Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Suasana panas


__ADS_3

Anrez akhirnya masuk kamar Azizah yang tidak terkunci.Ia pelan-pelan tidur di sebelah istrinya tersebut. Karena ada pergerakan di sebelahnya. Azizah yang baru tertidur, merasa terkejut. Namun ia mencoba menenangkan dirinya yang sangat gugup.


Anrez sudah berusaha untuk memejamkan matanya. ia bolak balik mencari posisi yang nyaman.


Tanpa ia sadari, pergerakannya tersebut menganggu istrinya yang juga tidak bisa tidur karena ulahnya.


"Kenapa aku nggak bisa tidur ya.?" Lirih Anrez. Terdengar ******* berat dan di dengar Azizah.


( Aku juga nggak bisa tidur bang.kalau kamu bergerak terus). bantah Azizah dalam hati.


Karena kelelahan menahan kantuk, keduanya pun tertidur.


Suara azan yang di handphone Azizah membangunkannya, ia membuka matanya perlahan, namun ada tangan yang memeluknya.


Azizah tersadar, kalau ada suaminya yang tidur di sebelahnya. Azizah diam-diam menatap wajah suaminya yang menghadapnya. karena suaminya tertidur dengan nyaman sekali memeluknya. Sebenarnya ia pun tak dapat pungkiri, kalau ia pun nyaman suasana begitu.


Azizah membelai wajah suaminya."Hm!.Gantengnya suamiku." Ucap Azizah lirih.


Suara ******* yang teratur dari mulut suaminya, menambah gaduh bersamaan dengan alarm handphonenya.


Azizah berusaha melepaskan pelukan suaminya. Namun Anrez malah makin mengeratkan pelukannya.


"Lima menit lagi. siap ini kita sholat jamaah." Suara parau Anrez membuat Azizah membeku.


"Jangan panik begitu. biar wudhu dulu.." Ucap Anrez tanpa salah.


Ia berlalu ke kamar mandi meninggalkan Azizah dengan wajah yang memerah. Sedangkan Anrez di kamar mandi senyum-senyum sendiri.


"Aku kira dia marah saat aku tak sengaja memeluknya. ternyata tidur rasanya lebih nyenyak tidur bersamanya.' Ucap Anrez bermonolog.


Ia keluar dan di dapati kamar sudah rapi. namun ia tidak melihat istrinya di kamar. dan ada baju Koko di atas kasur.


"Cukup lama juga aku di kamar mandi." Ucapnya lirih. ia keluar setelah memakai baju Koko nya.


Ia keluar. dan di tempat mereka sholat sudah lengkap. tinggal ia saja lagi. dan itu tentu saja Bambang menggodanya.


"Ketiduran ya bang An." Godanya diselingi kekehan.Namun Ia diam saja, Azizah menunduk dengan mukena nya.


"Eh. sudah jangan. ercanda Bam. ayok qamat lagi. nanti keburu habis waktunya." Sarkas Jackson dan Bambang pun qamat.

__ADS_1


Seperti biasa. Anrez jadi imam, walau ia sempat meminta ayahnya menjadi imam saat ini. Xena masih ngantuk-ngatuk saat melaksanakan sholat.


Suara Anrez yang merdu. menambah suasana pagi tersebut jadi syahdu. ia membacakan ayat Al Qur'an dengan fasih nya. dengan dua raka'at pagi tersebut, mereka Akhiri dengan salam.


Seperti biasa, setelah sholat Azizah langsung ke ke dapur yang di bantu Feby." Hm! Zah. apa Anrez menyakiti mu.?" Tanyanya berbisik.


Azizah tersenyum. ia menggeleng kan kepalanya pelan.


"Apakah kalian sudah melakukannya, hubungan suami istri." Bisiknya lagi.


Lagi-lagi Azizah menggeleng kan kepalanya.


Feby makin penasaran. "Apakah kamu tidak menyukai Anrez suami mu.?" Tanya Feby, Azizah terpaku. mukanya memerah menahan malu.Feby dapat melihat wajah yang bersemu merah tersebut.


Dengan malu-malu, Azizah menganggukkan kepalanya. Tentu saja Feby bahagia dan menggodanya.


"Jika kalian saling cinta. kenapa kalian masih menahannya.? Apa kalian nggak tersiksa.?" Tanya Feby dengan semangatnya.


Belum lagi Azizah menjawab. ada suara bel memecah suasana pagi itu. Anrez yang duduk di depan televisi dengan ayahnya, berdiri membukakan pintu.


"Hai. assalamualaikum ponakan ku.?" Ucap Edo yang heboh di pagi itu. bersama istrinya Zainab.


"Waalaikumsalam Om." Jawabnya cuek. Edo memukul kepala Anrez pelan.


menyebalkan." Edo meninggalkan Anrez yang merajuk. Ia duduk dekat Jackson yang tidak memperdulikannya.


