Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Ketahuan Roni


__ADS_3

Pagi yang cerah, sepasang pengantin baru sedang asyik bercengkrama di saat sarapan.


" Sayang.. setelah ujian semester. aku ingin kita hany moon ya." Tanya Andi pada istrinya..


" Hm. bukannya kemarin kita sudah hany moon.? " Jawab Anisa menggoda suaminya.


" Oh jadi istri ku sekarang sudah genit ya. awas kalau ketahuan genit pada yang lain. tidak akan ku biarkan kamu tidur sampai pagi." ucap Andi penuh penekanan.


" Ha.. ha... Ih ngeri ya suamiku ini." Anisa beranjak membersihkan sarapan mereka. takutnya telat sampai di sekolah.


Andi membawa mobil ke sekolah. karena ia tidak ingin istrinya di lihat temannya saat berboncengan.


Sampai di sekolah, suasana masih sepi. Anisa hendak turun dari mobil. Tapi di cegat suaminya..


" Salim dulu, biar berkah kerjanya." Ucap Andi menjulurkan tangannya.


" Assalamu'alaikum. suamiku. aku kerja ya." Anisa pun turun. Lagi-lagi di cegat Andi.


" Apalagi. nanti keburu rame." Ucap Anisa khawatir.


Andi mendekatkan dirinya. Cup... " Vitamin belajar biar pintar... " Ia terkekeh sementara Anisa manyun dengan kemesumann suaminya.


Anisa langsung turun menuju kantor, Roby menghadangnya." Selamat pagi buk guru cantik." Goda Roby yang melihat Andi sudah turun dari mobil. Ia sengaja memanasi sobatnya tersebut.


Benar saja. Andi melototkan matanya kesal, ia pun mendekati sobatnya tersebut ingin menghajarnya karena sudah berani menggoda istrinya.


Roby berlari ke kelas. yang juga di kejar Andi. Teman-teman mereka heran melihat keduanya saling kejar-kejaran.


Hari ini. Anisa masuk di kelas suaminya. rasanya degdegan. karena ia mengajar suaminya sendiri. Namun ia berusaha menetralkan hatinya. sebelum masuk, ia menarik nafas dalam.


"Assalamu'alaikum." ucap Anisa lembut. yang di jawab serempak oleh siswanya.


" Wa'alaikumsalam. jawab mereka serempak.


"Keliatan sekali ya pengantin baru, Buk Anisa makin cantik aja setelah menikah." ucap salah seorang siswanya.


" Iya. makin gemesin.." Ucap Roby yang duduk di sebelah Andi. dengan spontan Andi menginjak kaki Roby. Tak sadar ia teriak kesakitan.


" Aw. sakit bro.. " Teriakan Robyi merubah perhatian semua yang ada di kelas.


" Lu kenapa Rob. teriak nggak jelas." Tanya teman ceweknya yang bernama Siska.


" Ini kaki ku di injak teman laknat ku ini." ucap Roby kesal. Kakinya benar sakit. " Dasar bucin.." Bisik nya. yang tak terdengar yang lain selain mereka berdua.


" Buk.. kok nggak undang kami di pernikahannya. ibuk kan wali kelas kami. Apakah ibuk menikah dengan Pak Bayu?'" tanya Siska gadis paling kepo di kelasnya.


Andi terbatuk-batuk mendengar pertanyaan Siska. Roby yang duduk di sebelahnya mengusap punggung Andi dan berbisik.


" Sabar bro. resiko menikahi guru cantik." bisik nya yang membuat mata Andi melorot.


"Masih ada pertanyaan tentang pernikahan saya? nanti ada waktunya saya beritahu. sekarang kita langsung saja dengan pelajaran yang sudah beberapa hari tertinggal." jawab Anisa tegas.


Semuanya pun diam, mereka fokus dengan pelajaran yang di berikan Anisa, karena mereka tidak beberapa kali lagi untuk pertemuan. sudah itu mereka ujian akhir untuk kelas XII.


Setelah satu jam berlalu. Anisa selesai mengajar. ia memberikan tugas untuk di serahkan minggu depan. untuk menambah nilai. ia pun pamit keluar.


Anisa memberi pesan pada suaminya tentang kehebohan tadi pada suaminya.


Andi yang rencana mau ke kantin tidak jadi. "Bro gue ke kantor dulu ntar gue susul ." ucap Andi berlalu.


" Ok." jangan lama-lama, ntar gue lumutan nunggu lu." Jawab Roby seenaknya.


