Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Kesalnya Edo


__ADS_3

Walau dengan berat hati akhirnya Edo. Zainab dan Azizah pun langsung ke rumah Andi dulu untuk menginap semalam.


Edo sebenarnya sungkan pada Anisa yang juga bekas gurunya dulu. Namun karena paksaan Andi dan Zainab mereka pun sampai di rumah Andi.


Anisa antusias memeluk anaknya yang baru datang tanpa memperdulikan yang lain." HM. kangen mama nak." Seru nya bahagia.


Andi berusaha batuk. agar ia juga dapat perhatian istrinya.Namun Anisa hanya cuek saja. Membuat Edo terkekeh.


" Di cuekin." Ledeknya. Ia pun dapat pukulan Andi yang lumayan keras di tangannya.


Setelah beberapa menit. Anisa pun menoleh pada dua wanita cantik di depannya.


" HM. maaf. silahkan masuk.. kenapa berdiri di sini saja.?" Tanya Anisa yang polosnya.


Andi menggeleng-gelengkan kepala. Jika sudah ketemu anaknya. Anisa bisa lupa segalanya.


" Abang... ."seru Xena dari dalam. Suara cempreng Xena membuat gaduh s eisi rumah. semuanya keluar setelah tahu yang di tunggu telah datang.


" Adik cantik Abang... sini.." Anrez pun merentangkan tangannya dan langsung menggendong adiknya tersebut dan berputar-putar.


" Jangan heran. sikap ramahnya hanya khusus buat adik dan keluarganya saja. tapi kalau cewek lain selalu dingin kayak kulkas." Bisik Bambang pada Azizah yang memang terkejut dengan sikap Anrez.


" Oh.." Jawab Azizah singkat.


Anrez menurunkan adiknya. dan bergantuan memeluk nenek dan bundanya. namun tangannya di tarik Xena ke kamarnya. karena ada kejutan buat abangnya.


Mata Azizah tak lepas dari Anrez yang sangat ceria bersama adiknya. Baru naik saja ke lantai atas. Anrez di kejutkan dua gadis ABG. yang cantik-cantik.


Azizah melotot. karena mereka berdua memberikan sebuket bunga dan coklat. layaknya sang kekasih memberikan kejutan.


" Kami kangen.. " Peluk kedua gadis tersebut. Azizah menundukkan wajahnya. Namun tak lepas juga dari perhatian Bambang.


" Kan sudah bilang. ia akan begitu manis." Bisik Bambang lagi. Yang sengaja duduk di dekat Azizah.


Sementara Edo dan Zainab, asyik bercerita dengan anggota di rumah tersebut.

__ADS_1


Sedangkan Jackson kembali ke kantor setelah tamunya masuk rumah. Karena banyak hal yang harus di kerjakan.


" Feby dan ART. menyiapkan makanan di dapu untuk berbuka. yang juga di bantu mamanya. walau sudah dilarang Feby.


" Nggak apa. kamu libatkan adik-adiknya sangat bahagia kedatangannya. Mama juga senang. entah sampai kapan mama melihat kebahagiaan ini. semoga selamanya kalian bahagia. dan jauh dari kesulitan lagi." Ucap Viona tersenyum.


" Amin. makasih ya ma. masih menemani kami. moga mama bisa melihat perkembangan mereka sampai dewasa." Jawab Feby yang juga merasakannya.


Keempat anak mereka tumbuh saling mendukung. walau ada pertengkaran kecil. tapi hanya sebentar. mereka kembali minta maaf. itu berkat ajaran Anisa.


Dan Feby mengakui dan bahkan kadang iri dengan anak-anaknya. karena ia tidak mengalami masa-masa seperti itu. Namun semuanya terbayar dengan perkembangan anak-anak mereka.


Feby tak hentinya tersenyum. mengingat masa lalu. ia sering sedih. Tapi jika ia ingat sekarang. akan bahagia. anak-anak selalu memberikan warna dalam hidup keluarga nya. Makanya Feby tidak ingin hidup berpisah. walau mereka punya rumah lain. tapi mereka tetap betah tinggal di rumah peninggalan kakek Wijaya. karena banyak kenangan di rumah ini.


Begitu juga Anisa pun tak pernah niat tinggal di rumah yang telah di sediakan Andi. biar itu jadi aset. walau kadang kala mereka ngumpul di sana saat hari libur.


Bahkan anak-anak juga tidak mau pisah. kepergian Anrez saja bagi mereka sangat berat. Makanya sekarang kedatangan Anrez langsung membuat ketiganya bahagia.


