Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Keputusan yang Berat


__ADS_3

Suasana canggung saat kedua pasutri tersebut bertemu. Anrez berusaha bersikap dingin untuk menghilangkan ke gugupan ya.


Bambang bisa memperhatikan keduanya, karena sikap mereka yang salah tingkah di saat berpapasan.


"Apakah terjadi sesuatu di antara kalian berdua.?" Tanya Bambang kepo pada Anrez saat mereka sudah sampai di apartemen Pak Frans.


Anrez hanya diam, dia cuek saja walau dadanya berdegup kencang saat Bambang menanyakannya, takut keceplosan.


Namun Bambang bukannya jera, malah makin menggodanya saat Azizah di depan mereka membantu meletakan air, karena Feby yang minta. sebab tidak ada ART di sana.


"Jangan terlalu capek Zah. nanti nggak bisa lembut.!" Goda Bambang yang dapat pukulan dari Anrez.


"Sialan lu. emang kami ngapain. lembut kepala emak lu." Kesal Anrez dengan sumpah serapahnya.


Sikapnya tersebut malah membuat Azizah kecewa, berarti suaminya tidak menginginkan nya. pernikahan ini seolah hanya sebagai pajangan saja. Mungkin hanya dia saja yang berharap pernikahan ini akan berjalan dengan baik, menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.


Azizah kembali ke belakang membantu mertuanya dan juga Zainab di pantry. Sedangkan Jackson mendampingi papinya di dalam kamar bersama Edo.Jackson merasa sedih melihat kondisi papinya.


"Pi. kenapa papi tinggal sendiri, apakah tidak ada orang yang terdekat papi selain aku.?" Tanya Jackson penasaran.


Pak Frans tersenyum. ia memegang tangan anaknya." Papi tinggal sendiri nak, tidak ada sanak keluarga papi. papi anak tunggal. Saat papi balik lagi ke sini, kedua orangtua papi telah tiada. Dan untung asistennya orang tuanya papi bisa memegang amanah. Dan perusahaan masih bisa di selamatkan." Jawab Pak Frans pada anaknya.


" Lantas.! Apa rencana papi memanggil kami ke sini.?" Tanya Jackson to the points.


Pak Frans menarik nafas dalam." Nak. papi sudah tua, papi ingin kamu lanjutkan perusahaan kita ini. Papi ingin istirahat dan juga ingin berkumpul dengan kalian. papi ingin menikmati hari tua papi sama cucu papi." Ucapnya berharap.


Jackson terdiam, benar, semenjak ia berpisah tidak pernah lagi berkumpul dengan orang tuanya. mungkin sudah saatnya ia mewujudkan ke inginan orang tuanya.


"Baiklah. akan aku pikirkan ya pi, namun tentu tak semudah itu Pi. aku harus bicara dulu dengan bang Andi. Tidak mudah bagiku meninggalkan secara langsung." Jawab Jackson.


Pak Frans sangat bahagia mendengar jawaban dari anaknya." Benarkah. akhirnya doa ku terkabulkan. papi akan bantu urusan yang ada di sini. kita bagi tugas." Jawab Pak Frans semangat dan bahkan tubuhnya yang lemah tadi langsung kuat ia bahkan langsung duduk nampak sekali wajah cerahnya.


" Waw emezing..!" Ucap Edo tak percaya.

__ADS_1


Ternyata semangat hidup bisa menyembuhkan penyakit.Edo pun mengangguk sendiri melihat keadaan tersebut. Ia pun diam-diam keluar dari kamar tersebut. Padahal ia sangat khawatir beberapa hari ini. pak Frans tidak mau makan. badan makin lemah.


"Hati-hati Pi." Ucap Jackson melihat papinya seakan mau berdiri.


Dengan respek Edo pun berbalik dan mengejar membantu Jackson memapah pak Frans ke luar


Dengan tertatih, Pak Frans pun sampai di ruang yang lumayan luas. di sana ruang tamu dan keluarga bergabung. jadi kesannya sangat luas.


"Opa sudah sehat.?" Tanya Xena saat melihat pak Frans duduk di kursi di ruangan tersebut.


"Sudah sayang. opa kangen sama princess opa ini." Ucap Pak Frans dan mencium kedua pipi Xena.


Rasa rindu dengan istrinya kembali terobati. semenjak kepulangan kembali ke Indonesia. ia selalu terpikirkan Xena yang sangat mirip dengan mendiang istrinya.


"Xena juga kangen opa. makanya Xena ikut sama ayah bunda." Celoteh Xena memeluk pak Frans. ada air mata di pelupuk wajahnya yang sudah mengkerut karena sudah di makan usia.


