Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Arti Cinta


__ADS_3

Setelah selesai acara penyambutan Feby. kedua orang tuanya. pergi ke bandara untuk ke London yang di antar Jakson.. Sedangkan Feby terdiam, saat mengetahui semuanya. tapi ia masih kesal dengan Jakson yang mengatakannya gadis penggoda.


Ia di rumah saja dengan Anisa. Andi melarang Anisa pergi. karena takut nantinya ada saja yang membuatnya cemas.


Anisa mengajak Feby ke kamarnya. ia ingin tahu sedekat apa Feby dengan Jakson.


" Adik ipar.. kenapa kamu kesal sekali dengan Jakson... ? " Selidik Anisa.


" Aku kesal. ia selalu bilang aku gadis penggoda.. " Jawab Feby merenggut.


" Ha.. ha... gimana kamu di bilang gitu.. gimana ceritanya.. ? " Tanya Anisa makin penasaran.


Feby menceritakan semuanya, dari awal ia putus dengan pacarnya di mall, ditinggal di rumah sakit saat pemeriksaaan kandungan Anisa. sampai tadi siang dokter Vian memeriksa.


" Nah begitu kak, gimana nggak kesal coba..?" cerita nya panjang lebar.


Anisa diam ia berpikir sejenak, dan menjentikkan jarinya. Hingga Feby kaget.


" Ih apaan sih kak. bikin kaget saja.. " Kesal Feby.


"Jangan-jangan itu yang membuat panggilan Jakson berubah pada kakakmu. juga papa mama..." Ucap Anisa. Feby mengerutkan keningnya memahami ucapan kakak iparnya itu.


" Apa maksudnya kak..? " Tanya Feby yang masih bingung.


Anisa menyentil kepala Feby dengan lembut. namun Feby tetap mengeluh. ia menggosok kepala nya.


' Begini.. kamu dengar nggak kalau tadi Jakson panggil kakakmu dengan Abang. dan pada papa.. agak masih canggung.. Apa mereka menjodohkan kalian.? " Ucap Anisa mengagetkan Feby.


Feby kembali berpikir.. di Rumah sakit ia mendengar kalau papa menitipkan nya pada es balok. sikap kakaknya juga aneh padanya. apa ia di jodohkan. ih ngeri.. Feby merinding sendiri.


" Eh kamu kenapa Feby..? " Tanya Anisa melihat Feby merinding.


" Ah nggak asik. masa aku di jodohkan sama es balok. bisa beku aku nih... " Jawab Feby membuat Anisa tertawa ".. ha... ha.... "


" Baguslah.. kalian nggak perlu beli kulkas.. ha.. ha., " Anisa terus tertawa. Feby merenggut ia ngambek pada Anisa. bukannya belain malah menertawakan nya.


" Dasar kakak ipar laknat.. " ucapnya kesal..


Anisa membelai perutnya. sambil bilang amit-amit." Ih kamu nggak sopan depan ponakan mu.." Jawab Anisa. Feby pun respek membelai Perut Anisa.


" Maaf kan Auntie ya sayang.." Ucap Feby pelan.Anisa mengangguk. mereka akhirnya berakhirnya dengan Drakor. Anisa mengambil letop nya. sedangkan Feby mengambil cemilan ke bawah.


Saat sampai di dapur. Feby tidak melihat ke datangan Jakson yang baru pulang mengantarkan Pak Handoko. Sedangkan Andi langsung ke kafe nya.


Karena mereka sama terburu-buru. hingga tidak melihat satu sama lain. mereka bertabrakan Feby yang hampir jatuh. reflek di tarik Jakson hingga mereka berpelukan. Lama mereka saling tatap. Hingga tak menyadari ke datangan Anisa.


" Belum muhrim. sabar ya..." Ledek Anisa. yang menyadari mereka berdua. Keduanya pun spontan melepaskan diri.


' Ih apaan sih kak. tadinya aku tuh hampir terjatuh.. " Jawab Feby kesal.


" Ia aku tahu. sekarang kan sudah jatuh. jatuh ke pelukan sang pangeran... " Ledek Anisa.


Feby melotot kan matanya. sementara Jakson tersenyum menundukkan wajahnya. ia senang. ternyata semuanya sudah setuju. tinggal menaklukkan hati sang pujaan.


