
Enam bulan kemudian, Nisa berebut makan mangga dengan Feby. Andi dan Jakson pulang kerja merasa heran melihat tingkah mereka berdua. Sedangkan Arnez yang sudah lincah lari ke mana-mana. malah berlepotan coklat.
Andi mendekati anaknya." Ada apa dengan mama dan Aunti mu sayang..? " Tanya Andi seolah anaknya paham dengan pertanyaannya.
Tiba-tiba mang dadang datang membawa sekeranjang kecil mangga muda yang di petik di belakang rumah. Andi dan Jakson terpana.
" Nyonya. ini ada banyak. biar saya bantu kupasin ya.." Ucap Mang dadang yang heboh.
" Tunggu mang. ini ada apa. kenapa mereka berebut mangga muda.? " Tanya Andi polos. Yang di iyakan Jakson.
Mang Dadang tersenyum. ini sudah satu minggu ini begini terus tuan. saya jadi kewalahan. mungkin bawaan hamil mereka berdua.. maaf tuan saya nggak bisa penuhin." Jawab Mang Dadang.
Andi dan Jakson merasa tertampar dengan jawaban mang Dadang.
" Hamil.." Jawab para suami serentak. Keduanya memeluk istrinya. Anisa dan Feby tak peduli. mereka asyik makan mangga muda yang sudah di kupasin mang Dadang.
" Makasih Mang. kami tidak tahu.." Jawab Andi malu.
"Nggak apa Tuan. mungkin karena Tuan berdua sibuk. kalau begitu saya pamit." Jawab mang Dadang dan berlalu.
Jakson mengambil alih mengupas mangga buat para istri yang katanya hamil. Jakson sangat bahagia. sementara Andi menelpon dr Viona. agar bisa datang ke rumahnya.
Di sela mengupaskan mangga muda. Jakson mencium pipi istrinya. Feby cuek saja. ia asyik makan mangga dengan Nisa pakai bumbu kacang yang di buatkan bibi.
Lima menit kemudian, dr Viona datang. Andi menyambutnya dan membawanya ke depan istri dan adiknya.
dr Viona tersenyum melihat keduanya yang asyik makan mangga muda.
" dr. saya ingin dr periksa ke duanya. apakah benar mereka berdua hamil. dan apakah tidak apa. saat hamil makan mangga muda yang banyak gitu." Tanya Andi melihat sampah mangga yang banyak
" Sebenarnya nggak masalah. tapi ini karena mereka berebut. jadi nggak sadar berapa banyak mereka makan." Jawab dr Viona tersenyum geli. Karena baru kali ini ia melihat saudara hamil bersamaan dengan kesukaan yang sama.
"Buk Nisa kita ke kamar dulu ya. kita periksa duluan." Ucap dr Viona yang menyadarkan Anisa.
" Oh baik dok." Anisa menurut. dr Viona memeriksa nya dengan teliti. dan tersenyum pada Andi.
" Benar pak. ini sudah 12 minggu. Apa buk Nisa merasakan mual gitu..? " Tanya dr Viona. Karena ia tidak merasakan Apa-apa. makanya nggak tahu ia hamil. beda dengan kehamilannya yang pertama. banyak drama.
" Oh. baguslah. nanti akan saya berikan vitamin buat ibuk. oh ya pak. sekarang gantian ya." Andi pun membawa istrinya keluar. dan memberi kode pada Jakson.
" Beb. kita periksa dulu ya." Ucap Jakson. Namun Feby tidak mau.
" Aku nggak sakit beb. ngapain di periksa.? " Tanya Feby bingung.
Jakson pun bingung mau jawab apa. dr Viona keluar. "Ibu nggak sakit.. Cuman terlalu banyak makan mangga baiknya di periksa dulu. pastikan baik nggak buat perut ibuk. " Ucap dr Viona membujuk.
Feby pun akhirnya mau. setelah pemeriksaan." Selamat pak. istri anda juga hamil 12 minggu. Jadi sepertinya ini seru." Goda dr Viona.
" Benarkah dr." Jakson tersenyum bahagia. ia memeluk istrinya. Feby pun ikut memeluk suaminya.