Jackson menggosok punggung papi nya. ada rasa haru melihat interaksi ke duanya.


"Opa Frans. boleh nggak aku kerja paruh waktu di perusahaan Opa Frans.?" Tanya Bambang mencairkan suasana yang haru.


" Apa kamu nggak capek dan bosan nanti.?" Tanya Edo serius.


"Nggak lah Om. malah aku bosan lihat pasutri ini terus berdua an. aku seolah tidak di anggap." Jawab Bambang malah dapat pukulan dari Anrez.


"Kamu kalau mau kerja, jangan bawa kami. nggak ada hubungan dengan mu." Kesal Anrez.


Tentu saja gelak tawa di ruangan tersebut membuat suasana jadi rame.


"Aku terasa kembi muda kalau keadaan begini. terimakasih.! Kehadiran kalian membuat aku kembali sehat. aku sudah bosan minum obat. ternyata obat mujarab adalah kehadiran kalian." Jawab Pak Frans.


Jackson tersenyum melihat kesehatan papinya. ia harus memikirkan masalah ini.


*****

__ADS_1


Setelah beberapa hari. Jackson, istri dan anaknya. harus kembali pulang. ia harus mengurus dulu yang ada di Indonesia. karena tidak mungkin mengecewakan Andi


karena keluarga beliau lah ia bisa hidup dengan baik. dan bertemu dengan papinya.


Apalagi. Feby merupakan saudara tiri bagi Andi. dan Feby pun punya usaha butik milik Omanya. siapa yang akan mengurusnya. ia harus berpikir panjang dengan hal ini.


Sampai di Indonesia hari sudah malam. Jackson langsung menemui Andi, Karena tidak ingin menyia-nyiakan waktu. sebab kondisi papinya yang mengkhawatirkan.


Untuk sementara. Jackson meminta Edo dan istrinya untuk tinggal di rumah papinya. untuk mengurus papinya. Karena ia tidak tega meninggalkan papinya Sendiri.


"Bang. aku mau bicara masalah papi." Ucap Jackson saat mereka di ruang kerja mereka.


" Ada apa dengan papi Frans.?" Tanya Andi yang khawatir.


Jackson pun menceritakan pada Andi. tentang kondisi orang tuanya dan juga perusahaannya. dan tidak ada yang di sembunyikan. Andi menarik nafas dalam. Ia tidak mungkin egois. Jackson punya keluarga. Dan saat ini sangat membutuhkan dirinya.


"Baiklah. semua keputusan ada di tangan mu. aku pun tidak punya hak untuk menahan mu di sini.Kalau masalah anak-anak. kamu tanya yang nanya langsung apakah ikut kalian atau di sini.!" Ucap Andi yang di setujui Jackson.


Setelah perbincangan tersebut. besoknya saat sarapan pagi. Jackson mengutarakan kepindahannya ke Jerman. Tentu saja Cantika dan Ratu kaget. Sedangkan Anisa sudah di beritahu Andi saat mereka akan tidur .


"Yah. gimana dong dengan aku. aku nggak mau pisah sama Ratu. terus aku juga nggak mau pisah sama kalian." Ucap Cantika sedih.


Ratu yang duduk di sebelahnya menggosok punggung saudaranya tersebut.


"Sayang. ini lah hidup, tidak selamanya kita hidup selalu bersama. suatu saat adakalanya perpisahan itu akan datang. hanya jalannya yang berbeda. masih untung kita berpisah dan. Bertemu lagi, orang pisah tidak bisa bertemu lagi. seperti kakek.!" Ucap Anisa dan di akhiri dengan sendu.


"Benar nak. kata Mama Nisa. nenek pun sedih. Namun kita nggak bisa menolak takdir nak, kamu harus memilih apa ikut ayah bunda tau tinggal di sini." Nasehat Viona.


"Tapi Nek. aku bingung pilih siapa.?" Ucap Cantika sedih.


"Kalau kamu pilih ayah bunda. kan kita bisa ketemu lewat VC. walau kamu jauh tetap saja kita bertemu." Ucap Ratu memberi semangat.


Ia sadar ucapan mamanya, tidak mungkin ia menahan saudaranya. sebab mereka punya keluarga masing-masing. walau mereka pun keluarga dan belum pernah berpisah.

__ADS_1


Ratu dan Cantika tertunduk ada rasa sedih di wajah ke duanya. dan kedua orang tua mereka pun bisa merasakankan kesedihan anaknya. Karena selama ini mereka selalu bersama.


__ADS_2