" Eh.. mana mau aku dengan es balok.." Jawab nya judes.


" Kan bikin adem di pelukan es balok... ha.. ha... " Anisa tertawa memegang perutnya yang mules.


" Udah.... perut aku mules. aku mau ke kamar mandi dulu. jangan lupa bawa minuman yang Feb.. atau es balok nya sekalian.. " Ucap Anisa berlalu meninggalkan ke duanya.


Feby menoleh ke arah Jakson. " Jangan harap ya.. " Ancam Feby.. Dan berlalu ke dapur mengambil pesanan Anisa.


Sementara Jakson hanya tersenyum. hanya Feby dan Anisa yang selalu membuatnya tersenyum. semenjak ke datangan Anisa. Jakson menambah wanita yang ia hargai. dan juga ia senangi. wanita yang jujur tanpa di buat-buat. makanya ia selalu menjaga Anisa seperti ia menjaga keluarga ini. yang telah berjasa padanya.


Jakson kembali ke kantor. karena asistennya menelpon. sampai di kantor. ternyata ada dua karyawan yang bertengkar nggak jelas di toilet.


Jakson langsung ke tempat yang di katakan asistennya. Ia terkejut melihat ke dua kondisi karyawan nya.

__ADS_1


" Eh ini ada apa. apa kalian mau di pecat.. kenapa ribut kayak Tom dan Jerry..? "Tanya Jakson ambigu. membuat Asisten nya tersenyum. Ia sudah tahu kalau Jakson menyukai gadis anak orang tua angkatnya yang tak lain Feby.


Kedua wanita tersebut berhenti mendengar suara Jakson. dan tertunduk." Maaf Pak. dia yang mulai.. " jawab salah satu wanita tersebut. Yang satunya lagi tak kalah heboh. hingga Jakson terpaksa berteriak. Semua yang ada di sana terpaku melihat ke marahan Jakson..


" Jika kalian ingin masih bekerja di sini. kembali ke tempat. dan kalian berdua. saya beri cuti seminggu tampa gaji..! " Ucap Jakson tegas.. Keduanya tertunduk. mereka pasrah. jika tidak mau di pecat.


Jakson masuk ke ruangannya, dengan sedikit menahan amarah. Asisten nya mengikuti nya.


" Sebenarnya ada apa..? " Tanya Jakson yang telah sampai di ruangannya.


Asisten nya pun menceritakan. kalau keduanya bertengkar gara-gara memperebutkan Jakson awalnya. setelah ke datangan Andi. mereka ke duanya malah makin heboh ingin memacari Andi.. Jakson yang mendengar sangat kesal.


" Dasar orang aneh.. banyak laki-laki yang single. kenapa cari yang sudah ada yang punya.." Gerutu Jakson.


Asisten nya tersenyum.." Kalau begitu selamat ya pak. bapak sudah resmi diterima. " Jawab Asisten nya.


Jakson tersenyum. ah sebenarnya belum sepenuhnya di terima. karena ia belum mengungkapkan isi hatinya pada Feby. ia harus minta bantuan Anisa. sepertinya Anisa yang paham dengannya.


Malamnya Jakson pulang. beriringan dengan Andi. Anisa menyambut ke datang suaminya


ia mendengar mobil di luar saat ia nonton TV dengan Feby.


" Hm. sayang sudah harum istri ku ini. gimana.. apa ada keluhan sayang..? " Tanya Andi, ia berjongkok mencium perut istrinya setelah mencium kening istrinya.


" Nggak ada keluhan pa. semuanya baik saja.. " Jawab Anisa meniru suara anak kecil.


Jakson yang berdiri dekat mereka merasa iri. melihat kemesraan insan yang ada di depannya.


" Oh ya Kak Nisa. boleh minta waktunya sedikit? " Tanya Jakson saat keduanya akan melangkah.


Andi melotot kan matanya menghadap Jakson. " Eh lu suka adik gue atau istri gue. awas lu. jika benar.. gue cincang lu." Kesal Andi memegang krah Jakson.


Jakson tidak membalas. " Bang.. saya minta bantuan Kak Anisa tentang Feby. bukan maksud apa-apa.. saya kan nggak tahu kesukaan Feby." Jawab Jakson lemas. karena tekanan tangan Andi pada lehernya.


