Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Ke kampungnya Bambang


__ADS_3

Anrez dan Bambang sampai di Indonesia siang menjelang sore. Semuanya antusias menunggu mereka. karena hanya Sopir di minta menjemput. karena kalau Andi atau Anisa yang jemput, bakalan heboh ke tiga putri mereka, minta ikut.


Cantika dan Ratu. telah menyiapkan kue dan balon suprise buat abangnya begitu juga Xena. dia pun menyiapkan coklat untuk abangnya.


Semua orang dewasa. hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak anak mereka. Jackson tidak bisa di rumah. karena mewakili Andi yang meeting.


Anrez dan Bambang masuk ke dalam rumah tidak bersamaan. karena di tangan Anrez banyak bawaan. otomatis Bambang yang bantu bukakan pintu yang besar tersebut.


Pas pintu terbuka, ada balon yang mengagetkan Bambang. hingga ia latah.


" dor..dor.. dor.." Teriak Bambang sambil berjingkat. hingga semua nya tertawa. tidak dengan kedua gadis ABG tersebut. Merasa bersalah. telah mengenai orang yang belum mereka kenal.


" Maaf. lirih Ratu dan Cantika bersamaan." Karena merasa bersalah, dan malu.


Bambang hanya tersenyum canggung. tidakungiin ia marah-marah. karena suprise nya bukan untuknya.


Andi dengan santai masuk ke dalam rumah, dan memeluk mamanya yang sudah merentangkan tangan.


" Ganteng mama sudah besar. makin tinggi ya nak. padahal baru enam bulan." Goda Anisa mencubit hidung Anrez.


Andi pun mendekati Bambang yang masih berdiri bengong." Silahkan masuk nak. Eh. terimakasih kamu telah jaga amanat om." Ucap Andi mendekati Bambang.


" Ia. Om sama-sama. lagi pula Anrez anaknya baik ko om nggak susah jaganya. sudah bisa mandi.dan makan sendiri." Seloroh Bambang


yang dapat pukulan dari Andi.


" Ha..ha.. kamu tuh selalu bikin Om ketawa." Ucap Andi yang suka dengan lelucon Bambang yang apa adanya.


Bambang hanya cengengesan mendengar komentar Andi. papanya Anrez. Ia merasa sangat beruntung bertemu dengan Anrez. sangat banyak membantu biaya hidupnya selama ia kuliah di negeri Orang. Kuliah gratis bea siswa.makan dan tempat tinggal pun gratis. Rasanya Bambang tidak bisa lagi berkata-kata lagi.


****


Paginya, Anrez yang sekamar dengan Bambang. membuat heboh. karena kebiasaan Bambang yang tidur selampangan. Kakinya yang mendarat di perut Anrez.


" Hai. kebo. berat tahu...!" Kesal Anrez yang tidak di dengar Bambang. Dengan Jahil Anrez mengerjain Bambang yang masih enakan tidur.

__ADS_1


" Kecoak.." Seru Anrez. dengan spontan Bambang berdiri. Tampak wajah bingung menatap sekeliling.


Anrez berlalu tanpa dosa. Masuk ke kamar mandi, untuk berwudhuk sholat subuh.


Sementara Bambang duduk menahan rasa kantuk. Namun ia tidak berbuat apa-apa selain bengong.


Saat Anrez sudah keluar dari kamar mandi, baru ia tersadar." Kamu udah bangun.. gih sana wudhu. Ntar telat sholat nya." Ucap Anrez mengambil baju Koko dan sajadah.


Bambang pun mengikuti ucapan Anrez, walau masih kelihatan ngantuk. Karena semalam mereka bergadang. Kebiasaan, disaat hari esok libur. pasti mer ka begadang.


Anisa, mama dan Feby. asik di dapur, menyiapkan sarapan, mereka heboh sekali.


" Ma.. duduk sajalah.. biar kamu saja yang nyiapin" Ucap Anisa pada mama mertuanya


" Nggak. mama juga ingin buat masakan Anrez. ia kan suka sekali dengan Omelette." Jawab mamanya.


Anisa dan Feby hanya menarik nafas dalam. Feby menggosok punggung kakak iparnya dan tersenyum.