" Azizah nanti setelah buka kami antar ke panti ya. kebetulan ibu juga mau ke sana. sudah lama tidak bertemu Bu Aisyah." Ucap Anisa . yang di anggukan Azizah.


" Oh ya Zainab. nanti nginap di sini dulu ya. besok boleh kami lepas lah untuk ke rumah calon mertua, tapi harus kuat ya nanti ketemu calon mertuanya.." Canda Anisa. Edo kesal namun ia tidak berani dengan mantan gurunya tersebut.


Andi tertawa. karena Anisa bisa juga usil." Bukannya galaktapi serem.!" Sarkas Andi malah membuat Zainab ngeri.


" Kalian berdua ya. dasar. Jangan percaya sayang. mereka sengaja tuh agar kamunya takut." Jawab Edo membujuk calon istrinya.


Anisa dan Andi trmertawa. tapi wajah Zainab bingung.Edi berusaha membujuk.


" Awas ya kalian berdua." Kesalnya lagi.


Anisa berdiri dan mengajak Zainab ke sebuah kamar." Oh ya Zainab. kita ke kamar ya." Anisa menarik tangan Zainab. Edo tampak pasrah. apalagi yang akan di lakukan Anisa istri sahabatnya itu.


" Aku tidak mau. Zainab berubah pikiran ya. untuk menolak ku. awas kamu Andi." Ancam Edo.


Bambang dan Azizah yang berada di sana hanya tersenyum. melihat tampang Edo yang sangat kesal dan resah pada sikap Zainab nantinya.

__ADS_1


Sementara Anisa dan Zainab asyik bercerita di kamar." Oh ya Zainab. kamu beneran suka pada Edo?" Tanya Anisa serius.


"HM." Zainab mengangguk.


Anisa tersenyum." Kalau begitu. kamu harus jaga ia. karena banyak sekali yang akan menguji kehidupan rumah tangga kalian kelak.Tapi mau nggak kamu kerjasama dengan saya ?" Tanya Anisa.


" Kerjasama.?" Tanya balik Zainab.


" Iya.! Kamu pura-pura nggak respek pada Edo. setelah ini. sampai kalian di rumah orang tuanya." Ucap Anisa.


"Kami belum kenal keluarganya. tapi saya yakin. keluarganya pasti suka padamu yang cantik ini." Ucap Anisa memuji.


Zainab tersipu malu." Kakak bisa aja." ucap Zainab menunduk malu.


Akhirnya Zainab setuju. akan mengerjain Edo. Semenjak mereka keluar dari kamar sampai acara berbuka. sikap Zainab agak menjauh dari Edo. Karena menurut Anisa.kita harus menguji cintanya Edo dengan cuek kepadanya.


Edo makin kesal dan uring-uringan. karena Zainab cuek tanpa peduli dengan kehadirannya.


Ia bahkan ikut dengan Anisa yang mengantar Azizah ke panti. ia menghindari Edo. Anisa sudah menceritakan pada Andi rencananya. Dan Andi sangat menyukai usul istrinya.


Dalam perjalanan ke panti. Zainab tidak ada melirik Edo sedikitpun.samoai di panti masih saja. Zainab cuek. bahkan Edo sudah berusaha mengajaknya berbicara. jawabannya selalu singkat tidak seperti biasanya.


" Sayang..besok kita mampir dulu ke toko oleh-oleh ya." Ucap Edo mengajak Zainab bicara.


" Oh. boleh." Jawabnya singkat.


" Sayang.. kamu kenapa. kok kayak marah sama aku.?" Tanya Edo penasaran.


" Ah sudahlah. aku malas bicara." ucapnya pura-pura cuek.


Edo menahan nafas ia tidak percaya. bertemu mereka malah mengacaukan hubungan mereka. ia harus bicara dengan Anisa.


Saat ada kesempatan untuk bicara. Edo menggunakannya. " Maaf Nis. saya mau tanya. kenapa setelah kalian berdua bicara di kamar tadi. kok sikap Zainab berubah.?" Tanya menyelidik.


" Oh. nggak tau. kami hanya cerita masalah wanita saja.emangnya kenapa.?" Tanya balik Anisa.

__ADS_1


Edo bingung. Anisa bikin ia pusing. di tanya malah balik bertanya. Kalau ia tidak ingat mantan gurunya. sudah ia cekek wanita di depannya.


Edo berlalu meninggalkan Anisa yang santai saja. ia tahu Edo sangat kesal dan marah padanya.


__ADS_2