Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Tawa Anrez


__ADS_3

Sepulang dari toko buku, Andi langsung ke kamarnya untuk mandi. rasanya gerah sekali dengan cuaca yang panas ini.


Saat membuka pintu kamar nya, hal pertama ia lihat istrinya yang duduk sendiri tanpa menyadari kedatangannya. Andi merasa heran, tidak biasanya istrinya seperti itu.


Andi mendekati istrinya dan membelai pundak nya. " Sayang.. ada apa? " Tanya Andi tersenyum.


Anisa menengok ke arah suara yang tak asing baginya. " Oh sudah pulang sayang. aku siapkan air mandinya ya." ia beranjak melangkah ke kamar mandi. namun di cegah nya.


" Duduklah.. aku mau dengar. apa Anrez marah..? " Tanyanya menyelidik.


Anisa menghambur kepelukan suaminya. "Mas.... " Tangis Anisa pecah juga. tidak kuat menahan air mata yang seharusnya tumpah dari tadi.


"Aku paham. Seharusnya kita terlalu kejam padanya. Selama ini kita memaksanya untuk tumbuh cepat dewasa. menjaga adik-adiknya, yang sebenarnya tanggung jawab kita. Namun dengan senang hati ia melakukannya. Tanpa mengeluh, pantas saja ia berontak kali ini. Maaf mas belum bisa jadi papa yang baik buat mereka.." Ucap Andi sendu.


Anisa makin mengeratkan pelukannya. " Kamu papa yang hebat mas. mungkin kita kali ini yang salah." Anisa melepaskan diri dan menatap suaminya.


Andi mengusap air mata yang jatuh di pipi istrinya yang mulus. " Makasih sayang. dukung aku terus ya.." Anisa mengangguk.


******

__ADS_1


Paginya, Anrez yang kamarnya berhadapan dengan kolam renang kesukaannya, sudah penuh dengan air. Namun ada sesuatu yang aneh.


Ia penasaran. di samping kolam renang ada penghalang gitu. hanya orang yang dewasa yang bisa melompatinya.


Anrez turun bergegas ke kolam renang. benar saja. matanya melotot nanar. " Ada apa ini..? " Tanya nya bingung.


" Oh.. itu pembatas nak. Nggak apa kan.? Kasihan adik mu nanti loncat bebas lagi. jadi terpaksa papa buat kan kolam renang ini. tapi jika tidak di isi air. seolah jadi pembatas." Jawab Andi yang melihat anaknya berlari ke arah kolam renang.


Anrez menatap papanya. " Nggak apa pa. aku ngerti pa. maaf jika aku ego ya pa.." Anrez berlari memeluk papanya.


Andi mengusap punggung anaknya lembut. tinggi mereka hanya beda beberapa meter. padahal Anrez baru kelas 2 SMK.


" Wah. anak papa sekarang sudah besar ya, ini bisa kalah tinggi papa nih.." Goda Andi saat melepaskan pelukan mereka.


" Hai. habis papa jarang berenang sih.." Goda balik Anrez. keduanya tertawa. Tawa yang mengundang perhatian orang yang siap-siap di ruang keluarga. yang pasti ketiga saudaranya.


" Hai abang ganteng. nggak sedih lagi kan.. " Tanya Xena saat mereka sudah masuk ke dalam. dan bersiap mau sarapan.


" Nggak lah adik princess abang.." Ucap Anrez mencubit hidung Xena. Anisa dan lainnya tersenyum melihat kebahagiaan Anrez kembali. Tidak murung seperti dua hari ini.

__ADS_1


*****


Hari ini Anrez pergi sendiri dengan motor. karena Andi sudah mengizinkannya. tapi hanya khusus untuk keperluan sekolah. lain dari itu, harus di antar sopir.


Anrez tak obatnya seperti papanya yang cuek dengan cewek. jika ia di tegur, cukup hanya anggukan dan respon yang dingin.


" Halo gantengnya aku.. baru datang..? " Tanya seorang siswi yang bernama Masayu, ia gadis yang terkenal cantik dan pandai. Sebab tidak banyak siswi di SMK tersebut. Di kelasnya saja hanya 3 orang siswinya. Masayu gadis tomboy padahal dia cantik dan ayu sesuai namanya. Masayu.


Banyak cowok yang ingin menjadikan pacar, namun tak seorang pun ia terima. Ia hanya kecantol dengan Anrez. walau di cuekin tapi tetap berjuang.


" Hm.." Jawab Anrez seadanya.


Andez berlalu langsung masuk kelas setelah memikirkan motornya. " Halo bro baru datang, tumben agak telat..? " Tanya Gading sobatnya.


" Ada sesuatu hal tadi di rumah. biasa cewek ku..! " Ucapnya tersenyum. Gading tertawa. Karena ia tahu siapa cewek yang ia maksud. Xena adik kecilnya yang cerewet.


" Apa lagi yang di buat gadis kecil tersebut, aku jadi heran deh tuh anak. " Cerita Gading. karena ia sering main ke rumah Anrez. pasti di ganggu tuh anak.


" Ha.. ha.. " Anrez tertawa lepas. tanpa ja sadari. siswi yang ada di kelas melongo melihat ke adaan demikian, karena sangat langka sekali Anrez tertawa lepas.

__ADS_1


" Waw.. keren.. " Ucao Masayu dan temannya.


__ADS_2