
Andi masih masih di posisi yang sama. ia menatap istri nya lembut. matanya berkaca-kaca. Anisa yang menyadari hal tersebut meletakan anaknya yang sudah tenang walau ia tidak tidur, Anisa memegang tangan suaminya. ia mencium tangan suaminya lama.
" Aku bukan bidadari yang harus kamu perjuangan seperti ini mas. cerita kan lah apa yang sebenarnya terjadi.? " Tanya Anisa menggenggam tangan suaminya.
Andi menarik nafas dalam. " Memang susah menyimpan rahasia dengan bu guruku yang cantik ini.." Ucap Andi menggoda.
Akhirnya ia menceritakan dari awal mereka bertemu saat Anisa pulang dari rumah sakit. sampai kejadian tadi. Anisa yang mendengar kan sangat terkejut.
" Oh pantas. sikapnya aneh saat pertama kali kita bertemu di sekolah. Aku tidak menyangka.." Ucap Anisa lirih.
" Kamu kecewa dengan ku yang. kalau aku memenjarakan nya..? " Selidik Andi.
Anisa menggeleng. ia hanya kecewa dengan sikap sobat kecilnya itu. dulu Roy selalu ada buatnya. karena Roy pindah. makanya mereka tidak pernah bertemu. dua tahun mereka di SMP dulu. hingga teman nya bilang mereka pacaran. yang di namakan cinta monyet.
" Aku tidak marah. hanya saja kecewa." Jawab Anisa yang malah membuat muka Andi memerah menahan emosi.
" Kamu kecewa dengan ku..? " Tanya Andi menyelidik.
Anisa menundukkan wajahnya. ia melihat anaknya yang sedang bermain mata. kadang terbuka kadang tutup.
" Tidak. bukan sama kamu mas. aku kecewa dengan Roy. ia dulu sobat kecil yang selalu menjaga ku saat ada teman laki-laki ku mengganggu. kami berteman dua tahun. kedekatan kami membuat teman-teman menganggap kami pacaran. aku tidak peduli. bagiku dia selalu ada saat aku butuh kan. itu saja.." Cerita Anisa.
Andi yang mendengarkan cerita istri nya cemburu. ia meraih tengkuk istri nya mencium dengan ganas. Anisa sampai kehabisan nafas. baru ia lepaskan saat pasokan nafasnya hampir habis.
" Ah.. kamu kalau cemburu. selalu bikin aku tersiksa. kamu sadar nggak. itu kan masa lalu. dan sekarang kita sudah punya Arnez. tidak mungkin itu terjadi lagi..." Ucap Anisa lembut.
Andi memalingkan wajahnya. ia beranjak ke kamar mandi. ciuman panasnya membangunkan adik kecilnya. dan ia harus menenangkan. maklum sudah dua bulan ia puasa. demi keselamatan istri dan anaknya.
Anisa mengejar suaminya yang masuk kamar mandi. ia tidak menduga, jika suaminya menahan hasrat. Anisa mendekati suaminya. dan memeluknya dari belakang.
" Jika kamu menginginkannya. jangan pendam sendiri. sini aku bantu.." Ucap Anisa lirih. ia segera membantu suaminya untuk melepaskan hasrat yang terpendam. Hingga Andi melenguh bahagia.
" Terimakasih sayang.." Ucap Andi di sela nafasnya. Akhirnya mereka mandi berdua.
"Untung saja baby Arnez anteng aja. ia mungkin memberi kesempatan pada orang tuanya untuk menyelesaikan masalah." ucapan Andi tersenyum.
Setelah kejadian hari itu. Anisa meminta suaminya agar melepaskan sahabat kecilnya.
Andi mau menerima nya dengan satu syarat. agar menjauh dari hidupnya.
Akhirnya Roy pun menyetujui. Andi mengirim Roy untuk pindah keluar negeri. dan tidak bisa pulang ke Indonesia. dengan bantuan Jakson dan anak buahnya. Karena identitas Roy di blokir dari Indonesia. Dan tidak boleh lagi mengganggu kehidupan Anisa kedepannya. Yang di setujui Roy. ia menyadari, cintanya tidak akan terbalas. ia berusaha menutup pintu hatinya.
*******
Delapan bulan kemudian. Arnez sudah bisa melangkah. Andi sangat antusias melihat perkembangan putranya. Baby Arnez sangat aktif. bahkan ia berusaha manjat di kursi.