Anisa melerai keduanya." Jangan cemburu sayang. apa yang kamu tanya kan Jak..? " Tanya Anisa malah memberi kesempatan.


Anisa memberi kode pada Jakson agar mengikutinya ke taman, Andi juga ikut. mana mau ia melihat istrinya berdua dengan pria lain..


" Hm. Kakak tahu kan gimana sikap Feby pada saya..? " Jakson menceritakan keinginannya. ia butuh bantuan Anisa. walau awalnya Andi melarang. tapi demi adiknya ia mau juga membantu.


Setelah perbincangan tersebut. Jakson langsung ke kamarnya melewati pintu samping. ia belum mau bertemu dengan Feby yang duduk di ruang tengah.


Sementara Andi membawa istrinya ke kamar. karena tubuhnya yang sudah lengket dan gatal. Anisa menunggu di sofa. ia asik melihat handphonenya. ia tidak sadar ke datangan suaminya yang sudah selesai mandi. Andi hanya memakai handuk yang melilit pinggangnya. Andi menunduk menatap istrinya.


" Lihat apa sih sayang. seriusnya hingga nggak lihat suami tampan mu ini.. " Ucapan Andi mencium pipi istrinya. Anisa terkejut ia menatap suaminya dan tersenyum.


" Maaf.. cuman lihat yang lucu- lucu saja." Jawab Anisa cengengesan.


Andi mengangkat dagu istrinya. dan mencium bibirnya lembut. awalnya hanya pelan. namun karena sudah beberapa hari ini mereka mengalami kesibukan, hingga mereka tidak pernah lagi bercinta sepertinya hal suami istri. Andi yang sudah lama menahan


akhirnya menuntaskan nya. ia memperlakukan istrinya lembut. takut terjadi yang tidak di inginkan terhadap calon bayi mereka.


*******


Hari ini adalah perpisahan Andi di sekolahnya. karena semua siswa lulus. Semua yang di kelas Anisa tidak ada yang tinggal kelas.


Semua hadir bersama orang tua atau wali mereka, begitu juga Anisa yang di temani Feby. Jakson juga ikut karena mengantarkan ke dua wanita yang ia hargai.


Saat pemberian penghargaan siswa terbaik. Andi terpilih sebagai nilai terbaik dan juga lulus Olimpiade. Anisa bangga dengan prestasi suaminya. Andi di panggil MC. ia naik ke panggung memberikan sepatah kata.


" Assalamu'alaikum. sebelumnya saya minta maaf jika sikap saya selama ini meresahkan. terutama para guru. mungkin hanya pak Burhan yang tahu sebabnya. Dan hari ini saya juga memberi kabar baik. pertama hari ini saya meresmikan pembukaan ruang labor yang baru. Sebagai pribadi saya bangga telah menjadi siswa di sini. Dan sebagai Ketua Yayasan saya senang punya guru yang mau kerja sama atas kemajuan sekolah ini. agar kedepannya lebih baik. amin . " Jawab semuanya...


Suara tepuk tangan memeriahkan lapangan yang sudah di sulap jadi tempat perpisahan mereka.


"Satu lagi. kabarnya. mulai hari ini Anisa mungkin istirahat dulu mengajar. karena ia sedang mengandung anak saya. kami sudah menikah beberapa bulan yang lalu sebelum kakek meninggal.. dan mungkin kami akan mengadakan pesta Resepsi minggu depan. saya harap semuanya hadir. Anisa yuk ke sini sayang.. " Panggil Andi dengan mikrofon.


Anisa yang di panggil merasa malu. suaminya bikin ia sport jantung. " Silahkan kak. kasihan tuh kakak udah nunggu.. " Ucap Feby memberi semangat.

__ADS_1


Anisa pun akhirnya naik ke panggung. ia mendengar percakapan siswanya saat ia lewat.


" Pantas mereka begitu akrab. tapi serasi sih.. " Ucap seseorang yang tidak di kenal Anisa.


Namun ada juga yang berkata kasar. "Ih nggak tahu umur. sudah tua sukanya brondong. dasar wanita gatal. nggak mencerminkan seorang guru." Ucap seorang siswa. Anisa mencoba menoleh ke arah suara. namun Andi meraih tangannya. karena sudah di depan panggung.