" Jadi aku hamil beb. akhirnya.." Ucap Feby.
dr Viona keluar bersamaan dengan Feby dan Jakson. " Begini bapak-bapak. Keduanya hamil 12 minggu. dan saya rasa. kalian berdua sangat kerepotan setelah ini. karena mereka berdua tinggal bersama. Dan tentu keduanya sering berebut. karena kondisi kandungan yang sama. tapi saya rasa jiga seru.." Ucap dr Viona tersenyum.
" Maksud dr? " Tanya Andi penasaran.
" Kalian berdua harus sabar setelah ini. ini seperti ibu ibu kembar yang sama hamil. bapak tahu kan sifat orang kembar
pengen hal yang sama.. Tapi ini anehnya mereka beda ibu dan beda bapak..ha.. ha.. " dr Viona tidak tahan lagi menyimpan tawanya.
Andi mengantar dr Viona setelah selesai pemeriksaan. " Selamat ya pak. bapak hebat bisa dapat dua sekaligus. anak dan ponakan. Tapi seperti yang saya katakan tadi. ini persis bayi kembar. dan bapak berdua harus kerjasama dengan dengan pak Jakson." Nasehat dr Viona.
Andi mengangguk paham. setelah ini ia harus cari babysitter buat Arnez. karena ia tidak mau terjadi apa-apa pada kandungan istrinya dan juga Arnez.
Andi mengajak Jakson ke ruangan kerjanya. "Jakson. kamu tahukan. kita harus kerjasama. sepertinya mereka kayak orang kembar tapi beda orang tua." Ucap Andi.
" Ya bang. saya bahagia saat mendengar Feby hamil. namun saya juga takut. kalau ke adaan nya begini. apa kita bisa mengatasinya bang.?" Tanya Jakson lemas.
__ADS_1
Karena baru saja. ia bingung, saat Anisa menggendong Arnez. Feby tersedu ingin menggendongnya juga. hingga Arnez terpaksa di bawa bibi main kelinci.
" Mudah-mudahan kita bisa. tolong kamu carikan babysitter buat Arnez. ingat harus hati-hati. aku tak mau sembarangan orang mengasuh anak ku." Ancam Andi pada iparnya.
" Baik bang. ntar saya telpon anak buah saya." Jawab Jakson yang masih lemes.
Andi menepuk bahu iparnya itu." Semangat lah.. kita harus kerjasama. jika kamu punya kesibukan dan tidak bisa menemani mereka
biar aku yang izin. begitu sebalik nya. ok! " Ucap Andi yang di anggukan Jakson.
Begitu hari-hari yang di lalui ibu hamil. ada saja yang di perebutkan. Andi dan Jakson benar kewalahan melihat sikap kedua bumil tersebut.
Sekarang kandungan mereka sudah memasuki 8 bulan. bumil sepakat mau belanja perlengkapan bayi mereka. karena waktu hamil pertama. Anisa tidak mencari sendiri. Kehamilannya yang bermasalah, Anisa harus istirahat total. beda dengan kehamilannya yang sekarang sangat kuat dan agresif. Itu membuat Andi kelabakan , begitu juga Jakson. Feby tidak mau kalah dengan Anisa.
Bumil pergi dengan Jakson. Andi menyusul setelahnya. karena ada sesuatu hal yang harus di kerjakan.
Sampai di mall. Feby menggandeng tangan Jakson. Anisa pun gak mau kalah. akhirnya Jakson berjalan di tengah. Orang yang memandang Jakson menatap aneh. ada yang mencibir, ada tersenyum. semuanya campur aduk. Jakson benar-benar merasa berat dengan semua ini. Namun ada yang mengenal mereka dan mengambil gambarnya. Yang tidak di ketahui Jakson.
sampai di tepat babyshop. Feby menarik suaminya ke tempat troli anak. sedangkan Anisa menarik Jakson ke pakaian bayi. Jakson kewalahan. pelayanan yang di sana tersenyum geli melihatnya. begitu juga pengunjung.
" Makanya punya istri satu saja. bingung kan kalau begini." Ucap Salah seorang pengunjung.
Jakson hampir menjawab ucapan ibu-bu tersebut. namun Andi menjawab dengan bijak.
" Kalian jangan asal bicara saja. jika tidak tahu masalahnya." Jawab Andi tegas. Ia pun menggandeng istrinya. membantu istrinya memilih. Begitu juga Jakson akhir tenang membantu istrinya memilih.
Sedangkan ibu-ibu tadi terpaku melihat kedua pasangan tersebut. Karena malu. ia pun akhirnya pergi meninggalkan toko.
