Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Akhirnya Menikah


__ADS_3

Pak KUA telah siap duduk di tempat yang telah di sediakan. Pak KUA memperhatikan sekeliling. ia tak menyangka kalau menikahkan cucu dari pak Hendra dan terutama pak Wijaya yang terkenal hebat.


" Maaf. jika saya salah tanggap. karena biasanya orang yang memanggil saya untuk nikah dadakan, biasanya sudah hamil duluan." Ucap Pak KUA yang merasa bersalah.


" Oh. tidak pak. malah anak kami belum mengenal satu sama lain. hanya saja, mereka sama-sama di tempat kuliah yang sama di Jerman. Kami rencananya hanya tunangan saja. eh kepalang tanggung di nikahkan saja sekalian biar kami tidak was-was di sini." Jawab Anisa lembut. namun penuh penekanan.


Orang-orang di sana tertawa. Bambang yang tadinya diam ikut berceloteh." Iya pak KUA. saya saksi perjalanan cintanya yang baru seumur jagung." Jawab Bambang membuat orang makin heboh.


Anrez menatapnya dari jauh. Bambang cengengesan duduk mencibirnya. dan membuat tanda love di tangannya. membuat Anrez makin meradang.


" Oh begitu kiranya. maaf ya kalau saya sangka. maklumlah.. kasusnya sekarang sangat banyak. jadi saya bangga dengan anak muda di sini. semoga cita-cita kalian tercapai.Dan bisa membanggakan orang tua kalian." Ucap Pak KUA bijak.


Semuanya m ngaminkan. salah paham antara pak KUA dengan keadaan keluarga ini pun terselesaikan.Walau nikah siri. pak KUA tetap memberi nasehat pada kedua pengantin.


" Sebelum saya lanjutkan. apakah saya boleh bertanya pada calon pengantin.?" Tanya pak KUA menatap keduanya yang sudah duduk berdekatan.


" Ya silahkan pak." Jawab Anrez berusaha tenang.


" Apakah kalian sudah lama pacaran.?" Tanya Pak KUA yang mengundang tawa.


" Ah nggak pak.Kuta hanya kenal." Jawab Anrez yang juga di anggukan Azizah menunduk.


" Terus. kalian apa tinggal bersama setelah ini.?" Tanya pak KUA seolah menguji mereka.


" Kita memang tinggal di apartemen yang sama. tapi beda kamar." Jawab Anrez mantap.


" Sudah saya bilang pak. saya jadi perantaranya. kita satu kamar masing-masing." Jawabnya becanda.


" Oh. begitu. Tapi kamu jangan sampai salah kamar. tu teman makan teman namanya." Canda pak KUA.


Bambang terdiam. karena merasa di pojokan. " Ingat. jangan sampai kamu yang garap sawah teman mu." Lanjut pak KUA


Muka Bambang merah. ia tak menyangka, candanya malah berbalik padanya.

__ADS_1


" Baiklah. kita lanjut. Saya sebenarnya khawatir dengan anak jaman sekarang. pacaran seolah suami istri. tapi saat telah menikah mereka bagaikan kucing dan musuhnya. Saya sering menikahkan anak muda yang katanya sangat mencintai pasangan. beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian. minta cerai. makanya saya wanti-wanti dengan anak muda yang mau nikah cepat." Ucap Pak KUA jelas.


" Itu memang benar pak. makanya sebagai orang tua. tidak bisa melepaskan tangan.kita dulu juga nikah muda. namun orang tua kami yang bijak mampu membimbing kami. Maka nya kami akan melakukannya juga pada anak-anak kami." Jawab Andi bijak.


Pak KUA menganggukkan kepalanya paham. memang benar, kalau masalah keluarga. ia tidak pernah dengar dari keturunan keluarga pak Wijaya ini. Karena masalah anak dan menantunya dulu pak Wijaya pandai menyembunyikannya. Karena ia langsung mengirim anaknya ke luar negeri. untuk mengurus perusahaannya yang di sana. makanya tidak terendus.


Jadi orang tidak tahu. kalau hubungan Andi dan Feby yang beda ibu. dalam masa perselingkuhan papanya.


" Baiklah. Nasehat saya. jagalah komunikasi, karena itu inti dari sebuah keluarga. jangan saling menutupinya. Kejujuran itu penting bagi sebuah rumah tangga. jadi jangan bicara dulu saat sedang emosi. lebih baik menghindar, jika sudah kepalanya sudah dingin baru bicara terbuka. dan jika tidak bisa juga. minta bantuan orang terdekat, misalnya orang tua. atau keluarga lain. jangan ucapkan talak sekali pun. karena penyesalan itu memang datangnya terakhir." Nasehat pak KUA.


