
Cinta itu unik. tidak tahu kapan dan dari mana ia datang. Ada banyak hal menarik tentang Cinta. kota tak pernah mengetahui siapa sosok yang akan membuat kita jatuh cinta dan menjadikannya sebagai pelabuhan terakhir untuk kita.
Ada yang bilang orang jatuh cinta karena pandangan pertama. dan ada yang bilang cinta karena seringnya bercerita itu yang namanya karena terbiasa. Dan banyak lagi cara orang jatuh cinta dengan pasangannya.
Seseorang yang kita sukai sejak lama, yang kita sebut namanya dalam doa setiap hari, tidak menutup kemungkinan hanya akan menjadi cerita dan kenangan buat kita.
Sementara itu, seseorang yang sama sekali tidak kita harapkan, justru dia yang berhasil membuat hati kita luluh dan menyerahkan cinta kita padanya. Dialah yang pada akhirnya ternyata menjadi sosok terpenting di hidup kita yakni belahan jiwa kita. Dalam pepatah Jawa disebutkan bahwa "Tresno Jalaran Soko Kulino( "Cinta Tumbuh Karena Terbiasa." )
Dan tahukah kamu, nampaknya ini adalah suatu hal yang benar adanya. Percaya atau tidak, ketika kita terbiasa diperhatikan, terbiasa dibuat istimewa oleh seseorang dan dibuat seseorang yakin bahwa dia adalah seseorang yang begitu sabar menghadapi kita, pelan tapi pasti kita akan mulai mencintainya.
Buat kamu yang sedang menjalani perkenalan dengan seseorang, jangan buru-buru menutup hatimu untuk seseorang yang mencoba mengenalmu. Jalani perkenalan itu dengan bahagia, pelan-pelan saja dan buat perkenalan itu senyaman mungkin. Kamu tidak pernah tahu bagaimana Tuhan membolak-balikkan isi hatimu. Kamu tak pernah tahu jika kebiasaan dia yang selalu ada untukmu perlahan tapi pasti membuatmu perlahan jatuh cinta padanya.
Anrez akhirnya menemani Azizah tidur. awalnya ia sangat canggung. namun karena melihat kondisi istrinya ia pun tidur di samping istrinya dan memeluknya.
' Tidur lah. aku akan menjaga mu." Lirih Anrez. Azizah pun mengangguk. ia tidak lagi merasa canggung. ia pun tertidur dengan nyaman di pelukan suaminya.
Biasanya. kalau kondisi seperti ini. biasanya bunda Aisyah yang memeluknya dan menemaninya tidur.
Begitu saat kejadian penyanderaan setahun yang lalu. Azizah tidur di temani temannya. hingga beberapa hari kemudian.
****
Pagi yang cerah. Suasana masih lebaran. Rencana Anisa yang akan berkunjung ke rumah ibu dan bapaknya. akhirnya malah terbalik.
Karena. adik Anisa melihat di sosmed kejadian tersebut. Jadi semalam ibu bapak menelpon mereka.
" Assalamualaikum." Ucap Bapak ibu dan Adik Anisa yang bernama Gilang tersenyum.
" Atuk.." Seru Xena yang sangat bahagia kedatangan atuk dan eyangnya.
" Hai cucu Atuk udah besar. Atuk nggak bisa gendong." seru bapak Anisa pura-pura sedih.
' He..he.. nggak apa Atuk. Xena udah besar, jadi tidak perlu di gendong." Jawabnya senang.
Anisa dan yang lainnya. bergantian menyalami kedua orang tuanya Anisa begitu juga adiknya.
__ADS_1
"Maaf mbak. aku nggak sengaja melihatnya. jadi ibu bapak memaksa kita datang. siap subuh kita langsung berangkat ke sini." Ucap Gilang. karena mobil dan sopir selalu standby. yang biasa di gunakan hanya untuk ke pasar membeli barang dagangan mereka.
Anisa membuka kan toko untuk adiknya yang bersikeras menjaga kedua orangtuanya.
Jadi Gilang kuliah sambil menjaga toko. jika dia kuliah. maka bapak ibu yang gantikan.
"Nggak apa dek. eh gimana tokonya.?' Tanya Anisa antusias. sebab sudah satu tahun ia tidak pulang kampung
"Alhamdulillah ramai mbak. Aku rencana menambah satu ruang lagi mbak. Dan mungkin aku mengajak teman untuk membantu, kebetulan hidupnya susah. dan dia mau pula." Ucap Gilang semangat.