" Assalamu'alaikum sayang papa.. " Ucap Andi saat pulang kerja. Andi biasa mencuci tangan dulu. semenjak kelahiran anaknya. Jika datang dari luar.
Anisa menyambut tangan suaminya dan menyalaminya. Arnez menangis minta gendong.
" Oh.. jagoan papa minta gendong ya.."Andi mengambil alih Arnez yang ada di gendongan istrinya.
Sebenarnya Andi ingin memberikan baby sister, namun Anisa menolak. karena ia tidak punya kerjaan selain mengasuh Arnez. akhirnya Andi pasrah. asalkan istrinya bahagia.
" Jagoan papa udah mamam belum.? " Tanya Andi menggendong anaknya.
" Udah papa..." Jawab Anisa meniru suara anak kecil. dan juga di anggukan Arnez. Sekarang ia sering meniru apa yang mamanya lakukan.
Andi membawa anaknya ke kamar, yang di ikuti Anisa setelah meletakkan tas suaminya ke ruang kerja. mereka sudah pindah ke kamar nya yang di atas. paska Anisa kuat.
"Mas. gimana dengan Feby dan Jakson. mereka berdua sudah keliatan tidak malu-malu lagi saat berdua.." Ucap Anisa.
Andi menoleh ke arah istrinya." Benar juga. nanti ku hubungi mama. bulan depan kita langsungkan pernikahan mereka. kebetulan aku ada perlu sama perusahaan yang papa pimpin di sana." Jawab Andi serius.
" Wah tepat sekali kalau begitu.." Jawab Anisa semangat. Keduanya asyik mengganggu Arnez. Arnez tertawa girang saat melihat mamanya menggelitik papanya.
" Sayang.. jangan menggoda deh. Arnez masih bangun.... " Ucap Andi serak.
__ADS_1
Anisa terdiam, ia hanya tidur diam memperhatikan anaknya yang asyik berceloteh tidak jelas dengan papanya.
Andi memegang tangan istrinya lembut." Kayaknya mama sudah kangen dengan belaian papa. tidur ya nak.. papa mau buat adik untuk Arnez." Ucap Andi ambigu.
Anisa meninju suaminya. Arnez tertawa melihat kedua orang tuanya. Akhirnya Anisa menyusui anaknya yang sudah kelihatan kelelahan. yang sudah satu jam main dengan papanya.
Anisa menyusui sambil tiduran. Andi tidur di belakang istrinya. ia memeluk istrinya dari belakang. Anisa bisa merasakan ada yang tegang di bawah sana.
Satu bulan telah berlalu. Tiba saatnya Feby dan Jakson menikah. mereka tetap adakan pernikahan di rumah saja. karena takut nanti ada masalah. Hanya pernikahan sederhana. pestanya di adakan di London.
" Hm. cantiknya adik ipar ku ini..? " Goda Anisa saat Feby sudah berdandan.
" Jangan menggoda ku kak. aku nerves nih kak.. " Adu Feby.
Felisha mendekati anaknya." Itu biasa nak. semua orang mengalaminya. ambil nafas buang pelan-pelan." Ucap Felisha mengarahkan. Feby pun melakukannya.
Sementara Jakson sudah menunggu di meja tempat di adakan pernikahannya. Tamunya tidak banyak. karena pernikahan nya di sembunyikan dulu sampai pestanya usai di London. Karena Jakson takut terjadi apa-apa pada perusahaan. Karena mereka sibuk dengan pesta. Yang di setujui Handoko dan Andi. Asal mereka bahagia. itu tidak masalah.
Feby di bawa ke tempat acara pernikahan nya berlangsung. Jakson melihat Calon istri yang muncul terpana. ia terpesona dengan kecantikannya. walau sedikit judes. namun ia suka hal demikian.
"Sabar Pak Jakson. sebentar lagi halal.." Goda Pak KUA. semuanya tertawa mendengar kelakar Pak KUA.
" Iya. yang sabar om.. goda Andi meniru suara anak kecil. karena Arnez duduk di pangkuannya.
Arnez memegang tangan Jakson yang dingin. Jakson terkejut melihatnya.
" Jangan ikut menggoda om ya Boy.." Ucap Jakson menatap Arnez. Arnez tertawa walau tidak tahu ucapan Jakson. namun ia selalu tertawa jika Jakson bicara tegas begitu.
