Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Ulah Tiga Jagoan


__ADS_3

Karena anak mereka sudah sekolah semua, Ana kembali mengajar. Awalnya Andi merasa keberatan namun Anisa terus mendesaknya. Akhirnya di setujui dengan syarat tidak boleh ambil jam yang banyak. Anisa harus menyetujuinya agar ia bisa kembali beraktivitas.


Pak Burhan sang kepala sekolah tentu bahagia, karena Anisa merupakan salah satu guru favorite anak SMA dari awalnya masuk selain kepintaran nya, ia juga bisa di andalkan untuk menjinakkan kenakalan remaja di SMA tersebut.


" Wah saya bahagia jika buk Anisa berkenan kembali masuk, Pak Andi tidak keberatan bukan..? " Tanya Pak Burhan yang melihat Andi hanya diam saja saat Anisa menemui kepala sekolah.


" Mau gimana lagi Pak, terpaksa.. " Jawab Andi dingin. membuat Pak Burhan tertawa.


" Bapak tenang saja, saya akan mengawasi Buk Anisa jika ada yang mengganggu... " Ucap Pak Burhan yang di anggukan Andi. Anisa tersenyum merasa malu dengan ke posesif an suaminya.


" Kalau begitu. aku pulang Yang, nanti aku jemput sekalian jemput anak-anak ke sekolah." Ucap Andi menjelang kepergian nya.


Anisa mengangguk dan mengantarkan suaminya ke parkiran. Anisa pun masuk ke kelas, ia cuman mengajar di kelas akhir. Hari ini ia mengajar di kelas XII 2 IPA. Anak IPA yang biasa belajar biologi tersebut tentu sudah mempelajari reproduksi makhluk hidup.


Saat Anisa masuk, semua mata tertuju padanya. Walaupun ia sudah melahirkan dua anak. namun karena tubuhnya yang kecil jika pakai baju SMA ia masih cocok.


" Halo. Assalamualaikum... " Ucap Anisa saat masuk kelas.


Semua nya menjawab dengan mulut yang terbuka terutama anak laki-laki. Anisa diam dan tersenyum. ia sudah biasa menghadapi hal demikian.


" Perkenalkan nama saya Anisa Harun. saya menggantikan guru sebelumnya. karena beliau mengajar di kelas bawah yang kebetulan gurunya pindah."" ucap Anisa memperkenalkan diri.


" Apakah ibuk sudah punya pacar.. " Tanya seorang siswa laki-laki yang di sudut ruangan.


Anisa tersenyum dan mengangguk. ia pun rencana duduk dan akan mengambil absen siswanya sekalian untuk kenalan. Namun siswa yang lain bicara.


" Wah senyuman menggoda, mau dong jadi pacar ke duanya... " Seloroh siswa di sebelah siswa yang pertama. membuat ruangan jadi heboh.


Anisa diam dan kembali tersenyum, ia menetralkan amarah nya. ia tidak boleh mengeluh, karena ia sendiri yang minta untuk mengajar.


' Baiklah, sebelum kita mulai pelajarannya baiknya kita kenalan dulu. saya akan panggil namanya satu persatu." Ucap Anisa lembut. semua nya pun diam. Hingga Anisa mengetahui nama kedua siswa yang membuat heboh di awal ia masuk.


" Baiklah. kita mulai, dan buka buku halaman 20. namun sebelum saya lanjutkan, saya mau mengulang kembali pelajaran yang telah lewat. kalian semuanya siswa pintar." canda Nisa.


Siswa pun bisik-bisik, ada yang pucat ada yang santai malah ada yang berlagak pintar terutama yang berdua di sudut belakang.


" Oh ya, kalian kan sudah belajar tentang reproduksi kan. apa yang di maksud dengan Testis, apa akibatnya jika terlalu dini menyalurkan baik ke dua pasangan yang di bawah umur 20 tahun.? coba kalian berdua menjawab. boleh Dani atau Agung duluan.." Tanya Anisa. Kedua siswa tersebut mukanya memerah. karena selama belajar mereka tidak pernah serius, selalu membuat heboh kelas.


