Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Merasa Bersalahnya Edi


__ADS_3

Anisa masuk kembali ke dalam berbicara dengan Bu Aisyah. Hani dan juga Azizah.


" Oh ya Bu Aisyah. mengenai Azizah sudah ada Om Frans dedi nya Jackson yang bantu.


Sekarang Hani. saya mau tanya. apa Hani juga melanjutkan kuliah ke Jerman.?" Tanya Anisa yang tahu betul kemampuan Hani.


Hani menundukkan kepalanya. sebenarnya ia juga ingin kuliah seperti kak Azizah." Maaf Bu. saya ucapkan terimakasih. Jika saya jauh juga. siapa yang bantu Bunda. kasihan Bunda. hanya sendiri mengurus adik-adik. Biar saya di sini saja." Jawab lirih Hani.


" Jangan begitu. masalah Bu Aisyah. saya akan Carikan beberapa orang yang akan membantu. saya akan kirimkan kandidat. dan yang menentukan pilihannya Bu Aisyah sendiri. bagaimana Bu Aisyah.?" Tanya Anisa tersenyum.


" HM. saya senang. dan bersyukur bertemu dengan keluarga yang baik seperti ibu. saya setuju." Jawabnya.


Hani menatap Bu Aisyah dan memeluknya." Makasih bunda." Ucapnya diiringi Isak tangis


Setahun lagi ia tamat dan akan kuliah juga seperti kakaknya. namun beda jurusan. rasanya seperti mimpi jika ini terujud.


Setelah agak larut. Anisa pun pamit pulang. Zainab yang baru akrab dengan anak panti merasa berat meninggalkannya. " Halo. kakak pamit ya." Ucap Zainab. Ia selalu menghindari Edo.


Saat pulang, Edo rencana duduk di samping Zainab. Namun Anisa menegurnya.


" Laki-laki duduk di depan ya." Ucapnya santai. Sedangkan Edo diam terpaku. dan duduk di samping sopir.


Edo selalu melirik Zainab. namun di hindarinya. Ia asyik saja cerita dengan Faby dan Anisa.


" Oh ya mbak Nisa. jika suatu saat saya akan menanggung salah satu hidupnya. apakah boleh.?" Tanyanya antusias.


" Boleh. bagus malahan. tapi tergantung suami mu kelak. apa ia setuju.?" Pancing Anisa.


Pancingan Anisa kena. " Setuju saja. asalkan Zainab bahagia." Jawab Edo dengan pedenya.


Anisa tertawa mendengar jawaban Edo. Zainab tidak paham. sedangkan Feby hanya tersenyum. beda dengan Edo. ia makin kesal, Karena Anisa makin memojokkannya.


" Kenapa mbak tertawa.?" Tanyanya polos.


Anisa melirik Zainab dan Edo bergantian.


" Kalian yakin akan bisa melanjutkan ke jenjang serius. sedangkan kamu belum bertemu dan dapat restu keluarga Edo." Ucap Anisa.


" Aku yang akan meyakinkan keluarga ku." Jawab Edo tanpa persetujuan Anisa.


" HM. baguslah. jika demikian, saya khawatir. jangan sampai Zainab kecewa, sementara dia jauh-jauh datang berkunjung." Ucap Anisa menyarankan.

__ADS_1


Edo terdiam. baru ia sadari sikap Zainab. berarti ucapan Anisa yang benar makanya Zainab berubah. mungkin ia gamang dan ragu.


" akan aku usahakan. jika memang tidak bisa dapat restu. kalian bisa jadi keluarga penggantiku. aku serius dengan Zainab." Ucap Edo yang tanpa malu. padahal ada Feby.


" Mudah-mudahan. jalan kalian di Ridhoi Allah." Ucap Anisa.Yang di amin kan semuanya.


****


Esoknya Edo dan Zainab pulang ke Bogor. Sebelumnya ia sudah beritahu keluarga nya kalau ia pulang dan membawa calon mantu.


Semalam juga Edo kembali menghubungi orang tuabya . kalau ia akan sampai di rumah hari ini. Ia telah membujuk orang tuanya agar menyetujuinya.


" Doa kan kami ya mbak." Pamit Zainab pada Anisa.


Andi hanya melihat saja. apa yang akan di lakukan istrinya. ia tidak mau ikut campur. biarlah mereka menyelesaikannya.


" Hati-hati. Telpon aku ya. jika kalian sudah sampai. apa pun yang terjadi jangan lupa berbagi.he...he.." ucap Anisa mengedipkan matanya pada Zainab.


Zainab tersenyum melihatbya. ia pun salaman dengan semuanya.