Anrez dan Andi mengangguk. walau ini semua dadakan, mereka berjanji dalam hati masing-masing. kau pernikahan untuk sekali saja.


"Baiklah. terlalu lama. nanti saya kemalaman pulangnya." Canda pak KUA yang membuat orang tertawa. Karena suasana yang tadinya cukup mencekam.


Ijab Qabul pun di lanjutkan. Anrez sangat gugup, tangannya dingin sekali. saat ia menjabat wali hakim. Yaitu pak KUA itu sendiri


" Jangan cemas anak muda, santai saja tidak usah terburu-buru." Canda pak KUA. yang membuat Anrez tertunduk malu.


" Sekarang kalian sudah Syah jadi suami istri. kalian bebas apakah mau tidur bersama atau pisah, kami tidak paksa. sampai kuliah kalian selesai." Ucap Andi pada anak dan mantunya.


Azizah langsung tinggal. sedangkan Bu Aisyah kembali ke panti dengan bus yang telah di sediakan. Azizah tidak di perkenankan pulang lagi ke panti. masalah pakai dan milik Azizah akan di jemput sopir besok.


" Nak. mari mama antar ke kamar." Ucap Anisa pada mantunya. Azizah menurut. ia tidak tahu kalau ia di giring mertuanya ke kamar suaminya.


Anrez tentu terkejut, melihat mamanya membawa istri sirinya itu ke kamarnya.


Ia kesal sekali pada mamanya. Namun ia tidak bisa


" Istirahat lah di sini. nanti ada mbak Ijah yang akan mengantarkan pakaimu ke sini." Ucap Anisa pada mantunya.


" Ma. ini kamar Anrez.?_ Tanya Azizah malu-malu. Yang di anggukan Anisa.


" Tapi ma. aku.." Azizah gugup bertanya. Anisa sudah meminta Azizah memanggilnya mama sebelumnya.

__ADS_1


" Anrez akan tidur di kamar tamu. Tapi kalian mau sekamar. mama nggak punya hak melarang." Jawab Anisa yang membuat muka Azizah berona merah. ia sangat malu dengan candaan mertuanya.


" Ya sudah mama tinggal ya " Ucap Anisa meninggalkan m nantinya


Baru saja kamar itu tertutup. terbuka kaki. muncul Anrez dengan tampang dinginnya. " Maaf aku hanya mengambil handphone dan juga baju tidur ku saja." Ucap Anrez melewati Azizah yang berdiri mematung di dekat sofa.


Ia menunduk malu. hatinya tak karuan, antara takut dan malu.Anrez yang terburu-buru tidak memperhatikan Azizah yang di depannya. Hingga kaki ya tersandung kaki sofa.


Anrez hilang keseimbangan. ia jatuh dan menimpa tubuh Azizah yang baru duduk di sofa. Mereka tak sadar saling menatap intens. Hingga suara ketukan pintu membuat mereka tersadar.


Anrez sehmgera berdiri dan membukakan pintu. ternyata mbok Ijah yang datang mengantarkan pakaian tidur wanita


" Maaf Aden. mengganggu. ini baju non Azizah yang di berikan ibu." Ucap Mbok Ijah.


Anrez mengambilnya. dan menutup kembali pintu kamarnya. Mbok Ijah senyuman senyum sendiri ke bawah.


Anrez berjalan mendekati Azizah. " Ini baju mu. oh ya maaf aku hanya sebentar mengambil pakaian dan masuk kamar mandi mengambil perlengkapannya. Setelah selesai ia keluar kamar tanpa menoleh Azizah.


Saat Anrez keluar kamarnya. Ratu baru datang menunjuk kamarnya.Melihat abangnya keluar dari kamar langsung menggodanya.


" Cue..cie pengantin baru..selamat ya Abang ganteng ku." Ucap Ratu menggodanya.


" Ih dasar bocah. Awas ya." Ancam Anrez.


Bukannya takut tapi Ratu tertawa cekikikan masuk kamarnya.


Anrez sangat kesal dengan adiknya. baru saja menarik nafas. tiba-tiba di kejutkan oleh suara Cantika yang cempreng.


" Wah. selamat ya Abang ganteng ku. sudah nikah dengan kakak Azizah yang manis. aku akhirnya punya kakak perempuan juga. Tapi kenapa Abang ngungsi kamar. kan sudah nikah, halal kan.?" Tanya Cantika polos.


Anrez menjitak kepala adiknya yang selalu bikin heboh. " Eh. anak kecil belum boleh mikir itu. sekarang sana tidur, jangan sampai ketiduran subuhnya." Usir Anrez pada adiknya.


Cantika tertawa terbahak-bahak. ia merasa lucu melihat kemarahan abangnya yang uring-uringan.

__ADS_1


__ADS_2