Andi mencium pipi istrinya lembut." Kalian mungkin menganggap istri saya gatal. tapi itu salah. saya mau tinggal kelas karena dia. dia membuat saya tergila-gila. hingga membuang waktu saya selama dua tahun ini, agar bisa melihatnya terus. karena istri ku ini susah di goda. Namun akhirnya saya dapat meraihnya.


Jadi siapa yang berpikiran jelek pada istri saya. saya tidak akan tinggal diam. Karena dialah maka saya sampai seperti ini."Ucap Andi kembali mencium pipi istrinya yang satu lagi.


Anisa merona mendengar pembelaan suaminya. Ia beruntung mendapatkan suami yang sangat menyayangi nya.


Semua yang hadir terharu. siswi yang berbicara tadi menunduk. karena keinginan nya terputus mendapat kan Andi yang sudah lama ia taksir.


Dan Andi tahu hal itu. karena ia sempat mendengar ucapan gadis yang selalu mengganggu nya itu. gadis yang hanya mengandalkan body dan kekayaan orang tua. tanpa ada otak sedikitpun


Andi menutupnya dengan sebuah lagu yang romantis. membuat gadis-gadis klepek-klepek mendengar nya. yang di iringi gitar oleh Roby.


*Arti Cinta.*


Arti cinta yang sesungguhnya


Kan kau dapat dari diriku


Meski aku bukanlah lelaki


Yang kau impi-impikan


Bukan kata apalagi harta


Tubuh jiwa pasti untukmu


Yang ku punya sejuta cinta


Yang kan membuatmu bahagia


 , ...............


Semua siswa ikut bernyanyi mengiringi musik. Anisa terharu sekali suprise yang di berikan suaminya. ia tak sanggup berkata. Matanya berair tak tahan rasa harunya. Andi memeluknya sambil menyanyikan lagu cinta nya. Suasana meriah sorak gemuruh menutup lagunya.Andi turun menggandeng istrinya. ia dengan sengaja memamerkan kemesraan nya agar tidak ada lagi kata sumbang tentang istrinya.


Feby dan Jakson mendekati mereka. Pak Burhan memanggil mereka masuk keruangan nya. karena ada sesuatu yang harus di tanda tangani Andi.


" Terima kasih pak. atas kerjasama bapak... " Ucap Andi menyambut tangan Kepsek.


" Oh ya. kalau begitu. mulai hari ni saya tidak mungkin panggil nama lagi. karena status kita sudah beda. " Ucap Pak Kepsek sungkan.


" Ah bapak jangan begitu formal. jika itu di depan umum saja ya pak.." Ucap Andi yang tahu maksudnya. Pak Burhan tersenyum. ia salut dengan ke pribadi Andi yang tidak sombong.


" Ah ternyata benar kata Almarhum. kalau Buk Anisa mampu merubah semuanya. kami selalu menunggu kedatangan buk Anisa jika sudah di izinkan.. " Goda Pak Burhan melihat Andi.


" Yah.. kita lihat saja nanti pak.. " Jawab Anisa tersenyum. Andi hanya terbatuk saja.


Setelah acara penandatanganan tersebut. Andi dan rombongan pun pulang.. karena Andi nggak mau istrinya kelelahan.


Feby terpaksa duduk di samping Jakson. karena Andi masuk duluan setelah istrinya masuk.


Feby merenggut. namun ia tetap naik. Jakson yang melihat pujaan hatinya manyun iahanya tersenyum. " Ngapain senyuman-senyum es balok. apa ada yang lucu..? " Tanya Feby tak sengaja melihat Jakson.


"Ah nggak ada tuan putri.. " Jawab Jakson. yang menimbulkan tawa Anisa tersembur.


"Ah.. tuan putri dengan sang pangeran melupakan kita yang di sini sayang.. " Ucap Anisa menggoda mereka.


" Biar aja sayang. anggap aja kita numpang.." Jawab Andi cuek. namun mampu membuat Feby jengkel.


" Ih kakak..... " Kesal Feby.


Setelah sampai di rumah. Feby membanting pintu kamarnya. ia kesal dengan semuanya. yang tak hentinya menggoda.

__ADS_1


*Jangan lupa like dan komentar nya ya*


__ADS_2