" Hati-hati bro. jangan rusak anak orang jika belum halal." Seru Andi saat mereka akan berangkat


Edo pulang di antar sopirnya Andi. awalnya ia menolak karena ia ingin privasi. sebab ia ingin bicara dengan Zainab serius.


Namun Andi dan Anisa marah. kalau di antar sopir tentu akan nyaman buat Zainab. sebab ia bisa istirahat kapan pun mau. Edo pun akhirnya setuju.


" Sayang.. kamu ragu dengan ku.?" Tanya Edo langsung saat mobil sudah jalan. Ia memegang tangan Zainab namun ia tolak dengan halus.


" Nggak. aku hanya khawatir dengan keluarga Abang. apa mereka mau dengan saya." Jawab Zainab sendu.


Sebenarnya ada rasa bersalah karena telah bersandiwara. namun ia juga ingin tahu apa reaksi dan perjuangan Edo untuknya, di depan keluarga nya nanti


" Kalau masalah itu. aku yang akan berusaha. " Ucap Edo mantap.


Dalam perjalanan mereka tidak banyak bicara. ada ke kakuan dia ntara mereka terutama Edo.


Dengan menempuh beberapa jam. Sampai di rumah keluarga Edo. Edo mengajak Zainab masuk ke rumah orang tuanya.


Rumah sangat sepi. padahal ia sudah memberi kabar pada orang tuanya." Assalamualaikum ma.pa.." Salam Edo masuk mencari sosok yang ia cari


Sementara Zainab duduk di ruang tamu sendiri. Edo terus ke dalam mencarinya. namun tak satu pun orang yang ia dapati. ia kesal. di hubunginya nomor orang tuanya.

__ADS_1


Namun tidak di angkat. handphone berbunyi di kamar mamanya. Edo masuk ke kamar tersebut. tidak ada siapapun.


Edo kembali kuar. ia mendengar suara orang tertawa di luar. Edo penasaran dan melihat keluar.


Alangkah terkejutnya ia. karena orangnya tuanya malah asyik bercerita dengan Zainab di ruang tamu.


Edo duduk di samping Zainab. namun di cuekin Zainab dan juga orang tuanya. Merasa di kacangin Edo bersuara keras.


" Mama papa tadi dimana.?" Tanya Edo agak tinggi. Tapi masih di cuekin. Edo kesal dan menarik tangan Zainab yang di pegang mamanya


" Ada apa anmbang.?" Tanya Zainab Pura-pura bingung.


"Flashback. on


Waktu Anisa dan Zainab di kamar. ia menghubungi orang tuanya Edo. mereka bercerita banyak. Anisa berperan aktif meyakinkan keluarga Edo. hingga Kedua Orang tuanya Edo merestui. tanpa sepengetahuan Edo. makanya mereka mainkan perannya masing-masing.


Flashback of


" Kenapa kalian akrab sekali. padahal belum aku kenalkan.?" Tanya Edo yang penasaran bercampur kesal.


" Kan sudah ketemu." Jawab mama Edo santai.


Edo mengerutkan keningnya. " sudah ketemu. kapan.?" Tanya Edo lugu. ia benar nggak loading saat itu.


" Barusan." Jawab mamanya santai.


" Ah. tau ah. aku bingung. yang penting sekarang saya mau tanya. mama papa setuju kan kalau aku menikah Zainab.!" Tanya Edo langsung tanpa basa basi.


Walau sudah dapat restu kemarin lewat online. namun Zainab merasa khawatir juga atas jawaban langsung orang tuanya Edo.


" Menurutmu gimana.?" Tanya Balik papa Edo.


Edo menatap papa dan mamanya bergantian. " Serius lah pa ma. aku nggak mungkin kan jadi bujang lapuk." Lirih Edo berlutut di bawah papanya. Karena papanya berkata agak tinggi.


" Kenapa kamu telat membawanya. apa kamu memang ada niat jadi bujang lapuk?" Tanya Papanya. Edo menatap tak percaya m ndengar jawaban papanya. di reflek memeluk papanya.


" Terimakasih pa." Edo terharu sekali. tidak sia-sia ia telat menikah. akhirnya berjodoh dengan wanita cantik seperti Zainab.


" Sudahlah. kalau bukan karena Anisa yang meyakinkan. mungkin aku belum bisa terima. karena kamu tidak cerita selama ini sama papa. apa kamu ingin selamanya di Jerman." Kesal Papanya Edo


" Maksud papa. Anisa istrinya Andi yang meyakinkan. kapan.?" Tanya Edo yang merasa bersalah. karena telah menyalahkan Anisa atas cuek nya Zainab. karena takut kehilangan. padahal Anisa sudah duluan meyakinkan keluargabya. sungguh wanita yang hebat. pikir Edo.

__ADS_1


__ADS_2