Zainab langsung ke pantry dimana di sana ada Feby dan Azizah.


"Sorry bro. kami pulang sudah malam, jadi takut ganggu kalian malam tadi. makanya pagi ini kami datang." Ucap Edo yang hanya di jawab deheman oleh Jackson.


"Apakah kamu langsung ke kantor Om Frans atau ke apartemennya saja.?" Tanya Edo. Jackson menatapnya berkerut.


"Aku jauh-jauh datang ke sini. kok pertanyaan bodoh itu yang aku dapati di pagi ini." Ledek Jackson.


"Sialan lu.". Keduanya tertawa. Xena keluar mendengar suara tawa bersama Bambang.


"Om Edo. Aunty Zainab mana.?" Tanya Xena memeluk Edo bahagia.


"Tuuuh." Jawab Edo dengan mulutnya.

__ADS_1


Xena mendekati para wanita yang sibuk di pantry. ia tidak peduli. ia menarik jilbab Zainab yang terjulur.


"Hai ada apa princess.?" Tanya Zainab mensejajarkan tubuhnya dengan Xena.


"Xena kangen." Ia memeluk Zainab dengan eratnya. karena waktu di Indonesia di rumahnya. Zainab memang sering bermain dengan Xena. makanya ia cukup dekat di bandingkan dengan Azizah.


"Aunty. tinggal di mana. kok aku nggak lihat Aunty dari ke Marin.?" Tanya Xena.


Dengan gemesnya Zainab mencium pipi gadis kecil tersebut. " Aunty tinggal di bawah ini. maaf ya, kemarin Aunty nggak bisa datang. aunty sibuk di kantor Opa nya Xena." Jawab Zainab membuat gadis kecil tersebut makin penasaran.


"Terus Opa mana Aunty.?" Tanyanya yang membuat Zainab terdiam. Ia tidak bisa menjawab. Karena Pak Frans sedang sakit di apartemennya. namun ia tidak mau di rawat di rumah sakit.Dan Pak Frans mengancam agar tidak di beritahu pada anak dan cucunya.


"Sudah. nanti di lanjutkan ya. sekarang kita sarapan dulu." Feby melerai percakapan anaknya bersama Zainab.


Sarapan pagi itu. sangat heboh dari biasanya. karena apartemen tersebut rame dari biasanya.


"Jackson. aku antar langsung kalian pagi ini ya. ke apartemen pak Frans. ia kesan kada ku." Ucap Edo saat mereka selesai sarapan.


"Pengantin baru harus makan banyak. agar lebih kuat.!" Goda Bambang dan mendapatkan cubitan dari Anrez yang duduk di sampingnya.


"Benar tuh An. biar tidak mengecewakan Azizah. ia kan butuh di manja juga." Edo menambah kedua pasutri tersebut malu.


Terutama Azizah. sarapan nasi goreng siput tersebut terasa tercekat di mulutnya. hingga keduanya sama tersedak. menambah suasana makin heboh.


"Sudah. makanya makan jangan bercanda." Ucap Jackson. semuanya pun diam menikmati sarapan dengan nyaman bagi Azizah dan Anrez.


" Jackson. aku diminta Om Frans untuk mengantar kalian ke tempatnya.apakah bisa lagi ini.?" Tanya Edo yang agak khawatir.


"Baiklah. kalau gitu, kita siap-siap ya semuanya, kita ke tempat papi Frans." Mereka pun siap-siap semuanya. ke tempat Pak Frans tinggal.


Anrez meminta bundanya untuk mengambilkan pakaiannya. di kamarnya tersebut. Karena Jackson sedang mandi.


"Kamu ambil saja sendir An. bunda kurang tahu still kamu sekarang." Ucapnya.


Akhirnya Anrez pun mengambil pakaiannya sendiri. dan kembali ke kamar Azizah. ia pelan - pelan membuka kamar tersebut dengan jantung yang bertalu.


Azizah sedang mandi. ia berencana keluar lagi. untuk mandi di kamar mandi di dekat pantry. ia baru ingat ada kamar mandi kecil di sana.


Namun pintu terbuka saat ia akan membuka pintu kamar. Anrez spontan melihat ke arah kamar mandi. ia terpana saat melihat Azizah yang memakai baju mandi. dengan rambut yang tergulung di kepalanya.

__ADS_1


Hatinya berdegup kencang. Azizah menunduk ia. dengan cepat pergi ke depan lemari. ia merasa kesal pada dirinya sendiri. lupa membawa pakaiannya sendiri.


Begitu juga Anrez cepat berlari ke kamar mandi. ia tidak jadi keluar. karena nanti malah di goda Bambang. saat melihat wajahnya yang panas.


__ADS_2