" Hm. Anak papa emang pintar. " Andi mengacungkan jempolnya pada anaknya. Andi di minta sebagai saksi. dan Handoko sebagai wali nikahnya Feby. Handoko tersenyum melihat interaksi di depannya.
" Gimana Pak Handoko. apakah kita langsungkan akad nya lagi..? " Tanya Pak KUA.
" Oh silahkan.." Jawab Handoko mantap.
Pak KUA mengambil mikrofon yang di berikan MC. " Oh ya sebelum kita mulai. kita tanya dulu mempelai wanitanya.
Feby menunduk malu. ia memegang tangan mamanya kuat. tangan nya dingin. dengan pelan ia mengangguk.
" Apakah tidak ada paksaan.? " Tanya Pak KUA lagi. Lagi-lagi Feby hanya mampu mengangguk.
" Jadi pernikahan ini di paksa..? " Tanya Pak KUA menyelidik. padahal ia sudah tahu kalau tidak ada paksaan. hanya saja jebakan pertanyaan malah membuat Feby bingung.
" Bukan begitu Pak. tidak ada paksaan.." Jawab Feby tegas. menatap ke depan. semua yang hadir tertawa. Jakson tersenyum mendengar jawaban calon istrinya.
( Ih gemes.. kamu selalu bikin aku jatuh cinta.) Ucap Jakson dalam hati.
" Oh. kirain di paksa. kalau pernikahan ini di paksa. saya undur diri.." Goda Pak KUA.
Muka feby memerah menahan malu.( Sial. Pak KUA ngerjain aku.) gumamnya.
Ijab qabul pun berjalan dengan Kidman. Hingga suara sah menjadi kekuatan dan saksi pernikahan mereka.
Setelah usai acara pernikahan. hari sudah sore. malam ini mereka langsung ke London. Feby dan Jakson masuk ke kamar, Feby merasa kaku saat Jakson masuk ke kamar.
Jakson mendekati istrinya." Hm sayang.. terimakasih sudah mau menjadi istri ku.." Ucap Jakson mendekati istrinya. Ia mengangkat dagu istrinya. Feby memejamkan matanya. Jakson tidak menyia kan kesempatan tersebut. dan mencium bibir istrinya lembut.
"Nanti kita lanjutkan. sekarang kita siap-siap mau berangkat ya. Nggak apa kan? " Tanya Jakson menggoda. Feby memukul dada suaminya kesal.
" Ih menyebalkan. aku mau mandi.." Kesal Feby, ia berlalu meninggalkan Jakson yang terkekeh.
Jakson menyusul istrinya sebelum pintu terkunci." Kenapa masuk. aku mau mandi..! " Kesal Feby.
" Kita mandi berdua ya.." Goda Jakson dan segera melepaskan pakaian nya. Feby berteriak. namun di bekap Jakson dengan mulutnya.
Feby terbuai dengan sentuhan yang di berikan suaminya. Jakson memimpin istrinya untuk membalas ciumannya. Akhirnya Feby membalas. Ruangan yang dingin di kamar mandi. terasa hangat.
Jakson melepaskan aktivitas nya." Sayang nanti kita malam pertama di London ya. waktu kita sedikit. aku takut nanti kita terbengkalai." Ucap Jakson dengan suara barat.
__ADS_1
Ia mengarahkan tangan istrinya pada senjatanya yang sudah siap tempur. Feby merasakannya dan mendesah.
Jakson yang mendengar ******* istrinya kembali meraup bibir istrinya. pertahanannya pun runtuh. Jakson akhirnya mengangkat tubuh istrinya ke kasur, tanpa melepaskan tautannya. ******* di malam pertama mereka menghiasi kamar di sore itu.
" Terima kasih sayang.. kita mandi ya... nanti kita telat.." Ucap Jakson setelah melakukan penyatuan. Ia kembali menggendong istrinya. dengan cekatan ia mandikan istrinya. walau Feby sedikit malu. Namun ia menikmati nya.
Malamnya. mereka langsung ke London. semuanya ikut. Jakson tidak lupa meninggalkan bodyguard di rumah mereka. takut nanti ada yang berbuat macam-macam. di saat kebahagiaan nya. Jakson tidak pernah lupa dengan tugas nya. sudah kebiasaan.