Anak-anak. telah siap di ruang keluarga


Anrez dan Bambang pun sudah siap


mereka menuju ruang keluarga. Bambang memperhatikan ke tiga adik Anrez. yang jauh lebih cantik,saat ia melihat dari layar.


" Halo Abang ganteng." Ujar Xena mendekati Anrez. ia memegang tangan abangnya, dan menariknya ke kursi. Dan di ikuti Bambang


" HM. Oh ya.. kalian ikut nggak ke kampungnya Abang Bam.?" Tanyanya penasaran.


" Emang. mama papa ikut..?" Tanya Cantika mengerutkan keningnya.Anrez yang menganggukkan kepala. Menjawab pertanyaan Cantika.


" Oh. kalau ayah ibu gimana?" Tanya Xena.


" Kita semua ikut. sekalian refreshing. kan sudah lama kita nggak libur bareng." Jawab Anisa tersenyum.


" Hore,..." Jawab Xena girang. Ratu dan Cantika hanya tersenyum.

__ADS_1


" Oh. aku rasa keluarga pasti senang. rumah ku dekat dengan bukit dan sungai. kalian bisa mandi di sana, air sangat jernih dan bersih." Ucap Bambang memberikan info.


" Wah.. asyikkk!" Jawab anak-anak serentak.


" Tapi ingat, kalian nanti jangan macam-macam. dan jangan buat ulah.!" Ancam Andi. Mereka pun terdiam.


Setelah semua persiapan udah beres. mereka akhirnya berangkat dengan dua mobil. Andi, Nisa bersama Anrez.Bambang dan Xena. Sedangkan Jackson bersama dua ABG dan Omanya.


Pak Frans. sudah kembali ke Jerman, karena Edo butuh bantuannya. Makanya ia terpaksa tidak ikut ke acara Bambang. bahkan sebelum keduabya sampai di Indonesia.


Dalam perjalanan yang cukup melelahkan. Bandung kota hujan. Walaupun tidak hujan, namun suasananya tetap sejuk. selama perjalan mereka heboh di mobil masing-masing. Hingga beberapa jam kemudian mereka sampai di kampungnya Bambang


" Wah.. sejuknya.." Ucap Cantika yang sudah turun dari mobil.


" Iya ya Can. sejuk sekali." Jawab Ratu menarik nafas sedalam-dalamnya.


Sedangkan anggota yang di mobil Andi sudah siap-siap menurunkan barang bawaan mereka.


" Selamat datang di gubuk kami. dan silahkan masuk." Ucap orang tua Bambang yang sudah menunggu kedatangan anak dan keluarga yang membantu anaknya.


" HM. ini bagus kok Bu. teringat dengan kampung ku Bu" Ucap Anisa yang mengingat orangtuanya di kampung. sudah beberapa tahun ia tidak lagi ke kampung karena kesibukan. Hanya orang tuanya Anisa yang sering datang menemui mereka ke kota.


" Emang kampung Bu Anisa di mana?" Tanya ibunya Bambang.


Anisa tersenyum hangat.Di Bogor. tak jauh sih dari kota. Hanya udaranya sama seperti ini.Sejuk tanpa adanya polusi udara" Jawab Anisa sungkan.


Keluarga Bambang sangat antusias melihat kedatangan keluarga Anrez temannya Bambang. Bahkan warga kampung pun penasaran. Mereka berbaris melihat ke arah rumahnya Bambang.


Anisa yang mengerti suasana kampung pun berdiri keluar. Ia mengambil sebuah kantong oleh-oleh. Anisa pun memberikan kantong tersebut untuk di bagikan pada warga.


" Maaf buk bapak. ini sedikit oleh-oleh dari kami. terima ya. dan tolong bantuannya untuk bagikan pada yang lain." Ucap Anisa tersenyum ramah.


Bambang dan orangtuanya yang memperhatikan dari jauh. tersenyum bangga. " Benar-benar orang baik keluarga ini Bam. kamu harus baik pada keluarga ini." lirih ayah Bambang. padahal di sana masih ada Andi dan keluarga yang lain.


" Baik ada-ada saja. Istri ku Anisa merasa teringat dengan kampungnya. lagian ini sudah kebiasaan Anisa kalau ia pulang kampung" Jawab Andi tanpa melebih -lebihkan.

__ADS_1


__ADS_2