Setelah capek keliling ke sana kemari. akhirnya mereka mencari tempat makan. Keduanya bumil tersebut nampak kelelahan. Dan sangat lahap makan. para bapak hanya tersenyum melihatnya.
Setelah makan. mereka pun pulang. mereka pulang dengan mobil sendiri-sendiri. anehnya kedua bumil tersebut. tertidur di mobil.
Sampai di rumah. Andi menggendong istrinya yang ketiduran. begitu juga Jakson juga menggendong istrinya yang juga ketiduran. Keduanya menarik nafas dalam dan menggeleng. Sementara satpam dan juga pembantu tersenyum melihat keduanya.
Satu bulan kemudian kejutan di pagi buta. Andi panik karena Anisa sudah basah di kasur. dia menelpon dr Viona. katanya itu tanda melahirkan. dan mungkin bisa melahirkan normal. Andi segera lari ke bawah menyiapkan mobil.
Sampai di luar kamar. Jakson juga panik. "Bang.. Feby basah dan menjerit sakit . gimana nih bang.? " Tanya Jakson bingung.
" Ma. tolong bantu Nisa ya ma. aku siapkan mobil dulu. Feby sudah di bantu Jakson. Seperti nya mereka mau lahiran." Ucap Andi kelabakan.
Felisha mengangguk paham. ia pun ke atas mencari menantunya, Felisha sengaja datang seminggu sebelum anak dan mantunya mau lahiran. Karena ia tahu begitu repot nya anak dan mantunya saat itu tiba. benar dugaannya.
Keduanya pun di bawa ke rumah sakit. Viona sudah siap-siap untuk menghadapi ke dua bumil tersebut. Dia di bantu dr kandungan lainnya. karena tidak mungkin ia menghadapi suatu bumil sekaligus.
Sementara dr Reyhan menyiapkan ruangan operasi jika keadaan tidak memungkinkan.
Sampai di Rumah sakit. kedua bumil di bawa ke tempat bersalin. Andi dan Jakson menemani istri mereka.
Anisa dan Feby berusaha mengejan
Anisa mencakar rambut suaminya saat mengejan itu tiba, begitu juga Feby. Jakson tidak karuan tampangnya. saat Feby menjambak nya.
Hingga suara bayi yang lahir bersamaan. dr Viona dan temannya tersenyum." Kembar beda ibu." Ucap dr Viona tersenyum.
Andi dan Jakson bersujud syukur kelahiran putri mereka. keduanya lahir perempuan. berat yang sama.
" Selamat ya bapak -bapak. ini baru permulaan. akan sangat seru saat mereka tumbuh.." Ucap dr Viona tersenyum.
" Sepertinya dr sangat menikmatinya." Ucap Andi lirih.
dr Viona tersenyum dan menggosok punggung Andi. " Bukan begitu Bos. Hanya saja saya merasa bangga juga. dan ini pengalaman pertama saya. bahkan anak dan ponakan bos. rasanya seperti mimpi bagi saya." Jawab dr Viona sungkan. ia akui. ini sangat lucu. malah keluarga bosnya lagi.
Setelah semuanya selesai. Anisa dan Feby di pindahkan ke ruangan. anak mereka sudah ada di box masing-masing.
Arnez datang dengan opanya. karena Handoko dari malam sudah rencana pulang. Andez sangat penasaran melihat adiknya.
" No ne ka.. " Ucap Anewz pada kakeknya saat ia melihat adiknya.
__ADS_1
" Itu bukan boneka sayang. keduanya adalah adik Anrez. Anrez jadi abang sekarang. dan punya dua adik perempuan." Ucap Felisha me dekati suami dan cucunya yang asyik cerita.
Andi duduk di samping istrinya. " Makasih ya sayang. kau telah memberikan putri cantik buat ku. dan sekarang sudah lengkap. ada dua anak dan satu ponakan." Ucapnya lembut.
" Sama sayang. maaf ya. kalau kehamilan ku kalian sangat merepotkan, tapi ku nggak sengaja, "Ucap Anisa sedih.
" Oh nggak. jika kamu mau hamil lagi. aku masih kuat Yang.. " Goda Andi. Anisa malah mencubit mendengar ucapan suaminya yang tidak di filter sedikit pun
Feby dan Jakson memperhatikan kedua kakaknya tersebut. " Selamat ya kak." Ucap Feby tersenyum.