Anisa terus bercerita dengan adiknya. yang sekarang sudah selesai menyusun skripsi. dan bulan depan Wisuda.
Sementara Andi pun bercerita dengan kedua orang tuanya.yang juga di temani Edo dan Zainab.
Tak lama muncul Azizah dan Anrez yang turun dari kamar mereka. " Cie. kesiangan pengantin baru." Goda Bambang.
Azizah menunduk malu." Kami sudah bangun dari tadi. dan sarapan di kamar.' Jawab ketus Anrez.
" Ha..ha.. Bambang puas menggoda pasangan pengantin baru tersebut.
" Hai bro. lu cemburu ya. cari nih sana. biar juga anteng di kamar." Seloroh Gilang duduk di samping Bambang.
" Beruntung lu. lagi ada Om. Eh kenalkan kan Om nama aku Bambang." Ucap Bambang pada Gilang.
" Gue Gilang. nggak panggil Om, gue nggak setua itu." Ledek Gilang tidak terima.
Lagi-lagi Anrez tertawa. " Bah.. ha .ha.. lu baiknya diam deh. kayaknya lu nggak beruntung deh hari ini." Ledek Anrez bahagia.
Andi pun senang. ternyata kedatangan mertua dan adik iparnya,mampu merubah suasana yang semalam trauma.
" Om. udah punya pacar ya.?" Tanya Cantika duduk di samping Gilang.
" HM. gimana ya, apa tantenya teman Cantika untuk Om." Jawab Gilang menggoda.
" Ah. kalau gitu aku tanya dulu Om. tapi benaran om belum punya pacar.?" Tanyanya meyakinkan. Karena ia perhatikan, om sangat tampan dan cukup dewasa.
__ADS_1
" Gimana ya. banyak sih ya mau. tapi om belum ada yang ngenak." jawab Gilang dengan bahasa gaulnya.
" Ih. Om keren deh." Ucap Ratu yang juga bergabung bersama mereka.
" Bisa ponakan Om satu ini. Apa kalian udah punya pacar.?" tanya balik Gilang.
Keduanya hanya tersenyum malu." Nggak boleh om. cuman teman." jawab Cantika malu-malu.
" T man tapi mesra ya." Goda Gilang membuat kedua ponakannya itu tersipu malu.
"Aduh. dasar Om nggak baik deh. masak ajarin ponakannya nggak baik." Ledek Bambang yang masih tidak terima dengan kekalahannya.
' situ bukan nggak ada akhlak namanya bro. tapi mengenal ponakan lebih baik. Zaman sekarang kita nggak boleh menentang mereka tapi mengalirkan mereka pada tempatnya." Jawab bijak Gilang.
Sekali lagi. Bambang malah telak." Udah deh Bam. kamu diam saja lah.biar ponakan sama om melepas rindu." Ejek Edo yang juga bergabung bersama mereka. karena terlihat seru.
"Waduh. sepertinya aku beneran sendiri nih. wah bisa mati duluan nih, kalau kayak gini mah perang." Jawab Bambang mengundang tawa semuanya.
" Jadi kamu bantuan nih Bam.?" Tanya Andi yang juga bergabung.
" Kayaknya. Om harus punya senjata ampuh deh. untuk mengalahkan mereka." Ucap Bambang merasa senang, karena dapat bantuan.
" Oh. itu pasti. biar kita berdua, pasti seru deh peperangannya." Jawab Andi.
" Aku juga latihan perang pa. biar aku bisa kalahkan penjahat." Jawab Xena antusias.
Andi membelai rambut Xena. yang tiba-tiba duduk di pangkuannya.
Mereka semuanya gabung. Anisa dan Feby membawakan cemilan yang baru saja mereka buat. Itu berkat bantuan ibunya.
" Oh. sebelum latihan. harus isi bensin dulu." Ucap Anisa meletakan cemilan yang baru di masak.
Xena yang mendengar ucapan Anisa pun bingung." Ma. ini bukan bensin. tapi gorengan." ucap Xena meluruskan.
Tawa mereka akhirnya pecah. Xena makin bingung. " Kenapa semua tertawa.?" Tanya penasaran.
__ADS_1
"Sayang. kalau manusia bensin nya makanan dan minuman, karena menambah tenaga. Tapi kalau kendaraan untuk menambah tenaganya bensin asli yang di jual di pom bensin atau Pertamina." Jawab Andi menjelaskan.
Xena pun mengangguk mengerti, sementara yang lain akhirnya mencicipi cemilan yang tersedia lengkap dengan minuman beberapa macam jus.