" Buk. mereka anak terlalu pintar..." Ledek seorang siswa perempuan yang duduk di depan Anisa yang bernama Ayu. Dia anak juara di kelas ini. Anisa sudah mempelajari siapa siswa yang pintar dan yang suka buat onar. makanya ia paham.


Mendengar ucapan Ayu. Anisa tersenyum." Bagaimana Dani dan Agung, apakah kalian sudah mencoba tes, kegunaan Testis bagi kalian..? " Tanya Anisa seolah menyudutkan.

__ADS_1


Kedua siswa tersebut mukanya memerah, karena benar. mereka telah melakukannya dengan pacarnya, karena Dani merupakan anak orang kaya. Jadi ia memberi embel-embel pada kekasihnya.


" Begini. sesuai pertanyaan saya. kalian mungkin sudah tahu apa itu Testis.


Testis merupakan kelamin pria bagian dalam yang memiliki bentuk bulat telur dan sejumlah sepasang. Testis terdapat di dalam skrotum, berfungsi untuk memproduksi ****** dan hormon testosteron. Jika kalian terlalu sering melakukannya disaat masih muda ini akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari..." Terang Anisa. Dia diam sejenak.


" Apa akibatnya bagi pasangan kekasih ini. yang perempuan jika hamil. maka akan beresiko tinggi saat melahirkan. jika di lanjutkan kehamilan beresiko tinggi saat melahirkan. jika di aborsi juga maut menanti. Dan bagi lelakinya akan menimbulkan rasa bosan dan jenuh saat telah masuk pernikahan di saat dewasa nanti. Karena sudah di obral saat masih seumur kalian." ucap Anisa memandang siswanya, terutama yang duduk di belakang.


Keduanya menunduk." Baiknya menyesal sekarang, dari pada nanti. Kenikmatan bercinta saat kita sudah halal itu lebih baik dan dapat pahala. dari pada kalian menikmatinya dengan mencuri.. atau memaksa pasangan kalian." Ucap Anisa lembut.


Ia berjalan mengitari siswanya satu persatu. ada yang menunduk ada yang santai. Anisa memperhatikan siswanyav sambil tersenyum.


" Perlu kalian ingat, masa itu akan datang. yang penting kalian sukses dulu. semuanya akan mengejar kalian dengan sendirinya." Ucap Anisa. Ia melanjutkan keliling kelas.


"Jangan buang masa muda kalian dengan hal yang mubazir... Jika dari sekarang kalian boros, dan buang sembarangan pembuahan kalian, saya takut, saat kalian telah menikah dan ingin punya anak. tapi gagal. karena waktu muda sudah di buang percuma, hingga tidak bisa lagi membuahi. begitu juga yang perempuan yang paling berharga buat suami kalian adalah malam pertama dengan suami yang masih original. Tapi gagal karena sudah di nikmati sang pacar. Apa itu yang kalian mau. sekarang memang belum terpikir, tapi 5 tahun mendatang. kalian akan merasakan apa yang saya ucapkan ini... " Nasehat Anisa.


Anisa pun kembali duduk, kelas yang tadinya heboh sunyi bak kuburan. semuanya tertunduk. Anisa memberi waktu sejenak sebelum melanjutkan pelajaran.


Dengan santai Anisa melanjutkan pelajarannya, tak terasa sudah dua jam ia mengajar. bel pun berbunyi tanda waktu istirahat.


Sebelum Anisa keluar. Dani bertanya. "Bagaimana ibuk bisa menjelaskan pada kami begitu santai. apakah ibuk sudah menikah.. " Tanya Dani. Dan Anisa pun mengangguk.


Saat Anisa keluar kelas. ketiga anaknya berteriak hingga menimbulkan perhatian siswanya.


" Apakah mereka anak ibuk..? " Tanya Dani yang masih di depannya.


" Benar abang ganteng. saya Ratu dan ini adik saya Cantika. dan yang ini Anrez abang saya.." jawab Ratu dengan centilnya.


Anisa tersenyum mendengar kan celotehan putrinya.