" Halo aa Roby mau ke kantin.. ikut dong... " ucap Loly and geng menggoda.


"Aduh amit-amit. kirain dedemit adanya malam hari. ini kok muncul siang hari ya." Roby berucap sambil berjalan kencang meninggalkan Loly dan teman-temannya.


Siska yang mendengarkan ucapan Roby tertawa sampai memegang perutnya.


" Eh nenek lampir ngapain lu tertawa.." ucap Loly kesal.


"Halo aa Roby mau ke kantin ya.... "Ledek Siska membuat Loly kesal.


Siska juga lari ke kantin. hingga nafasnya ngos-ngosan sesampainya di samping Roby.


" Lu ngapain duduk di sini.? " Tanya Roby nggak Terima.


"Oh. jadi lu mau duduk dekat yayang Loly. ok deh.. aku pergi.. " ucap Siska. namun di tahan Roby.


" Eh jangan pergi. mending lu. duduk dekat gue dari pada dedemit. " ucap Roby pasrah.

__ADS_1


Siska menyemburkan air di mulutnya. karena sedang minum minuman yang ada di meja depan Roby. Ia kehausan karena lari tadi.


Sementara Andi sudah masuk keruangan guru. Anisa yang melihat ke datangan suaminya pun menoleh.


" Cari siapa Andi..? " Tanya Buk Ayu yang Julit. namanya saja Ayu. tapi Julitnya minta ampun.


maklum perawan tua. sudah hampir kepala empat belum juga menikah.


" Oh saya cari buk Anisa buk. Buk Nisa kan Wali kelas saya. saya mau konsul. sebab buk Nisa kemaren cuti." Jawab Andi yang masuk akal.


Nisa pun berdiri. ia hendak keluar mengajak Andi masuk ke ruang UKS. yang ada di sebelah ruangan guru.


" Kenapa nggak di rumah saja. aku takut nanti ada yang curiga." Ucap Anisa setelah sampai di UKS.


Andi tidak menghiraukan ucapan istrinya. ia malah meraih tubuh istrinya dan memeluknya. "Sayang aku kangen... apa nggak boleh.. " Jawab Andi entah kemana.


" Sayang ini masih di sekolah. baiknya kita selesaikan di rumah ya. aku takut nanti buk Ayu mengira kita macam-macam. Oh ya kamu nggak ke kantin sayang." Tanya Anisa, Karena ucapannya nggak satu pun di tanggapi suaminya.


" Belum. Kantin yuk.. " Ajak Andi menarik tangan istrinya.


Sampai di luar. Anisa melepaskan tangan suaminya. mereka berjalan beriringan. sangat serasi. Andi yang tegap beriringan dengan Nisa yang kecil mungil. tidak keliatan sebagai guru dan siswa.


Mereka masuk ke kantin barengan, membuat Roby terkejut. Andi duduk di depan Roby Sementara Anisa duduk di depan Siska.Roby masih menatap Andi tak percaya. melihat keberanian orang yang di depannya.


" Eh lu ngapain sampai barengan buk Anisa? " Tanya Roby penasaran.


" Hm. kayaknya lu cocok dengan gadis di sebelah lu. sama tukang kepo." Jawab Andi di selingi tawa. Roby menginjak kaki Andi. tapi malah Anisa yang berteriak kesakitan. Hingga semua yang di kantin melihat mereka.


Spontan Roby dan Andi melihat ke bawah. pantas saja Anisa berteriak. ternyata Roby menginjak kaki Anisa.


' Waduh... maaf buk.. saya nggak sengaja.. ' Ucap Roby gelagapan. Anisa terpaksa tersenyum.


" Nggak apa. nama aja nggak sengaja." Jawab Anisa meringis menahan sakit.


Andi kesal. ia berencana membalas. namun tangannya di pegang istrinya. Dan Andi hanya menahan nafasnya.


" Sekali lagi maaf buk. beneran nggak sengaja. dasar kaki matanya nggak guna.. " umpat Roby pada dirinya sendiri.


Siska yang duduk dekatnya hanya tersenyum melihat wajah Roby yang menahan malu.


Setelah makan, mereka kembali ke aktivitas mereka masing-masing. Anisa masuk ke kelas yang lain. Ia sengaja ambil waktunya yang banyak. agar keburu dengan ketertinggalan selama ia cuti.