" Kamu juga. selamat buat kalian berdua. tidak nyangka, kita samaan. gimana kalau kita janjian lagi.. " Canda Anisa.
" Tida...... k. " Jawab Andi dan Jakson bersamaan.
Suara kedua ayah tersebut membangunkan bayi mereka. keduanya terdiam dan spontan menggendong anak mereka.
Andi sudah pengalaman. sedangkan Jakson masih agak kikuk saat pertama sekali menggendong anaknya.
Felisha yang melihat, membantu Jakson. Karena ia tahu. mantunya baru kali ini menggendong bayi. Feby tersenyum melihat usaha suaminya yang gigih.
Bayi Anisa menyusu dengan sangat lahap sekali. Dan Feby yang pertama kali menyusui anaknya. merasa kikuk. Felisha membantu anaknya. hingga bayinya pas dan lahap menyusu.
" Geli ya ma.."Ucap Feby berbisik pada mamanya.
Felisha tersenyum. " Kalau bapak yang ***** geli nggak." Goda Felisha pada anaknya.
" Ih mama mah gitu.. " Jawab Feby dengan muka memerah.
Setelah beberapa hari. Mereka kembali pulang ke rumah. yang di tunggu beberapa orang wartawan.
Jakson telah memberi aba -aba pada bodyguard agar selalu siap. hari ini sengaja menambah porsenil turun ke lapangan. Karena pasti akan ramai.
Saat mereka sampai di gerbang. mobil yang membawa barang-barang mereka langsung di hadang wartawan. yang di depannya ada Andi dan Jakson yang bawa mobil.
Sedang mobil yang bawa anak dan istri mereka di bawa sopir dan di dampingi Handoko. Dan selamat masuk ke dalam.
Andi membuka kaca jendela saat wartawan mendekat." Ada apa kalian rame di sini..? " Tanya Andi tegas.
" Oh.. kami hanya ingin konfirmasi. apakah benar istri bapak sudah melahirkan bersamaan dengan ponakan bapak..? " Tanya salah seorang wartawan.
" Betul." Apakan anaknya laki-laki atau perempuan pak." Tanya yang lain.
" Keduanya perempuan." jawab Andi santai.
" Hebat bapak berdua bisa samaan lahirnya. apakah buatnya saling kerjasama? " Seloroh seorang wartawan.
" Apakah anda beragama.? Ini kuasa Tuhan. siapa yang nyangka.. keduanya lahir bersamaan. padahal mereka beda.. jika kalian penasaran. Tanya sama sang Pencipta." Jawab Andi dan menutup kaca mobilnya.
Jakson memasukan mobil ke dalam pekarangan. Bodyguard telah siap melarang wartawan yang belum puas.
Andi kesal. setelah sampai ke dalam rumah." Dasar gila. di kira apaan. sampai kerjasama buat anak..Jakson kamu pastikan tadi itu wartawan." Perintah Andi. yang di anggukan Jakson. Karena ia juga tersinggung tentang itu.
Akhirnya wartawan tersebut tertangkap. Andi meminta bodyguard nya untuk membawanya ke kantornya.
wartawan tersebut. sudah ditutup matanya dan di ikat di kursi. wajahnya gemetar dan dari pas ditangkap. ia selalu minta maaf dan minta di lepaskan.
" Siapa namamu...? " Tanya Andi tegas.
Wartawan yang mendengar suara seseorang yang menanyakan namanya terkejut. Andi dan Jakson datang bersamaan.
" Nama saya Bejo Tuan. " Jawab Bejo gemetar.
" Telah berapa lama kamu kerja..? " Tanya Andi lagi.
" Oh sudah 3 tahun Tuan.. maaf saya cuma bercanda.. " Jawabnya.
Andi melihat Jakson. dan Jakson membuka penutup muka Bejo. Ia bisa melihat dengan jelas wajah Andi dan tersenyum.
__ADS_1
"Maaf jika candaan saya tadi membuat bos marah. saya orang kecil.. dan bos nggak ingat saya. lagi, saya Olga teman Bos dulu saat SMA. Tapi di kantor saya di panggil Bejo oleh teman.
Ucap Bejo tersenyum. tadi wajahnya yang tadi ketakutan, sekarang sudah bisa tersenyum.