ke arah Hani yang menunduk malu.Karena pas. mereka saling menatap pada pandangan pertama.


"Wah. sepertinya Abang Roger sudah kecantol Anka gadis bunda nih." Goda Anrez melihat ke arah Roger dan Hani pergantian. Mereka duduk di ruang tamu.


Azizah ke belakang membantu Hani yang membuatkan minuman serta menyiapkan cemilan yang di bawa Azizah tadi.


"Kalau bunda sih syah- Syah aja. apalagi bunda sudah tua. jadi bunda harap Hani bisa melanjutkan panti ini. Bunda paling mampu membantu saja. dan tidak bisa beraktifitas seperti biasanya." Ucap Bun Aisyah yang memang sudah lebih enam puluh tahun.


"HM. gimana bang. kalau cocok ya langsung saja, ngapain tunggu. nanti di bawa terbang orang lain." Anrez memberi semangat pada Roger yang sudah berumur sama dengan Om nya Gilang.


"Tidak semudah itu lah dek. Lagian


siapa yang mau sama Abang yang hanya sebatang kara ini." Jawab Roger apa adanya.


Ia di pungut dari jalanan oleh Tuan Sanjaya yang berhati dermawan. makanya semua orang tahu kedermawanannya. makanya Andi pun mengikuti jejak kakeknya.


"Kalau jodoh. siapa yang pungkiri Abang. ya kan bund?" Tanya Anrez pada buk Aisyah.


"Ya nak. Roger. nak Anrez aja dulu di paksa dulu baru mau." Ledek Bu Aisyah yang tahu permasalahannya.


Roger tersenyum. ia juga pernah dengar tentang pernikahan cucu tuan Wijaya yang dadakan.


"He..he.. bunda buka kartu." Jawab Anrez malu. bertepatan dengan kedatangan Azizah dan Hani membawa minuman dan cemilan.


Azizah yang sedikit mendengarkan pembicaraan mereka juga malu. ia tak menyangka perbincangan mereka tentang masa lalunya yang dulu nikah dadakan.

__ADS_1


"Itulah jodoh nak. Oh ya nak Anrez. Nak Roger silahkan minum dan cicipi cemilannya." ucap Bu Aisyah mempersilahkan.


"Makasih bund." Jawab keduanya serentak.


Mereka pun tertawa.


"Berapa lama rencana di sini nak ?" Tanya Bu Aisyah yang tidak mengetahui berapa lama k


mereka nginap.


"Tergantung bund." Jawab Anrez santai.


Azizah menatap suaminya yang susah ia mengerti.


"Maksud nak Anrez apa ya. tergantung apanya.?" Tanya Bu Aisyah yang tidak paham.


"Tergantung Azizah bund. jika Azizah mau sehari dua hari atau seminggu. itu tergantung Azizah saja. sebab. mungkin sepertinya kita agak lama nggak datang ke sini. karena satu bulan lagi kita sudah ke Jerman." Jawab Anrez santai.


Azizah melongo mendengar ucapan suaminya. semalam di tanya hanya satu hari. nah sekarang kenapa beda jawabannya. Azizah tentu saja bingung mau jawab apa.


"Aku terserah bang An bund. kalau Bang An sibuk dan nggak bisa lama di sini. aku ngikut aja." jawab Azizah.


Kini Anrez yang melongo. Roger tersenyum mendengar perdebatan mereka berdua. namun tanpa mau mengakui.


"Dasar pengantin labil." Lirih Roger.


Anrez yang duduk di sampingnya. masih bisa mendengarkan. ia memberi tinju pada pangkal lengan Roger dengan kesal.


"Abang jadi PD Kate nggak." Bisik Anrez pada Roger.Balik Roger yang terdiam. ia mengangguk l kan walau hanya mereka berdua yang tahu.


"Ya udah. kita tiga malam di sini. kebetulan, kita punya kegiatan lain bund." Ucap Anrez tenang.


"Oh. baguslah. bunda senang kalian malam di sini beberapa hari. Oh ya Hani. antarkan nak Roger ke kamar tamu ya nak." Perintah Bu Aisyah pada Hani yang dari tadi tumben hanya diam saja.

__ADS_1


"Ya bund." Jawab Hani malu.


"Bang. jaga jarak dulu." Ledek Anrez dan mendapat tatapan tajam dari Roger.


"Oh ya. bunda juga mau istirahat. Oh ya Zah. ajaklah suami mu ke kamar. mungkin butuh istirahat juga." Ucap Bu Aisyah yang di anggukan Azizah.


Bu Aisyah pun berlalu meninggalkan Azizah dan Anrez di sana. Azizah menatap suaminya.


"Apa Abang punya rencana lain. semalam Abang bilang hanya semalam. terus. pakaian Abang gimana, persediannya hanya satu hari.?" Tanya Azizah lada suaminya.


"Bukan Abang punya rencana. tapi Bang An. masalah baju. biar nanti kita lihat di toko terdekat saja." Jawab Anrez santai. Ia tidak terlalu memilih tempat membeli baju. Karena baju apa pun yang ia pakai selalu mahal di tubuh Anrez yang gagah.


"Oh. yok kita ke kamar." ajak Azizah pada suaminya dan membawa koper mereka ke kamar.


"Apa kamu kangen dengan kamar mu masa gadis dulu.?" Tanya Anrez menyelidik.


"HM. ya juga sih. bukan hanya itu." Jawab Azizah mengundang tanya Anrez namun ia tetap bungkam di depan istrinya tersebut.


"Maksudnya.?" Tanya Anrez menatap istrinya.


"Melepas rinduku pada bunda dan adik-adik." Jawab Azizah sendu.


"Oh kirain." Ucap Anrez.


Azizah mengerutkan keningnya. " Kirain Apa bang.?" Tanya


Anrez mendekati istrinya dan berbisik di telinganya. ada hembusan hangat pada mukanya.


" Kirain kangen sama Abang. kita coba di sini yuk." Ucap


Azizah tidak berdosa menolak keinginan suaminya. Keduanya pun menikmati syurga duniawi.


Sedangkan Roger pun mengenal kan diri pada Hani."Maaf ya .kita belum kenalan. nama ku Roger." Ucap Roger memperkenalkan seluruhnya.

__ADS_1


Hani malu-malu memperkenalkan diri pada seorang pria yang hidupnya selalu di atur .


"Aku Hani bang. Oh ya silahkan Abang istirahat dulu." Ucap Hani


__ADS_2