' Assalamu'alaikum Pak. permisi, bapak mencari saya.?" ' Tanya Anisa saat sampai di ruangan.


"Wa'alaikumsalam. duduklah buk Nisa. Begini.. sekolah kita ikut Olimpiade. jadi saya minta Bu Nisa untuk pendamping peserta. karena saya yakin di tangan buk Nisa mereka pasti berhasil." ucap Pak Burhan.


" Tapi pak. saya harus izin dulu.. " Jawab Anisa. sebab pak Burhan pasti tahu maksudnya..


" Ibuk nggak usah minta izin. karena pesertanya. termasuk suami ibuk. jadi ibuk bisa sekaligus jadi pendampingnya." Pak Burhan mengejutkan Anisa .


" Maksud bapak..? " Tanya Anisa memastikan


.


Pak Burhan tertawa. melihat kebingungan Buk Anisa. " Saya rasa ibuk lebih tahu kemampuan Andi. Dan saya tahu kemampuan nya dari dulu. Ia hebat di beberapa bidang pelajaran. tapi dia yang minta untuk tinggal kelas. saya kaget waktu itu. biasanya siswa bermohon untuk naik kelas. dia malah bermohon untuk tinggal kelas. itu semua pasti buk Nisa tahu." jawab Pak Burhan tersenyum.


" Oh saya sudah tahu. baiklah pak. jika bapak percaya sama saya. saya akan usahakan agar mereka menang." ucap Nisa yakin


" Bukan saya saja yang bangga. mertua buk pasti bangga punya mantu seperti ibuk. kalau begitu silahkan. suami buk Nisa pasti sudah menunggu.' kata Pak Burhan menutup pertemuan mereka dengan senyuman.


Anisa keluar menuju parkiran, Kata-kata pak Burhan masih terngiang kepalanya. begitu besar pengorbanan suaminya. padahal ia berbakat. Anisa menarik nafas dalam.


Andi membukakan pintu untuk istrinya, sekolah sudah mulai Sepi. karena sudah setengah jam terlewat kan.


' Capek sayang.. aku sudah delivery. untuk makan siang kita, sepertinya kamu nggak kuat masak." Ucap Andi membelai rambutnya.


Anisa menatap suaminya lama. " Kenapa.. apa ada yang salah dari wajahku.? " Tanya Andi yang melihat istrinya hanya diam saja memandangnya


Anisa merebahkan kepalanya ke bahu suaminya. " Makasih sayang pengorbanan mu dua tahun ini. kamu mengorbankan waktumu dengan sia-sia. padahal kamu berbakat sayang." ucap Anisa lirih.


" untuk mendapatkan sesuatu yang berharga. memang butuh pengorbanan. kalau aku nggak tinggal kelas, tentu kita nggak sampai seperti sekarang Aku bahagia kok. oh ya Apakah Pak Burhan yang cerita..? " Tanya Andi yang di anggukan Nisa.


Nisa mencium pipi suaminya lembut." Sekali lagi terimakasih atas cintamu yang besar.. " Ucap Anisa lembut di telinga suaminya.


" Nisa. jangan menggoda ku. jangan salahkan kalau aku menerkam mu di sini."Ancam Andi. Anisa menjauh. ia takut karena suaminya super nekat.


" Maaf.. " Jawabnya memalingkan wajah.


" Hm. Ok. kita hampir sampai.. aku pastikan kamu kejang-kejang minta ampun." Sarkas Andi.

__ADS_1


Nisa duduk mematung, ia tak berani bicara lagi. Andi tersenyum melihat tingkah istrinya yang ketakutan.


Mereka sampai di lobby apartment. Andi menarik tangan Anisa. tapi pak satpam memanggilnya.


" Maaf nak Andi. ini ada titipan." Kata pak Satpam.


" Oh.. terimakasih pak.. oh ya ini untuk bapak."


" Andi memberikan sebungkus makanan. Ia selalu begitu. makanya satpam di apartemen tersebut selalu sungkan pada mereka. Andi selalu ramah pada semua orang. tapi tidak pada cewek. Anisa yang melihat keakraban suaminya. ia tersenyum simpatik.


' 'Terima kasih nak. moga berkah ya nak.. " ucap Pak Satpam sungkan.


" Sama-sama Pak." jawab Andi ia terus menggenggam tangan istrinya.


" Mandilah dulu, aku menyiapkan makanan kita. Anisa membawa kantong makanan ke pantry. Dan mengeluarkan nya.


