Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
kecemasan Andi


__ADS_3

15 jam kemudian. Anrez sampai di Jerman.


Andi sudah menghubungi Edo sahabatnya. Untuk menjemputnya. dan tinggal di apartemennya. Sebab ia tidak berani melepaskan anaknya, tanpa pantauannya.


Sampai di Bandara. Edo menerima telpon dari sahabatnya. karena telah mengirimkan foto anaknya. hingga Edo pun dengan mudah mengenali anak sahabatnya tersebut.


" Kau sudah menemukan anakku." Ucap Andi tegas. Karena masih belum tenang.


" Sudah bro. ini anak lu kan. Hai nak jawab nih papa mu yang resek nih.. " Edo menyerahkan Handphone nya pada Anrez.


" Halo. Assalamu'alaikum pa. aku baru sampai pa. dan sekarang sudah dengan om Edo. teman papa. udah ya pa. titip salam sama mama dan lainnya." ucap Anrez dan memberikan Handphone Edo kembali.


Edo tertawa mendengar umpatan Andi yang di seberang sana. Karena setelah Anrez bicara langsung memberikannya pada Edo. tanpa mendengar jawaban papanya.


" Ha.. ha.. aku nggak nyangka, ternyata kalian sebelas dua belas ya sifatnya." Ledek Edo membuat Andi makin meradang.


" Dasar sahabat laknat. awas.. jika kamu kecewakan aku. tolong jagain anak ku.." kesal Andi. walaupun ujung-ujungnya dia minta tolong.


" Hai bro. jika minta tolong harus lembut. saya bukan bodyguard. ha.. ha.. " Tawa Edo makin pecah.

__ADS_1


Anrez hanya cuek saja menunggu pembicaraan antar papa dan sahabat nya.


Setelah selesai, mereka pun akhirnya menuju apartemen. Sebenarnya, Apartment tersebut milik om nya Edo. yang akan di jualnya. Andi ingin membelinya untuk anaknya. Namun ia belum punya kesempatan untuk ke sana.


" Masuklah anggap saja rumah sendiri. kamarnya ada dua. nggak apa-apakan kalau kamu tinggal di kamar ini sendiri..? " Tanya Edo menyelidik.


"Hm. nggak apa om. Terima Kasih sudah menampung saya di apartemen Om. Dan maaf kalau saya dan papa merepotkan Om." Ucap Anrez sungkan.


Edo membelai rambut Anrez lembut dan tersenyum. " Kamu nggak usah sungkan. Om dan papa mu itu sangat dekat dahulu. tiga tahun kami bersama, Dan papa mu selalu bantu Om. termasuk masalah keuangan. Jadi saatnya sekarang Om balas kebaikan papa mu. Ok..! " Ucap Edo tersenyum.


Anrez pun tersenyum. baik Om. butuh bimbingannya.." Mohon Anrez. membuat Edo tertawa.


" Bisa Om... " jawab Anrez tersenyum.


Edo berencana keluar. belum sampai pintu, handphone nya kembali berbunyi. ternyata panggilan PC. Edo menggeleng kan kepalanya.


" Ada apa bro. kamu baru sampai apartemen. kamu nggak percaya. lihat nih.." Edo mengarahkan layar handphone pada Anrez. Dan Anrez melambaikan tangannya pada papanya.


" Kenapa Handphone kamu belum aktif nak. nih mama mau bicara.." Ucap Andi. Memberikan Handphone nya. pada Anisa.

__ADS_1


" Pa.. ma.. ke handphone ku saja ya. Om Edo ada perlu keluar. aku aktifkan dulu handphone ku.. " Ucap Anrez dan memberikan Handphone Edo kembali.


" Edo kirim nomor rekening lu ya. aku kirim biaya makan anak ku selama satu bulan ini. Aku tak ingin anak ku kelaparan.."Ucap Andi kembali mengambil Handphone pada Anisa.


" Ok.. Bos.." Jawab Edo santai.


Tak lama bunyi notifikasi pesan masuk. Edo pun memeriksanya. " Nak. lihat papa mu mengirim uang makan kamu saja. sebanyak ini. apa kamu mau pesta. ha. ha.. Dasar orang kaya.." kesal Edo.


"Hai. bro. ini untuk satu bulan atau satu tahun..? " Tanya Edo yang meradang kesal.


" Hm. terserah kau. jika masih kurang. jangan sungkan bilang ha. ingat titip anak ku. dia harapan ku dan keluarga ku Do.." Lirih Andi.


Edo pun terkejut. melihat ekspresi Andi. selama mereka berteman, belum pernah ia melihat ekspresi seperti itu. Ia pun mengangguk. Rasa kesalnya tadi berubah rasa haru.


" Baiklah. moga aku bisa jaga amanah yang kalian berikan. Udah ya. aku mau perlu sebentar.da.." Edo pun memutuskan pembicaraan nya.


Edo oun kembali melihat Anrez yang telah selesai mandi. " Kau sudah mandi. makan lah. Om keluar sebentar ya. jangan lupa makan.." Edo pun pergi. dan di anggukan Anrez.


RWTH Aachen University adalah universitas teknologi terbesar di Jerman. Setiap tahun, mahasiswa internasional dan ilmuwan datang untuk melakukan riset di RWTH berkat fasilitas risetnya yang lengkap. Di kampus inilah Presiden ke-3 RI ** Habibie menyelesaikan gelar Master of Science di bidang teknik.

__ADS_1


RWTH kini berfokus mengembangkan integrasi antara bidang teknik dengan sains dan medis. Dengan 9 fakultas, RWTH termasuk dalam universitas top di bidang riset dan sains.


__ADS_2