Baby Arnez sudah tidur. mereka naik pesawat Jet khusus. agar tidak di ketahui orang. Bahkan mereka pergi bergantian ke bandara. hingga tak satu pun orang tahu. bahkan tetangga pun tidak di beritahu. mereka sangat merahasiakan nya.
Sampai di London. semuanya telah di siapkan Handoko. Ia menyediakan kamar dan hotel tempat di adakan pesta. Agar anak-anaknya nyaman. Apalagi ada cucunya yang masih bayi. Dia tidak mau cucunya jadi sorotan.
Pesta berlangsung sangat meriah. Handoko mengenalkan semua keluarga nya. kecuali Baby Arnez.
Namun siapa sangka Baby Arnez jadi sorotan karena kelincahan dan kelucuan nya. Hingga wartawan penasaran.
Andi dan Anisa menahan nafas. mau gimana lagi. bagaimana pun ia menyembunyikan anak mereka. tapi tetap saja jadi perhatian.
"Maaf mbak Anisa. apakah ini yang namanya baby Arnez." Tanya salah seorang yang duduk dekatnya.
Anisa hanya tersenyum. Andi tidak bisa melepaskan keduanya. ia selalu menjaganya dengan ketat.
" Sayang.. kita ke sana ya. maaf lain kali kita bicara lagi."Ucap Andi pamit pada orang tersebut.
Andi membawa anaknya yang di ikuti Anisa. ia membawa anaknya ke kamar secara diam-diam. dan memberi pesan pada papanya. Handoko pun meminta sepupu Feby yang bernama Lidya yang campuran bule Prancis. dia sangat lucu kalau bahasa Indonesia. Karena Feby selalu menggunakan bahasa Indonesia kalau mereka bicara. Lidya pun menyukainya.
" Sayang. kalian di sini saja ya. biar nanti Lidya yang menemani." Ucap Andi khawatir.
Anisa mengangguk. ia paham, Andi tidak ingin keluarganya bermasalah. apalagi Baby Arnez masih kecil. ia selalu menjaga agar tidak jadi sorotan.
Tak lama datanglah Lidya mengetuk pintu.
" Hallo Kak Andi.. bo leh Sa.. ya masuk..? " Tanya nya terbata.
" Oh silahkan. kami sudah menunggu
maaf merepotkan mu." Ucap Andi ramah dan menyuruh Lidya masuk.
"Santai aja kak. Hallo kakak cantik.. kita kete..mu lagi.." Ucap Lidya saat sudah di dalam.
" Hallo juga Lidya. terimakasih sudah mau menemani kami berdua." Ucap Anisa ramah.
Lidya tersenyum, ia mendekati Arnez yang asyik main di atas kasur. untung Anisa menyiapkan mainan buat anaknya. hingga Arnez tidak terlalu bosan jika dalam ruangan.
"Kalau begitu.. papa pergi dulu ya nak.. titip istri dan anak ku Lidya." Pamit Andi. Ia mencium anaknya dan juga istri nya.
Ternyata Lidya pandai bergaul. Anisa senang. bahkan Arnez pun bahagia saat Lidya menggoda nya.
Menjelang malam. pesta pun usai. Andi kembali ke kamar. saat itu ia melihat ke tiganya tertidur. Akhirnya Andi memilih untuk pindah ke balkon. tidak mungkin rasanya ia membangunkan Lidya yang sudah menjaga istri dan anaknya seharian.
Handoko menelpon." Nak. gimana dengan cucu papa.? " Tanya Handoko khawatir.
" Oh aman pa. Lidya membantu. bahkan ia ketiduran di sini bersama Anisa dan Arnez." Jawab Andi.
" Apa ketiduran. oh kalau begitu biar mama sama papa ke sana membawa Lidya kembali. Agar kamu bisa istirahat.
" Oh baiklah. Terima kasih pa. papa memang End the best." Ucap Andi kagum
Handoko tertawa di seberang sana
ia pun ke kamar anaknya bersama istrinya.
Akhirnya Lidya di bawa kembali. Tampa membangunkan Anisa dan anaknya yang tidur pulas.
Setelah kepergian Lidya Andipun dapat istirahat dengan tenang dengan anak dan istrinya.
Sementara pengantin baru, kembali menyelesaikan misi mereka. kebahagiaan mewarnai malam panjang mereka.
__ADS_1