" Oh.. kenalkan nama abang Dani.. " Dani mengulurkan tangan, namun di tepis Andi dengan kasar. Dan menarik tangan Ratu dan istrinya.


" Sayang.. yuk kita pulang.." Ajaknya menatap Dani dingin. Dani yang tangannya menggantung terdiam terpaku.


Anisa mengikuti suami dan anaknya yang menggiring nya ke parkiran. " Yang aku mau ke kantor dulu sebentar, ambil absen. nggak enaklah sama guru lain.. " Bujuk Anisa.


Andi mengambil nafas dalam." Papa biar aku yang jaga mama.. " ucap Anrez mengiringi mamanya. Andi tersenyum. anaknya memang pintar.


" Yuk sayang kita tunggu mama di mobil. di sini panas.." Ucapnya dan mengantar anaknya ke mobil.


" Halo ganteng. kenalan dong.." ucap seorang siswa yang mendekati mereka secara bergerombolan.

__ADS_1


" Nggak boleh ganggu papa kami...awas kalau kakak ganggu papa.. " ucap Ratu dan Cantika menghadang segerombolan cewek.


" waduh.. galaknya. kakak mau dong jadi mama mudanya... " ucap siswa lain. Andi dengan jutek menarik anaknya dan masuk ke mobil.


" Nggak mau.. aku punya mama yang lebih cantik dari kakak.. " Marah Ratu. saat ia masuk mobil. Andi mengunci pintu mobil. agar anaknya tidak mengamuk..


" Sayang... hari ini kita makan di kafe ya.. udah lama kita tidak ke sana.." ucap Andi mengalihkan anaknya yang sudah emosi.


" Hore. kita ke mall juga ya pa siap makan.. " Tanya Cantika yang hoby nya sama dengan bundanya. Andi mengangguk pasrah. yang membuat kedua putri mereka bersorak girang.


Anisa yang datang bersama Anrez terkejut melihat kehebohan mereka. " Ada apa yang.." Tanya Anisa penasaran.


" Kita ke mall setelah makan ma.. " jawab Ratu dan Cantika bersamaan.


Anisa memandang suaminya yang di anggukan Andi. Anisa pun pasrah. menghadapi ketiganya memang butuh kesabaran ekstra.


" Kebetulan. aku mau beli peralatan untuk tugas aku ma.." ucap Anrez semangat


padahal biasanya ia kurang semangat jika ke mall. alasannya bising dan juga malas. karena ia pernah di cubit pipinya sama ibuk-ibuk membuat ia kesal.


" Oh. tugas apa abang..? " Tanya Anisa penasaran.


" Tugas melukis ma. aku beli bahannya nanti. boleh kan ma.. pa..? " Tanya nya yang di anggukan Anisa dan Andi.


Ratu dan Cantika asyik berceloteh. sampai di kafe mereka selalu bercanda. hingga Roby menyambut nya ramah.


" Halo gadis-gadis cantik Om.. mau pesan es krim atau sup buah..? " Tanya Roby menggoda.


Andi yang melihat memukul kepala sobatnya tersebut. Ratu dan Cantika tertawa.


" Bos. kau membuat harga diri ku rusak.." Omel Roby membawa ke dua bocah.


Ratu dan Cantika bergelantungan di kedua tangan Roby. " Om takut ya sama papa..? " Tanya Ratu penasaran saat mereka hampir sampai di tempat yang telah di sediakan. Karena Andi sudah menelpon Roby saat di parkiran.


" Habis papanya kan galak. ha.. ha..." tawa Roby yang juga di ikutin Ratu dan Cantika.


" Ia... tapi sama cewek papa nggak bisa galak om.. " jawab Cantika centil.


" Oh ya. darimana kalian tahu..? " Tanya Roby penasaran.


Cantika pun menceritakan kejadian di sekolah tadi. hingga Roby tertawa. Anisa yang mendengar memandang suaminya, Andi cuek namun dalam hatinya cukup was-was.

__ADS_1


" Gawat ibu negara bisa ngamuk nanti nih.." Monolog Andi dalam hati.


__ADS_2