Andi segera mandi secara kilat, karena perutnya sudah lapar. Kemudian Anisa pun mandi kilat. mereka berdua pun makan di selingi canda.


" Sayang... Tadi aku diminta pak Burhan untuk jadi pendamping Olimpiade. Apakah kamu mengizinkan..? " Tanya Nisa hati-hati.


" Hm." Jawab ! Andi dengan nafas panjang.


" Kata Pak Burhan kamu juga ikut salah satu bidang." Cerita Nisa yang di anggukan Andi.


" Kalau aku lihat, kok kamu santai saja. apakah kamu sudah tahu sebelumnya..? " Tanya Nisa yang penasaran.


" Sayang.. aku merasa kita masih jauh.. walau kita dekat. " Ucap Andi yang membuat Nisa bingung.


" Jangan teka- teki.. aku bisa salah paham kalau begini." Ucap Anisa melihat suaminya yang menunduk.


" Hm. sudah beberapa hari kita menikah, tapi kamu masih panggil aku kamu. rasanya aku nggak di hargai sebagai suami. mungkin karena aku lebih muda dari mu." Andi berkata sendu.


Nisa berdiri dan memeluk suaminya dari belakang. " Lantas aku harus panggil apa.? " Tanya Nisa berbisik lembut di telinga suaminya.


" Tau ah... " Jawab Andi kesal. istri yang menggodanya tidak di hiraukan. Anisa yang tau suaminya merajuk melepaskan pelukannya. dan duduk di pangkuan suaminya mengecup bibirnya lembut.


" Kau selalu mampu menjinakkan ku. aku sebal. kenapa pertahanan ku selalu runtuh jika di goda." Andi tidak melepaskan kesempatan. ia membawa istrinya ke kamar dan melanjutkan percintaan mereka.


Sorenya sewaktu sedang asyik nonton berdua, ada panggilan dari mama Felisha. Anisa langsung mengangkat telpon mertuanya.


" Hallo Assalamu'alaikum ma. mama sehat." Tanya Anisa pada mertuanya.


" Waalaikumsalam. Alhamdulillah sehat nak. apakah kamu sibuk..? " Tanya Felisha di London menjelang sore.


" Nggak ma. kita lagi santai. nonton TV. " Jawab Nisa. Felisha langsung memindahkan panggilan ke PC.


Anisa mengarahkan HP nya ke arah suaminya. Mereka duduk berdua. "Ma. apa kabar? " Tanya Andi basa basi.


" Allhamdulilah sehat. kalian gimana. kapan rencana ke sini...? " Tanya Felisha antusias.


" Oh.. kayaknya liburan saja ma. masalahnya kita ikut Olimpiade antar sekolah ma." Jawab Andi tak semangat.


" Hai. nis kenapa suami mu. lesu gitu. emang Andi juga ikut Olimpiade? "Tanya Felisha yang heran lihat anak tirinya itu.


" Iya ma. Aku jadi guru pendamping, sementara salah satu pesertanya ya siswa yang di sebelah ku ini ma." Jawab Anisa. Andi menggelitik Anisa yang meledeknya.


Felisha tertawa melihat anak dan mantunya yang begitu akrab. Tiba-tiba Handoko pulang dari kantor. duduk di samping Felisha.


" Eh ada anak dan mantu papa rupanya. kapan kalian ke sini.? " Tanya Handoko semangat.


" Liburan kayaknya pa. kita ikut Olimpiade dulu setelah aku ujian.' Jawab Andi biasa saja.


" Wah. anak papa ikut Olimpiade. ini patut di banggakan. " Puji Handoko.


" Papa tau nggak guru pendampingnya istrinya sendiri. hebat kan" puji Felisha pada mantunya.


'Oh lebih bagulah ma. kan anak ita makin semangat karena di dampingi istri sendiri." ucap Handoko.


" Kalau kalian berantem di sana. aku matikan, nggak mau jadi penonton." ucap Andi. hingga ke dua orang tua tersebut terdiam.


" Nisa. Gimana kabar mu sekarang nak. kalian tidak menunda agar kami dapat cucu kan? Tanya Felisha.


" Gimana mau dapat cucu, kalian ganggu aja." Jawab Andi cuek. Anisa mencubit perut suaminya yang berbicara nggak sopan pada orang tuanya.


Handoko dan Felisha tertawa melihat kemesraan anaknya.


Jangan lupa like dan komentar nya ya


.

__ADS_1


__ADS_2